Connect with us

Science & Technology

Kominfo Buka Pendaftaran Program Pembinaan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital

Published

on


Finroll.com — Kembangkan startup digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika membuka pendaftaran program pembinaan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Program pembinaan berkelanjutan selama 6 bulan dari pemerintah untuk masyarakat umum dalam membangun startup digital ini akan diawali pada 18 Agustus 2019 di Jakarta untuk 8.000 peserta. Selanjutnya akan berlangsung di 9 kota lain di Indonesia pada Agustus dan September 2019.

Ignite the Nation, perayaan bangsa bagi digital milenials Indonesia, bagian dari Gerakan Nasional 1000 Startup Digital akan digelar pada hari Minggu, 18 Agustus 2019, bertempat di Istora Gelora Bung Karno.

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah gerakan membangun bangsa dengan mimpi untuk menggerakan Indonesia melalui solusi berbasis karya, teknologi dan inovasi. Tahapan kegiatan 1000 Startup Digital akan dilaksanakan di 10 kota di Indonesia.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, “Selama 3 tahun perjalanan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, telah memberikan kesempatan bagi puluhan ribu anak Indonesia untuk mendapat wadah merealisasikan mimpi besar mereka melalui solusi digital, di tahun ini Gerakan Nasional 1000 Startup Digital hadir dengan strategi, tahapan dan fitur-fitur yang berbeda dari sebelumnya. Dengan penampilan baru kita akan rilis Ignite the Nation, Kobarkan Bangsa! Membangun Bangsa Dengan Mimpi! Mimpi Besar yang merupakan solusi bangsa dan dunia!” jelasnya dalam siaran pers di Jakarta.

Gerakan penampilan baru ini membawa konsep untuk perluasan skala dan peningkatan kualitas pengembangan startup digital, termasuk mengajak kementerian dan lembaga lain serta mitra lokal. Tak hanya itu, kurikulum program pun telah direvisi dengan fokus pada inkubasi.

Selain itu, portofolio dan kualitas mentor akan ditingkatkan dan terjadwal dengan baik, menurut Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Ekonomi Digital, Lis Sutjiati.

“Gerakan ini bukan sekolah, tapi merupakan upaya untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital. Apalagi di Indonesia masih banyak peluang untuk membuat solusi dari permasalahan sehari-hari sampai masalah kota dan bangsa; mulai dari pertanian,pendidikan, kesehatan dan lainnya,” ungkap Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Ekonomi Digital.

Cari tahu jadwal Ignition Gerakan 1000 Startup Digital di kotamu. Pendaftaran Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini terbuka secara nasional. Segera daftarkan diri melalui tautan 1000startupdigital.id !. 1000 mimpi, 1000 karya, 1000 solusi, 1000 Digital Enterprises – untuk SATU Indonesia Raya!.(red)

Advertisement Valbury

Science & Technology

Keamanan Siber AS Sebut Peretas China Kian Aktif Kala Corona

Published

on

By

Perusahaan keamanan siber Amerika Serikat, FireEye mengklaim telah mendeteksi lonjakan aksi peretasan dari mata-mata siber yang dilakukan oleh kelompok peretas asal China, yakni APT41. FireEye mengatakan aktivitas dari APT41 dimulai pada akhir Januari dan berlangsung hingga pertengahan Maret 2020.

FINROLL.COM — FireEye mengatakan APT41 menargetkan 75 organisasi dari sejumlah industri yang berbeda, di antaranya telekomunikasi, kesehatan, pemerintah, pertahanan, keuangan, petrokimia, manufaktur, dan transportasi. Kelompok itu juga menargetkan organisasi nirlaba, hukum, real estate, perjalanan, pendidikan, dan media.

Melansir Tech Radar, peneliti FireEye menjelaskan bahwa aktivitas kelompok tersebut merupakan salah satu kampanye spionase online paling luas yang pernah terjadi.

“Kegiatan ini adalah salah satu kampanye paling luas yang kami saksikan dari para pelaku spionase Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir,” ujar laporan FireEye.

Sementara APT41 sebelumnya telah melakukan kegiatan dengan entri awal yang luas dan eksploitasi ini berfokus pada sekelompok pelanggan kami, dan tampaknya mengungkapkan tempo operasional yang tinggi dan persyaratan pengumpulan yang luas untuk APT41.”

Para peneliti mengatakan APT41 menggunakan kerentanan pada Aplikasi Pengiriman Pengendali (ADC) Citrix, router Cisco, dan Zoho ManageEngine Desktop Central dalam meluncurkan serangan pada organisasi yang ditargetkan.

Kerentanan Citrix diketahui telah diumumkan kepada publik sebulan sebelum spionase APT41 dimulai. Sedangkan kerentanan eksekusi kode jarak jauh zero-dayi di Zoho ManageEngine Desktop Central diungkapkan hanya tiga hari sebelum kelompok peratas China itu memanfaatkan kelemahan keamanan.

Meskipun tidak memiliki salinan malware yang digunakan APT41 saat memata-matai router Cisco, FireEye percaya bahwa APT41 merancang malware custom (buatan sendiri) untuk meluncurkan serangan terhadap mereka.

FireEye pertama kali memberi nama pada kelompok peretasan China tahun lalu, tetapi APT41 telah melakukan spionase yang disponsori negara beberapa waktu belakangan.

Dalam sebuah pernyataan, FireEye menjelaskan bahwa motif di balik kampanye terbaru APT41 tidak diketahui. Namun, mereka menduga spionase berkaitan dengan hubungan dagang antara China dengan Amerika Serikat yang memanas hingga saat ini.

“Berdasarkan visibilitas kami saat ini, sulit untuk mengaitkan motif atau maksud kegiatan dengan APT41. Ada beberapa penjelasan yang mungkin menjadi alasan peningkatan aktivitas, di antaranya perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina, serta pandemi Covid-19 yang mendorong China mengintai perdagangan, perjalanan, komunikasi, manufaktur, penelitian, dan hubungan internasional,” kutip FireEye.

Melansir CSO Online, APT41 adalah aktor spionase siber canggih yang disponsori China dan telah beroperasi sejak 2012. Tindakan yang dilakukan oleh APT41 tampak selaras dengan rencana pembangunan ekonomi lima tahun China.

Dikenal sebagai Barium atau Winnti, APT41 telah terlibat dalam pengumpulan intelijen strategis dari organisasi di banyak sektor.

Selain itu, mereka juga melancarkan serangan dengan motif finansial yang sebagian besar menargetkan industri game online. Beberapa ahli percaya bahwa APT41 beroperasi sebagai kontraktor dan memiliki banyak tim dengan tujuan yang berbeda.

Di masa lalu, APT41 memiliki spesialisasi dalam serangan rantai pasokan perangkat lunak. Grup ini meretas ke lingkungan pengembangan perangkat lunak dari beberapa vendor perangkat lunak dan menyuntikkan kode berbahaya ke alat yang disetujui secara digital untuk didistribusikan ke pelanggan melalui saluran distribusi perangkat lunak normal.

Peneliti FireEye menyarankan perusahaan melakukan mitigasi sesegera mungkin agar tidak kembali disusupi oleh APT41. Sistem yang rentan juga harus diisolasi internet atau digunakan secara offline. APT41 diketahui pernah menyerang CCleaner hingga ShadowPad. (CNN/GPH)

Continue Reading

Science & Technology

Redmi Note 9 Pro Vs Note 9 Pro Max, Canggih Mana?

Published

on

By

Xiaomi resmi telah meluncurkan produk terbarunya yakni Redmi Note 9 Pro dan Note 9 Pro Max pada hari Kamis, (12/3/2020) di India. Ini pertama kalinya sub-brand milik Xiaomi ini membuat produk dengan label “Pro Max”.

FINROLL.COM — Secara sekilas, kedua ponsel ini memiliki desain dan tampilan yang sama. Namun perbedaannya jelas bisa terlihat dari spesifikasi yang diusung. Berikut spesifikasi keduanya :

Redmi Note 9 Pro

Dilansir dari Gsmarena, (12/3/2020), ponsel Redmi terbaru ini akan mengadopsi layar IPS LCD berukuran 6,67 inci dengan resolusi FHD+ serta perlindungan Corning Gorilla Glass 5. Layarnya juga didukung dengan HDR10.

Dapur pacu pada Note 9 Pro telah disematkan prosesor Qualcomm Snapdragon 720G yang ditemani dengan dua varian RAM dan ROM sebesar 4GB/64GB dan 6GB/128GB serta menjalankan Android 10 dan MIUI 11.

Untuk kebutuhan fotografinya, ponsel ini memiliki empat kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 48MP, kamera ultrawide 8MP, kamera makro 2MP, dan depth sensor 2MP. Sedangkan kamera depannya beresolusi 16MP.

Demi mendukung kinerjanya, Note 9 Pro ditanamkan baterai jumbo sebesar 5020mAh dengan dukungan pengisian daya cepat 18W. Untuk fitur lainnya, ponsel ini sudah mendukung IR Blaster, pemindai sidik jari disamping bodi, Bluetooth 5.0, dan Wi-Fi 802.11.

Redmi Note 9 A0dijual dengan harga 12.999 Rupee (Rp 2,5 juta, 4 GB/64 GB) dan 15.999 Rupee (Rp 3,1 juta, 6 GB/128 GB) dengan tiga pilihan warna Aurora Blue, Glacier White, dan Interstellar Black dan akan tersedia pada 17 Maret 2020. (GPH)

Continue Reading

Science & Technology

Pemerintah Tetapkan Metode Blokir Ponsel Ilegal

Published

on

By

Pemerintah dan seluruh operator seluler telah sepakat menggunakan metode pemblokiran whitelist (daftar putih) untuk memblokir ponsel ilegal ketika aturan IMEI diberlakukan 18 April 2020.

FINROLL.COM — Menurut Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemenkominfo Ismail, pemblokiran dengan sistem whitelist dipilih agar tak merugikan konsumen. Dengan sistem ini, masyarakat bisa langsung mengetahui apakah nomor IMEI ponsel yang mereka beli sudah terdaftar atau tidak.

“Pemerintah berkomitmen untuk melaksanakan proses pembatasan perangkat bergerak yang tersambung melalui jaringan seluler melalui pengendalian IMEI ini,” kata Ismail saat konferensi pers di kantor Kemenkominfo, Jakarta, Jumat (28/2).

Menurutnya, skema whitelist ini sesuai dengan peraturan tingkat kementerian yang sudah ditetapkan pada 18 April 2010 lalu.

“Skema whitelist yaitu proses pengendalian IMEI secara preventif agar masyarakat mengetahui terlebih dahulu legalitas perangkat yang akan dibeli,” sambungnya.

Oleh karena itu, Kemenkominfo mengimbau kepada masyarakat untuk mengecek nomor IMEI ponsel mereka melalui situs web imei.kemenperin.go.id.

Namun Ismail mengingatkan ponsel yang tidak terdaftar di situs web Kemenperin masih tetap bisa digunakan setelah aturan IMEI berlaku.

Namun, untuk ponsel dari luar negeri atau dikirim dari luar negerii mesti didaftarkan lewat aplikasi khusus setelah 18 April 2020. Saat ini, aplikasi untuk mendaftarkan IMEI ponsel ilegal itu tengah dirampungkan.

“Perangkat yang aktif sebelum masa berlaku (aturan IMEI) 18 April 2020 akan tetap dapat tersambung ke jaringan bergerak seluler sampai perangkat tersebut tidak ingin digunakan lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah menguji dua sistem pemblokiran IMEI yaitu skema blacklist dan whitelist. Telkomsel menguji mekanisme pemblokiran dengan whitelist. Sementara XL menguji pemblokiran dengan metode blacklist.

Mekanisme blacklist akan memblokir akses telekomunikasi pada ponsel-ponsel dengan IMEI yang masuk daftar hitam. Sementara mekanisme whitelist akan memberikan akses telekomunikasi hanya pada ponsel dengan IMEI terdaftar di basis data IMEI pemerintah, SIBINA. Ponsel yang ada di luar dafar putih itu akan langsung terblokir.

Sibina merupakan sistem yang akan menyimpan seluruh IMEI dari vendor dan importir resmi di Indonesia. Nantinya, dari pendeteksi IMEI Sibina akan memberikan notifikasi kepada operator seluler, apakah nomor IMEI tersebut whitelist atau blacklist.

Data IMEI yang berada dalam Sibina sebelumnya akan dipasangkan dengan Tanda Pendaftaran Produk (TPP) Kemenperin. TPP ini memiliki data spesifikasi ponsel dari vendor dan importir. Sedangkan data pelanggan seluruhnya berada di operator seluler. (CNN)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending