Connect with us

Science & Technology

Kembali Viral, Bahaya Tersembunyi di Balik Aplikasi FaceApp

Published

on


Finroll.com –  Aplikasi FaceApp kembali viral dalam beberapa hari terakhir. Netizen beramai-ramai menggunakan platform editor wajah tersebut untuk memperlihatkan dunia bagaimana penampilan mereka ketika tua nanti.

Namun tak sedikit orang yang mempertanyakan keamanan privasi dari penggunaan aplikasi itu. Muncul spekulasi bahwa aplikasi yang populer gara-gara hashtag #faceappchallenge ini mengambil informasi pribadi pengguna yang dimanfaatkan untuk kepentingan perusahaan.

Berdasarkan syarat dan perjanjian penggunaan aplikasi saja, pengguna diminta memberikan sejumlah izin kepada aplikasi. Salah satunya adalah mengakses berbagai informasi dari pengguna.

“Anda memberi FaceApp lisensi dan sub-lisensi abadi, tidak dapat dibatalkan, tidak eksklusif, bebas royalti, dibayar penuh, dapat ditransfer untuk menggunakan, mereproduksi, memodifikasi, mengadaptasi, menerbitkan, menerjemahkan, membuat karya turunan, mendistribusikan, melakukan dan menampilkan secara publik menampilkan konten nama pengguna atau kemiripan apa pun yang disediakan sehubungan dengan konten pengguna,” tulis pihak aplikasi dalam syarat dan perjanjian.

Dengan kata lain, pihak pengembang FaceApp bisa saja mempublikasi foto yang pengguna unggah ke dalam aplikasi kepada publik kapan saja mereka inginkan. Perusahaan juga secara terang-terangan mengatakan mengoleksi informasi privasi pengguna dan menggunakannya untuk strategi pemasaran ke depannya.

Sebenarnya, persyaratan seperti itu cukup standar dalam penggunaan aplikasi berteknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), karena mereka membutuhkan akses ke foto untuk memenuhi fungsinya. Namun, ada kekhawatiran yang disebabkan karena pemilik aplikasi itu adalah Rusia, yang banyak disebut orang identik dengan kasus peretasan.

Tak sedikit netizen yang mengunggah hasil editan foto dari aplikasi itu dan membuat orang lain jadi ikut-ikutan. Beberapa orang prihatin dengan popularitas aplikasi yang bisa mengakses semua gambar di galeri foto pengguna.

Foto Wajah Pilihan Pengguna Disimpan di Server FaceApp

Tidak ada bukti memang pihak aplikasi menyimpan semua foto yang ada di galeri. Tapi, foto yang dipilih pengguna untuk menerapkan filter wajah tua memang disimpan di dalam server aplikasi.

Menurut pemimpin perusahaan keamanan siber Guardian Firewall, Will Strafach, aplikasi FaceApp yang mengunggah foto pilihan pengguna ke server dengan alasan penerapan filter disebutnya sebagai aktivitas yang tidak umum. Hal ini perlu diperhatikan oleh banyak pengguna.

CEO FaceApp Yaroslav Goncharov pernah mengatakan kepada The Verge, foto yang diunggah ke aplikasi memang disimpan di server perusahaan untuk penerapan filter, namun itu sifatnya sementara dan mereka mengaku menghapusnya tidak lama kemudian. Mereka juga mengaku bersedia menerima permintaan pengguna yang ingin menghapus foto mereka dari servernya.

Kita tidak pernah tahu apakah FaceApp benar-benar menghapus data foto pengguna atau tidak. Itu sebabnya ilmuwan dan pengamat aplikasi mobile sosial, Jane Wong, berharap pengguna bisa menghapus sendiri datanya dari aplikasi.

“Foto diunggah ke server FaceApp di AWS tanpa otorisasi. Tidak banyak informasi yang dikirim ke server FaceApp selain metrik pengguna. Saya berharap ada pilihan bagi pengguna untuk menghapus foto mereka dari server,” tulis Wong di akun Twitter miliknya.

Kalau kalian risau tapi masih mau menggunakan aplikasi FaceApp, ada baiknya kalian cukup memakai foto yang dijepret langsung dengan kamera ponsel, bukan yang diambil dari galeri gambar. Dengan begitu, kalian hanya memberikan akses kamera pada aplikasi FaceApp.

Science & Technology

WhatsApp Jajaki Kerjasama Dengan Perusahaan Pembayaran Digital dan Bank di Indonesia

Published

on

Finroll.com — Konsep bisnis WhatsApp tengah menjajaki kerjasama dengan perusahaan pembayaran digital dan bank di Indonesia untuk bisa menjalankan bisnis pembayaran digital di dalam negeri.

WhatsApp hanya akan berfungsi sebagai platform di Indonesia yang mendukung pembayaran melalui dompet digital lokal seperti dikatakan Sumber Reuters.

Konsep bisnis yang dibawa ke Indonesia ini berbeda dengan rencana WhatsApp di India yang akan menawarkan layanan pembayaran peer-to-peer secara langsung. Sebab, WhatsApp melihat regulasi terkait sistem pembayaran digital di Indonesia cukup ketat.

Sugeng selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) mengatakan, BI melalui ketentuan baik Peraturan Bank Indonesia (PBI) atau Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) telah memberikan pokok-pokok yang harus dipenuhi bagi siapapun yg ingin menyediakan jasa sistem pembayaran di Indonesia, baik mengajukan izin atau persetujuan kerja sama.

Proses perizinanya akan tergantung dari jenis instrumen atau layanan sistem pembayaran yang akan disediakan oleh perusahaan tersebut.

“Jika telah ada pengajuan izin resmi, baru BI akan melihat dan dapat menganalisis lebih dalam,” ujarnya.(red)

Continue Reading

Science & Technology

Aplikasi Baru Pesaing Gojek dan Grab, Tarif Mobil Mulai Rp 5.000

Published

on

By

Finroll.com-  Masyarakat di Banjarmasin dapat memesan mobil atau sepeda motor di layanan internasional Maxim melalui aplikasi seluler dan situsid.taximaxim.com. Maxim akan menjadi pesaing Gojek dan Grab.

“Biaya perjalanan langsung dapat diketahui setelah rute dicantumkan: perjalanan dengan sepeda motor akan dikenakan biaya mulai dari Rp3.000, dalam mobil biasa – mulai dari Rp5.000. Biaya tidak tergantung pada kondisi lalu lintas dan tidak berubah di akhir perjalanan. Berkat hal tersebutlah, para penumpang akan dapat dengan mudah mengatur biaya pengeluaran mereka untuk transportasi,” dalam keterangan resmi Maxim yang diterima Tempo, Selasa 20 Agustus 2019.

Salah satu fungsi-fungsi unik yang terdapat di dalam aplikasi ini ialah peluang untuk membuat reservasi dan mencantumkan rute yang rumit, yang terdiri atas beberapa alamat sekaligus, komunikasi gratis dengan pengemudi yang terjamin keamanannya.

Untuk preferensi, dapat dicantumkan pula mengenai pengangkutan bagasi atau hewan peliharaan, meminta bantuan dari pengemudi, menuliskan jumlah nominal uang Anda, yang memerlukan kembalian. Pengguna, yang ingin berbagi kepada orang lain tentang lokasi keberadaan mereka di perjalanan, dapat mengirimkan tautan menuju peta berisi rute perjalanan.

Ini sangat nyaman untuk dilakukan, terutama ketika Anda perlu menjemput teman di perjalanan atau memastikan perjalanan orang terdekat Anda nyaman dan lancar.

Order akan dipenuhi oleh para mitra layanan – armada taksi dan angkutan prbadi. Dalam aplikasi Taxsee Driver, mereka memilih jenis kendaraan, yang akan mereka gunakan dan melihat order berdasarkan tarif mereka sendiri di berbagai wilayah kota.

Dalam hal ini, aplikasi langsung menunjukkan biaya order dan mengizinkan mereka untuk memenuhi yang terdekat dari lokasi mereka saat itu.

Dengan demikian, para pengemudi akan selalu mengetahui jumlah yang mereka hasilkan, mempersingkat waktu mengemudi tanpa penumpang, sekaligus menghemat bahan bakar.

Selain Banjarmasin, layanan pesaing Gojek ini juga beroperasi di Jakarta, Surakarta, Pekanbaru, Bandar Lampung, Balikpapan dan Yogyakarta.

Continue Reading

Science & Technology

Kemenperin Cari Peluang Inovasi Pendukung Kendaraan Listrik

Published

on

Finroll.com — Kalangan peneliti maupun pengambil kebijakan yang terlibat dalam melakukan kegiatan inovasi perlu memiliki pemahaman mengenai paten. Hal tersebut beralasan, karena paten terkait dengan hak cipta.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan lndustri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara mengatakan, melalui paten, kita mengetahui celah-celah mana yang harus kita miliki dan melakukan proses inovasi pembela­jaran lebih lanjut untuk menyempurnakan apa yang telah dilakukan orang lain. Jadi, terhindar dari masalah gugatan hukum, serta tidak terjadi tumpang-tindih,” ujar dalam siaran pers di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Dalam etimologinya, paten adalah hak eksklusif inventor atas invensi di bidang teknologi dalam kurun waktu tertentu untuk melaksanakan sendiri atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakan invensinya.

Sementara itu, hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Terkait hal tersebut, Kemenperin sedang mendorong pemanfataan Patent Mapping bagi para pelaku industri manufaktur di Indonesia. Patent Mapping merupakan suatu metode untuk melakukan identifikasi dan pemetaan teknologi yang sedang berkembang melalui pengolahan dan pemanfaatan database paten di seluruh negara anggota World Intellectual Property Organization (WIPO).

“Hasil dari Patent Mapping dimaksudkan untuk dapat dijadikan acuan rekomendasi kebijakan dalam penyusunan strategi yang tepat,” tuturnya.

Ngakan menyebutkan, salah satu pemanfaatan Patent Mapping tools ini, misalnya untuk melakukan identifikasi dan pemetaan perkembangan teknologi daur ulang baterai di berbagai negara. Dalam hal ini, Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung, salah satu unit kerja di bawah BPPI, sedang melakukan penelitian terkait daur ulang limbah baterai ion lithium.

“Jadi, nanti hasilnya diharapkan sebagai salah satu solusi dalam mengatasi potensi permasalahan lingkungan atas baterai kendaraan listrik di masa depan,” ungkapnya.

Ngakan menjelaskan, bahwa dalam pengembangan kendaraan listrik, 60% kuncinya ada pada baterai dan bahan untuk membuat baterai. “Dalam perkembangannya ke depan, perlu dipertimbangkan bagaimana tata kelola penggunaan baterai dari kendaraan listrik, agar nantinya tidak menimbulkan permasalahan terhadap lingkungan,” tuturnya.

Apalagi, lanjut Kepala BPPI, pemerintah telah menerbitkan regulasi untuk menstimulus percepatan pengembangan produksi kendaraan listrik di dalam negeri. Ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

“Oleh karena itu, BPPI sebagai unit kerja di lingkungan Kemenperin yang bertanggung jawab men­jalankan program pembentukan ekosistem inovasi, terus fokus men­dorong terciptanya ekosistem inovasi dengan melibatkan parti­sipasi dari seluruh stakeholder,” paparnya.(red)

Continue Reading
Advertisement

Trending