Connect with us

Entertainment

Marvel Studios Bujuk Angelina Jolie Untuk Bergabung di Film Superhero “The Eternals”

Published

on


Angelina Jolie

Angelina Jolie dikabarkan dalam proses perundingan untuk bergabung di salah satu proyek film superhero dari Marvel, The Eternals. Bila gol, ini akan jadi momen pertama Jolie menginjak dunia film superhero.

Finroll.com – Dikabarkan Hollywood Reporter, The Eternals merupakan sebuah tim superhero amat kuat dan hampir abadi ciptaan Jack Kirby yang digambarkan sebagai proses evolusi yang menciptakan makhluk hidup di Bumi.

Mereka menjadi pembela Bumi melawan para Deviant yang berbuat kerusakan. Serial komik rilisan 1976-2009 ini dijadwalkan menjadi proyek Marvel selanjutnya yang akan diangkat ke layar lebar dan disutradarai oleh Chloe Zhao.

Cerita dari film The Eternals sendiri masih amat dirahasiakan. Namun menurut sumber Hollywood Reporter, film ini akan melibatkan kisah cinta antara karakternya Ikaris dengan Sersi.

Ikaris merupakan karakter seorang pria yang memiliki energi kosmis, sedangkan Sersi merupakan sosok yang mahir dalam manipulasi molekul dan atom. Sosok Sersi sendiri sempat muncul dalam kisah komik The Avengers dan Captain America.

Akan tetapi, masih belum diketahui tawaran yang diberikan kepada Jolie. Pihak Marvel disebut Hollywood Reporter pun enggan memberikan komentar terkait kabar ini.

Sutradara Chloe Zhao dipandang mumpuni untuk mewujudkan kelompok ajaib ini ke layar lebar setelah karyanya, The Rider dan Songs My Brothers Taught Me menuai pujian. Dalam mengerjakan proyek ini, Zhao akan dibantu oleh penulis Matthew dan Ryan Firpo yang menggarap naskah.

Bila sesuai rencana, film Marvel ini akan menjadi langkah debut Jolie di dunia superhero meskipun bukan yang pertama dalam film adaptasi komik. Sebelumnya, Jolie pernah tampil di film Wanted (2008) yang diangkat dari serial komik bertajuk sama karya Mark Millar dan JG Jones.

Saat ini, Angelina Jolie tengah bekerja sama dengan Disney merampungkan sekuel Maleficent, Mistress of Evil yang dijadwalkan rilis pada 18 Oktober 2019.

Selain itu, Jolie juga tengah merampungkan film live-action The One and Only Ivan dan film fantasi drama Come Away. (CNNIndonesia)

Advertisement

Entertainment

Gosip! Marion Jola Bisa Dibayar

Published

on

By

Marion Jola, tampilannya kini selalu membuat orang terbelalak. Kariernya di dunia musik pun semakin moncer.

Sayang, sejak SD, Marion Jola yang merupakan pindahan dari Kupang ke Sumba hharus mengalami bully. Bukan cuma fisik, tapi bully verbal pun sangat membekas diingatan penyanyi jebolan Indonesian Idol itu.

“Bukan SD doang, SD, SMP, SMA, sampai sekarang pun aku masih di bully. Karena kepribadian aku yang suka menonjol kali ya. Pas masih SD yang paling jelas,” cerita Marion dalam channel YouTube Merry Riana, dilihat Senin (14/10/2019).

Penyanyi yang akrab disapa Lala itu mengaku sadar dirinya memang sangat mencuri perhatian untuk jadi sasaran bully. Tampilannya yang berbeda saat ke sekolah dengan menggunakan pita besar atau rambut ekstensi tentu membuatnya jadi sasaran.

“Mungkin anaknya kaget lihat aku pakai pita gede banget. Emang anaknya minta di-bully ya kalau gitu ha-ha-ha. Verbalnya itu yang bully bukan anak SD doang, tapi SMP sama SMA, bahkan tetangga, aku nggak kenal,” ungkapnya.

Continue Reading

Entertainment

5 Fakta Kepergian Bayi Kembar Ammar Zoni dan Irish Bella

Published

on

By

Pasangan selebriti Ammar Zoni dan Irish Bella tengah berduka. Mereka harus merelakan bayi kembar yang dikandung oleh Irish.

Bayi kembar berjenis kelamin perempuan itu meninggal pada Minggu (6/10) lalu. Mereka lahir prematur dan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Pihak rumah sakit yang menangani Irish juga sudah menggelar konferensi pers terkait kepergian bayi kembar tersebut. Story berikut akan merangkum deretan fakta di balik kabar duka itu. Berikut ini rangkumannya.

1. Penyebab bayi kembar Irish Bella dan Ammar Zoni meninggal

Salah satu dokter yang bertanggung jawab dalam proses persalinan Irish, dr. Gatot Abdurrazak, Sp.OG mengatakan bahwa perempuan berusia 23 tahun itu datang ke Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, Jakarta Barat, Jumat (4/10) pagi.

“Jadi Irish datang Jumat pagi sudah stage (stadium) 4 (kondisi bahaya). Janin yang resipien (penerima darah) sudah bengkak jantungnya. Seluruh tubuh bengkak dan pertumbuhannya kecil,” ucap dr. Gatot, saat jumpa persnya di RSAB Harapan Kita, Jakarta Barat.

Pada kehamilan bayi kembar yang dialami Irish, terdapat kondisi hanya satu telur. Di mana 5 persen dari kembar satu telur, pembuluh darah di plasenta berhubungan. Sehingga, janin pertama (pendonor) memberikan darah kepada janin kedua (resipien).

Menurut dr. Gatot, Bayi kembar donor resipien itu disebut Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS). Lalu tim dokter sempat mengecek kembali kondisi Irish dan janinnya pada Minggu (6/10) pagi. Tekanan darah Irish saat itu mencapai 180/90 mmHG.

“Minggu pagi saya datang visit, detak jantung masih ada, tapi ibunya (Irish Bella) tekanan darah naik. Mirror syndrome sudah naik. Pasien jam 09.00 WIB dipindah ke HDU, dan ternyata (janinnya) sudah tidak ada detak jantung. Meninggal diperkirakan jam 08.00 WIB,” tuturnya.
Mirror syndrome atau sindrom Ballantyne merupakan kondisi kehamilan saat janin memiliki kelebihan cairan yang tidak normal, dan ibu hamil mengalami preeklamsia (bentuk hipertensi atau tekanan darah tinggi).

2. Bayi kembar meninggal dalam kandungan
Irish memang sempat menjalani proses operasi untuk mengeluarkan kedua bayinya dari dalam kandungan. Namun rupanya dr. Gatot juga menuturkan bahwa bayi kembar yang ada di kandungan Irish itu sudah meninggal sebelum dikeluarkan melalui operasi caesar.

“Iya meninggal di dalam. Itu akibat dari sebagian plasenta yang lepas, (disebut) solusio plasenta. Itu disebabkan preeklamsia yang disebabkan Mirror syndrome,” kata Gatot.

“Itu salah satu penyebab preeklamsia. Tekanan darah naik dan membuat plasenta lepas, hingga aliran darah tidak lancar ke bayi,” sambungnya.

Setelah dinyatakan sudah tidak bernyawa, tim dokter akhirnya melakukan operasi caesar untuk mengeluarkan bayi kembar di kandungan Irish Bella.

3. Ammar Zoni makamkan bayi kembarnya sendiri
Minggu malam, Ammar Zoni langsung memakamkan kedua bayi kembarnya itu di TPU Kalimulya 1 Depok, Jawa Barat.
Saat itu kondisi Irish memang masih belum begitu fit. Karena kondisi Irish yang tidak memungkinkan untuk mengikuti pemakaman, hanya Ammar Zoni yang memakamkan bayi kembarnya.

“Ya (bayinya dimakamkan langsung) sama Ammar,” kata DZ.

“Irish enggak ikut (pemakaman). Irish masih di rumah sakit, ya kayak operasi caesar biasa aja. Mungkin dua-tiga hari ke depan sudah bisa pulang, istirahat,” tambahnya.

4. Dokter pastikan kelelahan tak jadi faktor
Irish Bella sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit untuk sementara waktu. Perempuan 23 tahun itu mengalami pendarahan dan kontraksi. Sehingga dokter kandungan menyarankan dirinya untuk rawat inap. Irish mengungkapkan ia mengalami pendarahan karena kecapaian imbas terlalu banyak kegiatan.

Namun setelahnya Irish juga sudah kembali sehat. Bahkan dia smepat mendatangi beberapa acara. Irish saat itu juga berusaha meyakinkan pihak media bahwa tak ada lagi hal yang mengkhawatirkan dengan kondisi bayi-bayinya.

“Enggak apa-apa, cuma kecapekan saja. Mungkin teguran juga karena terlalu banyak kegiatan, terlalu keasyikan jadi lupa,” kata Irish saat ditemui di Lippo Mall Puri, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

Hal yang sama rupanya disampaikan oleh pihak dokter yang menangani Irish. dr. Gatot, kondisi yang dialami oleh Irish hingga menyebabkan bayi kembarnya meninggal, bukan dikarenakan kelelahan.
“Enggak ada hubungan dengan capek,” ucap Gatot.

Gatot menjelaskan, Irish tiba di rumah sakit dalam kondisi yang sudah berbahaya. Kedua bayi kembar yang dikandung Irish tak bisa diselamatkan dan meninggal saat masih di dalam kandungan.

“Janin yang resipien (penerima darah) sudah bengkak jantungnya. Seluruh tubuh bengkak dan pertumbuhannya kecil.

Meninggal di dalam, itu akibat dari sebagian plasenta yang lepas, (disebut) solusio plasenta. Itu disebabkan preeklamsia yang disebabkan Mirror syndrome. Itu salah satu penyebab preeklamsia,” tutur Gatot.

“Tekanan darah naik dan membuat plasenta lepas, hingga aliran darah tidak lancar ke bayi,” sambungnya.

5. Ammar Zoni dan Irish Bella tidak down
Kesedihan mendalam tentu tengah dirasakan oleh Ammar Zoni dan Irish. Namun rupanya mereka bisa terlihat tergar di hadapan orang lain.

Tim dokter yang menangani Irish, dr. Gatot, mengatakan bahwa keduanya tampak begitu tegar. Ammar dan Irish terlihat ikhlas menerima kepergian buah hati mereka.

“Pasangan ini luar biasa. Setelah saya jelaskan perjalanan penyakitnya, alhamdulillah mereka memahami, mereka tidak down,” kata Gatot.

Meski kini Ammar dan Irish Bella harus merelakan kepergian buah hatinya, Gatot mengatakan, mereka masih punya kesempatan untuk memiliki anak lagi.

“Paling cepat 3 bulan. Ini bukan keguguran, ini prematur karena kandungan sudah 27 minggu,” tutup Gatot.

Continue Reading

Entertainment

Debut di Berbagai Negara, Joker Cetak Rekor

Published

on

By

Film ‘Joker’ mencetak rekor di pasar domestik Amerika Utara dengan memperoleh US$93,5 juta atau setara dengan Rp1,3 triliun pada akhir pekan debut.

Atas capaian dari 4.375 lokasi tersebut, Variety menyebut Joker berhasil mencetak rekor baru, yaitu penayangan debut terbesar di Oktober sepanjang masa.

Perolehan Joker ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Venom dengan US$80 juta.

Capaian ini sekaligus memastikan Joker sebagai film yang siap mendulang untung, disebutkan film yang dibintangi Joaquin Phoenix ini berbujet US$55 juta. Namun angka tersebut belum termasuk biaya pemasaran dan distribusi.

Angka pekan debut yang dicetak Joker ini menandakan antusiasme publik atas film dengan rating DEWASA tersebut, meskipun menimbulkan kekhawatiran insiden penembakan pada 2012 saat penayangan The Dark Knight Rises terjadi lagi.

Bukan hanya itu, sejumlah peringatan juga beredar di dunia maya setelah berbagai komentar penonton yang merasa terguncang usai menonton Joker.

“Orang tahu ini film apa dan cerita masa lalu tidak membuat film ini melambat,” kata Jeff Goldstein, presiden distribusi domestik Warner Bros Studios.

“Ini film yang menggugah pikiran. Kami sangat bangga dengan Todd Phillips dan seluruh tim pemasaran,” lanjutnya.

Di pasar internasional, Joker juga mendominasi. Film ini memperoleh US$141 juta dari 22.552 layar di 73 negara. Dengan pendapatan ini, Joker secara global mendulang US$234 juta.

Bukan hanya di pasar domestik, Joker juga mencetak sejumlah rekor di pasar internasional.

Film ini menjadi film Warner Bros dengan angka pembukaan terbesar pada 2019 di 39 negara, seperti Inggris Raya, Rusia, Italia, Spanyol, Uni Emirat Arab, Jepang, Korea Selatan, Indonesia, Brasil, Meksiko, dan Australia.

Berdasarkan data Box Office Report, pada akhir pekan debut, Joker berhasil mendulang US$9,2 juta di Korea Selatan.

Joker kemudian berjaya di Inggris Raya dengan US$4,7 juta, lalu Meksiko dengan US$4,2 juta, Rusia dengan US$3,9 juta, Australia dengan US$3,1 juta, lalu Brasil dengan US$2,9 juta.

Sementara itu di Indonesia, Joker memperoleh US$2,7 juta atau setara dengan Rp38,2 miliar per 5 Oktober. Angka itu melonjak drastis dari hari pembukaan pertama di Indonesia yang mencetak Rp11 miliar.

“Bukan hanya Joker tampil mengesankan di Amerika Utara, namun juga secara internasional. Gaung dan kontroversi yang mengelilingi film ini bergema kuat dengan penonton yang kemudian menempatkan film ini sebagai prioritas utama,” kata Paul Dergarabedian, analis media senior dengan Comscore, dikutip dari Variety.

“Film yang menjadi bagian dari percakapan umum karena sifatnya yang kontroversial seringkali adalah mereka yang melampaui status sebagai film untuk menjadi momen budaya, dan inilah yang terjadi dengan Joker,” lanjutnya.

Joker disutradarai oleh Todd Phillips yang menceritakan kisah Arthur (Joaquin Phoenix), seorang komedian gagal yang menjadi penjahat psikopat. Film ini juga dibintangi Zazie Beetz, Marc Maron, Bill Camp, dan Robert De Niro.

Film ini diselimuti kontroversi atas kekerasan yang digambarkan dalam film tersebut, dengan penegakan hukum memperketat keamanan di bioskop-bioskop tertentu untuk mencegah segala jenis serangan.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending