Connect with us

Sepakbola

Mario Mandzukic Capai Kesepakatan Personal dengan Manchester United

Published

on


Finroll.com, Jakarta — Penyerang Juventus, Mario Mandzukic, dikabarkan Sunday Express telah mencapai kesepakatan personal dengan Manchester United. Meski begitu, MU masih harus mengeluarkan dana demi mendapatkan Mandzukic.

Sejak Maurizio Sarri duduk di kursi pelatih Juve pada awal musim ini, Mario Mandzukic tersingkir dari tim utama. Penyerang berusia 33 tahun itu tidak diikutsertakan dalam daftar pemain I Bianconeri di Liga Champions musim ini.

BACA JUGA : 

Bukan hanya itu, dia juga belum pernah sekalipun membela Juventus di Serie A. Mandzukic kalah bersaing dengan Gonzalo Higuain untuk menempati pos di lini depan Tim Putih-Hitam.

Tak ingin menjadi penghangat bangku cadangan, Mario Mandzukic ingin angkat kaki dari Juventus. Penyerang Timnas Kroasia itu dikabarkan telah melakukan pembicaraan dengan klub asal Qatar dan juga tim dari MLS Amerika Serikat.

Akan tetapi, Mandzukic tidak mencapai kesepakatan dengan sejumlah klub tersebut. Pasalnya, mantan bomber Atletico Madrid itu masih ingin memperkuat satu di antara klub dari lima liga top Eropa.

Teranyar, Manchester United masuk dalam daftar peminat Mario Mandzukic. MU membutuhkan pemain seperti Mandzukic untuk menggantikan peran Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez yang hengkang ke Inter Milan.

Capai Kesepakatan

Sepakbola

5 Momen Cristiano Ronaldo Ngambek Gara-gara Diganti

Published

on

By

Penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo menegur pelatih Maurizio Sarri yang menariknya keluar selama pertandingan melawan Lokomotiv Moscow pada Grup D Liga Champions di stadion RZD Arena, Rusia (6/11/2019). Ronaldo ditarik keluar saat Juventus masih bermain imbang 1-1. (AFP Photo/Kirill Kudryavtsev)

Finroll.com, Jakarta –  Cristiano Ronaldo sedang menjadi perbincangan di kalangan pencinta sepak bola karena kelakuannya. Pemain berusia 34 tahun itu terlihat marah saat ditarik keluar pada pertandingan antara Juventus melawan AC Milan, Senin (11/11/2019).

Cristiano Ronaldo yang digantikan Paulo Dybala pada menit ke-55 itu langsung menuju ke ruang ganti tanJUpa bersalaman dengan pemain atau staff pelatih di bench. Di sisi lain, Paulo Dybala yang menggantikan Cristiano Ronaldo justru menjadi penentu kemenangan Juventus lewat golnya pada menit ke-78.

BACA JUGA : 

Setelah ditarik keluar, Ronaldo juga langsung meninggalkan Allianz Stadium tiga menit sebelum pertandingan usai. Momen Ronaldo digantikan saat kondisi mencari gol memang jarang dilakukan.

Apalagi Cristiano Ronaldo merupakan pemain yang sangat produktif dalam urusan mencetak gol. Wajar tentunya jika Ronaldo terlihat ngambek saat diganti.

Dilansir dari Give Me Sports, Selasa (12/11/2019), Cristiano Ronaldo tak hanya sekali terlihat marah saat diganti. Berikut Bola.com merangkum empat momen lain ketika Cristiano Ronaldo ngambek saat ditarik keluar.

Manchester United Vs Manchester City

Cristiano Ronaldo (Real Madrid). (AFP/Paul Ellis)

Cristiano Ronaldo terlihat marah-marah setelah diganti Sir Alex Ferguson. Dalam perjalanan menuju bench pemain, Ronaldo tampak kesal. Pemain asal Portugal itu juga terlihat menyambar pakaian olahraga dari asisten Kit Man, sebelum melemparkannya ke tanah dan tampak kesal di bangku cadangan.

Momen tersebut terjadi pada 2009 saat Manchester United berhadapan dengan Manchester City. Setelah itu ia hanya bermain dalam tiga pertandingan sebelum memutuskan hengkang ke Real Madrid.

Real Madrid Vs Las Palmas

Cristiano Ronaldo. (EPA/Emilio Naranjo)

Saat pertandingan Real Madrid melawan Las Palmas pada 2016 Cristiano Ronaldo tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Ia terlihat sangat marah saat digantikan Lucas Vazquez oleh Zinedine Zidane.

Ketika berjalan keluar, Ronaldo tak sedikit pun memandang Zinedine Zidane. Ia merasa tak pantas diganti dalam pertandingan tersebut.

“Mengapa saya? Saya melakukan segalanya untuk menjadikannya 2-1 …sialan!” ujar Cristiano Ronaldo.

Insiden tersebut diperparah karena pada menit-menit akhir Las Palmas mampu menyamakan kedudukan.

Real Madrid Vs Levante

Cristiano Ronaldo. (AFP/Gabriel Bouys)

Momen yang hampir sama juga terjadi saat Real Madrid berhadapan dengan Levante pada 2018. Dalam keadaan unggul 2-1, Zinedine Zidane memutuskan mengganti Cristiano Ronaldo dengan Marco Asensio saat pertandingan menyisakan delapan menit.

Setelah ditarik keluar, Ronaldo mengisyaratkan tak suka dengan keputusan Zinedine Zidane. Saat berada di bangku cadangan Ronaldo tertangkap kamera dan mengatakan “Fokus pada permainan. Jangan memfilmkan saya, tapi sorot pertandingan.”

Keputusan mengganti Ronaldo mungkin menjadi penyesalah Zidane dalam laga tersebut. Pada menit-menit akhir Levante mampu menyamakan kedudukan.

Juventus Vs Lokomotiv Moscow

Penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo berjalan menuju bangku cadangan selama pertandingan melawan Lokomotiv Moscow pada Grup D Liga Champions di stadion RZD Arena, Rusia (6/11/2019). Ronaldo diganti Paulo Dybala oleh pelatih Juventus, Maurizio Sarri pada menit ke-82. (AFP Photo/Kirill Kudryavtsev)

Momen Maurizio Sarri mengganti Cristiano Ronaldo dalam laga melawan AC Milan bukan yang pertama kalinya. Padahal Sarri belum setengah musim menukangi Juventus.

Namun, Maurzio Sarri sudah berani mengganti Ronaldo dua kali, yang notabene merupakan pemain bintang. Sebelumnya laga melawan AC Milan, Sarri mengganti Ronaldo saat bertandang ke kandang Lokomotiv Moscow di Liga Champions.

Sarri mengganti Ronaldo dengan Paulo Dybala pada menit ke-81. Saat Ronaldo ditarik keluar, skor dalam kondisi imbang.

Ronaldo terlihat menggerutu dan bergumam saat menuju bench pemain. Beruntung Douglas Costa mempu mencetak gol kemenangan saat tambahan waktu.

(bola.com)

Continue Reading

Sepakbola

Raheem Sterling Disisihkan Timnas Inggris Gara-gara Insiden Konyol di Kantin

Published

on

By

Gelandang Manchester City, Raheem Sterling berebut bola dengan bek Liverpool, Trent Alexander-Arnold dalam pertandingan pekan ke-12 Liga Inggris 2019-2020 di Anfield, Minggu (10/11/2019). Liverpool menghabisi Man City dengan skor cukup telak 3-1. (Paul ELLIS / AFP)

Finroll.com, Jakarta –  Manajer Timnas Inggris, Gareth Southgate, menyisihkan Raheem Sterling untuk pertandingan melawan Montenegro pada kualifikasi Piala Eropa 2020, Kamis (14/11/2019).

Keputusan ini diambil setelah Raheem Sterling terlibat percekcokan dengan Joe Gomez di area kantin St Goerge’s Park. Awalnya para skuat The Three Lions mengira mereka sedang bercanda.

BACA JUGA : 

Namun, efek dari pertandingan panas Liverpool melawan Manchester City masih terasa. Bermula dari saling ejek, Raheem Sterling mencoba mencekik leher Joe Gomez.

Satu di antara pemain Timnas Inggris sampai harus melompati meja untuk mengakhiri perseteruan meraka. Gareth Southgate marah atas insiden tersebut.

Kejadian itu telah mengganggu rencana Southgate untuk pekaan ini. Raheem Sterling terpaksa diistirahatkan, namun masih berada di skuat.

Pernyataan Gareth Southgate

Pelatih Inggris, Gareth Southgate tersenyum saat melihat pemainnya berlatih di Staplewood Campus di southampton, Inggris selatan (9/9/2019). Inggris akan bertanding melawan Kosovo pada grup A Kualifikasi Euro 2020 di Stadion Saint Mary. (AFP Photo/Glyn Kirk)

Federasi sepak bola Inggris FA pun menuliskan pernyataan resmi seperti dikutip dari The Sun, Selasa (12/11/2019).

“FA mengonformasi Raheem Sterling tidak akan dipertimbangkan untuk pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2020 Kamis melawan Montenegro sebagai akibat insden di area St. George’s Park. Dia akan tetap bersama skuat.”

Gareth Southgate juga memberi pernyataan terpisah. “Kami telah mengambil keputusan untuk tidak memainkan Raheem untuk pertandingan melawan Montenegro pada hari kamis,”.

“Satu di antara tantangan dan kekuatan besar bagi kami adalah memisahkan persaingan klub dari tim nasional,” imbuhnya.

“Sayangnya emosi pertandingan kemarin masih tersisa,” tutup Southgate.

Permintaan Maaf Raheem Sterling

Menyadari kesalahan yang dibuatnya, Raheem Sterling pun menuliskan permintaan maaf di akun media sosialnya.

Pertama dan terpenting semua orang tahu apa arti permainan itu bagi saya. Semua orang tahu saya cenderung tidak seperti itu.

Baik Joe dan aku sudah bicara dan memikirkan semuanya dan melupakannya. Kami berada dalam olahraga di mana emosi berjalan tinggi dan saya cukup jantan mengakui emosi berhasil membutakan saya.

Kami bergerak maju, inilah mengapa kami memainkan olahraga ini karena kecintaan kami. Saya dan @JoeGomez5, kami berdua mengerti itu adalah 5-10 detik untuk bergerak maju dan tidak memperbesar masalah itu.

Mari kita fokus pada permainan kita pada hari Kamis.

View this post on Instagram

🦁🦁🦁

A post shared by Raheem Sterling x 😇 (@sterling7) on

(bola.com)

Continue Reading

Sepakbola

2 Sisi Kontras Setelah Pertandingan Liverpool Vs Manchester City

Published

on

By

Bek Liverpool, Trent Alexander-Arnold berebut bola dengan bek Manchester City, John Stones dalam pertandingan pekan ke-12 Liga Inggris 2019-2020 di Anfield, Minggu (10/11/2019). Liverpool menghabisi Man City dengan skor cukup telak 3-1. (Paul ELLIS / AFP)

Finroll.com, Jakarta – Liverpool menang dengan skor 3-1 atas Manchester City di Anfield, dalam pertandingan pekan ke-12 Premier League 2019-2020, Minggu (10/11/2019) waktu setempat. Kemenangan ini memperlebar jarak The Reds dengan The Citizens di klasemen sementara.

Jurgen Klopp menjadi orang yang sangat bahagia dengan kemenangan tersebut. Namun, manajer berpaspor Jerman menolak melakukan perayaan khasnya di depan kamera Sky Sports.

BACA JUGA : 

Saat akhir pertandingan, Klopp diikuti oleh kamerameb Sky Sports ketika berjalan ke arah fans. Ketika diminta untuk berselebrasi dengan mengepalkan tinjunya dan memukul dadanya seperti biasa, ia malah berbalik berteriak.

“Tidak saat Anda di sini.. saya bukan badut,” kata Jurgen Klopp kepada Sky Sports dikutip Sportbible, Selasa (12/11/2019).

Ungkapan Klopp yang berkata bukan seorang badut seperti menyindir Jose Mourinho. Pasalnya, The Spesial One pernah berkata selebrasi Antonio Conte dan manajer Liverpool tersebut seperti pertunjukkan sirkus.

Pep Guardiola Malah Mengamuk

Manajer Manchester City, Pep Guardiola. (AFP/Paul Ellis)

Berbeda dengan Jurgen Klopp yang berbahagia, manajer Manchester City, Pep Guardiola justru sebaliknya. Manajer Spanyol itu justru terlihat mencak-mencak saat berada di pinggir lapangan.

Selain itu, ia memperlihatkan gestur yang tidak senang saat bersalaman dengan wasit di akhir pertandingan.

Guardiola marah bukan kepalang saat handball Trent Alexander-Arnold tidak berujung penalti. Bukan hanya sekali, namun dua kali kesempatan bek Inggris itu melakukan aksi tersebut yang luput dari penglihatan wasit.

(bola.com)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending