Connect with us

International

Komandan PMPP TNI Hadiri Konferensi Tahunan IAPTC Ke 25 di Lima, Peru

Published

on


Finroll.com — Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Komandan PMPP TNI, Brigjen TNI Victor H. Simatupang, M.Bus menghadiri kegiatan konferensi tahunan ke-25 The Internasional Assosiation of Peacekeeping Training Centres (IAPTC) yang berlangsung pada tanggal 7 s.d 10 Oktober 2019, bertempat di Convention Center Westin Hotel, Lima, Peru, Rabu (9/10/19).

Dalam acara tersebut Komandan PMPP TNI dipercaya untuk mengisi sesi panel yang bertema “Safety and Security in the High-risk Environments”, yang dihadiri oleh perwakilan dari Markas besar PBB, Komandan Peacekeeping Center dari seluruh dunia, termasuk para ahli dan pengamat Operasi Perdamaian Dunia.

Komandan PMPP TNI, Brigjen TNI Victor H. Simatupang, M.Bus dalam kesepatan tersebut menyampaikan pembahasan tentang perspektif dan pengalaman Indonesia dalam menganalisa berbagai tantangan penugasan operasi perdamaian multidimensi serta menyiapkan para peacekeepers Indonesia (TNI) agar dapat bertugas secara professional.

Lebih lanjut Komandan PMPP TNI dalam mengawali paparannya menyampaikan peran strategis operasi perdamaian dalam mengatasi transformasi konflik multidimesional dalam operasi perdamaian dunia.

Perkembangan konflik dunia yang telah menciptakan berbagai bentuk tantangan penugasan baru yang berimplikasi pada semakin tingginya standarisasi profesionalisme peacekeepers yang ditugaskan di daerah konflik, tambahnya

Selanjutnya Komandan PMPP TNI menyampaikan bahwa operasi perdamaian dunia dibentuk untuk mewujudkan kepercayaan masyarakat dan host country, memelihara stabilitas keamanan, dan meyakinkan implementasi Hak Asasi Manusia.

Selain itu untuk mendukung terselenggaranya tugas-tugas komponen sipil PBB dalam mendistribusikan bantuan kemanusiaan dan asistensi kepada masyarakat yang terdampak oleh konflik, katanya.

Bertolak dari pengalaman penugasan dan catatan keberhasilan para peacekeepers Kontingen Garuda TNI di berbagai medan penugasan, Komandan PMPP TNI juga menjelaskan tentang metode pelatihan efektif yang diprogramkan oleh PMPP TNI, baik bagi kontingen maupun individual peacekeepers, seperti security awareness, global threat and security trending issues, global health challenges and medical response, safety movement procedure, dan environment security.

Dalam akhir papaparanya, Komandan PMPP TNI memberikan penjelasan tentang strategi penguatan deployment pasukan melalui penempatan personel berkualifikasi khusus untuk mengatasi situasi darurat dan kontijensi dalam penugasan.

Dalam kegiatan tersebut ketua deledasi Indonesia Komandan PMPP TNI, Brigjen TNI Victor H. Simatupang, M.Bus didampingi Direktur Pembinaan Latihan (Dirbinlat) PMPP TNI, Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar dan Kasi Kerjasama Internasional PMPP TNI, Mayor Arm Gde Ady.(red)

Advertisement Valbury

International

81 Orang Tewas dalam Aksi Protes di Ethiopia

Published

on

By

Sekitar 81 orang tewas dalam kerusuhan di Ethiopia. Ilustrasi.(Istockphoto/erlucho).

Finroll.com, Jakarta – Sedikitnya 81 orang tewas dalam aksi unjuk rasa yang terjadi di Ethiopia dalam dua hari belakangan ini. Ararsa Merdasa, kepala polisi Oromia, Ethiopia mengatakan dari 81 korban tewas tersebut, 3 orang di antaranya merupakan anggota pasukan polisi khusus.

Ia menyatakan unjuk rasa terjadi sebagai buntut dari kasus pembunuhan yang menimpa Hachalu Hundessa. Ia merupakan penyanyi dari kelompok etnis terbesar di negeri tersebut.

Lagu-lagu politiknya menyuarakan perasaan orang Oromo. Inti protes adalah keinginan nasionalis Oromo untuk melihat Hachalu dimakamkan di Addis Ababa. Di sisi lain, ada juga masyarakat yang ingin ia dimakamkan di Ambo, sebelah barat Addis Ababa yang menjadi kampung halaman Hachalu.

Juru bicara Ambo Milkessa Beyene mengatakan bahwa tubuh Hachalu sebenarnya telah tiba di kampung halamannya untuk dimakamkan pada Kamis lalu. Tetapi, sekelompok pemuda yang ingin pemakaman terjadi di Addis Ababa mencegat pemakaman itu.

Seorang mantan mogul media yang baru-baru ini memasuki dunia politik, Jawar ditangkap bersama dengan 34 orang lainnya karena upaya itu. Penangkapan memicu bentrok dengan pasukan keamanan, hingga akhirnya menyebabkan kerusuhan.

Kepala polisi Oromia Ararsa mengatakan kerusuhan berbuntut panjang.  “Ada serangan granat di rumah keluarga Hachalu Hundessa di Ambo. Serangan granat itu membunuh pamannya dan melukai dua petugas polisi,” katanya seperti dikutip dari AFP, Kamis (2/7).

Di kota Holeta, sebelah barat Addis Ababa, pasukan keamanan juga menembaki demonstran yang menuntut pembebasan Jawar. Teshome Bongase, seorang wakil dari oposisi Oromo Federalist Congress, yang mana Jawar adalah anggota mengatakan, “Para pengunjuk rasa mengatakan bahwa Jawar bukan pencuri, dia hanya ingin tubuh Hachalu dimakamkan dengan hormat. Ini adalah budaya mereka, itulah yang mereka minta,” kata Teshome.

Atas kerusuhan itu, dia mendesak masyarakat agar tenang menjelang pemakaman.(cnnindonesia.com)

Continue Reading

International

Serangan ke Pusat Rehabilitasi Narkoba Meksiko, 24 Tewas

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Sejumlah pria bersenjata melakukan serangan ke sebuah pusat rehabilitasi narkoba di kota Irapuato, Meksiko hingga menewaskan sedikitnya 24 orang dan tujuh lainnya luka-luka.

Pihak berwenang mengatakan serangan membabi buta itu terjadi pada Rabu (1/7). Sekretaris keamanan publik Irapuato, Pedro Cortes mengatakan pelaku penyerangan sempat masuk ke area pusat rehabilitasi dan memaksa orang-orang yang berada di sana untuk berlutut ke tanah hingga melepaskan tembakan ke beberapa orang.

“Kami mendapat laporan bahwa para pria bersenjata menggunakan mobil merah, belum ada informasi lebih lanjut soal para pelaku,” ujar Cortes.

“Laporan awal yang kami terima diketahui 24 orang tewas dan tujuh lainnya cedera.”

Saat ini pihak berwenang sedang berupaya menemukan kendaraan yang digunakan oleh para penyerang. Belum diketahui motif di balik serangan ini.

Serangan serupa ke pusat rehabilitasi narkoba di Guanajuato juga sempat terjadi pada 6 Juni lalu. Dalam serangan tersebut dilaporkan sembilan orang tewas di tempat, sementara satu lainnya meninggal ketika tiba di rumah sakit.

Irapuato berada di Provinsi Guanajuato yang kerap terjadi kekerasan dan kejahatan secara terorganisir. Guanajuato merupakan pusat industri penting di Meksiko. Daerah tersebut merupakan pusat manufaktur otomotif, penerbangan, dan industri berat internasional lainnya.

Denyut bisnis di Irapuato menarik kelompok kejahatan seperti Jalisco dan kartel narkoba Santa Rosa de Lima melancarkan aksi pemerasan, penculikan, hingga pencurian bahan bakar.

Penembakan oleh pria bersenjata bukan pertama kali terjadi di Meksiko. Sebelumnya pada 21 Juni lalu pihak berwenang menangkan 26 anggota kartel narkoba Santa Rosa de Lima setelah membakar sebuah kendaraan untuk memblokir jalan di kota Celaya, Salamanca, dan Villagran.

Serangkaian kekerasan yang terjadi di Meksiko mendapat reaksi dari Presiden Andres Manuel Lopez Obrador yang mengatakan jika pemerintahannya tidak akan membiarkan adanya kekacauan dan aksi anarkis kelompok bersenjata di negaranya.

Meksiko tahun lalu mencatat rekor 34.582 kasus pembunuhan, tertinggi sejak pencatatan dimulai resmi pada 1997.(cnnindonesia.com)

Continue Reading

International

Disusupi Paham Radikal, Unit Pasukan Elit Jerman Dibubarkan

Published

on

By

Ilustrasi. Pemerintah Jerman membubarkan sebuah unit dalam kesatuan pasukan khusus, KSK, akibat sejumlah prajurit menganut paham radikal ekstrem kanan. (zabelin/thinkstockphotos)

Finroll.com, Jakarta –  Pemerintah Jerman memutuskan membubarkan sebuah unit di dalam kesatuan pasukan khusus, KSK, akibat sejumlah prajurit dilaporkan menganut paham radikal ekstrem kanan.

“Kompi Komando Dua KSK akan dibubarkan,” kata sumber seperti dikutip CNN, Kamis (2/7).Menurut lembaga analis militer, Janes, KSK adalah satuan pasukan khusus Jerman yang dibentuk pada 1990. Modelnya meniru pasukan Komando Operasi Khusus Amerika Serikat (USSOCOM).

KSK dilaporkan beranggotakan 1.400 prajurit. Keahlian mereka adalah operasi anti-terorisme dan pembebasan sandera.

Menurut laporan surat kabar Sueddeutsche Zeitung, Menteri Pertahanan Jerman, Annegret Kramp-Karrenbauer, mengatakan sudah memerintahkan untuk membubarkan sebagian unit di dalam pasukan khusus itu karena dinilai tidak menaati rantai komando.Dia juga mengatakan ada kecenderungan pola kepemimpinan yang buruk di dalam unit tersebut.

Sementara itu, menurut laporan surat kabar Frankfurter Allgemeine Zeitung (FAZ), satuan pasukan khusus itu akan dibubarkan sebagian karena terkait sejumlah kejadian dan ada potensi peningkatan penganut ideologi ekstrem kanan di satuan itu. Mereka melaporkan sebanyak 70 serdadu akan terkena imbas pembubaran itu.

Anggota KSK berulang kali dilaporkan dekat dengan kelompok ekstrem kanan. Pada Mei lalu dilaporkan polisi menyita sejumlah senjata, amunisi dan bahan peledak di rumah seorang tentara Jerman. Tersangka dilaporkan adalah anggota KSK.

Dinas Kontraintelijen Militer Jerman melaporkan sudah mengawasi gerak-gerik sejumlah anggota KSK sejak lama. Proses penggeledahan dilakukan setelah mereka mendapat petunjuk kelompok itu menimbun senjata untuk melakukan serangan.
Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending