Connect with us

Sepakbola

Manchester United Kalah dari Burnley, Old Trafford Tidak Lagi Angker

Published

on


Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer bersama timnya, Daniel James, Phil Jones dan Aaron Wan-Bissaka meninggalkan lapangan setelah laga lanjutan Liga Inggris kontra Burnley di Old Trafford, Rabu (23/1/2020). MU tidak berdaya di kandang sendiri usai takluk 0-2 dari Burnley. (Paul ELLIS/AFP)

Finroll.com, Jakarta – Keangkeran Old Trafford kini telah sirna. Setidaknya itulah yang dirasakan pemain Burnley, Chris Wood, saat klubnya bertamu untuk menghadapi Manchester United dalam laga lanjutan Premier League, Kamis (23/1/2020). Chris Wood berhasil mencetak satu gol dan satu assist saat Burnley menghadapi The Red Devils.

Sebagaimana sebuah tim tuan rumah, Manchester United tampil lebih dominan dalam pertandingan kali ini. Statistik menorehkan tim berjulukan The Red Devils itu melepaskan total 24 tembakan dan punya penguasaan bola sebesar 73 persen.

Namun kemenangan tidak dinilai dari statistik, melainkan jumlah gol yang bersarang ke gawang masing-masing tim. Faktanya, gawang Manchester United yang dijaga David De Gea kebobolan sebanyak dua kali.

Chris Wood membuka mimpi buruk Manchester United dengan golnya pada menit ke-39. Lalu Jay Rodrigues dengan tembakan kerasnya memaksimalkan umpan Chris Wood membuat klub besutan Ole Gunnar Solskjaer itu harus bertekuk lutut.

Sejak Sir Alex Ferguson pergi, sebagian dari publik sudah menyadari keangkeran Old Trafford telah sirna. Ada banyak tim yang bertamu ke stadion legendaris itu dan bisa membawa pulang tiga angka.

Hilangnya keangkeran itu kemudian dipertegas oleh Chris Wood. Ia beranggapan dirinya tidak lagi merasa takut untuk berkunjung ke Old Trafford menghadapi Manchester United.

“Lihat, saya pikir tidak. Saya pikir dalam beberapa tahun terakhir kami datang ke sini dan unggul 2-0 sebanyak dua kali,” ujarnya kepada BT Sport usai pertandingan.

“Hari ini kami datang dengan mentalitas kerja keras yang sama, unggul lebih dulu, mempertahankan apa yang kami punya dan berjuang keras – itulah yang kami lakukan,” lanjutnya.

Burnley Merasa Nyaman

Sebagai sesama klub Inggris, tentu Burnley selalu bertamu ke Old Trafford untuk menghadapi Manchester United. Perlu diketahui bahwa ini adalah kemenangan pertama the Clarets sejak 1962 silam.

“Beruntungnya kami mendapatkan dua gol yang membuat kami merasa sedikit lebih nyaman. Itu adalah performa pertahanan yang hebat,” ujar Chris Wood.

“Gol saya adalah apa yang kami latih, bola mati, kami sangat kuat soal itu. Ben Mee melakukannya dengan baik di tiang jauh dan saya beruntung sedang berada di sana untuk melakukan sentuhan,” pungkasnya.

Kemenangan ini membuat Burnley naik satu peringkat ke posisi 13 dalam klasemen Premier League dengan koleksi 30 poin. Sementara Manchester United tertahan di peringkat ke-5 dengan raihan 34 angka.

Sumber: Goal International

Disadur dari: Bola.net (Yaumil Azis, published 23/1/2020)

Sepakbola

Fakta Menarik Kemenangan Atletico Madrid atas Liverpool di Liga Champions

Published

on

By

Bek Atletico Madrid, Sime Vrsaljko, berebut bola dengan gelandang Liverpool, Roberto Firmino, pada leg pertama 16 besar Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Rabu (19/2) dini hari WIB. Atletico menang 1-0 atas Liverpool. (AFP/Javier Soranio)

Finroll.com, Jakarta –Atletico Madrid membuktikan diri mampu menghentikan tren positif Liverpool. Namun, tentu saja kedua tim tidak bertemu di Premier League, melainkan di leg pertama 16 besar Liga Champions yang digelar di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Rabu (19/2/2020) dini hari WIB.

Atletico Madrid berhasil menang 1-0 atas Liverpool dalam pertandingan tersebut. Tim asuhan Diego Simeone itu menang berkat gol tunggal Saul Niguez yang dicetak saat laga baru berjalan empat menit.

Kekalahan Liverpool ini tak lepas dari permainan bertahan penuh yang diterapkan oleh Atletico Madrid setelah meraih keunggulan cepat. Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino tampak frustrasi untuk bisa mencetak gol tandang dalam pertandingan ini.

Tentu saja ini menjadi modal yang bagus bagi Atletico Madrid yang akan menantang The Reds di Anfield pada 11 Maret mendatang. Tapi, keunggulan satu gol tak akan membuat Atletico Madrid begitu mudah mengamankan tempat di perempat final Liga Champions.

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, bahkan sudah berjanji akan mempersiapkan tim yang lebih baik untuk memberikan pembalasan kepada Atletico Madrid di Anfield tiga pekan ke depan.

Berikut ini sejumlah fakta menarik yang terjadi dalam pertandingan 16 besar Liga Champions antara Atletico Madrid dan Liverpool.

Fakta Menarik

Bek Atletico Madrid, Santiago Arias menggiring bola saat bertanding melawan Liverpool pada pertandingan leg pertama babak 16 Liga Champions di stadion Wanda Metropolitano di Madrid, Spanyol, Selasa (18/2/2020). Atletico Madrid menang tipis atas Liverpool 1-0. (AP Photo/Manu Fernandez)

  1. Sejak musim lalu, Liverpool sudah kalah sebanyak enam kali dalam 10 laga tandang di Liga Champions. Tidak ada tim yang menelan kekalahan lebih banyak dalam partai tandang saat ini, di mana Liverpool menyamai torehan Red Star Belgrade.
  2. Jurgen Klopp selalu gagal meraih kemenangan dalam tujuh partai tandang terakhirnya melawan tim Spanyol di Liga Champions, termasuk tiga di antaranya saat sudah bersama Liverpool.
  3. Atletico Madrid berhasil memenangi 12 dari 13 laga kandangnya di semua kompetisi besar Eropa. Tim Spanyol itu juga mencatat 11 cleansheet dalam rentetan hasil positif tersebut.
  4. Dua dari tiga kekalahan Liverpool di semua kompetisi musim ini berasal dari Liga Champions, juga kalah 0-2 dari Napoli pada September 2019.
  5. Gol pembuka untuk Atletico Madrid merupakan gol tercepat yang pernah bersarang di gawang Liverpool dalam ajang Liga Champions sejak Gabriel Jesus melakukannya pada menit kedua untuk Manchester City pada April 2018.
  6. Saul Niguez menjadi pemain kedua yang berhasil mencatatkan 10 gol di Liga Champions untuk Atletico Madrid, setelah Antoine Griezmann yang sudah mencetak 21 gol saat masih berseragam Atleti.
  7. Sejak awal musim 2013-2014, kiper Atletico Madird, Jan Oblak, berhasil mencatatkan 26 cleansheet dalam 49 penampilan di Liga Champions. Tak ada kiper yang memiliki torehan lebih banyak dalam kurun waktu ini, di mana ia menyamai Marc-Andre ter Stegen yang telah mencetak 26 cleansheet dalam 57 pertandingan.

Pemain Terbaik

Gelandang Atletico Madrid, Saul Niguez berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Liverpool pada pertandingan leg pertama babak 16 Liga Champions di stadion Wanda Metropolitano di Madrid, Spanyol, Selasa (18/2/2020). Atletico Madrid menang tipis atas Liverpool 1-0. (AP Photo/Bernat Armangue)

Saul Niguez layak menjadi pemain terbaik dalam pertandingan antara Atletico Madrid dan Liverpool di leg pertama 16 besar Liga Champions itu. Bukan hanya gol penentu kemenangan yang dicetaknya, tapi Saul memang berkontribusi besar dalam kemenangan itu.

Saul tercatat sampai lima kali melakukan dribel dengan sukses, menjadi yang terbanyak di antara pemain lain yang ada dalam laga itu.

Tidak hanya itu, pemain berusia 25 tahun itu juga tampil baik saat membantu timnya menjalankan strategi bertahan, di mana ia tiga kali menang duel udara dan dua tekelnya bersihu menjadi yang kelima

Gol ke gawang Liverpool itu menjadi gol kelima Saul Niguez di fase knockout Liga Champions. Dalam edisi-edisi sebelumnya, Saul juga pernah mencetak gol di fase 16 besar, perempat final, dan juga semifinal.(bola.com)

Sumber: BBC Sport

Disadur dari: Bola.net (Yaumil Azis/Ari Prayoga, published 19/2/2020)

Continue Reading

Sepakbola

Mantan Bek Manchester United Nyaris Baku Hantam dengan Ibrahimovic

Published

on

By

Mantan bek MU, Marcos Rojo (AFP/Paul Ellis)

Finroll.com, Jakarta – Mantan bek Manchester United, Marcos Rojo, mengaku pernah hampir terlibat pertengkaran sengit dengan Zlatan Ibrahimovic. Menurut Rojo, peristiwa itu bahkan hanya masalah sepele.

Rojo dan Ibrahimovic merupakan rekan setim di Manchester United pada 2016-2018. Rojo, yang kini membela klub Argentina Estudiantes, dan Ibrahimovic, yang kini kembali berseragam AC Milan, turut andil membawa Setan Merah menjuarai Community Shield, Piala Liga dan Liga Europa.

Namun, kedua pemain itu pernah bersitegang akibat perselisihan di lapangan latihan. Hasilnya manajer MU saat itu, Jose Mourinho, harus turun tangan.

“Ibrahimovic memiliki karakter yang kuat, Ezequiel Lavezzi telah memperingatkan saya. Saya tahu dia ingin kami memberinya bola sepanjang waktu, tetapi selama fase pertandingan saya melihatnya memintanya dan saya tidak memberikan kepadanya. Saya memberikannya kepada Paul Pogba,” kata Rojo kepada Cielo Sports.

“Kemudian dia mulai meneriaki saya, mengangkat tangannya, dan mengatakan banyak hal dalam bahasa Spanyol dan Inggris. Saya berkata kepadanya, ‘Apa yang terjadi denganmu, hidung besar? Tutup mulutmu’. Saya tahu bahwa jika dia menangkap saya, dia akan membunuh saya sehingga satu-satunya hal yang harus saya lakukan adalah menghadapinya di ruang ganti Manchester United,” imbuh Rojo.

Mourinho Turun Tangan

Rojo mengatakan adu mulut antara dia dan Ibrahimovich di ruang ganti membuat Mourinho sampai turun tangan.

“Ketika Ibrahimovic memasuki ruang ganti, saya langsung menyuruhnya untuk menutup mulutnya dan berhenti berteriak. Kami mulai saling menghina, dan semua rekan tim mengawasi kami. Mourinho kemudian berusaha menenangkan kami,” Rojo menambahkan.

Kontrak Rojo

Rojo sendiri masih memiliki kontrak di MU hingga 2021. Jadi, meski kini sedang dipinjamkan ke Estudiantes, ia masih punya kemungkinan kembali Old Trafford di akhir musim nanti.

Sumber: Cielo Sports

Disadur dari: Liputan6.com (Penulis Jonatan Pandhapotan Purba/Editor Thomas, published: 19/2/2020)

Continue Reading

Sepakbola

Arsenal Segera Pagari Bukayo Saka dengan Kontrak Baru

Published

on

By

Gelandang Chelsea, Callum Hudson-Odoi berebut bola dengan striker Arsenal, Bukayo Saka pada lanjutan pertandingan Liga Inggris di Stamford Bridge, Selasa (21/1/2020). Chelsea gagal memetik hasil maksimal usai ditahan Arsenal dengan skor 2-2. (DANIEL LEAL-OLIVAS / AFP)

Finroll.com, Jakarta – Arsenal merasa puas dengan performa Bukayo Saka. Seperti dilansir The Athletic, manajemen Tim Meriam London akan segera memberikan kontrak baru kepada Saka.

Pemain berusia 18 tahun itu mulai menjadi andalan di skuat utama Arsenal pada musim ini. Dia berhasil memberikan performa yang bagus bersama The Gunners semenjak diorbitkan Unai Emery pada tahun lalu.

Saka baru-baru ini kembali menunjukkan magisnya saat membantu Arsenal menang 4-0 atas Newcastle United, Minggu (16/2/2020). Alhasil, Manchester United dan Liverpool tertarik untuk membajaknya.

Seperti dilansir The Athletic, Arsenal tak sudi kehilangan satu di antara aset berharga. Untuk itu, Tim Meriam London tengah mengebut proses negosiasi kontrak baru Bukayo Saka.

Menurut laporan tersebut, Arsenal saat ini tengah menjalani komunikasi yang intens dengan agen Saka. Mereka sudah menawarkan proposal kontrak baru Saka terhadap sang agen.

Arsenal bahkan meningkatkan nilai tawaran agar Saka bersedia bertahan di London Utara. Namun, agen Saka diberitakan tidak mau buru-buru mengiyakan tawaran tersebut, karena ingin mempelajari tawaran dari klub lain.

Kontrak Jangka Panjang

Aksi penyerang Arsenal, Bukayo Saka (kanan) pada laga kontra Eintracht Frankfurt, Jumat (20/9/2019) dini hari WIB. (AFP / Uwe Anspach)

Arsenal berencana untuk mengikat Bukayo Saka dengan kontrak berdurasi panjang, yakni lima musim. The Gunners juga diberitakan akan melipatgandakan gaji sang winger.

Tidak hanya itu, Saka juga mendapatkan jaminan bermain di tim inti Arsenal pada masa depan.

Arsenal tidak punya banyak waktu untuk mempertahankan Saka. Pasalnya, Kontrak si pemain akan resmi berakhir pada 30 Juni 2021.

(bola.com)

Sumber: The Athletic

Disadur dari: Bola.net (Penulis: Serafin Unus Pasi/Published: 18/2/2020)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending