Connect with us

Peristiwa

Menara Air Traffic Control (ATC) Kemayoran Hadir di Festival Indonesia Maju

Published

on


Finroll.com — Menara Air Traffic Control (ATC) merupakan menara ATC pertama di Asia Tenggara dan dikenal dengan sebutan menara Kemayoran atau menara Tintin. Kini menara tintin ikut dalam konten pada Festival Indonesia Maju.

Sebagai satuan kerja Kemensetneg, Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPK Kemayoran) menampilkan ATC dalam acara pameran aksara lintas masa istana. Dengan tema yang diangkat adalah “Bandara Kemayoran Membangun Peradaban”.

Hal tersebut diungkapkan Dirut Utama PPK Kemayoran Medi Kristianto kepada wartawan usai pembukaan acara Festival Indonesia Maju di Area Gelora Bung Karno Jakarta Kamis (22/8/2019).

Menurut Medi, Menara ATC Kemayoran sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 475 tahun 1993, dengan sebutan Menara Kemayoran,” tuturnya.

Sebelumnya ungkap Medi, Menara ATC Kemayoran berfungsi sebagai pemandu lalu lintas penerbangan di udara. Menara ATC ini digunakan untuk mengawasi radio komunikasi antara pengawas penerbangan dengan pilot agar proses navigasi pesawat yang menuju ataupun keluar dari bandara Kemayoran berada pada jalur yang benar.

Tidak hanya sebagai bandara internasional pertama di Indonesia, Bandara Kemayoran pun dikenal di dunia karena tampil dalam buku komik legendaris Tintin dengan judul “Flight 714″.

Komik yang ditulis oleh Herge, penulis asal Belgia, tersebut menceritakan tentang rombongan Tintin yang sedang singgah di Bandara Kemayoran, Jakarta, sebelum tiba di tujuan terakhir di Sydney, Australia.

Cerita petualangan Tintin berjudul Flight 7141 Tintin, Snowy, Kapten Haddock dan Professor Calculus, mendarat di Bandar Udara Internasional Kemayoran, Jakarta, untuk pemberhentian terakhir penerbangan 714 dari London sebelum menuju ke Sydney,” ungkapnya.

Selain itu PPK Kemayoran juga memperkenalkan tiga karya relief, yang merupakan permintaan langsung oleh Presiden Soekarno.

Karya yang dibuat pada tahun 1957 ini berhasil menjadi mahakarya yang dibuat oleh para seniman Indonesia.

Tiga relief tersebut adalah:

1. Relief Sangkuriang, Relief pertama yang ada di terminal VIP eks bandara Kemayoran berada di lantai 1 dengan tema “Sangkuriang”.

Berukuran panjang 13 meter dan tinggi 3 meter, karya ini dibuat langsung oleh Surono.

“Jika mengunjungi relief ini, pengunjung dapat langsung melihat bagaimana kisah legenda sangkuriang yang berasal dari Jawa Barat ditampilkan.

Walau bertemakan Sangkuriang namun dari relief tersebut juga dapat dilihat dengan jelas gambaran beberapa kisah cerita rakyat yang melegenda di nusantara,” kata Medi.

2. Relief Manusia Indonesia

Relief bertemakan Manusia Indonesia yang terletak dilantai 2 ruang tunggu VIP Bandara Kemayoran karya Sindoedarsono Sudjojono berukuran panjang 10 meter dan tinggi 3 meter. Karya ini bertemakan “Manusia Indonesia”.

Relief ini berusaha untuk menceritakan tentang masyarakat Indonesia dengan aktivitas disetiap fase perkembangan masyarakat kala itu.

3. Relief Flora dan Fauna

Relief ini merupakan karya Harijadi Sumodidjojo dengan ukuran panjang 10 meter dan tinggi 3 meter terletak dilantai 2 ruang tunggu VIP Bandara Kemayoran.

Ketiga relief yang ada secara langsung dipahat pada dinding terminal VIP eks Bandara Kemayoran. Hingga kini bangunan bandara sedang dalam proses untuk dijadikan sebagai bangunan cagar budaya.

Berbagai kegiatan telah dilakukan dalam upaya ini salah satunya dengan menggelar pameran konservasi karya seni rupa di ruang publik bersama Kemendikbud untuk mengapresiasi 3 karya seni relief eks bandara kemayoran tersebut.

Medi berharap Masyarakat umum bisa melihat secara langsung dan gratis, sehingga bisa memperkenalkan arsip – arsip yang belum pernah di ketahui oleh masyarakat luas,” pungkasnya.(red)

Advertisement

Peristiwa

Paksa Masuk Gedung DPR, Mahasiswa Jebol Kawat Berduri

Published

on

By

Sejumlah mahasiswa yang berunjuk di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat menjebol barier kawat berduri yang dipasang di depan Gedung DPR RI.

Mereka memaksa untuk masuk ke dalam gedung DPR RI. Pantauan dilapangan pada pukul 12.28 WIB, mereka tampak menginjak-injak kawat berduri yang terpasang di depan pagar Gedung DPR RI.

Mereka juga tampak menggoyang-goyangkan kawat itu dan menerobos ke arah gerbang Gedung DPR. Massa juga mengetok bahkan menggoyang gerbang di Gedung DPR RI

Beberapa mahasiswa lainnya berupaya untuk memanjat gerbang itu. “Buka, buka, buka, buka pintunya sekarang juga,” teriak mahasiswa kompak.

Meski demikian, massa yang lainnya langsung mengingatkan untuk tidak terprovokasi aksi tersebut. “Hati hati provokasi,” ucapnya.

Adapun, mahasiswa dari sejumlah universitas kembali turun ke jalan di Gedung DPR RI untuk menolak pengesahan Undang-Undang KPK dan Rancangan Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP).

Continue Reading

Peristiwa

Demo Lanjutkan Mahasiswa dan Buruh Akan Kepung DPR Hari ini

Published

on

By

Aksi demonstrasi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil rencananya kembali digelar di Jakarta. Aksi yang berpusat di Gedung DPR ini akan menghadirkan massa lebih besar dari sebelumnya.

Demonstrasi dengan jumlah massa yang lebih besar, pertama kali terlontar dari pihak mahasiswa, kemarin, setelah menggelar pertemuan dengan sejumlah anggota DPR.

Perwakilan mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Nabil menyatakan aksi mahasiswa hari ini lebih besar karena diikuti mahasiswa dari luar Jabodetabek.

“Besok pasti lebih banyak,” kata Nabil kemarin.

Pesan singkat ajakan demonstrasi telah beredar luas di media sosial dan aplikasi percakapan.

Mahasiswa dari Universitas Diponegoro, Semarang, dan sejumlah kampus lain di Jawa Tengah disebut bakal ke Jakarta bergabung dengan massa aksi di Gedung DPR. Estimasi massa dari Jawa Tengah mencapai 5.000 orang.

Mahasiswa dari Jawa Barat dan Banten juga dikabarkan bakal ke Jakarta. Isu yang diusung gerakan mahasiswa masih sama. Mereka menolak pengesahan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP), UU KPK, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan.

Mahasiswa juga menyoroti sejumlah persoalan seperti pelemahan KPK dan kebakaran hutan yang masih terjadi di sejumlah daerah.

Dari elemen buruh, demo disebut juga bakal digelar oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia. Demo turut akan melibatkan massa dari elemen petani, masyarakat adat, dan perempuan.

Komite Nasional Pembaruan Agraria yang tergabung dalam Aliansi Hari Tani Nasional (HTN) 2019 menyatakan demo hari ini yang jatuh tepat di Hari Tani Nasional akan diikuti 94 organisasi masyarakat.

Unjuk rasa akan menyerukan sejumlah tuntutan, terutama terkait agenda reforma agraria yang dinilai macet total.

“Lima tahun berjalan, agenda Reforma Agraria yang dijanjikan pemerintah macet total. Tanah-tanah petani dan rakyat yang telah lama dirampas oleh negara dan perusahaan tidak kunjung kembali,” kata Dewi Kartika, Koordinator HTN 2019 dalam keterangan resmi.

“Justru di lapangan, perampasan tanah dan kriminalisasi terus-menerus terjadi. Di tengah kegentingan tersebut, pemerintah dan DPR RI akan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pertanahan (RUU Pertanahan) yang akan memperluas konflik agraria,” katanya menambahkan.

Demo akan digelar bertepatan dengan rapat paripurna yang digelar anggota DPR. Rapat Paripurna hari ini mengagendakan pengambilan keputusan terhadap RUU Pemasyarakatan, RUU tentang APBN 2020 dan Nota Keuangan, RUU Pesantren.

Selain itu pengambilan keputusan terhadap RUU Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, serta RUU Perubahan atas UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Tidak ada agenda pengambilan keputusan terhadap RKUHP dan RUU Pertanahan.

Sementara itu Polda Metro Jaya menerjunkan sebanyak 18 ribu personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan personel gabungan itu berasal dari dari anggota Polri, TNI, hingga Satpol PP.

“Personel yang diterjunkan adalah 18.000 personel gabungan,” kata Argo saat dikonfirmasi.

Selain menerjunkan ribuan personel, polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi guna menghindari penumpukan arus kendaraan.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M Nasir mengatakan rekayasa lalu lintas itu masih bersifat situasional, tergantung kondisi dan situasi di lapangan.

“Kita sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk aksi unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR. Rekayasa tersebut disesuaikan dengan giat massa,” tuturnya.

Polisi juga telah memasang kawat berduri di depan Gedung DPR/MPR sebagai bagian dari upaya pengamanan.

“Untuk di depan DPR sudah dipasang sejak pukul 4 subuh,” ucap Nasir.

Continue Reading

Peristiwa

Papua Panas Lagi, Demo Wamena Kantor Bupati Terbakar

Published

on

By

Kerusuhan pecah di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Senin (23/9). Kantor Bupati terbakar dan sejumlah fasilitas publik rusak diamuk massa.

Sejumlah informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com, kerusuhan melibatkan sejumlah siswa di Kota Wamena. Fasilitas publik, termasuk kantor Bupati Jayawijaya dibakar.

“Iya benar, ada rusuh siswa. Sedang panas. Kantor Bupati dibakar,” kata sumber CNNIndonesia.com dari Polres Jayawijaya melalui sambungan telepon, Senin (23/9)

Belum ada keterangan lebih jauh mengenai penyebab kerusuhan tersebut.

Sementara itu Dikutip dari laporan Antara, di Kota Jayapura situasi juga memanas. Sebagian Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kota Jayapura, Papua, memulangkan siswa lebih awal pada Senin pagi karena ada demonstrasi mahasiswa.

“Pulang lebih cepat karena adanya aksi demo,” kata Agustina, seorang guru Sekolah Dasar di Distrik Abepura, Kota Jayapura.

Ia menambahkan, sekolah memutuskan memulangkan pelajar lebih awal demi keamanan.

Sementara itu, Melani menjemput anaknya ke sekolah karena khawatir demonstrasi menimbulkan gangguan keamanan.

“Anak saya sekolah di Abepura, makanya saya langsung jemput saja, menjaga jangan sampai terjebak demo seperti bulan lalu,” katanya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending