Connect with us

Peristiwa

Keluarga Eka Tjipta Widjaja Minta Tak Dikirim Bunga, Kenapa?

Published

on


Finroll.com  – Keluarga Eka Tjipta Widjaja meminta para kerabat tidak menyampaikan ucapan duka cita melalui karangan bunga. Demikian disampaikan Managing Director Sinar Mas, Gandi Sulistiyanto, saat berbicara mewakili keluarga di hadapan awak media.

“Tanpa mengurangi rasa hormat, ucapan belasungkawa dimohon tidak dalam bentuk karangan bunga. Simpati dan tanda kasih, akan didonasikan untuk membantu saudara saudara kita, korban bencana alam,” ujarnya di rumah duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Jalan Abdul Rachman Saleh No. 24 – Senen, Jakarta Pusat, Minggu (27/1/2019).

Menurutnya, tanda kasih dapat diberikan secara langsung di lokasi persemayaman mulai pukul 19.00 WIB. Sebab, pada pagi hingga sore hari lokasi persemayaman masih tertutup untuk umum dan hanya dibuka khusus diperuntukkan bagi keluarga terdekat saja.

“Semua ucapan dan sumbangan tali asih akan disumbangkan ke korban bencana alam. Ini jauh bermanfaat dan sesuai dengan jiwa sosial pak Eka Tjipta. Akan kami putuskan nanti pembagiannya untuk di Banten ataukah Sulawesi Selatan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa ada sejumlah tokoh dan pejabat yang sudah hadir dan mengkonfirmasi akan hadir. Kehadiran pejabat sudah berlangsung sejak semalam (26/1/2019) secara berangsur-angsur.

Hanya saja, untuk yang masih akan berencana hadir, dia menyampaikan agar datang sesuai waktu yang telah ditentukan pihak keluarga. “Semalam sudah datang Pak Moeldoko ke rumah, dan beberapa gubernur. Cuma kita beritahukan yang lain untuk hadir mulai malam hari nanti, bisa sampai hari Sabtu (2/2/2019),” pungkasnya.

Advertisement

Peristiwa

Layanan Data Di Papua Mulai Diblokir

Published

on

Finroll.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika memutuskan memblokir layanan data telekomunikasi sementara di Papua dan Papua Barat menyusul insiden bentrok yang kembali terjadi di Fak-fak hari ini, Rabu, 21 Agustus 2019. Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan pemblokiran bakal dilakukan pada Rabu petang ini.

“(Pemblokiran) Mulai Rabu (21 Agustus) hingga suasana Papua kembali kondusif dan normal,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Rabu petang.

Kebijakan ini diambil untuk mempercepat proses pemulihan situasi. Selain itu, pemblokiran oleh kementerian juga menimbang alasan keamanan dan ketertiban.

Ferdinandus mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta instansi terkait. Kominfo belum dapat memastikan kapan kebijakan pemblokiran bakal dicabut.

Massa pada Rabu pagi kembali meradang setelah aksi di Manokwari dan Sorong Papua Barat kondusif. Dalam aksi protesnya hari ini, demonstran membakar kios yang berada di kawasan Pasar Fakfak dan jalan menuju pasar tersebut.

Continue Reading

Peristiwa

Akibat Aksi Unjuk Rasa Di Manokwari, Polri Lakukan Pendataan Kerusakan Fasilitas Publik

Published

on

Keterangan foto : Dokumen Antara

Finroll.com — Pasca bentrokan di Manokwari, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melakukan pendataan sementara kerusakan fasilitas publik akibat aksi unjuk rasa yang terjadi di Manokwari dan Sorong, Papua Barat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan, “Untuk sementara di Sorong ada hampir 15 fasilitas publik yang mengalami kerusakan, kemudian Manokwari 10 fasilitas publik yang rusak dan masih didata,” katanya di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (20/9/2019).

Hanya, Dedi tak mengungkapkan secara rinci apa saja fasilitas publik yang mengalami kerusakan itu.

Lebih lanjut Dedi menjelaskan selain melakukan pendataan fasilitas publik yang rusak, aparat kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah setempat juga melakukan pembersihan pohon tumbang akibat aksi massa.

“Melaksanakan pembersihan pohon-pohon tumbang di Manokwari dan sisa-sisa pembakaran ban dibersihkan,” ujarnya.

Dedi menyebut pembersihan itu dilakukan dengan tujuan agar masyarakat bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasa. “Diharapkan hari ini semua aktivitas masyarakat betul-betul berjalan dengan normal,” ucap Dedi.

Seperti yang dilansir dari CNN Indonesia, Senin (19/8) pagi kemarin kondisi Manokwari memanas. Sejumlah jalan-jalan utama diblokade massa, pembakaran pun terjadi di sejumlah titik.

Kantor DPRD menjadi target pembakaran massa yang mengamuk. Kerusuhan di Manokwari merembet ke Kota Sorong. Bahkan, menurut Jurnalis Transmedia, Jersey Allen, rusuh terjadi sporadis hampir di setiap titik di Sorong, Papua Barat.

“Secara keseluruhan aksi ini berlangsung secara sporadis, hampir di seluruh lokasi di Kota Sorong, dari mulai di Kampung Baru, semua terjadi aksi sporadis dan blokade jalan. Sejumlah jalan ditutup oleh massa,” kata Jersey Allen.

Sejumlah aksi itu diduga buntut dari insiden yang terjadi di Surabaya. Diketahui sebanyak 43 orang diangkut polisi menggunakan mobil pengendali masyarakat untuk diminta keterangan. Namun selang sehari mereka akhirnya dilepaskan.(red)

Continue Reading

Peristiwa

Kerusuhan Meledak di Manokwari Pagi ini

Published

on

By

Finroll.com – Pagi ini (Senin 19/8) sejak pukul 06.30 Waktu di Manokwari kerusuhan meledak di ibu kota Papua Barat, Manokwari. Masyarakat turun ke jalan bersama mahasiswa. Mereka membakar ban-ban di berbagai sudut kota dan jalan protokol, misalnya di kawasan Sanggeng (Hadi Mall) dan juga depan Kampus Universitas Papua (Unipa) Manokwari.

”Terjadi pembakaran banyak banyak kios dan warung di depan Unipa. Selain di bakar warung itu dijarah dan di rusak masa. Gedung DPRD Papua barat dilempari. Di area jalan yang menuju area pelabuhan Manokwari juga terjadi pembakaran,” kata seorang warga Manokwari, ketika dihubung Republika.co.id, Senin pagi (19/8).

Menurutnya, semua sekolah yang sejak kemarin memang sudah dihimbau tutup. Ini karena satu hari sebelumnya sudah ada undangan yang beredar untuk mengajak warga Manokwari pada Senin ini untuk unjuk rasa. ”Topik demontrasinya soal rasa kepedulian terhadap situasi rasis terhadap mahasiswa Papua yang sedang kuliah di Surabaya dan Malang. Untuk masyarakat melalui undangan itu diajak memberikan solidaritas dengan cara berkumpul di kampus Unipa. Himbuan ini beredar melalui media sosial,” kata sumber itu lagi.

Akibat adanya himbauan dan terjadinya unjuk rasa, lanjutnya, warga pendatang tak berani ke luar rumah. Warga asal Jawa Timur seperti Malang dan Surabaya tampak yang paling ketakutan.

’’Namun saya duga, demonstrasi yang rusuh ini dipicu pula oleh situasi di mana dalam kurun sepekan terakhir di Unipa terjadi unjuk rasa tentang kebijakan rektor. Kala itu muncul unjuk rasa tentang SPP mahasiswa baru yang sekitar Rp 1.200.000. Juga soal pemindahan kampus baru Unipa di Manokwari Selatan yang belum lengkap,” ujarnya.

Terkait dua hal itu para mahasiwa kemudian berunjuk rasa untuk meminta agar biaya kuliah turun seperti tahun sebelumnya. Dan soal pemindahan kampus Unipa Manokwari para mahasiwa tak sepakat, karena kampus Unipa yang baru di Manokwari selatan pembangunannya belum seluruhnya selesai.

”Jadi sebelum kerusuhan ini, Kampus Unipa memang sudah dan masih dipalang. Dan demontasi ini makin besar karena kemudian berkaitan dengan situasi yang dialami mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya,” tegasnya sumber yang enggan menyebutkan nama karena munculnya situasi yang tak kondusif di Manokwari tersebut.

Namun, kata dia, menjelang siang ini kerusuhan mereda. Perlahan-lahan aktivitas di Manokwari mulai menggeliat.”Namun sampai kini masyarakat pendatang masih enggan ke luar rumah. Mereka masih khawatir.”

Continue Reading
Advertisement

Trending