Connect with us

Traveling

Mengintip Sejarah dan Cerita Keindahan Padang Selatan dari Teluk Bayur

Published

on


Finroll.com – Anda pernah berkunjung ke Teluk Bayur? Kawasan yang berada di kota Padang, Sumatera Barat ini menyimpan banyak sejarah dan cerita, termasuk tentang zaman penjajahan Belanda. Pada zaman dahulu, Teluk Bayur merupakan kota tambang di lndonesia yang terkenal hingga Eropa

Jika dulu terkenal sebagai kota tambang, kini Teluk Bayur dikenal karena keindahan alamnya. Terdapat beberapa tempat wisata yang menyajikan keindahan alam pemandangan Kota Padang. Anda bisa memulai perjalanan dari Pelabuhan Teluk Bayur.

Lokasi yang satu ini menyimpan banyak cerita dan sejarah pada saat zaman Belanda. Saat berada di pelabuhan, alam menyajikan pemandangan pantai yang indah bagi para pengunjungnya. Jika Anda berkunjung di siang hari, air laut akan memancarkan keindahan warna biru dengan kapal yang menghiasi perairan.

Ada banyak kapal yang nampak seperti taburan birunya lautan. Angin laut yang terasa menyejukkan tubuh, serta langit cerah sebagai atap yang memadukan keindahan alam secara sempurna. Keindahan alam tersebut akan menemani Anda ketika berjalan-jalan sembari melihat suasana dan juga pemandangan sekitar pelabuhan, seperti melihat pemukiman para nelayan.

Sedangkan pada sore hari, Anda akan melihat sinar matahari yang mulai nampak berwarna merah keemasan tenggelam di ufuk Barat, pertanda senja akan datang. Suasana semakin indah dengan munculnya kelap-kelip lampu kapal besar maupun kecil yang berlayar di pelabuhan. Lokasi ini sangat cocok untuk dikunjungi bersama keluarga.

Tak jauh dari Pelabuhan Teluk Bayur, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Jembatan Siti Nurbaya. Wanita yang melegenda di Tanah Minang ini menjadi nama dari sebuah ikon wisata kas Kota Padang. Jembatan Siti Nurbaya cocok untuk dijadikan spot untuk berfoto karena memang sangat Instagrammable.

Jembatan Siti Nurbaya selalu ramai dikunjungi wisatawan, terutama sore menjelang malam karena ada lampu-lampu yang menghiasi sekitaran jembatan yang sungguh sedap dipandang. Lokasi Jembatan Siti Nurbaya ini berada di Jalan Nipah Batang Arau, Kota Padang bagian selatan.

Dari Jembatan Situ Nurbaya, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Gunung Padang untuk melihat panorama Kota Padang dari ketinggian 80 mdpl. Gunung Padang merupakan salah satu lokasi wisata yang legendaris, terutama karena erat kaitannya dengan kisah “Siti Nurbaya”.

Di lerengan Gunung Padang, terdapat nisan yang konon menjadi tempat Siti Nurbaya dimakamkan. Kisahnya datang dari cerita masyarakat secara turun temurun, seperti dalam roman karya Marah Rusli itu. Namun, kebenaran dari pemilik makam ini belum dapat dipastikan, meski sebagian warga mempercayainya.

Itulah beberapa tempat wisata yang wajib Anda datangi jika berada di sekitaran Teluk Bayur. Anda tertarik?

Traveling

Kembangkan Destinasi Pariwisata, Kemenhub Dapat Tambah Anggaran Rp441,5

Published

on

Finroll.com — Untuk Anggaran Tahun 2020, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp 441,5 miliar.

Anggaran tambahan tersebut diperuntukan untuk membangun infrastruktur transportasi di 10 destinasi wisata prioritas yang di dalamnya termasuk empat destinasi pariwisata super prioritas dan satu destinasi pariwisata unggulan,” jelas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi V DPR-RI Tentang Penyesuaian RKA K/L Kementerian Perhubungan, Senin (16/9/2019).

“Dengan adanya penambahan anggaran tersebut, Pagu Alokasi Anggaran TA 2020 Kemenhub menjadi sebesar Rp. 43,11 triliun dari Pagu Anggaran sebelumnya sebesar Rp42,67 triliun,” ujar Budi Karya, dalam keterangan tertulisnya.

Tambahan anggaran sebesar Rp 441,5 miliar tersebut dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur transportasi di lima destinasi wisata super prioritas yaitu Danau Toba dengan total anggaran Rp109,2 miliar, Labuan Bajo sebesar Rp 207,6 miliar, dan Destinasi Mandalika sebesar Rp26,5 miliar. Kemudian, untuk satu destinasi wisata unggulan yaitu di Likupang sebesar Rp40 miliar.

Lalu, untuk enam destinasi wisata prioritas yaitu Morotai sebesar Rp18,5 miliar, Wakatobi sebesar Rp19,7 miliar, Borobudur sebesar Rp4,05 miliar, Tanjung Kelayang sebesar Rp5 miliar, Tanjung Lesung sebesar Rp5,4 miliar, dan Bromo-Tengger-Semeru sebesar Rp5,5 miliar.

“Tambahan anggaran kami usulkan sebagai dukungan Kemenhub untuk meningkatkan aksesibilitas pada daerah pariwisata baik destinasi super prioritas maupun destinasi prioritas,” jelasnya.

Dengan begitu total dukungan Kementerian Perhubungan pada lima destinasi pariwisata super prioritas menjadi sebesar Rp2,95 triliun, sedangkan pada enam destinasi pariwisata prioritas menjadi sebesar Rp228,95 miliar.

Rincian penyesuaian komposisi anggaran menurut eselon I Kemenhub adalah sebegai berikut:

1. Sekretariat Jenderal sebesar Rp709,317 miliar.

2. Inspektorat Jenderal sebesar Rp124,612 miliar.

3. Ditjen Perhubungam Darat sebesar Rp5,895 triliun.

4. Ditjen Perhubungan Laut sebesar Rp10,956 triliun.

5. Ditjen Perhubungan Udara Rp8,301 triliun.

6. Ditjen Perkeretaapian sebesar Rp12,563 triliun.

7. Badan Litbang Perhubungan sebesar Rp206,644 miliar.

8. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Rp3,947 triliun.

9. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek sebesar Rp406,587 miliar.

Untuk komposisi keseluruhan anggaran Kemenhub TA 2020 menurut jenis belanjanya yaitu untuk belanja operasional sebesar Rp 7,03 triliun (16,3 persen) dan belanja non operasional sebesar Rp36,07 triliun (83,7 persen).

“Untuk belanja operasional meliputi belanja pegawai sebesar Rp4,05 triliun dan belanja barang mengikat sebesar Rp 2,98 triliun, sedangkan untuk belanja non-operasional meliputi belanja barang tidak mengikat sebesar Rp13,59 triliun dan Belanja Modal sebesar Rp22,48 triliun” ucap Budi Karya.(red)

Continue Reading

Traveling

Membaca Menjadi Sensasi Tersendiri dalam Berwisata, Melepas Penat dan Rileksasi Ala Gran Melia Xian

Published

on

Finroll.com — Membaca ternyata dapat memberikan rasa rileksasi tersendiri pada saat wisata dan saat mengisi waktu luang. Gran Melia Xian yang terletak di Cina mencoba menawarkan kesan tersendiri untuk book bar yang disediakan di hotel tersebut. Mengajak para tamu menikmati waktu luangnya dengan membaca buku-buku bertema-tema ringan.

Mewakili klien kami Gran Melia kami mencoba menyampaikannya melalui Press release yang kami harap dapat berkenan sekaligus menjadi bahan pemberitaan bagi rekan-rekan media. Atas perhatiannya kami sampiakan banyak terima kasih.

Salah satu tujuan traveling adalah untuk melepas penat, baik melalui eksplorasi tempat wisata, mencoba hal baru di kota tujuan, atau sekedar bersantai di hotel. Hotel pada umumnya juga menawarkan berbagai fasilitas menarik sehingga tamu ditawarkan berbagai kepraktisan tanpa perlu meninggalkan tempat dan dapat menghabiskan waktu dengan efektif.

Kegiatan yang tidak kalah penting sewaktu bersantai adalah me time atau waktu pribadi tenang untuk bersantai. Tidak hanya melalui kegiatan olahraga atau perawatan seperti spa, salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah membaca buku.

Menurut Journal of Consulting and Clinical Psychology, kegiatan membaca terbukti dapat menjadi terapi untuk menurunkan tingkat stress dan membantu mengatasi gangguan kecemasan, dikenal dengan istilah biblioterapi.

Salah satu Hotel yang terletak di Distrik Baru Qujiang, di sebelah Tang Paradise dan menghadap Danau Nanhu, berjarak 10 menit berjalan kaki dari Big Goose Pagoda, yang diakui sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO memberikan sensasi baru dalam menikmati wisata dengan menyediakan Book Bar dengan koleksi buku-buku tradisional dari negeri panda tersebut. Book Bar yang terletak di loby hotel dengan tidak meninggalkan kean mewah pada interiornya menjadikan suasana membaca lebih nyaman dan mempunyai sensasi berbeda.

Gran Meliá Xian yang merupakan salah satu Spanish luxury hotel yang ada di Cina. Jika anda ingin merasakan sensasi bermalam sekaligus menikmati wisata dengan membaca buku pada sela-sela waktu bersantai. Untuk membaca koleksi buku tersebut pengunjung tidak perlu merogoh kantung untuk meminjamnya.

Waktu yang diberikan oleh hotel ini adalah 3 hari, hanya saja tamu hotel harus memberikan uang deposit sebesar harga buku yang ingin dipinjamnya, uang tersebut akan dikembalikan apabila buku telah dikembalikan.

Adrian Prado, General Manager Gran Melia Xian mengatakan bahwa membaca buku mempunyai peran yang tidak kalah penting seperti melatih fisik untuk tubuh. “Buku-buku itu untuk pikiran kita sama seperti latihan untuk tubuh kita, dengan membaca kita memperoleh pengetahuan, kita meningkatkan fokus dan konsentrasi, memori dan imajinasi kita.

Kita dapat merasakan emosi dan pengalaman yang berbeda, bahkan dapat melakukan perjalanan tanpa bergerak dari kursi kita. Seorang penulis yang sangat terkenal pernah berkata: Seorang pembaca menjalani seribu kehidupan sebelum dia meninggal, sedangkan orang yang tidak pernah membaca hanya menjalani satu hidup,” ujarnya.

Tidak hanya dapat menikmati pengetahuan yang ada dalam buku, tamu juga akan dimanjakan dengan desain interior yang nyaman dan fasilitas mewah sehingga menjadikan tamu betah untuk membaca koleksi buku yang disediakan.

Selain Book Bar, Gran Meliá Xian juga menawarkan program Execeptional Experience, di mana tamu dapat merasakan pengalaman budaya khas Tiongkok yang dipersonalisasi seperti kelas membuat Xun atau instrumen musik kuno khas Tiongkok, tur privat ke Qin Terracotta Warriors Museum, juga perjalanan alam ke Qujiangchi Ruin Park, Big Wild Goose Pagoda, dan Gunung Qin.(red)

 

Continue Reading

Traveling

Desa Kutuh, Liburan Anti Mainstrem di Bali

Published

on

By

Finroll.com – Bali menjadi tempat liburan favorit bagi banyak orang. Bahkan, wisatawan mancanegara saja banyak yang terpesona dengan keindahan Bali. Tidak heran, jika pulau Dewata ini selalu menjadi tujuan wisata banyak orang.

Nah, biasanya, kalau berlibur ke Bali, di mana tempat wisata favoritmu? Kalau kamu bosan ke tempat yang itu-itu saja, kamu bisa coba mengunjungi Desa Kutuh.

Ya, mungkin nama desa ini masih terdengar asing di telinga kamu. Hal itu karena desa ini memang belum lama ada. Desa Kutuh didirikan pada tahun 2002. Meskipun masih tergolong baru, desa ini pernah mendapat predikat sebagai Desa Terbaik Nasional.

Atas prestasinya, Presiden Jokowi bahkan langsung mengunjungi Desa Kutuh dan mengunggahnya ke akun Instagram pribadinya @jokowi. Dalam postingannya, Jokowi menyebut Desa Kutuh berhasil memanfaatkan dan mengelola dana desa, di antaranya membenahi fasilitas wisata olahraga untuk paralayang.

“Di Desa Kutuh Anda bisa ikut kompetisi Paralayang, juga sekadar menikmati keindahan hamparan tebing dan Pantai Nusa Dua,” ujar Jokowi di akun Instagramnya.

Selain yang disebutkan oleh Jokowi, di sini kamu juga bisa mengunjungi Pantai Pandawa, Wisata Gunung Payung Cultural Park dan atraksi wisata timbis paragliding. Di Desa Kutuh juga akan dibuat sport center, yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Sedangkan di bidang kesenian dan budaya, kamu bisa menyaksikan Palegongan dan Sanghyang, tari Kecak atau tari Barong, tari Legong dan upacara atau upakara di 14 pura desa adat.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending