Connect with us

MotoGP

Klopp Merana Terpisah dari Tim Liverpool Saat Pandemi Corona

Published

on


Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, merasa tidak nyaman menjalani aktivitas terpisah dari Mohamed Salah dan kawan-kawan selama masa karantina di tengah pandemi virus corona.

Klopp dan anak asuhnya terhubung dengan perangkat teknologi komunikasi selama menjalani karantina di kediaman masing-masing. Sosok yang pernah menjadi bek dan striker ketika masih bermain itu menilai skuat Liverpool masih memiliki semangat kebersamaan.

Hanya saja Klopp merasa latihan dan pertemuan secara daring tidak dapat mengobati kerinduan untuk bercengkerama seperti sedia kala.

“Anak-anak dalam semangat yang bagus, secara tiba-tiba ada perasaan kehilangan akan mereka karena ini adalah kelompok yang luar biasa,” kata Klopp.

Pria yang sudah memberi satu gelar Liga Champions bagi Liverpool itu tak memungkiri begitu menikmati pertemuan menggunakan aplikasi komunikasi sebagai pengobat rindu kepada skuat The Reds.

Klopp Merana Berpisah dari Tim Liverpool Saat Pandemi CoronaJurgen Klopp terpisah dengan pemain-pemain Liverpool selama karantina pandemi virus corona. (AP Photo/Rui Vieira)

“Anda pasti ingin bersama dengan mereka, ada keinginan untuk berkumpul sedekat mungkin. Ini adalah momen terdekat kami, lebih dari sekadar bertanya, ‘Apa kabar?’ dan hal-hal seperti itu.”

“Saya bisa menerima situasi ini tetapi makin lama tidak bisa berdekatan dengan orang-orang yang kamu suka maka itu membuat sakit. Itulah situasi yang kami rasakan sekarang,” ujar Klopp dikutip dari situs resmi Liverpool.

Mantan juru latih Borussia Dortmund itu merasa bersyukur teknologi saat ini memungkinkan orang dari tempat yang jauh berbeda bisa bertatap muka.

Klopp juga mengatakan situasi begitu riuh ketika pertemuan dengan pemain terjadi karena semua saling berbicara, terlebih jika ada yang sedang berulang tahun.

Klopp Merana Berpisah dari Tim Liverpool Saat Pandemi Corona

“Ya! Situasinya benar-benar kacau karena kami bernyanyi bersama, berbeda halnya jika kami bertatap muka seperti biasa di luar ruangan. Semua terdengar mengerikan, tetapi yang penting adalah ide di balik itu semua.”

“Ketika kami mengadakan sesi pada hari itu semua yang berulang tahun sejauh ini menghargainya. Anak-anak menyukainya. Saya tidak tahu persis ada berapa bahasa yang digunakan. Di lapangan kami biasa melakukannya sebelum berlatih,” tutur Klopp.

MotoGP

Sete Gibernau Bocorkan Cara Valentino Rossi Melawan Rival di MotoGP

Published

on

By

Valentino Rossi dan Sete Gibernau. (Fox)

Finroll.com, Jakarta – Valentino Rossi adalah pembalap yang memiliki karier panjang di Kejuaraan Dunia Balap Motor, khususnya untuk kelas tertinggi, MotoGP.

Tercatat pada MotoGP 2020, pembalap Yamaha ini sudah berusia 41 tahun tapi masih bersaing pada level tertinggi.

Dalam perjalanan kariernya, Valentino Rossi pernah menghadapi banyak pembalap hebat. Beberapa rival bahkan dikenal punya hubungan buruk dengan The Doctor-julukan Rossi.

Di antaranya adalah Sete Gibernau. Pembalap asal Spanyol ini merupakan batu sandungan Rossi saat mengawali karier di kelas tertinggi.

Keduanya berulang kali terlibat persaingan ketat. Sampai hubungan keduanya juga panas di luar trek.

Bocoran dari Sete Gibernau

Aksi persaingan Valentino Rossi dan Sete Gibernau pada MotoGP Catalunya 2004. (MotoGP)

Sete Gibernau pun memberikan bocoran terkait cara Valentino Rossi memandang rival yang dianggapnya berbahaya.

Menurutnya Rossi selalu berusaha menyimpan rasa benci terhadap semua lawan beratnya. “Valentino adalah orang yang menimbulkan banyak kebencian terhadap pembalap yang ia lawan,” kata Gibernau.

Hal di atas diperkuat Gibernau lantaran melihat sikap Rossi yang awalnya biasa saja mellihat dirinya ketika belum memperlihatkan ancaman untuk pembalap asal Italia itu.

“Pada tahun-tahun ketika saya bukan saingannya, kami menjadi teman baik. Kami memiliki hubungan yang sangat baik. Dan saat kami mulai bertarung di trek, kami tidak lagi memiliki hubungan yang baik,” Gibernau menceritakan.

Pernyataan Gibernau ada benarnya. Contohnya Marc Marquez. Dahulu saat baru naik kelas ke MotoGP, Rossi dan Marquez berteman baik. Tapi hubungan keduanya terus memburuk saat Marquez mulai memperlihatkan ancaman besar. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

MotoGP

Ada yang Berani Bertaruh Maverick Vinales Bisa Tampil Mengejutkan di MotoGP 2020

Published

on

By

7. Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha) - 65 poin. (AFP//Peter Dejong)

Finrol.com, Jakarta – Kini setiap MotoGP masuk musim baru, pertanyaan sama muncul. Apakah ada pembalap yang bisa merepotkan Marc Marquez?

Pertanyaan ini pun dijawab pengamat MotoGP, Carlo Pernat. Menurutnya sosok pembalap Yamaha, Maverick Vinales bisa tampil begitu mengejutkan di MotoGP 2020.

“Saya berani bertaruh untuk Maverick Vinales tahun ini. Karena menurut opini saya, ia kini sudah benar-benar keluar dari bayang-bayang seorang Valentino Rossi,” Pernat memberikan prediksi.

“Dia merasa sebagai pimpinan tim Yamaha. Dia juga begitu termotivasi. Menurut saya, kondisinya kini mencapai 100 persen,” tambahnya.

Untuk diketahui, MotoGP 2020 merupakan musim terakhir Vinales berduet dengan Rossi di tim pabrikan Yamaha.

Fabio Quartararo Belum Selevel Vinales

Selebrasi Maverick Vinales (kiri) dan Fabio Quartararo setelah meraih podium pada MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, Minggu (30/6/2019). (AFP/Vincent Jannink)

Mulai MotoGP 2021, Maverick Vinales bakal didampingi pembalap muda, Fabio Quartararo. Pernat pun menyebut untuk saat ini, level Quartararo belum sama seperti Vinales.

“Rivalitas Vinales dengan Quartararo sangat berbeda. Fabio masih harus mempelajari beberapa hal. Jika bisa melakukannya, ia akan pembalap sempurna,” Pernat menerangkan.

Adapun tempat Quartararo di tim Petronas Yamaha kemungkinan besar diisi Valentino Rossi untuk MotoGP 2021. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

MotoGP

Jelang MotoGP Spanyol: Ismael Bonilla Meninggal di Jerez

Published

on

By

Ilustrasi kecelakaan di Sirkuit Jerez. (GABRIEL BOUYS / AFP)

Finroll.com, Jakarta – Jelang MotoGP Spanyol 2020 di Sirkuit Jerez, 19 Juli mendatang, eks pembalap Ismael Bonilla meninggal dalam sebuah kecelakaan di Sirkuit Jerez pada Minggu (5/7).

Bonilla meninggal setelah mengalami kecelakaan di tikungan pertama Sirkuit Jerez usai melalui jalur lurus dengan kecepatan tinggi. Hingga kini belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab kecelakaan tersebut.

Dikutip dari AS, sejumlah sumber menyatakan sepeda motor Yamaha R1 yang ditunggangi Bonilla mengalami rusak pada bagian rem. Selain itu ada rumor pembalap 41 tahun itu pingsan di atas sepeda motor sebelum memasuki tikungan pertama.

“Sirkuit Jerez-Angel Nieto mengucapkan belasungkawa atas kematian pembalap Ismael Bonilla pada hari ini usai terjatuh saat menjalani latihan. Doa kami untuk keluarga, teman, dan panitia sesi latihan,” demikian pernyataan resmi Sirkuit Jerez melalui Facebook.

Bonilla bertindak sebagai instruktur saat insiden kecelakaan di Sirkuit Jerez terjadi. Mantan pembalap 250cc era 1996 hingga 2001 itu sedang melatih dua pembalap muda Alejandro Carrion dan Luis Verdugo yang musim ini tampil di Kejuaraan Dunia Supersport 300.

Bonilla merupakan juara nasional Spanyol pada 1994. Setelah beberapa kali tampil pada ajang Grand Prix kelas 250cc, pembalap asal Madrid itu memutuskan pensiun pada 2013 dan menjadi instruktur serta pembalap tes.

Kematian Bonilla terjadi kurang dari dua pekan jelang pembukaan MotoGP 2020 yang akan digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol, 19 Juli mendatang. MotoGP Spanyol merupakan seri pembuka MotoGP 2020 yang tertunda sejak Maret lalu karena pandemi Covid-19.(cnnindonesia.com)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending