Connect with us

Sports

Mencari Sanksi Ideal Untuk Sepakbola Indonesia

Published

on


Kasus pengeroyokan suporter Persija yang berujung maut membuat sepakbola nasional berduka. Agar peristiwa serupa tidak terulang, banyak kalangan menawarkan sanksi ideal untuk sepakbola Indonesia

Finroll.com – Perilaku laku buruk suporter di luar stadion, merupakan dosa buat manajemen klub yang menaungi pendukungnya. Karena klub memiliki kewajiban untuk membina suporter.

Oleh karena itu, klub juga harus berperan untuk mewujudkan suasana yang aman dan terhindar dari sanksi.

Permasalahannya adalah, belum ada aturan resmi yang bisa memberi pendidikan kepada kelompok suporter, terutama dari FIFA (Football International Federatioan Assosiation) sebagai otoritas sepakbola internasional.

Hampir sama dengan FIFA, organisasi sepakbola di Indonesia (PSSI) juga belum menemukan formula yang tepat untuk menangani kasus kenakalan suporter. Padahal di Indonesia, kasus-kasus seperti itu juga selalu datang setiap musim dan menjadi masalah yang (masih) belum bisa ditangani. Namun, bukan berarti tidak ada cara yang pernah dicoba oleh PSSI.

Hukuman terhadap klub yang menyangkut ulah suporter pernah diberikan oleh PSSI. Tahun 2008 lalu, PSM Makassar dan suporternya pernah dihukum karena kerusuhan pada laga kandang PSM melawan Persela Lamongan. Pendukung PSM Makassar mendapatkan hukuman berupa larangan memasuki stadion dengan menggunakan atribut mereka selama satu tahun. Tim PSM juga dihukum menggelar dua laga berikutnya tanpa penonton, denda Rp20 juta sekaligus renovasi pasca kerusuhan.

Laga panas Persib versus Persija di Sleman juga berbuntut hukuman bagi para Bobotoh, sebutan untuk pendukung Persib Bandung. Terhitung sejak September 2013 hingga 12 bulan setelahnya, Bobotoh dilarang untuk hadir pada laga tandang. Persib juga kecipratan membayar dendanya sebesar Rp 50 juta.

Lalupada 2016 lalu, Persija Jakarta yang menjamu Sriwijaya harus merelakan kalah WO karena tak bisa melanjutkan pertandingan karena adanya kerusuhan antara Jakmania dan aparat keamanan. Akibat kerusuhan tersebut Persija di denda Rp100 juta untuk pelanggaraan dalam stadion dan tambahan Rp50 juta untuk bentrokan antara pendukung dan aparat.

Selain itu, Komdis ISC menjatuhkan hukuman larangan menonton langsung di stadion selama enam bulan ke depan. Yang berarti, Jakmania tidak bisa menyaksikan langsung pertandingan Persija hingga akhir ISC 2016. Pertandingan Persija bukannya tanpa penonton, namun jika mengacu perkataan Joko Driyono, para penonton dilarang memakai atribut Persija/Jakmania serta menyanyikan yel-yel saat pertandingan berlangsung.

Lantas untuk kasus terbaru, pengeroyokan suporter Persija Jakarta yang dilakukan oleh oknum suporter Persib Bandung hingga menewaskan suporter Persija. Kasus berujung maut ini memang telah memasukin ranah hukum pidana, kabar terbaru pihak kepolisian sudah menangkap oknum pelaku pengeroyokan.

Namun, kasus ini terlanjur ramai dan mendapat sorotan dari kalangan pecinta sepakbola nasional dan netizen. Banyak dari mereka yang mengusulkan untuk memberikan hukuman kepada klub.

Dari yang ringan sampai yang terberat disuarakan oleh pecinta sepakbola. Selain denda administrasi, larangan tampil dengan penonton, degradasi ke 2 level dibawah, larangan mengikuti kompetsi selama 5 musim, sampai dengan pembubaran kompetsi nasional.

Namun, sebenarnya sanksi-sanksi seperti ini merupakan pilihan bagi masing-masing institusi yang bersangkutan. Baik di level tim, klub, maupun nasional. Setidaknya pemberian sanksi dapat menjadi langkah awal pengendalian perilaku negatif apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang dalam sepak bola kita.

Advertisement Valbury

Sepakbola

Cari Suksesor Sergio Ramos, Real Madrid Incar Virgil van Dijk

Published

on

By

Real Madrid dikabarkan Sportsmole siap menebus Virgil van Dijk dari Liverpool. Nantinya, Van Dijk bakal diplot untuk menjadi suksesor Sergio Ramos.

FINROLL.COM — Ramos akan berusia 34 tahun pada 30 Maret 2020. Artinya, mantan pemain Sevilla itu sudah tidak lagi muda. Real Madrid pun harus mulai bersiap mencari penggantinya.

Sebenarnya, performa kapten Timnas Spanyol itu masih cukup bagus. Dia masih menjadi pemain yang sangat penting bagi Real Madrid, bukan hanya karena kapten, melainkan juga secara teknis.

Selain faktor usai, Sergio Ramos juga disebut mengalami kebuntuan negosiasi kontrak baru dengan Real Madrid. Faktor gaji menjadi kendala dalam proses negosiasi. Alhasil, peluang pindah sangat terbuka.

Virgil van Dijk harus diakui sebagai satu di antara bek terbaik dunia pada saat ini. Mantan pemain Southampton tersebut tampil begitu kukuh mengawal lini belakang Liverpool dan juga Timnas Belanda.

Pada 2019, Virgil van Dijk bersaing dengan Lionel Messi untuk meraih Ballon d’Or. Pemain berusia 28 tahun itu juga memberikan gelar juara Liga Champions untuk Liverpool dan mulai menatap gelar Premier League musim ini.

Dikutip dari Sportsmole, Virgil van Dijk kini masuk dalam bidikan Real Madrid. Bahkan, Los Blancos siap mengucurkan dana hingga 180 juta euro (Rp 2,7 triliun) demi menebus Van Dijk dari Liverpool pada awal musim depan.

Penerus yang Tepat

Dengan usia yang masih 28 tahun, Virgil van Dijk dianggap sebagai sosok yang tepat untuk meneruskan tugas Sergio Ramos. Dia masih bisa bermain kompetitif untuk waktu yang lama bersama Real Madrid.

Van Dijk tidak pernah absen dari 27 laga yang dimainkan Liverpool di Premier League musim ini. Dia menjadi pemain paling penting di klub dan membantu The Reds baru kebobolan 17 gol di liga.

Andai bergabung dengan Real Madrid, besar kemungkinan Virgil van Dijk akan berduet dengan Raphael Varane di lini belakang. Bek Timnas Prancis itu punya catatan yang bagus dalam kariernya.

Varane sudah memenangkan empat gelar Liga Champions bersama Real Madrid. Dia juga sudah menjadi juara Piala Dunia 2018 bersama Timnas Prancis. Varane dan Van Dijk bakal menjadi kombinasi menjanjikan bagi Real Madrid.

Sumber: Sportsmole 

Continue Reading

Sepakbola

Kevin De Bruyne Setia Bersama Manchester City meski Absen di Liga Champions

Published

on

By

Gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne, dikabarkan The Athletic tidak akan hengkang ke klub lain. De Bruyne bakal bertahan di Man City meski nantinya absen di Liga Champions.

FINROLL.COM — Dalam dua pekan terakhir, tersiar kabar akan ada eksodus besar-besaran di Manchester City. Hal ini dikarenakan City terancam tidak bisa bermain selama dua musim di turnamen Eropa, karena melanggar aturan Financial Fair Play (FFP).

Saat ini, sejumlah pemain kunci The Citizens mulai diincar klub-klub papan atas Eropa, satu di antaranya adalah Kevin De Bruyne. Dengan kemampuan yang dimiliki, De Bruyne menjadi rebutan banyak klub pada musim panas nanti.

Seperti dilansir The Athletic gelandang Timnas Belgia itu tidak ada niatan untuk meninggalkan Manchester City. Dia diberitakan akan bertahan di Stadion Etihad.

Menurut laporan tersebut, De Bruyne masih setia bersama Manchester City. Gelandang berusia 28 tahun tersebut menilai Man City merupakan klub yang mengorbitkannya ke panggung dunia. Apalagi, dia masih terikat kontrak hingga 30 Juni 2023.

Proyek Besar Manchester City

Untuk itu, Kevin De Bruyne ogah menjadi kacang yang lupa kulitnya. Eks gelandang Chelsea itu bertekad untuk bertahan di Manchester City.

De Bruyne juga ingin bertahan di City karena proyek yang dijanjikan manajemen klub. Kebin De Bruyne menilai hukuman dua tahun yang dialami City tidak akan menghalangi proyek besar yang tengah dibangun.

Dia pun masih ingin menjadi bagian dari proyek besar tersebut. Kevin De Bruyne juga semakin bertekad untuk bertahan, setelah Pep Guardiola juga diberitakan akan melanjutkan masa baktinya di Man City musim depan.

Ada kemungkinan hukuman berat yang menimpa Manchester City itu mendapatkan keringanan. Pihak The Citizens diberitakan akan menggugat hukuman tersebut di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Sumber: The Athletic 

Continue Reading

Sepakbola

Liga Champion : Real Madrid vs Manchester City (1-2)

Published

on

By

Featured Video Play Icon
Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending