Connect with us

Ragam

Kodim 0505/JT – Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Salurkan Bantuan Hand Sprayer Di Masjid Al-Huda

Published

on


Finroll.com — Pandemi Corona, Kodim 0505/JT kerjasama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia berikan bantuan kemanusiaan berupa Hand Sprayer atau alat penyemprot Disinfectan ke beberapa Rumah Ibadah yang berada di wilayah Kota Jakarta Timur, salah satunya bantuan diberikan kepada Masjid Raya Al – Huda, Jalan Cililitan Besar Rt 07 Rw 01 Kramat jati Jakarta Timur, Jumat (3/4/2020).

Bantuan tersebut diserahkan oleh Babinsa Perwakilan Koramil 05/Kramat Jati /Kodim 0505/JT, Koptu Buhari kepada Bapak Sunarto selaku Dewan Kemakmuran Masjid Raya Al -Huda.

Danramil 05 Kramat Jati Kapten Inf Hadi S. yang diwakili oleh Babinsa Koptu Buhari menyampaikan pesan bahwa bantuan ini diberikan dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

Bantuan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menjaga kebersihan Masjid, agar para jamaah Masjid Raya Al Huda dapat beribadah lebih khusyu lagi,” pesannya.

Sementara Dewan Kemakmuran Masjid Raya Al – Huda Sunarto mengemukakan bahwa bantuan ini merupakan langkah nyata Kodim 0505/JT dalam menangani Pandemi Covid-19. “Alat Hand Sprayer ini sangat bermanfaat buat Masjid kami,” ucapnya.

Untuk itu kami selaku DKM Masjid Raya Al-Huda mengucapkan terimakasih kepada Kodim 0505/JT, dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, bantuan ini sangat bermanfaat buat Masjid kami,” pungkasnya.

Advertisement

Ragam

Rahasia Candi Borobudur yang Baru Terungkap di Zaman Modern

Published

on

By

Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah adalah mahakarya arsitektur Indonesia. Candi ini menyimpan banyak rahasia, salah satunya ilmu matematika tingkat tinggi.

Sejak 1 dekade terakhir, para ilmuwan mengungkap rahasia di balik arsitektur Candi Borobudur. Bagaimana bisa candi ini dibikin dengan sangat simetris? Rupanya, Candi Borobudur tidak dibikin sembarangan.

Banyak ilmuwan modern meneliti Candi Borobudur lewat pendekatan ilmu yang disebut dengan Etnomatematika. Etnomatematika adalah matematika yang tumbuh dan berkembang dari suatu budaya dan kelompok etnis tertentu.

Dari situ, para ilmuwan bersepakat kalau Candi Borobudur adalah bangunan dengan rumus Geometri Fraktal. Ini adalah cabang matematika mengenai bentuk yang memiliki pola berulang dengan detail tak terhingga yang dihasilkan dari pola rekursif.

Peneliti Bandung Fe Institute, Rolan MD, dalam wawancara dengan detikcom tahun 2011 silam mengatakan Candi Borobudur bersifat fraktal. Ini adalah sebuah struktur geometri kontemporer yang baru dikenal pada dekade 80-an di ilmu matematika modern.

Ilmu matematika canggih ini seperti menjadi rahasia Candi Borobudur yang baru terungkap di zaman modern. Penelitian geometri fraktal di Candi Borobudur menghasilkan ratusan paper ilmiah.

Penelitian tersebut berlangsung sejak 2008 hingga 2011. Dari penelitian itu diketahui bahwa candi-candi di Pulau Jawa dibangun secara algoritimik atau seperti proses pembuatan program komputer, dengan mengikuti prosedur otomata selular totalistik.

Salah satu riset seperti dilihat detikINET adalah dari Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika (JP3M), Senin (3/5/2021). Rahmi Nur Fitria Utami, Dedi Muhtadi dan Nanti Ratnaningsih dalam riset berjudul Etnomatematika: Eksplorasi Candi Borobudur membahas geometri fraktal ini yang dipublikasikan Maret 2020.

Jumlah stupa Borobudur memakai rumus 2:3:4. Tinggi dan diameter stupa memakai rumus 1,7:1,8:1,9. Sedangkan kaki candi, badan candi dan kepala/puncak candi memakai rasio 4:6:9.

9 Sebagai angka penting dalam spiritualisme Buddha diaplikasikan dalam pola arca dan anak tangga. Misalnya, total ada 504 arca dimana 5+0+4=9. Lalu total anak tangga ada 360 dimana 3+6+0=9.

Konsep matematika terakhir adalah teselasi atau penyusunan berlapis oleh suatu bentuk poligon. Setiap stupa Candi Borobudur disusun dari 36 kubus berukuran 15×15 cm. Total luas permukaan kubus adalah 36 x (15×15) = 8.100 cm2 yang jika semua angkanya dijumlahkan 8+1+0+0=9.

Ilmuwan pun yakin Candi Borobudur adalah produk etnomatematika. Angka-angka yang muncul dalam ajaran dan filosofi Buddha hadir dalam elemen-elemen bangunan Candi Borobudur mengikuti pola geometri fraktal.

Continue Reading

Nasional

Jokowi Teken Perpres BRIN, LIPI BPPT Batan Lapan Dilebur

Published

on

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini membawahi empat lembaga penelitian yang dilebur menjadi satu. Pemerintah memberi waktu paling lambat dua tahun untuk menyatukannya sesuai Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2021 tentang BRIN.

Keempat lembaga tersebut yakni, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).”Dalam jangka waktu paling lama dua tahun sejak berlakunya Perpres ini, tugas fungsi dan kewenangan pada LIPI, BPPT, Batan, dan Lapan diintegrasikan menjadi tugas, fungsi, dan kewenangan BRIN,” demikian bunyi pasal 69 Perpres tersebut.Dengan integrasi tersebut, empat badan riset dan pengkajian itu nantinya menjadi Organisasi Pelaksana Litbangjirap (OPL) di bawah BRIN. Litbangjirap sendiri merupakan singkatan dari penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan.

Jokowi secara resmi mengundangkan Perpres 33/2021 tentang BRIN pada 28 April lalu. Pembentukan lembaga tersebut tak lepas dari keputusan Jokowi kembali menyatukan Kementerian Riset dan Teknologi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

BRIN nantinya berada langsung di bawah tanggung jawab presiden dan menjadi satu-satunya lembaga penelitian otonom. Jokowi telah melantik Laksana Tri Handoko sebagai Kepala BRIN.

Sementara lembaga tersebut juga memiliki Ketua Dewan Pengarah yang dijabat Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ia menduduki jajaran ketua dewan pengarah tujuh pejabat lain dari Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP).

Mereka masing-masing yakni, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, Ahmad Syafii Maarif, Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto, Andreas Anangguru Yewangoe, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya, Said Aqil Siroj, dan Rikard Bagun.

sumber :cnnindonesia.com

 

Continue Reading

Ragam

Libur Lebaran 2021 dan Jadwal Resmi Cuti Bersama 2021

Published

on

Pemerintah telah menetapkan aturan terkait pemberlakuan hari libur Lebaran 2021. Ketetapan itu diatur melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri (Menag, Menaker, dan Menpan-RB) Nomor 281 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, dan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021 yang ditandatangani pada 22 Februari 2021.

Cuti bersama 2021 Dalam SKB tersebut diputuskan cuti bersama untuk Lebaran 2021 hanya satu hari, yakni pada Rabu tanggal 12 Mei 2021. Sementara tanggal 13 dan 14 Mei 2021 yang jatuh pada Kamis dan Jumat ditetapkan sebagai hari libur Lebaran 2021. Dengan begitu, masyarakat memiliki waktu libur masa Lebaran selama tiga hari, yaitu pada 12, 13, dan 14 Mei 2021. Selanjutnya mulai Senin (17/5/2021) aktivitas perkantoran sudah dimulai seperti biasa.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, dalam SKB sebelumnya, terdapat tujuh hari cuti bersama. Namun, setelah dilakukan peninjauan kembali, cuti bersama dikurangi dari semula tujuh hari menjadi hanya tinggal dua hari.  Adapun alasan pemangkasan jumlah cuti bersama dikarenakan pandemi virus corona yang belum turun ditandai kurva penularan virus yang belum melandai.

Daftar cuti bersama yang dipangkas antara lain:

  • Cuti bersama Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW pada 12 Maret 2021
  • Cuti bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah pada 17, 18, dan 19 Mei 2021
  • Cuti bersama dalam rangka Hari Raya Natal 2021 pada 27 Desember 2021

Sementara itu, cuti bersama yang masih berlaku, yaitu cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah pada 12 Mei 2021 dan Hari Raya Natal pada 24 Desember 2021.

Dengan dipangkasnya cuti bersama ini, berikut daftar libur nasional dan cuti bersama 2021:

Libur nasional

1 Januari: Tahun Baru 2021 Masehi

12 Februari: Tahun Baru Imlek 2572 Kongzii

11 Maret: Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW

14 Maret: Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1943

2 April: Wafat Isa Al Masih

1 Mei: Hari Buruh Internasional

13 Mei Kenaikan Isa Al Masih

13-14 Mei: Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah

26 Mei: Hari Raya Waisak 2565

1 Juni: Hari Lahir Pancasila

20 Juli: Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah

10 Agustus: Tahun Baru Islam 1443 Hijriah

17 Agustus: Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

19 Oktober: Maulid Nabi Muhammad SAW

25 Desember: Hari Raya Natal Cuti bersama

12 Mei: Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah

24 Desember: Hari Raya Natal

Cuti bersama

12 Mei: Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah

24 Desember: Hari Raya Natal

 

Sumber : kompas.com

Continue Reading

Trending