Connect with us

Peristiwa

Layanan Data Di Papua Mulai Diblokir

Published

on


Finroll.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika memutuskan memblokir layanan data telekomunikasi sementara di Papua dan Papua Barat menyusul insiden bentrok yang kembali terjadi di Fak-fak hari ini, Rabu, 21 Agustus 2019. Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan pemblokiran bakal dilakukan pada Rabu petang ini.

“(Pemblokiran) Mulai Rabu (21 Agustus) hingga suasana Papua kembali kondusif dan normal,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Rabu petang.

Kebijakan ini diambil untuk mempercepat proses pemulihan situasi. Selain itu, pemblokiran oleh kementerian juga menimbang alasan keamanan dan ketertiban.

Ferdinandus mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta instansi terkait. Kominfo belum dapat memastikan kapan kebijakan pemblokiran bakal dicabut.

Massa pada Rabu pagi kembali meradang setelah aksi di Manokwari dan Sorong Papua Barat kondusif. Dalam aksi protesnya hari ini, demonstran membakar kios yang berada di kawasan Pasar Fakfak dan jalan menuju pasar tersebut.

Peristiwa

Paksa Masuk Gedung DPR, Mahasiswa Jebol Kawat Berduri

Published

on

By

Sejumlah mahasiswa yang berunjuk di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat menjebol barier kawat berduri yang dipasang di depan Gedung DPR RI.

Mereka memaksa untuk masuk ke dalam gedung DPR RI. Pantauan dilapangan pada pukul 12.28 WIB, mereka tampak menginjak-injak kawat berduri yang terpasang di depan pagar Gedung DPR RI.

Mereka juga tampak menggoyang-goyangkan kawat itu dan menerobos ke arah gerbang Gedung DPR. Massa juga mengetok bahkan menggoyang gerbang di Gedung DPR RI

Beberapa mahasiswa lainnya berupaya untuk memanjat gerbang itu. “Buka, buka, buka, buka pintunya sekarang juga,” teriak mahasiswa kompak.

Meski demikian, massa yang lainnya langsung mengingatkan untuk tidak terprovokasi aksi tersebut. “Hati hati provokasi,” ucapnya.

Adapun, mahasiswa dari sejumlah universitas kembali turun ke jalan di Gedung DPR RI untuk menolak pengesahan Undang-Undang KPK dan Rancangan Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP).

Continue Reading

Peristiwa

Demo Lanjutkan Mahasiswa dan Buruh Akan Kepung DPR Hari ini

Published

on

By

Aksi demonstrasi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil rencananya kembali digelar di Jakarta. Aksi yang berpusat di Gedung DPR ini akan menghadirkan massa lebih besar dari sebelumnya.

Demonstrasi dengan jumlah massa yang lebih besar, pertama kali terlontar dari pihak mahasiswa, kemarin, setelah menggelar pertemuan dengan sejumlah anggota DPR.

Perwakilan mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Nabil menyatakan aksi mahasiswa hari ini lebih besar karena diikuti mahasiswa dari luar Jabodetabek.

“Besok pasti lebih banyak,” kata Nabil kemarin.

Pesan singkat ajakan demonstrasi telah beredar luas di media sosial dan aplikasi percakapan.

Mahasiswa dari Universitas Diponegoro, Semarang, dan sejumlah kampus lain di Jawa Tengah disebut bakal ke Jakarta bergabung dengan massa aksi di Gedung DPR. Estimasi massa dari Jawa Tengah mencapai 5.000 orang.

Mahasiswa dari Jawa Barat dan Banten juga dikabarkan bakal ke Jakarta. Isu yang diusung gerakan mahasiswa masih sama. Mereka menolak pengesahan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP), UU KPK, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan.

Mahasiswa juga menyoroti sejumlah persoalan seperti pelemahan KPK dan kebakaran hutan yang masih terjadi di sejumlah daerah.

Dari elemen buruh, demo disebut juga bakal digelar oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia. Demo turut akan melibatkan massa dari elemen petani, masyarakat adat, dan perempuan.

Komite Nasional Pembaruan Agraria yang tergabung dalam Aliansi Hari Tani Nasional (HTN) 2019 menyatakan demo hari ini yang jatuh tepat di Hari Tani Nasional akan diikuti 94 organisasi masyarakat.

Unjuk rasa akan menyerukan sejumlah tuntutan, terutama terkait agenda reforma agraria yang dinilai macet total.

“Lima tahun berjalan, agenda Reforma Agraria yang dijanjikan pemerintah macet total. Tanah-tanah petani dan rakyat yang telah lama dirampas oleh negara dan perusahaan tidak kunjung kembali,” kata Dewi Kartika, Koordinator HTN 2019 dalam keterangan resmi.

“Justru di lapangan, perampasan tanah dan kriminalisasi terus-menerus terjadi. Di tengah kegentingan tersebut, pemerintah dan DPR RI akan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pertanahan (RUU Pertanahan) yang akan memperluas konflik agraria,” katanya menambahkan.

Demo akan digelar bertepatan dengan rapat paripurna yang digelar anggota DPR. Rapat Paripurna hari ini mengagendakan pengambilan keputusan terhadap RUU Pemasyarakatan, RUU tentang APBN 2020 dan Nota Keuangan, RUU Pesantren.

Selain itu pengambilan keputusan terhadap RUU Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, serta RUU Perubahan atas UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Tidak ada agenda pengambilan keputusan terhadap RKUHP dan RUU Pertanahan.

Sementara itu Polda Metro Jaya menerjunkan sebanyak 18 ribu personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan personel gabungan itu berasal dari dari anggota Polri, TNI, hingga Satpol PP.

“Personel yang diterjunkan adalah 18.000 personel gabungan,” kata Argo saat dikonfirmasi.

Selain menerjunkan ribuan personel, polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi guna menghindari penumpukan arus kendaraan.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M Nasir mengatakan rekayasa lalu lintas itu masih bersifat situasional, tergantung kondisi dan situasi di lapangan.

“Kita sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk aksi unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR. Rekayasa tersebut disesuaikan dengan giat massa,” tuturnya.

Polisi juga telah memasang kawat berduri di depan Gedung DPR/MPR sebagai bagian dari upaya pengamanan.

“Untuk di depan DPR sudah dipasang sejak pukul 4 subuh,” ucap Nasir.

Continue Reading

Peristiwa

Papua Panas Lagi, Demo Wamena Kantor Bupati Terbakar

Published

on

By

Kerusuhan pecah di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Senin (23/9). Kantor Bupati terbakar dan sejumlah fasilitas publik rusak diamuk massa.

Sejumlah informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com, kerusuhan melibatkan sejumlah siswa di Kota Wamena. Fasilitas publik, termasuk kantor Bupati Jayawijaya dibakar.

“Iya benar, ada rusuh siswa. Sedang panas. Kantor Bupati dibakar,” kata sumber CNNIndonesia.com dari Polres Jayawijaya melalui sambungan telepon, Senin (23/9)

Belum ada keterangan lebih jauh mengenai penyebab kerusuhan tersebut.

Sementara itu Dikutip dari laporan Antara, di Kota Jayapura situasi juga memanas. Sebagian Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kota Jayapura, Papua, memulangkan siswa lebih awal pada Senin pagi karena ada demonstrasi mahasiswa.

“Pulang lebih cepat karena adanya aksi demo,” kata Agustina, seorang guru Sekolah Dasar di Distrik Abepura, Kota Jayapura.

Ia menambahkan, sekolah memutuskan memulangkan pelajar lebih awal demi keamanan.

Sementara itu, Melani menjemput anaknya ke sekolah karena khawatir demonstrasi menimbulkan gangguan keamanan.

“Anak saya sekolah di Abepura, makanya saya langsung jemput saja, menjaga jangan sampai terjebak demo seperti bulan lalu,” katanya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending