Connect with us

News

Kemlu Sebut Nasib WNI di Wuhan Tunggu Keputusan China

Published

on


Finroll.com, Jakarta – Kementerian Luar Negeri RI menyatakan masih menunggu proses izin evakuasi dari pemerintah China sebelum bisa memulangkan ratusan WNI yang terjebak di Wuhan karena penyebaran virus corona.

Pelaksana tugas juru bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, mengatakan pemerintah Indonesia terus berkomunikasi dengan China terkait rencana evakuasi ini.

“Kami masih terus mendiskusikan dan mengupayakan fasilitasi dari pihak Tiongkok,” kata Faizasyah saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Rabu (29/1).

Berdasarkan data Kemlu RI, terdapat 100 WNI di Wuhan. Mereka terdiri dari 84 mahasiswa dan 16 tamu mahasiswa dari tempat lain.

Sementara itu, di Provinsi Hubei terdapat 243 WNI. Ratusan WNI itu tersebar di tujuh titik di Hubei.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebelumnya mengatakan bahwa pemerintah tengah membuka opsi mengevakuasi WNI dari Wuhan.

Namun, proses itu belum diputuskan. Retno memaparkan tidak mudah memulangkan ratusan warga Indonesia dari Kota Wuhan, kota yang menjadi sumber penyebaran virus corona.

Sejauh ini, China mendeteksi ada lebih dari 6.000 orang terpapar virus corona. Per hari ini, sebanyak 132 orang meninggal akibat terjangkit virus corona di China.

Namun, Kemlu RI memaparkan hingga saat ini tidak ada WNI di Wuhan dan China secara keseluruhan yang terjangkit wabah serupa penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) itu.

Kasus penyebaran virus corona pertama kali dikonfirmasi pada 31 Desember lalu. Wabah virus corona duduga pertama kali menyebar dari pasar ikan dan hewan yang berada di tengah Kota Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei.

Wuhan merupakan kota terbesar di kawasan tengah China dan menjadi salah satu titik penghubung transportasi.

Sejauh ini ada 14 negara yang telah mengutarakan rencana ingin mengevakuasi warga negaranya dari Wuhan. AS, Australia, Korea Selatan, dan Prancis bahkan akan mulai mengirim pesawat masing-masing ke Wuhan besok.

Sementara itu, Jepang telah mulai memulangkan warganya dari Wuhan. Sekitar 200 warga Jepang telah tiba di Tokyo usai dievakuasi dari Wuhan pada Rabu (29/1) pagi tadi. (cnnindonesia.com)

Nasional

Menteri Terbaik Versi Survei, Prabowo Tak Mau Besar Kepala

Published

on

By

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menganggap hasil Survei Indo Barometer yang menempatkan dirinya sebagai menteri dengan kinerja paling baik, adalah sebuah cambukan untuk  bekerja lebih baik. Prabowo disebut tak mau besar kepala atas hasil survei tersebut.

FINROLL.COM — Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Pertahan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak saat ditanya wartawan di Kompleks Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (20/2).

“Pak Prabowo posisinya ingin kerja saja. Selebihnya silakan dinilai positif dan negatifnya,” kata Dahnil.

Sebelumnya, Indo Barometer merilis hasil surveinya terkait isu-isu nasional era Jokowi-Ma’ruf Amin, pekan lalu. Salah satu isu yang disurvei soal kinerja para menteri.

Berdasarkan pendapat 1.200 responden dari 34 provinsi, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi menteri paling populer di jajaran kabinet periode kedua Presiden Jokowi.

Prabowo juga menempati posisi teratas sebagai Menteri dengan kinerja yang bagus di mata masyarakat. Untuk kategori pertanyaan menteri terbaik, Prabowo mendapatkan 26,8 persen suara, tertinggi dari menteri lain seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menko Polhukam Mahfud MD.

Dahnil berkata Prabowo melihat hasil survei Indo Barometer dari dua kacamata berbeda. Meski hasilnya memang cukup baik, tetapi Prabowo menilai pendapat responden sebagai hasil yang positif sekaligus negatif.

“Bagi beliau itu cambuk. Artinya kalau dia positif dia cambuk, artinya ada ekspektasi yang tinggi dari masyarakat. Harapan yang tinggi dari masyarakat. Harapan itu bisa negatif, bisa positif,” kata dia.

Dahnil menambahkan survei Indo Barometer juga akan memacu Prabowo bekerja lebih baik lagi agar menjawab harapan masyarakat atas kerja yang telah dilakukan selama empat bulan ini.

“Karena ketika kemudian kita tidak mampu menjawab harapan, mereka juga bisa membenci lebih,” ujar Dahnil. (CNN INDONESIA)

Continue Reading

Nasional

Tony Blair Akan Temui Jokowi Urusi Ibu Kota Baru

Published

on

FINROLL.COM — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan Tony Blair akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tujuan kedatangan mantan perdana menteri Inggris itu untuk membahas rencana investasi di ibu kota baru.

Selain Tony, ia menyebut CEO Softbank Masayoshi Son juga akan menemui kepala negara.

“Nanti tanggal 28 kami berharap Masayoshi Son datang menghadap presiden bersama Tony Blair,” katanya, Rabu (19/2).

Untuk diketahui, Jokowi meminta Masayoshi Son dan Tony Blair untuk menjadi dewan pengarah pembangunan ibu kota negara baru. Selain keduanya, ia juga meminta Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) sebagai anggota dewan pengarah.

Selain menjadi dewan pengarah, Luhut menuturkan Tony juga menyatakan minat investasi di ibu kota baru.

“Ya komitmen dia ada, mereka sudah sebutkan. Saya tidak mau buka angkanya,” ucapnya.

Guna melanjutkan persiapan ibu kota baru, Luhut telah memanggil kementerian teknis terkait. Meliputi, Kementerian ATR, Kementerian PUPR, Kementerian BUMN, dan Kementerian PPN atau Bappenas.

Ditemui usai rapat, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menuturkan mereka membahas struktur finansial, belanja modal (capital expenditure), dan desain ibu kota baru. Namun, pembicaraan belum final.

“Intinya kan lagi merencanakan perpindahan populasinya berapa, kemudian kebutuhan capex baik untuk perumahan, pusat pemerintahan, maupun juga infrastruktur pendukung seperti listrik, air, dan sebagainya,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Jokowi telah menetapkan lokasi ibu kota baru. Ia memilih Kecamatan Samboja, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kecamatan Sepaku Semoi, Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah membutuhkan dana sebesar Rp466 triliun.

Continue Reading

News

Tingkatkan Keamanan, Grab Kenalkan Fitur Keselamatan Baru

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Grab menggelar acara Safety Roadshow ketujuh di Denpasar, Bali. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang pengumuman inovasi fitur keamanan yang baru, yakni ‘Pusat Keselamatan’ dan fitur Pemantauan Perjalanan bagi Penumpang & Mitra Pengemudi.

Dengan Safety Center/Pusat Keselamatan yang baru di dalam aplikasi, semua penumpang Grab dapat mengakses beberapa fitur keselamatan hanya dalam satu ketukan.

Head of Grab Bali Halim Wijaya mengatakan pihaknya memiliki komitmen untuk terus berinovasi mengembangkan fitur yang lebih baik. Tujuannya tak lain membuat mitra pengemudi maupun pelanggan merasa lebih aman dalam berkendara.

“Kami berharap layanan standar keamanan dan keselamatan yang tinggi membuat pelanggan percaya dan memilih Grab sebagai layanan utama dalam perjalanan sehari-hari,” ujar Halim melalui keterangannya, Bali, Jumat (14/2).

Sebelumnya, fitur keselamatan yang memungkinkan pengguna untuk membagikan detail perjalanan dengan orang yang terdekat, meminta bantuan darurat, dan melaporkan masalah keselamatan terletak secara terpisah di dalam aplikasi.

Namun sekarang fitur ini terintegrasi dalam Pusat Keselamatan. Ini membuatnya jauh lebih cepat dan mudah diakses oleh pengguna Grab.

Adapun fitur keselamatan yang baru saja diluncurkan oleh Grab antara lain:

1. SOS Button/Tombol Darurat
Mitra pengemudi dapat secara mudah menekan tombol notifikasi di dalam aplikasi Grab apabila mereka merasa terancam. Melalui cara ini, pusat panggilan darurat Grab dan orang-orang terdekat akan diberitahukan kapan pun dalam kondisi terancam.

2. Kamera GrabSiaga
Mengikuti “Safety Technology Roadmap”, Grab bermitra dengan JVC-KENWOOD melengkapi 3.000 GrabCar dengan kamera GrabSiaga untuk mencegah tindakan yang tidak sesuai atau perilaku pengemudi yang agresif.

3. Grab Defence
Penyempurnaan deteksi dan antisipasi kecurangan untuk melindungi mitra pengemudi yang jujur.

4. Fitur Pemantauan Perjalanan bagi Penumpang dan Mitra Pengemudi
Fitur ini memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi pemberhentian yang tidak direncanakan. Ketika sistem Grab mendeteksi pemberhentian yang tidak direncanakan, penumpang akan secara otomatis menerima pemberitahuan dalam aplikasi yang menanyakan apakah penumpang atau pengemudi memerlukan bantuan.

Jika mereka membutuhkan bantuan, mereka akan segera diarahkan ke Pusat Keamanan di mana mereka dapat memilih satu atau lebih dari opsi berikut: 1) Membagikan detail informasi perjalanan kepada teman dan keluarga secara langsung; 2) Melaporkan masalah keamanan; atau 3) Meminta bantuan darurat. (fef/fef)

(cnnindonesia.com)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending