Connect with us

Komoditi

Kemenperin Dorong Nilai Tambah Rumput Laut Melalui Hilirisasi Industri

Published

on


Finroll.com — Melalui hilirisasi industriKementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan nilai tambah komoditas rumput laut di Tanah Air. Sebab, rumput laut merupakan salah satu komoditas strategis yang berpeluang dikembangkan di dalam negeri karena ketersediaannya masih cukup besar dan mampu menggerakkan sektor ekonomi di wilayah pesisir.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan, “Rumput laut dapat digunakan dalam industri farmasi, serta industri makanan sebagai stabilator, bahan pengental, pembentuk gel, pengemulsi, dan lainnya,” katanya dalam siaran pers di Jakarta.

Dalam industri rumput laut, tingkatan yang paling hilir adalah teknologi formulasi. Produk yang dihasilkan biasanya digunakan oleh industri pangan dan non-pangan. Dalam industri pangan, produk formulasi rumput laut digunakan untuk makanan campuran kemasan kaleng, roti, bakso, nugget, sirup, susu kental, es krim, yogurt, jus, jeli dan lainnya.

Pada industri non-pangan, rumput laut dapat digunakan untuk industri cat, tekstil, pasta gigi, kosmetik seperti lotion, masker, krim wajah, lulur, sabun, sampo. Sedangkan dalam industri farmasi dapat diolah untuk cangkang obat kapsul dan salep. “Limbah dari hasil pengolahan rumput laut dalam bentuk padatan dan cairan dapat digunakan untuk bahan pupuk atau zat penumbuh tanaman serta khusus limbah padatan sebagai pakan ternak,” ujarnya.

Lebih lanjut Gati menuturkan, potensi budidaya rumput laut di Indonesia tersebar di 23 provinsi yang didukung 10 besar sentra budidaya rumput laut, yakni Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Tenggara, Maluku, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Kalimantan Utara, dan Bali.

Misalnya di NTB, potensi areal budidaya rumput laut seluas 22.270 hektare dengan jumlah produksi 972.148 ton per tahun. Melihat potensi tersebut, Kemenperin giat melaksanakan program pengembangan industri rumput laut di beberapa daerah potensi rumput laut sejak tahun 2011 hingga 2019,” tuturnya.

Gati mengungkapkan, beberapa program pengembangan komoditas rumput laut yang dilakukan Kemenperin, antara lain pengembangan sentra Industri Kecil Menengah (IKM) pengolahan rumput laut melalui kegiatan pelatihan, pendampingan oleh tenaga ahli, dan fasilitasi bantuan mesin pengolahan rumput laut.

Kemenperin juga, terus berkomitmen membangun pengolahan rumput laut melalui peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), memfasilitasi bimbingan teknis atau pelatihan, bantuan mesin peralatan pengolah rumput laut dan sertifikasi mutu produk. “Kemudian didorong juga penumbuhan Wirausaha Baru IKM berbasis rumput laut, serta, menggiatkan peningkatan promosi dan pameran produk rumput laut,” ungkap Gati.

Sementara pada kesempatan berbeda, Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Argo Kemenperin, Abdul Rochim menyampaikan, salah satu program pengembangan peningkatan daya saing komoditas rumput, pemerintah telah melakukan kerja sama dengan kalangan akademisi di Tanah Air. Contohnya Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang telah memelopori pengembangan cangkang obat kapsul berbahan baku rumput laut di Indonesia dengan kapasitas 3,6 juta cangkang kapsul per hari.

“Industri cangkang kapsul berbahan baku rumput laut sebagai pengganti gelatin sangat potensial di Tanah Air, karena rumput laut sebagai bahan baku utama sangat melimpah di sepanjang pesisir Indonesia,” ungkapnya.

Rochim menyebut, kebutuhan cangkang kapsul nasional sebanyak 6 miliar butir per tahun. Saat ini, produksi domestik cangkang kapsul berbahan baku gelatin mencapai 5 miliar butir per tahun.

Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan cangkang kapsul dipasok dari Thailand Bangladesh, India, dan Tiongkok yang dibuat dari gelatin. Bahan baku gelatin sendiri merupakan produksi dari kulit, jaringan, tulang sapi, dan kerbau.

“Kebutuhan cangkang kapsul di dalam negeri saat ini perlu dioptimalkan oleh industri, sehingga cangkang kapsul berbahan rumput laut memiliki potensi yang sangat luar biasa,” tegasnya

Karena potensi rumput laut yang sangat besar, tambah Rochim, Kemenperin terus mendorong peningkatan produksi di Tanah Air. Selain untuk kebutuhan dalam negeri, rumput laut juga sudah diekspor ke beberapa negara seperti China, Amerika Serikat, dan Korea Selatan. “Produksi rumput laut di Indonesia adalah yang terbesar di dunia, bahkan kontribusi Indonesia sebagai penghasil rumput laut telah diakui dunia internasional,” tandasnya.

Berdasarkan data Kemenperin, ekspor rumput laut Indonesia pada tahun 2014 sampai 2018 memiliki tren positif yang naik hingga 0,81%. Pada periode Januari-April 2019, ekspor rumput laut sebesar USD92,92 juta atau naik 3,98% dibanding capaian di periode yang sama tahun lalu USD89,37 juta.

Ekspor rumput laut Indonesia tertinggi didominasi oleh ekspor rumput laut mentah Euchema spp dalam bentuk kering atau fresh yang dapat dikonsumsi manusia dengan total ekspor pada tahun 2018 mencapai USD140,41 juta. Indonesia sendiri merupakan penghasil rumput laut kering terbesar di dunia dengan produksi 328 ribu ton atau 61,18% total produksi dunia di tahun 2017. Rumput laut juga diekspor dalam bentuk agar dan karagenan.(red)

 

Advertisement Valbury

Komoditi

Emas Antam Naik Lagi, Sentuh Rp924 Ribu per Gram

Published

on

By

Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp924 ribu per gram pada Kamis (26/3) atau naik Rp5.000 dari Rp919 ribu per gram pada Selasa (24/3) pagi. Sementara harga pembelian kembali (buyback) hanya naik Rp1.000 dari Rp836 ribu menjadi Rp837 ribu per gram pada hari ini.

FINROLL.COM — Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp486,5 ribu, 2 gram Rp1,79 juta, 3 gram Rp2,67 juta, 5 gram Rp4,44 juta, 10 gram Rp8,81 juta, 25 gram Rp21,93 juta, dan 50 gram Rp43,78 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp87,5 juta, 250 gram Rp218,5 juta, 500 gram Rp436,8 juta, dan 1 kilogram Rp873,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.631,1 per troy ons atau melemah 0,2 persen. Begitu pula harga emas di perdagangan spot anjlok 0,7 persen ke US$1.605,51 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pergerakan harga emas di pasar internasional masih dipengaruhi oleh sentimen stimulus ekonomi dari berbagai negara, khususnya Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menjanjikan bakal menggelontorkan anggaran mencapai US$2 triliun untuk mengatasi tekanan ekonomi di Negeri Paman Sam akibat penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19.

Namun, kepastian stimulus ini masih menunggu Kongres AS. Bila disetujui, ia memastikan harga saham dan emas akan menguat.

“Sebelum persetujuan keluar, harga emas bisa tertekan ke kisaran US$1.585 per troy ons. Tapi setelah persetujuan, harga emas berpotensi menguat ke area US$1.660 per troy ons,” kata Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Di sisi lain, ia mengatakan pelaku pasar keuangan juga masih dibayangi kekhawatiran penyebaran virus corona. Apalagi, sejumlah lembaga ekonomi internasional memperkirakan corona akan menekan pertumbuhan ekonomi dunia dan sejumlah negara. (CNN/GPH)

 

Continue Reading

Komoditi

Wow, Harga Emas Antam Tembus Rp 919.000

Published

on

By

Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terbang tinggi pada Selasa (24/3). 

Mengutip
situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp
919.000 pada pukul 09.07 WIB. Harga emas Antam ini melesat Rp 28.000 per
gram dari harga Senin (23/3) sore pada Rp 891.000.

Sementara, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga melonjak Rp 26.000 jadi Rp 836.000 dari posisi tadi pagi.

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per hari ini dan belum termasuk pajak:  

Harga emas 0,5 gram: Rp 484.000

Harga emas 1 gram: Rp 919.000

Harga emas 5 gram: Rp 4.415.000

Harga emas 10 gram: Rp 8.765.000

Harga emas 25 gram: Rp 21.805.000

Harga emas 50 gram: Rp 43.535.000

Harga emas 100 gram: Rp 87.000.000

Harga emas 250 gram: Rp 217.250.000

Harga emas 500 gram: Rp 434.300.000

Harga emas 1.000 gram: Rp 868.600.000

Continue Reading

Ekonomi Global

Terbang Tinggi! Harga Emas Tembus US$ 1.700/Oz

Published

on

Harga emas dunia melesat pada perdagangan Senin (9/3/2020) hingga melewati level US$ 1.700/troy ons.

Begitu perdagangan hari ini dibuka, harga emas melesat 1,2% ke US$ 1.694/troy ons. Tidak perlu waktu lama, logam mulia ini langsung mencapai level US$ 1.702,56/troy ons atau menguat 1,72% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak Desember 2012.

Posisi emas sedikit terkoreksi pada pukul 9:03 WIB berada di level US$ 1.699/troy ons, atau menguat 1,49%.

Aksi jual di bursa saham, serta peluang bank sentral Amerika Serikat/AS atau Federal Reserve/The Fed akan memangkas suku bunga kembali pada pekan depan.

Bursa saham Asia kembali “kebakaran” pagi ini, indeks Nikkei Jepang anjlok nyaris 6%, sementara Hang Seng Hong Kong dan Kospi Korea Selatan merosot lebih dari 4%. Indeks Shanghai Composite China sedikit lebih baik, “hanya melemah” 1,85%.

Tidak hanya itu, indeks berjangka (futures) Wall Street juga jeblok pagi ini. Dow Jones futures sudah ambles nyaris 1.200 poin. Ini mengindikasikan bursa saham AS berisiko merosot saat pembukaan perdagangan nanti.

Aksi jual di bursa saham mengindikasikan memburuknya sentimen pelaku pasar akibat wabah virus corona yang meluas di luar China. Wabah tersebut diprediksi akan menekan pertumbuhan ekonomi global, sehingga pelaku pasar keluar dari aset-aset berisiko, dan masuk ke aset aman (safe haven).

Selain itu pelambatan ekonomi global juga memaksa bank sentral di berbagai negara memangkas suku bunga, termasuk The Fed.

Seperti diketahui sebelumnya, pada Selasa (3/3/2020) malam (Selasa pagi waktu AS), The Fed tiba-tiba mengumumkan memangkas suku bunga acuannya atau Federal Funds Rate (FFR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 1%-1,25%. Pemangkasan mendadak sebesar itu menjadi yang pertama sejak Desember 2008 atau saat krisis finansial. Kala itu The Fed memangkas suku bunga sebesar 75 bps.

Bank sentral paling powerful di dunia ini seharusnya mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 17-18 Maret waktu AS, tetapi penyebaran wabah corona virus menjadi alasan The Fed memangkas suku bunga lebih awal dari jadwal RDG.

Dalam konferensi pers setelah pengumuman tersebut, pimpinan The Fed Jerome Powell mengatakan keputusan pemangkasan suku bunga diambil setelah para anggota dewan The Fed melihat wabah virus corona mempengaruhi outlook perekonomian.

“Besarnya efek virus corona terhadap perekonomian AS masih sangat tidak menentu dan berubah-ubah. Melihat latar belakang tersebut, anggota dewan menilai risiko terhadap outlook perekonomian telah berubah secara material. Merespon hal tersebut, kami telah melonggarkan kebijakan moneter untuk memberikan lebih banyak support ke perekonomian” kata Powell sebagaimana dilansir CNBC International.

Pemangkasan tersebut sudah diprediksi oleh pelaku pasar, hanya saja terjadi lebih cepat dari jadwal RDG pekan depan.

Pelaku pasar memprediksi The Fed masih akan memangkas suku bunga lagi saat mengumumkan suku bunga 18 Maret (19 Maret waktu Indonesia) nanti. Kamis kemarin, pelaku pasar memprediksi The Fed akan memangkas suku bunga 25 bps 18 Maret nanti, tapi kini prediksi tersebut bertambah menjadi 50 bps.

Berdasarkan data dari piranti FedWatch milik CME Group, pelaku pasar melihat adanya probabilitas sebesar 77,5% The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 50 bps menjadi 0,5-0,75%. Selain itu pelaku pasar melihat 22,5% suku bunga akan dipangkas 75 bps menjadi 0,25%-0,5%, dan tidak ada probabilitas suku bunga dipangkas 25 bps atau dipertahankan.

Emas merupakan aset tanpa imbal hasil, suku bunga rendah di AS membuat opportunity cost atau atau biaya yang ditanggung karena memilih investasi emas, dibandingkan investasi lainnya, misalnya obligasi AS, sehingga ketika suku bunga di AS turun, harga emas cenderung menguat.

Sumber Berita : CNBCIndonesia.com

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending