Connect with us

Pasar Modal

Mau Jadi Pialang Pasar Uang dan Valas? Ini Aturannya

Published

on


Finroll.com – Bank Indonesia (BI) menerbitkan aturan terkait perusahaan pialang pasar uang dan pasar valuta asing yang mencakup perizinan, pengawasan, dan pelaporan perusahaan pialang pasar uang dan pasar valas.

Mengutip keterangan yang diterbitkan BI, aturan ini tertuang dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 21/17/PADG/2019 tanggal 31 Juli 2019 tentang “Perusahaan Pialang Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing”.

PADG ini merupakan petunjuk pelaksanaan dari Peraturan Bank Indonesia (PBI). No 21/5/PBI/2019, tentang penyelenggara Sarana Pelaksanaan Transaksi di Pasar Uang dan valas.

“Hal tersebut sebagai implementasi keputusan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan, periode Maret 2019,” tulis keterangan tersebut, dikutip, Rabu (31/7/2019).

Dari aturan BI juga disebutkan ini diterbitkan untuk mewujudkan pasar keuangan yang berintegritas, adil, teratur, transparan, liquid dan efisien.

Jenis instrumen dan transaksi yang dapat ditawarkan oleh perusahaan pialang mencakup instrumen moneter baik konvensional atau syariah. Lalu transaksi di pasar uang baik dalam rupiah atau valas. Kemudian transaksi di pasar valas yaitu spot, swap, forward, dan option valas terhadap rupiah.

Selanjutnya instrumen atau transaksi di pasar uang atau pasar valas sesuai dengan persetujuan BI dan transaksi keuangan lain sesuai dengan persetujuan otoritas lain.

Kewajiban perusahaan pialang meliputi pemeliharaan total ekuitas minimum Rp 5 miliar serta menerapkan prinsip kehati-hatian serta manajemen risiko.

“Bank Indonesia melakukan evaluasi atas izin yang diberikan kepada perusahaan pialang dan dapat melakukan pencabutan izin berdasarkan hasil evaluasi tersebut. Jika melanggar maka diberikan sanksi berupa teguran tertulis, penghentian sementara selama 6 bulan dan pencabutan izin usaha,” tulis aturan tersebut.

Advertisement Valbury

Pasar Modal

Karena Kekhawatiran Kasus Covid-19 IHSG Berpotensi Lesu

Published

on

Finroll – Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan Senin (29/6). Hal ini dikarenakan jumlah kasus infeksi covid-19 masih mengkhawatirkan.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menyebut jumlah kasus harian virus corona yang masih tinggi menekan optimisme investor akan pemulihan perekonomian global dan dalam negeri.

“IHSG diprediksi melemah. Jumlah kasus harian covid-19 secara global yang semakin tinggi masih cukup mengkhawatirkan, sehingga perekonomian tidak akan bisa pulih dengan cepat,” katanya.

Senada, Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menyebut pergerakan IHSG dibayangi sentimen negatif pasar global. Namun demikian, koreksi diprediksi terbatas.

Ia memproyeksi indeks saham bergerak di rentang support 4.850-4.877 dan resistance 4.936-4.968.

“Sentimen negatif dari pergerakan pasar dunia yang berada dalam tekanan masih membayangi pergerakan IHSG hingga saat ini,” jelasnya.

Ia memperkirakan IHSG melaju di rentang 4.789-4.971.

Dari bursa luar negeri, saham-saham utama Wall Street kompak ditutup melemah. Indeks Dow Jones terkoreksi 2,84 persen ke level 25.015, S&P 500 terjun 2,42 persen ke level 3.009, dan Nasdaq Composite turun 2,59 persen menjadi 9.757.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Pasar Modal

Jelang Rilis Suku Bunga BI IHSG Diramal Hijau

Published

on

Finroll – Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal menguat pada perdagangan Kamis (18/6) jelang rilis suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menyebut investor akan mencermati rilis suku bunga acuan BI sebagai sinyal stabilitas perekonomian Indonesia. Suku bunga acuan yang diperkirakan tetap memberi sentimen positif akan stabilnya fundamental perekonomian dalam negeri.

“Kestabilan perekonomian yang terlihat dari data yang telah dilansir menunjukkan fundamental perekonomian yang cukup kuat,” katanya seperti dikutip dari risetnya, Kamis (18/6).

Ia memprediksi IHSG melaju di rentang 4.837 – 5.021.

Sepaham, analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan memperkirakan IHSG menguat didorong sentimen stimulus The Fed yang menyatakan akan meneruskan pembelian obligasi korporasi.

Namun, penguatan masih cukup terbatas dikarenakan masih ada kekhawatiran akan kelanjutan gelombang kedua wabah virus corona.

“IHSG diprediksi menguat. Pergerakan masih akan didorong sentimen atas stimulus The Fed,” katanya.

Menurut dia, indeks saham akan bergerak di rentang support 4.941-4.964 dan resistance 5.014-5.041.

Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones merah 0,65 persen ke level 26.119, S&P 500 melemah 0,36 persen ke level 3.113, dan Nasdaq Composite menguat 0,15 persen menjadi 9.910.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Pasar Modal

Berkat Arus Masuk Modal Asing IHSG Diprediksi Menguat

Published

on

Finroll – Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal menguat pada perdagangan Kamis (4/6).

Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan kinerja indeks ditopang oleh arus modal masuk (capital inflow) investor asing yang mulai mendarat di pasar modal dalam negeri.

“Pola gerak IHSG ditopang oleh mulai kembalinya investor asing ke dalam pasar modal Indonesia,” ujarnya.

Ia memprediksi IHSG melaju di rentang 4.711 – 4.998.

Senada, analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan secara teknikal indeks mengindikasikan potensi penguatan. Optimisme investor juga datang dari sentimen positif kembali dibukanya perekonomian AS dan beberapa negara lainnya.

“Secara teknikal, candlestick higher high dan higher low mengindikasikan potensi penguatan,” katanya seperti dikutip dari risetnya, Kamis (4/6).

Menurut dia, indeks saham akan bergerak di rentang support 4.803-4.872 dan resistance 4.985-5.029.

Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street kompak menguat. Indeks Dow Jones perkasa 2,05 persen ke level 26.269, S&P 500 menguat 1,36 persen ke level 3.122, dan Nasdaq Composite terapresiasi 0,78 persen menjadi 9.682.

Sumber : CNN Indonesia

 

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending