Connect with us

Pasar Modal

Menkeu AS Steven Mnuchin : Negosiasi Dagang Washington Dan Beijing Sudah 90% Rampung

Published

on


Keterangan foto : Ilustrasi

 

Finroll.com – Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyampaikan bahwa bursa futures saham Amerika Serikat (AS) melesat setelah negosiasi dagang antara Washington dan Beijing sudah 90% rampung.

 

Kontrak futures Dow Jones dan Nasdaq mengimplikasikan penguatan masing-masing 113,28 poin dan 58,71 poin. Sementara, kontrak future S&P 500 diimplikasikan naik 11,67 poin pada pukul 18:35 WIB.

 

Sebagai informasi Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan kembali bertemu Sabtu (29/6/2019) di sela-sela pertemuan KTT G20 di Osaka, Jepang. Hasil dari pertemuan tersebut sangat dinantikan pelaku pasar karena akan menentukan arah ekonomi global dan pasar keuangan ke depan.

 

“Kami sekitar 90% dalam perjalanan ke sana (menuju kesepakatan) dan saya pikir ada jalan untuk menyelesaikan ini,” ujar Mnuchin kepada Hadley Gamble dari CNBC International di Manama, Bahrain pada Rabu (26/6/2019).

 

Mnuchin tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai peluang 10% yang mungkin akan menghambat dicapainya kata kesepakatan antara kedua negara. Namun, dia menegaskan bahwa kedua kubu ingin kembali melanjutkan diskusi dan menjalin kembali hubungan.

 

“Saya berharap bahwa kita dapat bergerak maju dengan rencana… Presiden Trump dan Presiden Xi memiliki hubungan kerja yang sangat dekat. Kami memiliki pertemuan yang produktif di G-20 terakhir,” tambah Mnuchin dilansir CNBC International.

 

Namun, para penasihat Trump mengatakan tidak ada kesepakatan perdagangan yang diharapkan pada pertemuan tersebut. Akan tetapi mereka berharap dapat menciptakan jalan ke depan untuk negosiasi, di mana ini setidaknya dapat menunda pengenaan sanksi baru dari kedua belah pihak, seperti yang dilansir o;eh Reuters.

 

Sementara di lain pihak, beberapa analis memiliki ekspektasi kecil bahwa akan ada kemajuan signifikan dari pertemuan mendatang. Skenario kasus terbaik adalah dimulainya kembali perundingan resmi yang dapat sedikit meredakan keresahan di pasar keuangan dunia.

 

Pesimisme ini muncul dari fakta bahwa pada pertemuan terakhir Beijing menginginkan AS untuk membatalkan tarif yang sudah berlaku. Sementara, Washington ingin Beijing mengubah serangkaian praktik termasuk kekayaan intelektual dan penghapusan persyaratan yang mewajibkan perusahaan AS berbagi teknologi dengan perusahaan China untuk melakukan bisnis di Negeri Tiongkok.

 

Sebagai catatan pada hari ini investor akan mencermati rilis data jumlah pesanan pembelian baru untuk barang tahan lama periode Mei yang akan diumumkan pukul 19:30 WIB.(red)

Pasar Modal

Karena Kekhawatiran Kasus Covid-19 IHSG Berpotensi Lesu

Published

on

Finroll – Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan Senin (29/6). Hal ini dikarenakan jumlah kasus infeksi covid-19 masih mengkhawatirkan.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menyebut jumlah kasus harian virus corona yang masih tinggi menekan optimisme investor akan pemulihan perekonomian global dan dalam negeri.

“IHSG diprediksi melemah. Jumlah kasus harian covid-19 secara global yang semakin tinggi masih cukup mengkhawatirkan, sehingga perekonomian tidak akan bisa pulih dengan cepat,” katanya.

Senada, Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menyebut pergerakan IHSG dibayangi sentimen negatif pasar global. Namun demikian, koreksi diprediksi terbatas.

Ia memproyeksi indeks saham bergerak di rentang support 4.850-4.877 dan resistance 4.936-4.968.

“Sentimen negatif dari pergerakan pasar dunia yang berada dalam tekanan masih membayangi pergerakan IHSG hingga saat ini,” jelasnya.

Ia memperkirakan IHSG melaju di rentang 4.789-4.971.

Dari bursa luar negeri, saham-saham utama Wall Street kompak ditutup melemah. Indeks Dow Jones terkoreksi 2,84 persen ke level 25.015, S&P 500 terjun 2,42 persen ke level 3.009, dan Nasdaq Composite turun 2,59 persen menjadi 9.757.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Pasar Modal

Jelang Rilis Suku Bunga BI IHSG Diramal Hijau

Published

on

Finroll – Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal menguat pada perdagangan Kamis (18/6) jelang rilis suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menyebut investor akan mencermati rilis suku bunga acuan BI sebagai sinyal stabilitas perekonomian Indonesia. Suku bunga acuan yang diperkirakan tetap memberi sentimen positif akan stabilnya fundamental perekonomian dalam negeri.

“Kestabilan perekonomian yang terlihat dari data yang telah dilansir menunjukkan fundamental perekonomian yang cukup kuat,” katanya seperti dikutip dari risetnya, Kamis (18/6).

Ia memprediksi IHSG melaju di rentang 4.837 – 5.021.

Sepaham, analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan memperkirakan IHSG menguat didorong sentimen stimulus The Fed yang menyatakan akan meneruskan pembelian obligasi korporasi.

Namun, penguatan masih cukup terbatas dikarenakan masih ada kekhawatiran akan kelanjutan gelombang kedua wabah virus corona.

“IHSG diprediksi menguat. Pergerakan masih akan didorong sentimen atas stimulus The Fed,” katanya.

Menurut dia, indeks saham akan bergerak di rentang support 4.941-4.964 dan resistance 5.014-5.041.

Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones merah 0,65 persen ke level 26.119, S&P 500 melemah 0,36 persen ke level 3.113, dan Nasdaq Composite menguat 0,15 persen menjadi 9.910.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Pasar Modal

Berkat Arus Masuk Modal Asing IHSG Diprediksi Menguat

Published

on

Finroll – Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal menguat pada perdagangan Kamis (4/6).

Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan kinerja indeks ditopang oleh arus modal masuk (capital inflow) investor asing yang mulai mendarat di pasar modal dalam negeri.

“Pola gerak IHSG ditopang oleh mulai kembalinya investor asing ke dalam pasar modal Indonesia,” ujarnya.

Ia memprediksi IHSG melaju di rentang 4.711 – 4.998.

Senada, analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan secara teknikal indeks mengindikasikan potensi penguatan. Optimisme investor juga datang dari sentimen positif kembali dibukanya perekonomian AS dan beberapa negara lainnya.

“Secara teknikal, candlestick higher high dan higher low mengindikasikan potensi penguatan,” katanya seperti dikutip dari risetnya, Kamis (4/6).

Menurut dia, indeks saham akan bergerak di rentang support 4.803-4.872 dan resistance 4.985-5.029.

Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street kompak menguat. Indeks Dow Jones perkasa 2,05 persen ke level 26.269, S&P 500 menguat 1,36 persen ke level 3.122, dan Nasdaq Composite terapresiasi 0,78 persen menjadi 9.682.

Sumber : CNN Indonesia

 

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending