Connect with us

Keuangan

Kerjasama Dengan Beberapa Bank, SIM Bisa Berfungsi Jadi Uang Elektronik

Published

on


Finroll.com — Di Era serba digital, Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) melakukan soft launchingSmart SIM (Surat Izin Mengemudi). Kelak, SIM pintar ini memiliki fitur uang elektronik berbasis kartu di dalamnya.

Alhasil, Smart SIM juga memiliki fungsi sebagai alat pembayaran bagi para pengendara. Korlantas Polri juga bekerjasama dengan beberapa bank untuk melakukan pengembangan SIM cerdas tersebut.

Bank-bank yang berkongsi dalam pengembangan Smart SIM itu di antaranya adalah tiga bank pelat merah. Yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).

Fajar Kusuma Nugraha, Vice President Divisi E-channel BNI, mengamini hal tersebut. Namun, saat ini prosesnya masih dalam tahap uji coba alias piloting.

“Dalam kerjasama besar antara Polri dengan perbankan, menjadikan SIM bisa berfungsi sebagai uang elektronik,” katanya, yang dilansir dari Kontan, Kamis (22/8/2019).

Lebih lanjut Fajar mengatakan, bentuk kerjasama yang perbankan lakukan dengan Polri berupa gobranding uang elektronik. Hanya saja, mengenai perincian kerjasama tersebut, ia masih belum bisa menjelaskan secara detail.

Pasalnya, sampai saat ini BNI masih dalam proses permohonan izin dengan Bank Indonesia (BI) selaku regulator di bidang sistem pembayaran. “Kami sedang ajukan permohonan ke BI atas bentuk kerjasamanya, begitu ada persetujuan akan segera kami launching,” ujar Fajar.

Sebagai informasi saja, saat ini ada sejumlah bank penerbit uang elektronik, misalnya, Bank Mandiri, BNI, BRI dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Bank Mandiri tercatat memiliki total uang elektronik berbasis kartu atau e-money sebanyak 18,21 juta per Juni 2019. BNI juga sudah menerbitkan BNI TapCash sebanyak 5,01 juta kartu dan BRI tercatat sudah menerbitkan 14,5 juta kartu hingga akhir Juli 2019.(red)

Keuangan

Erick Thohir Tunjuk Royke Tumilaar Jadi Dirut Mandiri

Published

on

Finroll.com, Jakarta — Menteri BUMN Erick Thohir menyebut posisi Direktur Utama Bank Mandiri akan ditempati oleh Royke Tumilaar.

“Sudah kan nanti siang (Dirut Mandiri). Pak Royke kan,” ujarnya, Senin (9/12).

Pengumuman resmi penunjukkan Royke akan diumumkan pada RUPS Bank Mandiri yang dijadwalkan berlangsung siang ini, Senin (9/12).

Saat ini, Royke merupakan Direktur Corporate Banking Bank Mandiri. Dia akan menempati posisi yang ditinggalkan oleh Kartika Wirjoatmodjo, yang ditunjuk menjadi Wakil Menteri BUMN. (CNN)

Continue Reading

Keuangan

BCA Tebar Dividen Interim Rp 100/Saham, Ini Jadwalnya

Published

on

By

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan membagikan dividen interim senilai Rp 100 per saham kepada pemegang saham untuk tahun buku 2019. Dividen interim yang dibagikan bersumber dari perolehan laba bersih perseroan yang berakhir pada 30 September 2019.

Pada periode Januari hingga Septemvber 2019, perseroan membukukan laba bersih Rp 20,9 triliun. Dividen yang dibagikan sebesar 11,78% dari perolehan laba bersih atau setara Rp 2,46 triliun.

“Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 April 2019, perseroan akan melaksanakan pembagian dividen interim tunai untuk tahun buku 2019 sebesar Rp 100 per saham,” tulis manajemen BCA, dalam keterbukaan informasi, 29 November 2019 yang ditandatangani Corporate Secretary BCA, Raymon Yonarto.

Dividen interim tunai akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham BBCA tanggal 9 Desember 2019 pukul 16.15 WB.

Dalam jadwal yang dipublikasikan BEI, Kamis (5/12/2019), tanggal terakhir perdagangan saham dengan hak dividen atau cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 5 Desember 2019. Sedangkan cum dividen di pasar tunai dijadwalkan pada 9 Desember 2019.

Dengan demikian, pemegang saham akan menerima pembayaran dividen interim pada 20 Desember 2019.

Pada perdagangan Kamis (29/11/2019), harga saham Bank BCA terpantau terkoreksi 0,08% ke level Rp 31.800 per saham. Saat ini, nilai kapitalisasi pasar BCA di BEI tercatat sebesar Rp 784,03 triliun.

Continue Reading

Keuangan

Binomo Diblokir Malah Buat Situs Baru

Published

on

By

Binomo sedang viral di dunia maya. Binomo adalah salah salah satu website penyedia jasa investasi trading.

Binomo sendiri viral setelah iklan produknya ramai diperbincangkan di dunia maya. Dalam video tersebut memperlihatkan seorang pria yang mengaku sukses dan kaya raya karena Binomo.

Jargonnya: “Jutaan orang bahkan tak menyadari bahwa mereka bisa menghasilkan US$ 1.000 sehari tanpa meninggalkan rumah. Dan Anda adalah salah satu dari mereka.”

Namun tidak disangka, ternyata legalitas Binomo tidak jelas. Bahkan, pemerintah pun sudah memblokir situs utama Binomo, binomo.com dan binomo.net.

Dua situs tersebut masuk ke dalam daftar 58 domain entitas ilegal yang disusun oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan. Bappebti pun sudah meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir situs-situs entitas tersebut.

Namun, sepertinya Binomo ngeyel. Usai diblokir, kini Bappebti menyatakan menemukan website baru Binomo. Bagaimana kisah selengkapnya? Simak di halaman berikutnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending