Connect with us

International

Melalui Proses Panjang, 13 Anak Muda Indonesia Sukses Berguru di Broadway New York

Published

on


Finroll.com — 13 Anak Muda Indonesia Sukses Berguru di Broadway New York setelah melalui proses yang panjang, 13 peserta yang terpilih “Indonesia Menuju Broadway” berhasil menginjakkan kaki ke jantung industri teater Broadway, New York, Amerika Serikat.

Mereka yang rata-rata di bawah 30 tahun ini mendapatkan kesempatan eksklusif untuk berkolaborasi bersama tim Broadway papan atas yang terdiri dari sutradara, direktur musik, koreografer, dan tim pendukung produksi pada 8 – 12 Juli lalu.

Selama 5 hari, para peserta ini memiliki kesempatan eksklusif untuk berkolaborasi bersama spesialis teater musikal terbaik dan memainkan karya-karya musikal ala Broadway ciptaan penulis dan komposer terbaik dari Amerika Serikat.

Peserta terpilih ini juga melihat langsung pertunjukan Broadway dan mendapatkan akses untuk bertemu langsung dengan para artis industri pentas musikal legendaris tersebut.

“Perasaannya luar biasa. Enggak menyangka bisa menyentuh Amerika dan diberi kesempatan berkarya, tampil di depan banyak orang bawa nama Indonesia,” ungkap Galabby Thahira, salah satu peserta terpilih., Selasa (27/8/2019) di Jakarta.

Dilansir dari CNN Indonesia, “Bedanya di Jakarta itu seperti rumah, di sana kamu menjadi orang asing dan melalui pelatihan begitu intens,” kata peserta lainnya, Aldafi Adnan Hutomo.

“Kalau di sini sejam nari, break, lalu sejam nyanyi, break, baru kemudian sejam akting. Kalau di sana langsung, tari, nyanyi dan akting. Dan pas awal sampai cukup mengalami jet lag sehingga butuh penyesuaian untuk akhirnya bisa adaptasi,” lanjut Aldafi.

Selama 4 hari latihan, para peserta harus menghafal 40 lagu dengan masing-masing setidaknya memainkan tiga peran. Di akhir pelatihan, mereka kemudian menampilkan hasil pelatihan intensif dalam showcase bertajuk What I Did For Love yang menampilkan lebih dari 40 lagu-lagu Broadway yang dikemas dalam sebuah pertunjukan musikal.

Pertunjukan yang dirancang khusus untuk menampilkan kemampuan seni peran teater musikal mereka ini digelar di Symphony Space (2537 Broadway at 95 th Street), New York, Amerika Serikat pada 12 Juli lalu.

Sekembalinya ke Indonesia, ke-13 peserta Indonesia Menuju Broadway ini kembali menampilkan showcase ‘What I Did For Love’ yang digelar di Soehanna Hall, Jakarta, Selasa (27/8/2019) malam.

Pertunjukan berdurasi satu jam ini menampilkan lagu-lagu Broadway seperti Getting Married Today (Company), Kander and Ebb’s “We Both Reached For The Gun” (Chicago), Tim Minchin “When I Grow Up” (Matilda), Marvin Hamlisch and Edward Kleban “What I Did For Love” (A Chorus Line), Barry Manilow, Bruce Sussman dan Jack Feldman “Man Wanted” (Copacabana), Kander and Ebb “And The World Goes Round” (dari penampilan dengan nama yang sama), dan lainnya.
Lihat juga: Box Office Korea Pekan Ini, ‘Hobbs & Shaw’ dan ‘EXIT’

Indonesia Menuju Broadway merupakan sebuah program beasiswa pelatihan bagi seniman muda untuk mendapatkan ilmu panggung dengan standar Broadway di Indonesia.

Kegiatan yang menjadi bagian dari program ruang kreatif Bakti Budaya Djarum Foundation dengan berkolaborasi bersama Organisasi peraih Premiere Award-Winning Global Arts Education StudentsLive dan Passport to Broadway, New York yang didirikan oleh Sutradara Artistik Amy Weinstein pada 2000.

“Peserta terpilih ini memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman interaktif melalui program pelatihan teater yang diajarkan oleh para ahli broadway terbaik dan terlatih,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

“Mereka juga berkesempatan mengikuti pelatihan intensif dari para aktor, tim produksi, dan tim kreatif dari broadway yang disiplin dan terlatih pada tingkat yang tertinggi oleh StudentsLive Passport to Broadway,” lanjutnya.

Indonesia Menuju Broadway ini diawali dengan pendaftaran peserta pada 10 – 28 Januari 2019 melalui website www.indonesiakaya.com dan diikuti 672 peserta.

Dari jumlah tersebut kemudian terpilih sekitar 243 peserta yang mengikuti proses audisi bersama para juri yang berbakat dan berpengalaman di dunia seni pertunjukan, seperti Ari Tulang, Garin Nugroho, Andrea Miranda, dan Ufa Sofura.

Peserta yang mengikuti audisi terbilang beragam, mulai dari pelajar, pekerja seni, lulusan ajang pencarian bakat, penyanyi yang sudah memiliki album, penari, hingga pemain film yang pernah masuk nominasi dan memenangkan Piala Citra.

Audisi oleh para juri ini berhasil memilih 70 orang peserta yang berhak masuk tahap selanjutnya. Namun, dalam perjalanannya ada 2 orang yang mengundurkan diri sehingga tersisa 68 peserta yang berhak mengikuti program intensif bersama para pengajar dari StudentsLive – Passport to Broadway.

Sebanyak 68 peserta terpilih ini kemudian mendapatkan pelatihan intensif dari Sutradara Artistik Amy Weinstein, direktur musik Seth Weinstein, dan konsultan koreografer Stephen Brotebeck.

Melalui pelatihan intensif yang diselenggarakan pada 20 – 24 Februari 2019 di Balai Resital Kertanegara, Jakarta terpilih 16 orang yang berhak mendapatkan pelatihan lanjutan bersama para ahli Broadway lainnya.

Namum menjelang keberangkatan hanya 13 peserta terpilih yang akhirnya bisa berangkat ke New York, Amerika Serikat, karena sejumlah sebab.

“Pemilihan 13 peserta terpilih Indonesia Menuju Broadway ini telah melalui jalan yang panjang dan ada banyak proses yang harus kita lalui,” kata Renitasari.

“Namun, semuanya terbayar lunas ketika menyaksikan para seniman muda Indonesia ini begitu antusias mengikuti setiap kelas yang diberikan dan memberikan penampilan terbaik mereka dalam showcase di hadapan tim Broadway papan atas New York,” lanjutnya.

“Antusiasme yang ditunjukkan para penonton semakin membuat kita optimis bahwa suatu saat akan ada seniman Indonesia yang berhasil menembus Broadway internasional,” tambahnya.

Sebanyak 13 peserta terpilih yang berangkat dan mendapatkan pelatihan Broadway di New York ini, antara lain Adyla Rafa Naura Ayu, Aldafi Adnan Hutomo, Dasrizal, Desmonda Cathabel, Evelinn Kurniadi, Galabby Thahira, Gerardo Cristopher Jonathan Tanor, Lil’li Latisha, Muhammad Qardhawi Gad El Haq, Ni Made Ayu Raharsini Gurnitha, Palka Kojansow, Putri Indam Kamila, dan Stephanie Mariska Setiawan.(red)

Advertisement

International

Benarkah Bilderberg Group, Organisasi Paling Kontroversi Pencipta Krisis Keuangan Global?

Published

on

By

Pada pertengan juni 2019 lalu, organisasi yang barangkali paling klandestin dan paling kontroversial di dunia – Bilderberg Group – melakukan pertemuan tertutup selama empat hari di sebuah resor mewah di Montreux, Swiss. Sekitar 130 elite politik dan tokoh senior dari industri, keuangan, akademisi, tenaga kerja, dan media diundang.

Kaum elite global

Para tamu dari Amerika saja meliputi menantu Presiden Trump Jared Kushner, CEO Microsoft Satya Nadella, mantan pimpinan eksekutif Google Eric Schmidt, miliarder pendiri Paypal Peter Thiel dan mantan Sekretaris Negara Henry Kissinger.

Para peserta dari negara lain juga tidak kalah terkenal.

Dan yang diundang setiap tahun tidak hanya mereka yang telah berada di puncak, tapi juga mereka yang sedang naik.

Ketika Bill Clinton hadir pada tahun 1991, saat itu bahkan belum jelas apakah ia akan memenangkan nominasi Demokrat untuk pemilihan presiden tahun berikutnya, apalagi menggantikan George H.W. Bush di Gedung Putih.

Tony Blair hadir pada 1993, ia baru menjadi pemimpin partai Buruh pada tahun berikutnya setelah John Smith meninggal dunia, dan terpilih sebagai perdana menteri Inggris tiga tahun kemudian.

Diplomasi atau konspirasi?

Tapi apakah Bilderberg Group sekadar kesempatan bagi kalangan elite dunia untuk berbicara dengan satu sama lain secara pribadi dan santai, atau apakah ini, seperti yang diklaim para pengkritik terbesarnya, komplotan rahasia tertutup yang berupaya merusak demokrasi global?

Para penganut teori konspirasi, yang sangat memegang pandangan yang kedua, menuduh Bilderberg Group melakukan segala kejahatan mulai dari sengaja menciptakan krisis keuangan hingga menyusun rencana untuk membunuh 80% populasi dunia.

Pembawa acara bincang-bincang radio di Amerika Serikat, Alex Jones, yang terkenal suka meracau, telah mencela pertemuan ini melalui megafon: “Kami tahu Anda kejam. Kami tahu Anda jahat. Kami menghormati kekuatan gelap Anda.”

Dari abu peperangan

Mengingat sejarah Bilderberg Group yang panjang dan misterius, agaknya wajar bila ia menarik banyak tuduhan ngawur.

Pertemuan pertama diadakan pada 1954, dengan tujuan memperkuat AS dan Eropa serta mencegah konflik global terjadi lagi setelah Perang Dunia II.

Metode kerjanya selalu rahasia.

Tidak ada jurnalis yang diundang, tidak ada siaran pers yang dikirim setelah pertemuan berakhir, dan organisasi hanya memelihara situs web berisi informasi seadanya yang tampaknya dirancang pada tahun ’90-an.after the meetings conclude and the organisation maintains only a bare bones website which looks like it was designed in the 1990s.

Cuma tempat nongkrong?

Namun meskipun Bilderberg Group tampak seperti klub eksklusif bagi para penjahat di cerita James Bond, para pengamat yang lebih mainstream mengatakan ia tidak sejahat kelihatannya.

David Aaronovitch, seorang kolumnis untuk surat kabar The Times di Inggris, mengatakan ribut-ribut soal Bilderberg itu konyol.

“Ini sebenarnya cuma klub perjamuan makan yang diadakan sesekali untuk orang-orang kaya dan berkuasa,” ujarnya.

Hal yang, menurut beberapa orang, bermanfaat bagi kita semua..

Denis Healey, yang merupakan salah satu pendiri grup dan menteri keuangan Inggris pada tahun 1970-an, mengatakan kepada jurnalis Jon Ronson dalam bukunya Them, bahwa orang mengabaikan manfaat praktis dari jejaring informal.

“Bilderberg adalah kelompok internasional paling berguna yang pernah saya hadiri,” katanya.

“Kerahasiaan memungkinkan orang untuk berbicara dengan jujur tanpa takut akan akibatnya.”

Para pendukung Kelompok Bilderberg mengatakan kerahasiaannya memungkinkan orang untuk secara jujur mengutarakan kebenaran terhadap satu sama lain, tanpa perlu khawatir bagaimana apa yang mereka katakan akan berdampak secara politik atau bagaimana itu akan ‘digoreng’ oleh media.

Kekuatan nyata

Tapi bukan berarti mereka tidak berkuasa.

Para penganut teori konspirasi mungkin terlalu bersemangat, tapi mereka ada benarnya, kata Profesor Andrew Kakabadse, kopengarang buku Bilderberg People.

Kelompok ini memegang kekuatan nyata yang jauh melebihi Forum Ekonomi Dunia, yang menggelar pertemuan rutin di Davos, katanya. Dan tanpa transparansi, mudah untuk mengerti kenapa orang khawatir akan pengaruhnya.

“Ini jauh lebih cerdas daripada konspirasi,” kata Prof. Kakabadse. “Ini membentuk cara orang berpikir sehingga sepertinya tidak ada alternatif dari apa yang terjadi.”

Agenda kelompok ini ialah menyatukan para elit politik di kanan dan kiri, membiarkan mereka berbaur dalam lingkungan yang santai dan mewah dengan para pemimpin bisnis dan membicarakan ide-ide.

Ini mungkin kedengaran seperti pesta makan malam yang dibesar-besarkan, tapi bukan itu poinnya.

“Kalau Anda cukup sering datang ke pesta makan malam, Anda melihat ada tema yang muncul,” katanya.

Tema di Bilderberg ialah mendukung konsensus tentang pasar bebas kapitalisme Barat dan kepentingannya di seluruh dunia, katanya.

“Apakah ini semua mengarah ke awal gagasan menguasai dunia? Dalam arti tertentu, iya. Ada langkah yang sangat kuat untuk mewujudkan Pemerintahan Dunia dalam cetakan pasar bebas kapitalisme Barat.”

Rasa takut

James McConnachie, kopenulis Rough Guide to Conspiracy Theories, mengatakan sifat rahasia kelompok-kelompok semacam itu memungkinkan para pemrotes memproyeksikan ketakutan mereka sendiri kepada mereka.

Di AS, ketakutan paling ekstrem terhadap Bilderberg Group adalah ketakutan akan komplotan rahasia yang dijalankan oleh Uni Eropa dan mengancam kebebasan Amerika.

Di Eropa, pandangannya seringkali berupa elite pasar bebas yang berusaha memajukan agenda sayap-kanan mereka.

Kritik konvensional tentang orang-orang teralienasi yang mencari semacam keteraturan di dunia yang kacau mungkin benar. Tetapi ada lebih dari itu, menurut McConnachie.

“Penjelasan lainnya lebih berbahaya. Bahwa mereka benar — mereka hanya mengartikulasikannya secara berlebihan.”

Bilderberg Group cocok dengan bagaimana cara kerja suatu konspirasi global — sebuah lembaga rahasia yang berusaha menentukan arah dunia, ia berpendapat.

“Satu-satunya perbedaan adalah tingkat kejahatannya,” katanya. “Mereka cenderung melihat komplotan rahasia ini sebagai kejahatan terang-terang. Padahal kenyataannya lebih bernuansa dari itu.”

Untuk semua kisah ekstrem tentang kelompok bayangan yang menguasai dunia, yang kadang-kadang di titik ekstrem berubah menjadi teori konspirasi anti-Semit yang kental dan tak berdasar tentang orang Yahudi, kita semua berhutang pada beberapa pencetus teori konspirasi, menurut McConnachie.

“Kadang-kadang Anda harus memuji pencetus teori konspirasi yang mengangkat isu yang diabaikan media arus utama. Baru belakangan ini media meliput tentang para Bilderbergers (anggota Bilderberg Group). Apakah media akan menayangkan berita jika tidak ada tuduhan-tuduhan liar seperti ini di mana-mana?”

Irasional

Tapi Aaronovitch tidak setuju. Keyakinan akan keberadaan suatu asosiasi rahasia menyebabkan kelompok-kelompok tertentu menjadi korban dan menghalangi pandangan dunia yang rasional.

“Memiliki keyakinan yang kuat pada Grup Bilderberg berarti percaya pada fantasi,” katanya. “Ini menunjukkan bahwa ada orang – seperti Tuhan – yang bertindak sebagai kekuatan yang lebih tinggi. Dan itu menggantikan pemikiran yang tidak dapat ditoleransi bahwa tidak ada yang bekerja sama sekali, bahwa dunia kacau”.

“Ini mungkin semacam bentuk terapi, tapi ini membuat orang-orang percaya pada pesan yang anti-ilmiah.”

Sumebr Berita : BBC

Continue Reading

International

Tumben, AS Warning Israel, Ada Apa?

Published

on

Jakarta, FINROLL – Seorang utusan Amerika Serikat (AS) memperingatkan Israel untuk tidak mendeklarasikan kedaulatan di Tepi Barat, yang kini bagian Palestina, tanpa persetujuan Washington.

“Israel adalah subjek dari proses pemetaan yang tengah dilakukan Komite AS dan Israel,” kata David Friedman sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (10/2/2020).

“Setiap tindakan sepihak sebelum penyelesaian proses komite membahayakan pengakuan rencana (damai) dan Amerika.”

Penegasannya ini terkait ketidaksabaran sekutu AS tersebut, menjelang Pemilu Israel 2 Maret nanti.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu awalnya berjanji akan segera menerapkan hukum Israel secara cepat di pemukiman Yahudi di wilayah tersebut pada para pendukungnya.

Namun, realisasi janji tersebut terpaksa mundur karena proposal perdamaian yang diajukan Presiden AS Donald Trump 28 Januari lalu.

Pasalnya draf tersebut harus melalui proses panjang dan memakan waktu berminggu-minggu.

“(Harus) ada sedikit kesabaran untuk menjalani proses, untuk melakukannya dengan benar,” tegasnya lagi.

“(Tentu ini) bukanlah sesuatu yang kami pikir terlalu banyak kami minta.”

Sebenarnya, sebagian besar negara menganggap pemukiman Israel di Tepi Barat yang direbut setelah perang tahun 1967 adalah pelanggaran internasional. Tapi Trump mengubah kebijakan tersebut sejak berkuasa dan menarik keberatan sehingga menuai kecaman luas.

Sebelumnya Trump membuat proposal damai untuk Israel dan Palestina. Sebagaimana dilansir dari media Israel, The Jerussalem Post, sejumlah poin dimuat antaranya Palestina tetap akan memiliki wilayah Tepi Barat.

Namun meski mendominasi di Tepi Barat, 20% wilayah itu akan jatuh ke tangan Israel. Yerussalem yang juga di Tepi Barat akan jadi ibu kota Israel. Semua permukiman Israel di wilayah ini tetap dipertahankan.

Palestina akan memiliki daerah Yerussalem Timur. Seperti Kafr Akab, Abu Dis dan setengah dari Shuafat.

Israel akan mempertahankan Lembah Yordan. Palestina akan kehilangan tanah di Negev, dekat perbatasan Gaza dan Mesir.

Karena posisi Tepi Barat dan Gaza berjauhan, maka Palestina akan diberi jalur khusus untuk menuju kedua wilayah. Namun kontrol perbatasan akan dikendalikan Israel.

Pengakuan akan negara Palestina, meski sudah diakui PBB, baru akan diberikan empat tahun kemudian. Namun dengan sejumlah persyaratan, seperti tidak mendanai kelompok jihadis dan Hamas.

Jika syarat itu diakui maka AS akan mengakui Palestina sebagai negara. Bahkan membuat rancangan ekonomi untuk membantu negara tersebut.

Israel dan Palestina bagai air dan minyak, tidak bisa disatukan. Perseteruan kedua negara tersebut sudah terjadi selama puluhan tahun dan belum ada penyelesaian yang memuaskan.

Continue Reading

International

Pushidrosal Sosialisasikan Penetapan TSS Selat Sunda dan Selat Lombok pada Eahc-Sc Meeting di Jepang 

Published

on

Finroll.com, Tokyo — Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) menyosialisasikan penetapan Bagan Pemisahan Alur Laut atau Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok pada pertemuan ke-7 East Asia Hydrographic Commission (EAHC) Steering Committee di Aomi Government Building, Tokyo Jepang 5 – 7 Februari 2020.

Pada pertemuan itu, delegasi Indonesia diwakili oleh Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos.,S.H., M.H didampingi oleh Dirpamkersamtas Kolonel Laut (E) Yanuar Handwiono, Kadispeta Kolonel Laut (P) Oke Dwiyana. P, dan Kasubdis Petmilsus Letkol Laut (KH) Moh. Qisthi Amarona.

Pada kesempatan tersebut Pushidrosal menyampaikan presentasi tentang sosialisasi kesiapan adopsi Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok oleh IMO pada bulan Juni 2019 yang akan diberlakukan pada 1 Juli 2020.

Menurut Kapushidrosal yang merupakan Chief Hydrographer Indonesia, Forum ini merupakan wadah yang tepat untuk menyampaikan sosialisasi TSS tersebut, karena perwakilan negara anggota yang hadir merupakan pemangku utama dalam aspek keselamatan navigasi negaranya dan memiliki kemampuan untuk meneruskan informasi tentang keberadaan kedua TSS tersebut kepada pemilik kapal, serta komunitas pelaut dinegaranya yang akan berlayar melintasi Selat Lombok dan Selat Sunda.

“Selat Lombok dan Selat Sunda merupakan chokepoint strategis, bagian dari ALKI dan Selat yang dilewati oleh pelayaran internasional, sehingga penetapan TSS di Selat tersebut akan meningkatkan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan laut sebagai bagian program kebijakan kelautan Indonesia” kata Kapushidrosal.

Dalam hal penetapan TSS Selat Sunda dan Selat Lombok ini Pushidrosal merupakan pendukung teknis penyiapan data hidrografi dan oseanografi dari proses survei hidrografi, penyiapan peta hingga penggambaran design TSS di atas peta.

Menanggapi sosialisasi Pushidrosal tentang penetapan TSS Selat Sunda dan Selat Lombok ini, delegasi Malaysia mengusulkan agar Indonesia juga membuat TSS lain di selat lain yang ramai lalu lintas pelayaran seperti Selat Makassar dan Selat Karimata.

Hal ini sehubungan dengan rencana pemindahan ibukota RI dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Diharapkan dengan membuat TSS baru tersebut dapat mengantisipasi peningkatan jalur transportasi laut dari dan ke ibukota baru.

Pertemuan ke-7 EAHC ini dihadiri oleh Jepang sebagai tuan rumah, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, China, Korea Selatan, Korea Utara dan Brunei Darussalam. Turut hadir pula perwakilan negara observer EAHC yaitu Amerika Serikat, Inggris, Vietnam dan Kamboja selain juga perwakilan dari IHO secretariat yang kali ini diwakili oleh IHO Director Capt. Abri Kampfer dengan jumlah total peserta yang hadir 50 orang.

Pertemuan diawali penyampaian singkat dari perkembangan terkini aktivitas IHO yang disampaikan oleh direktur IHO Captain Abri Kampfer, serta laporan tentang permasalahan dari 3rd IHO Council oleh Chair EAHC Dr. Yukihiro Kato, dan Pembangunan IHO Innovation and Technology Lab oleh MPA Singapore yang diharapkan akan menjadi cikal bakal Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hidrografi di masa yang akan datang.

Isu penting yang di bahas pada pertemuan ini adalah permaasalahan overlapping ENC antar negara yang memerlukan prioritas untuk dapat segera disepakati solusinya untuk menghindari ketidakpastian interpretasi dalam bernavigasi oleh para pelaut pengguna sehubungan dengan adanya duplikasi data. Terkait dengan permasalahan tersebut, juga disampaikan bahwa IHO telah membangun system yang dinamakan INToGIS yang diharapkan dapat membantu dalam memonitor adanya overlapping ENC antar negara produsen ENC.

Selain itu, agenda yang tidak kalah penting adalah review kapasitas Lembaga hidrografi di masing-masing negara sesuai standar IHO C-55 yang diukur berdasarkan ketersediaan populasi data hidrografi, liputan peta laut serta diseminasi informasi keselamatan maritim yang menjadi tolak ukur utama dalam MIMSAS (Mandatory IMO Member States Audit Scheme).

East Asia Hydrographic Commission (EAHC) merupakan salah satu dari 15 Regional Hydrographic Commission (RHC) dibawah International Hydrographic Organization (IHO), yang mewadahi kerjasama Hidrografi di area Asia Timur, berdiri Tahun 1971 atas inisiatif China, Indonesia, Jepang, Republic of Korea, Philippines, dan Thailand. Saat ini yang menjabat sebagai Chairman EAHC adalah Dr. Yukihiro KATO (Jepang) dan yang menjabat sebagai Vice Chairman EAHC adalah Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos.,S.H., M.H (Indonesia).

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending