Connect with us

Property

Kementerian PUPR Lakukan Revitalisasi 10 Danau Dari 15 Danau Kritis

Published

on


Kementerian PUPR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sejak tahun 2016 secara bertahap telah melaksanakan kegiatan revitalisasi 10 danau dari 15 danau kritis yang menjadi prioritas nasional untuk ditangani.

Finroll.com – Revitalisasi danau bertujuan untuk mengembalikan fungsi alami danau sebagai tampungan air melalui pengerukan, pembersihan gulma air/eceng gondok, pembuatan tanggul, termasuk penataan di kawasan daerah aliran sungai.

Sepuluh danau yang sedang ditangani oleh Kementerian PUPR, yakni:

  1. Danau Toba di Sumatera Utara,
  2. Danau Maninjau di Sumatera Barat,
  3. Danau Kerinci di Jambi,
  4. Danau Rawa Pening di Jawa Tengah,
  5. Danau Kaskade Mahakam di Kalimantan Timur,
  6. Danau Tondano di Sulawesi Utara,
  7. Danau Limboto di Gorontalo,
  8. Danau Tempe di Sulawesi Selatan,
  9. Danau Poso di Sulawesi Tengah,
  10. Danau Sentani di Papua.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam penyelamatan danau kritis di Indonesia ditempuh melalui kegiatan struktural dan non struktural. Keduanya membutuhkan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah, akademisi, komunitas, dan masyarakat.

Salah satu upaya memperkuat sinergi dilakukan penandatangan nota kesepahaman tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional yang dilakukan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa (26/3).

Penandatanganan dilakukan oleh:

  1. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro,
  2. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar,
  3. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono,
  4. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian,
  5. Kementerian Dalam Negeri,
  6. Kementerian Agraria dan Tata Ruang,
  7. Kementerian Kelautan dan Perikanan,
  8. Kementerian ESDM, dan
  9. Kementerian Pariwisata.

Hal ini diikuti juga dengan penandatangan komitmen bersama oleh para gubernur dan bupati dimana lokasi danau berada, diantaranya :

  1. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,
  2. Gubernur Sulawesi Selatan HM. Nurdin Abdullah,
  3. Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola,
  4. Wagub Sumatera Barat Nasrul Abit.

“Sebelumnya kami merasa sendiri. Meskipun yang lain juga sudah kerja, tapi belum terkoordinir. Dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman ini, kita akan keroyok bersama. Konsep program Citarum Harum bisa dipakai sebagai model kolaborasi dimana Komando oleh Pak Gubernur. Nanti seluruh Kementerian terkait, TNI, dan Polri akan mendukung,” tuturnya.

Menteri Basuki mengatakan kendala yang dihadapi adalah menyangkut aspek sosial ekonomi. Seperti di Danau Rawa Pening terdapat pertanian pasang surut dimana pupuk yang digunakan turut mempercepat pertumbuhan eceng gondok.

“Sebagai contoh di Danau Tondano dan Limboto, telah dibangun tanggul-tanggul supaya masyarakat tidak merambah ke badan danau. Di Rawa Pening dioperasikan 10 alat pemanen eceng gondok,” ujar Menteri Basuki. Revitalisasi juga dilakukan di Danau Tempe berupa pengerukan, pemancangan cerucuk bambu, pengendalian gulma air dengan pembersihan rutin eceng gondok serta pemasangan geokomposite dan geosintetis.

“Dulu Danau Tempe merupakan sumber suplai ikan gabus untuk seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di wilayah Indonesia Timur. Sekarang produksinya tinggal 20 persen. Apa yang kami lakukan di sana dengan pembuatan pulau-pulau adalah untuk memperbesar ruang air, sehingga produksinya bisa meningkat menjadi 40 persen. Hal ini demi kesejahteraan masyarakat di situ,” jelas Menteri Basuki.

Dalam nota kesepahaman tersebut, terdapat empat hal yang disepakati. Pertama, melaksanakan penyelamatan danau prioritas nasional dengan mengacu kepada Rencana Pengelolaan Danau Terpadu yang telah disusun bersama dengan para pihak sejak 2018.

Kedua, mengintegrasikan penyelamatan danau prioritas nasional ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Strategis masing-masing kementerian/lembaga dan rencana tata ruang. Ketiga, melaksanakan kerja sama dengan para pihak untuk mewujudkan danau prioritas nasional yang sehat dan lestari. Keempat, mendukung penyusunan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi kebijakan dan peraturan perundang-undangan terkait penyelamatan danau prioritas nasional.

Komitmen Untuk Rawa Pening

Sebagai upaya penyelamatan Danau Rawa Pening dan Pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tuntang Di Provinsi Jawa Tengah, dilakukan juga nota kesepahaman yang ditandatangani oleh:

  1. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar,
  2. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono,
  3. Menteri ATR/Kepala BPN diwakili Dirjen Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah Budi Situmorang,
  4. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo,
  5. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,
  6. Bupati Semarang Mundjirin.

Beberapa kesepakatan dalam nota kesepahaman tersebut yakni meningkatkan koordinasi, sinkronisasi program dan pelaksanaan penyelamatan Danau Rawa Pening dan Pemulihan DAS Tuntang. Perencanaan detail tata ruang dan instrumen pengendalian pemanfaatan ruang kawasan Rawa Pening dan DAS Tuntang yang berwawasan lingkungan dan pengurangan resiko bencana serta sertipikasi badan air Danau Rawa Pening.

Selain itu akan dilakuka penataan kawasan Rawa Pening, usaha mikro kecil dan menengah berbasis komunitas dan ekonomi lokal.

Property

Spekulan Nggak Bakal Untung Jual Tanah di Lokasi Ibu Kota Baru

Published

on

By

Finroll.com –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memindahkan ibu kota ke Pulau Kalimantan. Belum juga ditetapkan provinsi mana di Kalimantan yang bakal jadi ibu kota, para spekulan tanah sudah mulai beraksi, terutama di website. Banyak yang menjual tanah via online.

Untuk itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengatakan, para spekulan tanah agar tak melanjutkan aksinya karena tak akan mendapatkan untung. Sofyan menuturkan, pemerintah akan menggunakan lahan milik pemerintah sehingga meminimalisir pembebasan tanah.

“Jangan spekulasi tanah, karena spekulasi tanah tidak menciptakan nilai tambah dan akan kecewa karena kita usahakan seminimal mungkin pembebasan tanah,” kata Sofyan berdasarkan keterangan resminya, Rabu (21/8/2019).

Memang sesuai rencana pemerintah, ibu kota baru ini akan dibangun di atas lahan yang sudah dikuasai pemerintah. Sehingga, apabila merupakan tanah negara maka pembebasan lahan yang perlu dilakukan sangatlah minim.

“Jika statusnya tanah negara maka biaya untuk pembebasan tanahnya sangat kecil,” tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mengimbau kepada para spekulan tanah untuk tidak berspekulasi mengenai lokasi calon ibu kota negara yang baru. Sebab, Pemerintah sampai saat ini masih menutup rapat-rapat mengenai provinsi apa yang akan menjadi ibu kota negara atau calon pengganti DKI Jakarta sebagai pusat pemerintahan.

“Intinya berbagai hal sudah saya sampaikan, ada lahan luas, jangan bikin di atas lahan yang pas-pasan, maka dicari yang luas, yang dikuasai pemerintah,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Continue Reading

Property

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak Progresif Bagi Pemilik Tanah Lebih Dari Satu Bidang

Published

on

Finroll.com — Bagian dari usulan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang pertanahan. Pemerintah berencana memberlakukan pajak progresif bagi pemilik lahan yang lebih dari satu bidang. Hal ini menjadi

Bagus Susatyo selaku Ketua DPD Realestate Indonesia (REI) Kaltim menanggapi negatif rencana pajak progresif bagi pemilik lahan. Ia khawatir kebijakan ini akan semakin menghantam sektor properti yang sedang lesu selama lima tahun terakhir.

Komponen pajak dalam transaksi tanah selama ini cukup luas, antara lain Pajak Penghasilan (PPn), Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun, belum jelas yang jadi usulan bagi pemerintah.

“Kita akan protes, kalau berlaku ke badan usaha kita ini akan berat sekali, kita sudah bayar PBB, sementara kita tak bisa menjual,” kata Bagus yang dilansir dari CNBC Indonesia, Selasa (20/8/2019)

Lebih lanjut Bagus mengatakan beban pengembang saat ini sangat berat, penjualan properti yang lesu, hingga membuat stok unit properti yang dijual masih banyak tersedia. Parahnya lahan kosong yang sudah dimiliki pengembang belum produktif karena bisnis properti saat ini sedang sepi.

“Banyak yang mengeluh semua, stok banyak dan lahan kosong. itu cost of money itu banyak loh,” katanya.

Selanjutnya Bagus menilai pemerintah seolah tak melihat kondisi pengembang properti yang sedang tertekan. Ia menilai pajak progresif tentu akan memakin sulit dunia usaha.

“Kita akan protes, kalau berlaku ke badan usaha, kita ini berat sekali, sudah bayar PBB, sementara kita tak bisa menjual properti,” katanya.

Ia mengilustrasikan para pengembang di Kaltim misalnya stok lahannya rata-rata hanya 10 hektare untuk pengembang besar yang terdiri dari berbagai bidang, dan tentunya akan berdampak pada pajak yang harus ditanggung pegembang

kaltim ada pengembang besar, yang masuk, rei angota mayoritas pengembang subsidi. Pengembang besar menguasia lebih 10 hektar, kalau kecil paling 2-5 hektar

Pada kesempatan lain, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, akan segera membahas pengenaan pajak bagi masyarakat yang memiliki tanah lebih dari satu bidang.

Ini sejalan dengan permintaan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil. Penerapan pajak ini dalam rangka penggunaan lahan dengan maksimal dan menghindari spekulan tanah.

Lebih lanjut Sri Mulyani menjelaskan, Menteri ATR sudah menyampaikan terkait rencana pengenaan pajak progresif tersebut. Namun, pihaknya masih akan mendiskusikan lebih lanjut.

“Ya beliau (Menteri ATR) menyampaikan itu, nanti kita pelajari,” ujar Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (19/8/2019).(red)

Continue Reading

Property

Ini Strategi Menjual Properti ke Generasi Milenial

Published

on

By

Finroll.com –  Rumah123.com kembali menyelenggarakan acara rutin tahunan Property Day. Rumah123.com merupakan bagian dari REA Group Australia. Property Day 2019 ini diselenggarakan di The Ballroom Westin, Hotel Westin, Jakarta pada Kamis 15 Agustus 2019.

Acara ini menghadirkan tiga pembicara yang memiliki kompetisi di bidangnya. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari perusahaan pengembang, agen properti, dan perbankan.

Para pembicara adalah Behavior Scientist Rumah123.com Muhamad Irfan Agia, General Manager of Business Roomme.id Iman Hanggautomo, dan Vice President Marketing Tanihub Her “Deeng” Sanyoto.

Acara ini memiliki tema Accelerate Your Property Business Through Digital Transformation. Tranformasi digital bisa mempercepat akselerasi bisnis properti.

“Kami ingin memberikan banyak insight kepada para pelaku developer, agen, bank. Bagaimana kita membantu konsumen untuk membeli,” ujar Country General Manager Rumah123.com Maria Herawati Manik dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

Transformasi Digital untuk Bisnis

Dunia digital memang berkembang pesat. Siapa menyangka kalau sejumlah bisnis berbasis digital bisa menjelma jadi perusahaan raksasa. Airbnb bisa menjadi perusahaan penyedia jasa penginapan tanpa memiliki kamar, rumah, atau bangunan.

Uber dapat menjadi korporasi layanan transportasi tanpa armada kendaraan sendiri. Hal yang sama juga terjadi di Indonesia. Sejumlah perusahaan berbasis digital menjadi besar. Tidak ketinggalan di dunia properti dengan munculnya marketplace properti, marketplace desain dan arsitektur, dan lainnya.

Orang hanya perlu duduk manis di rumah dengan memegang laptop, smartphone, atau tablet. Dia tidak perlu keluar rumah untuk mencari rumah, apartemen, rumah toko (ruko), tanah, dan lainnya cukup berselancar di dunia maya.

Kemudahan yang sama didapatkan ketika ingin mencari agen properti, jasa desain arsitektur, jasa desain interior, jasa bangun rumah, dan lainnya. Orang hanya perlu mencari via mesin pencari Google, media sosial seperti Instagram atau Facebook.

Perkembangan ini tentunya mau tidak mau membuat para pelaku bisnis dan industri properti harus berubah. Apalagi saat ini, generasi milenial yang juga konsumen terbesar properti merupakan digital native alias pengguna internet dan media sosial yang aktif. Alasan banyak perusahaan yang go online diungkapkan oleh Her Sanyoto yang memberikan pemaparan pertama kali.

“Kenapa semua go online, karena fit dengan milenial dan dianggap inovatif,” kata Her.

Namun, tidak mudah untuk mengubah perusahaan untuk melakukannya. Ada tiga tantangan yang akan dihadapi yaitu acquisition, market fit, dan sustainability. Acquisition maksudnya bagaimana orang mau mengunduh (download) aplikasi yang ditawarkan, market fit berarti apakah apa yang ditawarkan cocok dengan pangsa pasar, sementara sustainability maksudnya apakah bisnis ini bisa berkelanjutan.

Memahami Perjalanan Konsumen dalam Membeli Properti

Irfan Agia yang menjadi pembicara kedua mengulas mengulas mengenai upaya memahami perilaku konsumen dalam membeli properti. Agia memberikan ilustrasi pembuka bagaimana orang melakukan perjalanan baik itu untuk bisnis, wisata keluarga, berbulan madu, dan lainnya. Orang memiliki tahapan saat dalam perjalanan mulai dari berangkat ke bandara, berada di bandara, pemeriksaan, transit, dan sampai di tujuan.

Hal serupa juga terjadi ketika orang membeli properti. Konsumen memiliki tahapan dalam hidup, tujuan hidup, hal yang mengganggu konsentrasi, ketakutan, frustrasi, kebiasaan menggunakan media, perilaku, dan lainnya.

Ketika orang mencari rumah, dia akan mencari terlebih dulu, membuat daftar rumah yang diincar, mengunjungi lokasi atau marketing gallery, berpikir dan meminta masukan orang lain, hingga akhirnya membeli. Tetapi, bisa jadi perjalanan ini tidak linier.

Agia menyatakan saat orang mengunjungi marketing gallery, konsumen bisa jadi tidak mendapatkan informasi yang tidak sesuai sehingga dia kembali lagi melakukan upaya pencarian.

Iman menjadi pembicara terakhir. Dia memaparkan pentingnya brand atau merek atau jenama. Dia memaparkan piramida customer based brand equity.

Piramida ini menjelaskan bagaimana konsumen mendapatkan informasi produk, mendapatkan keuntungan apa dari produk, apa yang diketahui konsumen dari perusahaan, perasaan konsumen saat memakai produk, keputusan pembelian berdasarkan pertimbangan apa, dan lainnya.

Perjalanan konsumen untuk membeli properti memang tidak mudah dan berliku, apalagi keputusan pembelian properti memang harus dipertimbangkan dengan matang. Untuk itu, perusahaan memang harus memahaminya agar bisa memberikan pesan yang tepat.

Continue Reading
Advertisement

Trending