Connect with us

Sepakbola

Manchester United Buang Peluang Tembus 4 Besar, Solskjaer Kecewa

Published

on


Para pemain Manchester United (MU) merayakan Mason Greenwood ke gawang Bournemouth di Old Trafford, Sabtu (4/7/2020). (Clive Brunskill/Pool via AP)

Finroll.com, Jakarta – Ole Gunnar Solskjaer mengakui timnya telah membuang peluang berharga untuk naik ke peringkat ke-3 klasemen sementara Premier League. Manchester United hanya bisa bermain imbang 2-2 kala menjamu Southampton, Selasa (14/7/2020) dini hari WIB.

Seharusnya, jika menang, Manchester United bakal menyalip Leicester dan Chelsea di papan atas. Kesempatan ini sangat berharga ketika musim tinggal menyisakan beberapa pertandingan lagi.

Namun, Manchester United justru membuang peluang itu. Setan Merah sekarang tertahan di peringkat ke-5 dengan 59 poin. Tidak buruk, hanya harus menggantungkan nasib pada hasil kedua rivalnya.

Solskjaer mengakui hasil imbang ini mengecewakan, tapi dia pun memuji timnya yang sudah berjuang. MU sudah tampil sangat baik pada beberapa pertandingan terakhir dan kini mereka tertahan satu hasil imbang.

“Frustrasi, ya, tapi ini adalah bagian dari sepak bola. Kami pun berulang kali memenangkan pertandingan di menit-menit akhir, dan ini adalah ujian untuk para pemain, ujian untuk mental mereka,” buka Solskjaer di laman resmi Manutd.

“Bisakah kami mengenyahkan hasil mengecewakan ini? Bisakah kami bersiap untuk pertandingan Kamis nanti dengan pola pikir positif?”

“Seperti yang Anda [media] katakan, kami telah merangkai laju positif dan kami tidak boleh duduk menyesal ketika situasi sedikit menyulitkan,” imbuhnya.

Buang Peluang

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, menyapa suporter usai dikalahkan Bournemouth pada laga Premier League di Stadion Vitality, Bournemouth, Sabtu (2/10). Bournemouth menang 1-0 atas MU. (AFP/Glyn Kirk)

Lebih lanjut, Solskjaer tak bisa kecewa dengan timnya yang sudah berjuang sebaik mungkin. Memang Manchester United membuang beberapa peluang matang dalam pertandingan, tapi gol-gol mereka membuktikan kualitas permainan tim.

“Kami mencetak dua gol fantastis, saya kira Anthony main luar biasa hari ini. Khususnya untuk gol kedua, begitulah sepak bola yang kami inginkan. Cepat, gesit, membelah lapangan, dan diselesaikan dengan baik,” sambung Solskjaer.

“Begitulah sepak bola, selalu soal momen-momen kunci. Kami akan membawa pelajaran ini ke Selhurs Park [markas Palace], Kamis nanti. Itu pertandingan yang menuntut fokus.”

“Kami kecewa, tapi mulai besok harus sepenuhnya fokus pada Crystal Palace,” tandasnya. (Bola.com)(GE)

Sepakbola

Memphis Depay: Lyon Tak Gentar Ladeni Juventus

Published

on

By

Memphis Depay berhasil memaksimalkan potensinya setelah meninggalkan Manchester United. (AFP/Jeff Pachoud)

Finroll.com, Jakarta – Winger Olympique Lyon, Memphis Depay, menegaskan timnya siap menghadapi Juventus pada laga leg kedua 16 besar Liga Champions, di Allianz Stadium, Sabtu (8/8/2020) dini hari WIB.

Les Gones meraih hasil positif saat bersua Juve pada pertemuan pertama 16 besar Liga Champions. Bermain di Parc Olympique Lyonnais, 26 Februari lalu, Lyon berhasil membungkam I Bianconeri dengan skor 1-0.

Gol tunggal Les Gones disarangkan Lucas Tousart pada menit ke-31. Hasil tersebut menjadi modal berharga untuk Olympique Lyon lolos ke perempat final Liga Champions.

Pasalnya, hasil imbang kontra Juventus telah cukup membawa Lyon melenggang ka fase selanjutnya. Andai berhasil menyingkirkan Juve, Lyon bakal bersua pemenang antara Real Madrid atau Manchester City.

Akan tetapi, akibat pandemi virus corona membuat format Liga Champions musim ini mengalami perubahan. Laga yang tadinya berlangsung dua leg dengan sistem kandang-tandang, bakal digelar dalam satu pertandingan.

Rencananya, pemenang antara Lyon kontra Juventus dan Madrid melawan Man City akan berlangsung di Estadio Jose Alvalade, 15 Agustus 2020.

Tak Gentar

Meski bertekad meraih tiket ke perempat final, Lyon diprediksi tidak akan mudah menyingkirkan Juve. Pasalnya, Olympique Lyon menelan tiga kekalahan, satu hasil imbang, dan hanya sekali menang dari lima laga terakhir kontra I Bianconeri.

Namun, Memphis Depay menegaskan timnya sama sekali tak gentar. Depay menyebut Lyon memiliki sejumlah pemain muda berbakat yang mampu menghentikan laju Juventus.

“Dengan aturan baru, siapa pun bisa menjadi favorit. Karena Anda tahu hanya ada satu laga saja. Dan Juventus memiliki beberapa pemain yang sangat berpengalaman dalam hal bermain di final,” ucap Depay.

“Kami sebaliknya, mempunyai banyak pemain muda yang tidak memiliki banyak pengalaman dengan tekanan bermain di final dan Liga Champions,” lanjutnya.

“Kami hanya harus melihat. Saya tahu jika kami memiliki tim yang sangat bersemangat dan kami jelas tidak takut,” tutur eks winger Manchester United itu. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

Sepakbola

Ungkit Masa Lalu, Rooney Sebut Ferguson Salah Strategi hingga Manchester United Kandas di 2 Final Liga Champions

Published

on

By

Pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson, berbincang dengan Wayne Rooney usai melawan Swansea City pada laga Premier League di Stadion Old Trafford (12/5/2013). Pertandingan tersebut sekaligus menjadi momen perpisahan Sir Alex Ferguson bersama Setan Merah. (AFP/Andrew Yates)

Finroll.com, Jakarta – Mantan striker Manchester United, Wayne Rooney menyebut taktik Sir Alex Ferguson di dua edisi final Liga Champions, yakni 2008/2009 dan 2010/2011 salah.

Dalam dua edisi tersebut, Manchester United bersua Barcelona di partai puncak.

Manchester United tampil di final Liga Champions 2008/2009 di Roma dengan status sebagai juara bertahan. Mereka kalah 0-2 dari Barcelona, meski mendominasi permainan pada awal.

Dua tahun kemudian pada final di Wembley, Manchester United kalah lagi 1-3. Pada waktu itu, tim Setan Merah sudah tak diperkuat Cristiano Ronaldo dan Carlos Tevez yang meninggalkan klub pada 2009. Sementara, Barcelona bisa dibilang lebih kuat setelah kedatangan David Villa pada 2010.

Rooney mencetak gol penyeimbang Manchester United pada babak pertama. Mereka akhirnya menyerah setelah Barcelona menggelontor dua gol lewat aksi Lionel Messi dan Villa.

Rooney menyebut United seharusnya menggunakan strategi yang lebih pragmatis.

“Selalu sulit bagi klub seperti Real Madrid untuk memasuki permainan dengan mengatakan ‘kami akan menyerahkan bola’,” kata Rooney di kolom Sunday Times, dikutip dari Manchester Evening News.

“Itu sama untuk Manchester United. Tapi kami kehilangan dua final Liga Champions dengan Barcelona di bawah Pep Guardiola. Saya ingat Alex Ferguson mengatakan ‘kami adalah Man. United dan kita akan menyerang, itu ada dalam kultur klub ini’. Saya tidak terlalu yakin dengan itu,” imbuhnya.

Pragmatis

Rooney menyebut strategi Ferguson kalah cerdik dari Pep Guardiola kala itu.

“Saya pikir semua pemain tahu, jauh di lubuk hati, itu adalah pendekatan yang salah, bahwa kami meninggalkan cara yang membawa kami sukses di semifinal 2008 – dan tentu saja kami kalah,” katanya.

Dalam dua edisi Liga Champions itu, Manchester United menghadapi Barcelona yang sedang bagus-bagusnya. Lionel Messi menggila dengan menjadi top scorer secara beruntun.

Menurut Rooney, untuk menghadapi Barcelona saat itu, butuh strategi yang pragmatis, ketimbang mengutamakan kultur sepak bola. Pasalnya, mau bermain seperti apapun, hasil akhir adalah tujuannya.

“Sebenarnya tidak masalah bagaimana Anda melakukannya di pertandingan Liga Champions, selama Anda menang – lihat bagaimana Liverpool melakukannya pada tahun lalu final – dan saya pikir Zidane memiliki pola pikir yang sama.” (Bola.com)(GE)

Continue Reading

Sepakbola

Bersua Napoli, Barcelona Wajib Fokus dan Waspada

Published

on

By

Bek Barcelona, Clement Lenglet berebut bola dengan pemain Espanyol Raul De Tomas pada lanjutan pertandingan La Liga Spanyol di Camp Nou, Kamis (9/7/2020) dini hari WIB. Barcelona menang tipis 1-0 atas Espanyol lewat gol yang dicetak Luis Suarez. (AP Photo/Joan Monfort)

Finroll.com, Jakarta – Bek Barcelona, Clement Lenglet, meminta rekan setimnya untuk fokus dan waspada saat bersua Napoli pada laga leg kedua 16 besar Liga Champions. Menurut Lenglet, Barca bakal menjalani duel sulit kontra Napoli.

Barcelona gagal meraih hasil positif saat bersua I Partenopei pada pertemuan pertama 16 besar Liga Champions di Stadio San Paolo, 25 Februari 2020. Bermain di kandang lawan, Los Cules harus puas bermain imbang 1-1.

Blaugrana tertinggal lebih dulu setelah Dries Mertens mencetak gol pada menit ke-30. Namun, Barcelona sukses menyamakan kedudukan lewat aksi Antoine Griezmann pada menit ke-57.

Kendati gagal menang, El Barca masih berpeluang lolos ke perempat final Liga Champions. Menjamu Napoli di Camp Nou, Minggu (8/8/2020) dini hari WIB, Los Cules membutuhkan kemenangan untuk meraih tiket ke babak delapan besar.

Andai mampu melewati hadangan Napoli, Barcelona akan menghadapi pemenang antara Chelsea kontra Bayern Munchen. Nantinya, duel perempat final tersebut bakal dihelat di Estadio da Luz, 14 Agustus mendatang.

Wajib Fokus

Meski tampil di kandang sendiri dan diunggulkan meraih kemenangan, Barcelona pantang lengah dan diminta fokus saat berduel kontra Napoli. Pasalnya, I Partenopei merupakan lawan yang kerap merepotkan.

“Kami hanya fokus menghadapi Napoli, yang akan menjadi pertandingan yang sulit. Kami memiliki sedikit keuntungan pada pertandingan pertama, tetapi kami harus bermain bagus di Barcelona, ​​untuk bisa mencapai Lisbon,” ujar Lenglet.

“Kami harus sangat fokus dan bersaing 100 persen, tidak hanya pada pertandingan ini, tetapi pada semua pertandingan, jika kami lolos,” imbuhnya.

Liga Champions merupakan harapan terakhir Barcelona merengkuh trofi juara pada musim ini. Sebelumnya, Barca kandas pada perempat final Copa del Rey dan kalah dari Real Madrid dalam perebutan gelar juara La Liga. (Bola.com)(GE)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending