Connect with us

Komoditi

Kementan Minta Kepala Daerah Alokasikan APBD Untuk Cadangan Pangan

Published

on


Finroll.com — BALI – Beberapa wilayah di Indonesia rentan bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir dan tsunami. Musim hujan atau kemarau ekstrim (fenomena El Nino dan La Nina) juga berpotensi menyebabkan gagal panen, yang dapat mempengaruhi gejolak harga dan memicu inflasi.

“Kondisi ini berpotensi menghambat akses pangan masyarakat yang dapat menyebabkan kondisi rentan rawan pangan,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi, dalam pertemuan koordinasi Cadangan Beras Pemerintah Daerah (CBPD) Wilayah Timur di Bali, Senin (19/8/2019).

Untuk itu, lanjut Agung, pemerintah wajib hadir mengantisipasi, yaitu melalui CBPD sebagai Instrumen strategis menjaga stabilisasi harga pangan dan memenuhi stok pangan untuk menjamin akses pangan masyarakat pasca bencana, kerawanan pangan dan kondisi darurat lainnya.

Dengan adanya CBPD, jika terjadi bencana, pemerintah daerah dapat langsung menyalurkan bantuan kepada korban, tanpa prosedur berkepanjangan seperti adanya penetapan status tanggap darurat terlebih dahulu dan lainnya.

“Karena itu, pemerintah provinsi maupun Kabupaten/Kota harus mengalokasikan APBD (Red-Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) untuk pengelolaan CBPD,” tegas Agung dihadapan beberapa Sekretaris Daerah, Asisten Daerah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dari 14 Provinsi dan Divre Bulog.

“CBPD ditetapkan secara berkala oleh Gubernur/Bupati/Walikota dengan memperhitungkan tingkat kebutuhan setempat,” tambah Agung.

Regulasi tentang CPPD, antara lain Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan; Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11/2018 tentang Penetapan Jumlah Cadangan Beras Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 17/2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi yang mengatur penetapan jenis dan jumlah pangan pokok tertentu sebagai CPP Provinsi oleh Gubernur dan CPP Kabupaten/kota oleh Bupati melalui Peraturan Daerah.

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP Risfaheri, mengharapkan semua daerah memiliki CBPD.

“Melalui pertemuan ini, kami mengharapkan para pimpinan daerah segera membentuk dan mengelola cadangan berasnya, karena ini sangat penting untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat dalam kondisi terbatasnya akses pangan, terutama saat terjadi bencana alam,” tegas Risfaheri.

Dalam acara ini diceritakan pengalaman Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah membantu korban bencana alam melalui CBPD.

Hingga kini baru 26 provinsi dan 208 kabupaten/kota yang mengalokasikan CBPD. Untuk itu Risfaheri meminta, daerah yang belum memiliki CBPD segera mengadakannya, dan yang jumlahnya kurang. untuk ditambah.

“Dengan demikian, nantinya seluruh daerah memiliki CBPD yang cukup,” pungkas Risfaheri.(red)

Advertisement Valbury

Business

Data Ekonomi Asia dan Eropa Cungkil Harga Minyak Dunia

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Harga minyak mentah dunia naik hingga 3,1 persen pada penutupan perdagangan Senin (30/6). Penguatan harga minyak ini ditopang oleh data ekonomi di Asia dan Eropa.
Mengutip Antara, Selasa (30/6), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik 69 sen atau 1,7 persen menjadi US$41,71 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus menguat US$1,21 atau 3,1 persen menjadi US$39,7 per barel di New York Mercantile Exchange.

Data Komisi Eropa menunjukkan ada perbaikan di seluruh sektor pada Juni 2020. Dari segi sentimen, posisinya naik dari 67,5 pada Mei 2020 menjadi 75,7 pada Juni 2020.

Sementara, keuntungan industri di China meningkat untuk pertama kalinya setelah enam bulan terus menurun. Realisasi ini menunjukkan pemulihan ekonomi sedang terjadi di China.

Ditambah, bursa saham Amerika Serikat (AS) juga menguat pada Senin (29/6). Hal itu menambah sentimen positif bagi harga minyak mentah dunia.

Namun demikian, kenaikan harga minyak mentah dunia terbilang tipis karena pasar masih khawatir dengan gelombang kedua pandemi virus corona. Pasalnya, pasien yang meninggal akibat pandemi itu telah melampaui setengah juta orang di dunia.

Oleh karena itu, beberapa negara bagian di AS memutuskan untuk kembali menerapkan pembatasan di ruang publik setelah ada lonjakan kasus. Salah satunya adalah Pemerintah California yang menutup operasional bar mulai Minggu (28/6).

Hal yang sama juga dilakukan Texas dan Florida usai pemerintah Texas mengeluarkan kebijakan penutupan bar pada akhir pekan lalu. Lalu, Washington dan San Fransisco telah menghentikan rencana pelonggaran pembatasan di ruang publik.

 

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Komoditi

Harga Cabai Terus Merangkak Hingga Rp37.500 per Kg

Published

on

Finroll – Jakarta, Rata-rata harga pangan tercatat melonjak. Lonjakan terbesar terjadi pada harga cabai merah keriting sebesar 20,39 persen dalam sepekan terakhir.

Rata-rata harga cabai merah keriting di pasar tradisional tercatat Rp37.500 per Kilogram (Kg) pada Senin (29/6). Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) pada pukul 10.18 WIB, harga tertinggi cabai merah keriting terjadi di Kota Tual, Maluku sebesar Rp80.000.

Sementara, harga terendah tercatat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sebesar Rp11.650 per Kg.

Selain cabai merah keriting, lonjakan juga terjadi pada harga cabai rawit hijau sebesar 16,56 persen menjadi Rp36.250 per Kg. Harga tertinggi Rp85.000 per Kg tercatat di Kota Ternate, Maluku Utara sebesar Rp95.000 per Kg, dan harga terendah Rp10.250 per Kg di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Sementara, harga cabai rawit merah naik sebesar 12,68 persen menjadi Rp40.000 per Kg dalam sepekan. Harga cabai rawit merah tertinggi terdapat di Kota Jayapura, Papua, sebesar Rp111.650 per Kg. Harga terendah tercatat di Kabupaten Jember, Jawa Timur sebesar Rp13.500 per Kg.

Tak hanya cabai, harga komoditas telur ayam ras segar juga ikut melonjak. Rata-rata harga telur ayam ras segar naik 11,78 persen menjadi Rp28.950 per Kg. Harga tertinggi tercatat Rp56.000 ribu per Kg terjadi di Kabupaten Merauke, Papua dan harga terendah Rp22.600 per Kg di Kota Meulaboh, Aceh.

Pekan ini, hanya sedikit harga komoditas yang turun tipis. Harga beras kualitas medium II turun 5,15 persen menjadi Rp11.050, harga ayam ras segar turun 4,14 persen menjadi Rp35.850 dan bawang putih sedang turun 3,81 persen menjadi Rp30.300.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Komoditi

Senin 22 Juni, Emas Antam Menguat ke Rp905 Ribu per Gram

Published

on

Finroll – Jakarta, Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp907 ribu per gram pada Senin (22/6). Posisi itu naik Rp2.000 dari Rp905 ribu per gram pada Minggu (21/6).

Sementara harga pembelian kembali (buyback) naik Rp3.000 per gram dari Rp794 ribu menjadi Rp797 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp483,5 ribu, 2 gram Rp1,75 juta, 3 gram Rp2,6 juta, 5 gram Rp4,31 juta, 10 gram Rp8,56 juta, 25 gram Rp21,28 juta, dan 50 gram Rp42,49 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp84,91 juta, 250 gram Rp212,01 juta, 500 gram Rp423,82 juta, dan 1 kilogram Rp847,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.771,8 per troy ons atau menguat 1,07 persen. Sedangkan harga emas di perdagangan spot meningkat 0,76 persen ke US$1.757,16 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan harga emas memiliki prospek yang bagus pada awal pekan ini. Sebab, sentimen kekhawatiran ekonomi akibat tekanan pandemi virus corona atau covid-19 kembali merebak di pelaku pasar keuangan.

Kekhawatiran muncul karena jumlah kasus virus corona kembali meningkat di beberapa negara setelah pembukaan aktivitas ekonomi. Hal ini memberi risiko terjadinya tekanan ekonomi yang lebih dalam lagi ke depan.

“Kekhawatiran ini mendorong harga emas spot naik ke atas US$1.750 per troy ons pagi ini, level yang tidak pernah tersentuh sejak 20 Mei 2020,” ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com, Senin (22/6).

Selain itu, kenaikan harga emas juga terdorong kebijakan stimulus dari bank sentral AS, The Federal Reserve. Stimulus ini memberi tekanan ke dolar AS sehingga memicu penguatan harga emas.

Lebih lanjut, Ariston memperkirakan harga emas akan bergerak di kisaran US$1.708 sampai US$1.753 per troy ons.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending