Connect with us

Pasar Modal

Laju IHSG Diperdiksi Terus Melemah

Published

on


Finroll.com — Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa ini diprediksi masih melanjutkan pelemahan yang terjadi pada awal pekan.

Hari ini IHSG dibuka menguat 0,71 poin atau 0,01 persen ke posisi 6.251,31. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 1,07 poin atau 0,11 persen menjadi 986,53.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Selasa, mengatakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan saham hari ini dibayangi situasi ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

“Disamping itu koreksi saham AS pada Senin, kian menyulitkan bagi IHSG bisa keluar dari zona negatif,” ujar Alfiansyah, yang dilansir dari Antara, Selasa (13/8/2019).

Presiden AS Donald Trump mengatakan belum siap untuk membuat suatu kesepakatan perdagangan dengan China usai Bank Sentral China (People Bank of China/PoBC) menetapkan titik tengah yuan di level yang lebih rendah dari 7 yuan per dolar AS selama tiga sesi berturut-turut.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei melemah 260,72 poin (1,26 persen) ke 20.424,1, Indeks Hang Seng melemah 346,5 poin atau 1,34 persen ke 25.478,22, dan Indeks Straits Times melemah 29,59 poin (0,93 persen) ke posisi 3.139,35.(red)

Advertisement

Pasar Modal

Pergerakan IHSG Diperkirakan Melanjutkan Tren Bearish

Published

on

Market cryptocurrency

Finroll.com — Pada perdagangan awal pekan ini, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren bearish, setelah Jumat kemarin kembali berakhir di zona merah dengan penurunan sebesar 0,65 persen ke level 6.340.

Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah, mengatakan pergerakan IHSG mengalami gap down dan pada sesi pertama perdagangan akhir pekan lalu menunjukkan kondisi break-out support Moving Average 5-Day (MA-5).

“Arah pergerakan pun akhirnya berubah bearish, setelah IHSG tidak mampu break-out resistance Moving Average 20-Day (MA-20),” kata Lanjar, di Jakarta, Senin (5/8).

Dia menyebutkan,sejauh ini pergerakan IHEG mencoba untuk menguji MA-50 yang merupakan level support fractal. Indikator RSI, MACD dan Stochastic memberi sinyal pergerakan yang tertekan serta memasuki fase distribusi.

“Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak menguji support dan mencoba berbalik menutup gap yang sudah terbentuk,” ujar Lanjar.

Di tengah potensi penurunan lanjutan pada pergerakan IHSG hari ini, Lanjar menyodorkan 12 saham yang bisa dicermati pelaku pasaryakni:

1. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)
2. PT Ultra Jaya Milk Industry Tbk (ULTJ)
3. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
4. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
5. PT Astra International TBk (ASII)
6. PT Adaro Energy Tbk (ADRO)
7. PT Indika Energy Tbk (INDY)
8. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
9. PT Adhi Karya Tbk (ADHI)
10. PT Ciputra Development Tbk (CITRA)
11. PT United Tractors Tbk (UNTR)
12. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Continue Reading

Pasar Modal

Tensi Perang Dagang Naik, IHSG Dibuka Terjun Bebas

Published

on

By

Jeda Siang Sesi I, IHSG Menghijau Sentuh Level 6.024,492

Finroll.com –  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas pada pembukaan perdagangan saham akhir pakan ini. Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengenakan tarif tambahan bagi produk impor China senilai USD300 miliar pada 1 September 2019.

Pada pra pembukaan perdagangan, Jumat (2/8/2019), IHSG turun tipis 40,41 poin atau 0,63 persen ke level 6.341,12. Pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS, IHSG terus melemah dengan turun hingga 56,16 poin atau 0,88 persen ke posisi 6.325,38.

Sementara itu, indeks saham LQ45 turun 1,05 persen ke posisi 1.006,09. Begitu juga dengan indeks saham IDX30 turun 1 persen ke posisi 550,87.

Pada pembukaan perdagangan sebanyak 146 saham melemah yang menyeret IHSG terjun bebas. Selain itu 45 saham menguat dan 112 saham diam di tempat.

Di awal perdagangan hari ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.342,88 dan terendah 6.324,38.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 33.952 kali dengan volume perdagangan 524,6 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 446,4 miliar.

Investor asing jual saham Rp 43,39 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.208.

Seluruh sektor saham memerah pada wal perdagangan hari ini. Dimana pelemahan tertinggi di sektor konstruksi yang turun 1,33 persen, kemudian industri dasar melemah 1,32 persen, dan sektor manufaktur melemah 1,13 persen

Saham-saham yang tertekan antara lain saham PAMG turun 20 persen ke posisi Rp 496 per saham, saham BRAM merosot 17,23 persen ke posisi Rp 6.725 per saham dan saham SKYB turun 13,33 persen ke posisi Rp 130 per saham.

Sementara saham-saham yang menguat antara lain WICO naik 8,20 persen ke level Rp 660 per saham, HITS naik 5,17 persen ke level Rp 610 per saham dan TMPO naik 5 persen ke angka Rp 168 per saham. Sayangnya penguatan ini tak mampu membawa IHSG menghijau di awal perdagangan.

The Fed Pangkas Suku Bunga, IHSG Diprediksi ke Zona Hijau

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan kembali ditutup ke zona hijau pada perdagangan saham hari ini.

Analis PT Artha Sekuritas, Juan Harahap menilai, meski The Fed telah memangkas suku bunga acuannya, ini tak serta-merta menjadi sinyal positif yang signifikan bagi kenaikan indeks.

Lantaran, Gubernur The Fed Jeremy Powel menyebut bahwa pemangkasan tingkat suku bunga acuan pada dini hari kemarin hanyalah sebuah penyesuaian.

“Sebab itu, pergerakan IHSG kami perkirakan masih akan terbatas karena masih adanya tekanan dari faktor global. Ditambah lagi rilisnya beberapa laporan keuangan emiten yang dianggap dibawah ekspektasi,” papar Juan dalam risetnya di Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Adapun pada hari ini pihaknya memproyeksikan IHSG akan bertengger di teritori positif dalam kisaran 6.368-6.400.

Melanjutkan, Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya mengungkapkan, pemangkasan suku bunga The Fed 25 basis poin sebenarnya memang telah sesuai ekspektasi pasar.

Oleh karena itu, pihaknya optimistis indeks akan kembali reli dan ditutup dalam rentang 6272- 6488.

Untuk kali ini, dirinya menganjurkan investor memburu saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), hingga PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Kemudian Juan yang menyarankan investor untuk mengoleksi saham PT Ciputra Development (CTRA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), serta saham PT PP Tbk (PTPP).

Continue Reading

Pasar Modal

Mau Jadi Pialang Pasar Uang dan Valas? Ini Aturannya

Published

on

By

Finroll.com – Bank Indonesia (BI) menerbitkan aturan terkait perusahaan pialang pasar uang dan pasar valuta asing yang mencakup perizinan, pengawasan, dan pelaporan perusahaan pialang pasar uang dan pasar valas.

Mengutip keterangan yang diterbitkan BI, aturan ini tertuang dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 21/17/PADG/2019 tanggal 31 Juli 2019 tentang “Perusahaan Pialang Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing”.

PADG ini merupakan petunjuk pelaksanaan dari Peraturan Bank Indonesia (PBI). No 21/5/PBI/2019, tentang penyelenggara Sarana Pelaksanaan Transaksi di Pasar Uang dan valas.

“Hal tersebut sebagai implementasi keputusan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan, periode Maret 2019,” tulis keterangan tersebut, dikutip, Rabu (31/7/2019).

Dari aturan BI juga disebutkan ini diterbitkan untuk mewujudkan pasar keuangan yang berintegritas, adil, teratur, transparan, liquid dan efisien.

Jenis instrumen dan transaksi yang dapat ditawarkan oleh perusahaan pialang mencakup instrumen moneter baik konvensional atau syariah. Lalu transaksi di pasar uang baik dalam rupiah atau valas. Kemudian transaksi di pasar valas yaitu spot, swap, forward, dan option valas terhadap rupiah.

Selanjutnya instrumen atau transaksi di pasar uang atau pasar valas sesuai dengan persetujuan BI dan transaksi keuangan lain sesuai dengan persetujuan otoritas lain.

Kewajiban perusahaan pialang meliputi pemeliharaan total ekuitas minimum Rp 5 miliar serta menerapkan prinsip kehati-hatian serta manajemen risiko.

“Bank Indonesia melakukan evaluasi atas izin yang diberikan kepada perusahaan pialang dan dapat melakukan pencabutan izin berdasarkan hasil evaluasi tersebut. Jika melanggar maka diberikan sanksi berupa teguran tertulis, penghentian sementara selama 6 bulan dan pencabutan izin usaha,” tulis aturan tersebut.

Continue Reading
Advertisement

Trending