Connect with us

Traveling

Menyelam di Jernihnya Air Wisata Umbul Manten Klaten

Published

on


Menyelam di Jernihnya Air Wisata Umbul Manten Klaten

Finroll.com  – Yogyakarta sudah menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan lokal maupun mancanegara untuk menikmati ke khasan wisata Jogja.

Namun tahukah anda, tak jauh dari kota Jogja ada Kabupaten klaten yang memiliki daya tarik tersendiri.

Walaupun kabupaten klaten tidak terlalu memiliki wilayah yang begitu luas, akan tetapi sumber daya alam didalamnya sangatlah menajubkan. Kabupaten Klaten juga memiliki julukan sebagai “Nagari Seribu Oemboel” (Negeri Seribu Mata Air) karena memang banyak terdapat sumber mata air diwilayahnya, sehingga banyak yang dimanfaatkan sebagai tempat wisata alam atau pemandian oleh pemerintah sekitar, salah satunya adalah wisata sedang ngehits dan menjadi perbincagan iyalah wisata pemandian umbul manten.

Tempat wisata umbul manten memang belum terlalu familiar seperti umbul pongok, jolotundo atau wisata umbul lainnya. Namun seiring berkembangnya zaman, banyak wisatawan yang membagikan foto-foto kunjungannya ke umbul manten di media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter dan akhirnya tempat ini mulai banyak yang mengeksistensikan.

Asal mula atau sejarah dari nama wisata Umbul manten ini diambil dari cerita atau mitos yang berkembang di mayarakat setempat mengenai adanya sepasang pengantin yang melanggar larangan, yang kemudian hilang di dekat lokasi sumber mata air ini, dan jadilah mata air ini bernama Umbul Manten kata manten sendiri jika dalam bahasa jawa memilki sebuah arti yaitu pengantin.

Wisata Umbul manten memang memiliki sumber mata air yang selalu mengalir dan jernih, tidak pernah mengenal musim sehingga membuat wisata Umbul Manten dijadikan salah satu destinasi wisata mata air yang yang berada di Klaten dan kini semakin popular dan siap bersaing dengan wisata umbul lainnya.

Namun adapun sejarah cerita menyebutkan, umbul manten pernah dibeli oleh salah satu perusahaan air kemasan mineral ternama untuk kepentingan bisnis. Kemudian yang terjadi jusrtu mata air yang keluar dari “Umbul manten” tidak keluar dan menjadi mengering.

Wisata Umbul manten memang memiliki kolam yang tidak terlaalu besar, dengan kedalaman sekitar 1,5 meter dengann dasar bebatuan, menjadikan air disini selalu segar, terlebih lagi jika kita menyelam, kita bisa melihat bebatuan di dasar kolam dengan jelas karena airnya sangat jernih, sehingga kita juga dapat melakukan foto didalam air.

Suasana di sekitar kawasan juga masih alami, terdapat pohon-pohon besar dipinggir kolam, jika kita lihat sekilas memang terlihat seperti pohon beringin, namun sebenarnya pohon ini adalah pohon ipik, pepohonan ini menjadikan pemandangan kian alami sangat cocok bagi kamu yang menyukai suasana alami dan udara segar.

Lokasi Wisata Umbul Manten

lokasi dari wisata umbul manten ini berada di Jl. Janti, Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dan kira-kira hanya berjarak 20 km dari dari pusat kota Klaten.

Rute menuju Wisata Umbul Manten

Untuk rute menuju ke wisata umbul manten adalah jika dari Pusat Kota Klaten kalian ambil arah menuju jatinom kemudian menuju ke Jl. Janti nah nanti ikuti papan petunjuk saja.

Harga Tiket Masuk Wisata Umbul Manten

Untuk harga retribusi tiket masuk ke wisata umbul manten hanya berkisar Rp : Rp 6.000 perorang.(Aji)

Advertisement Valbury

Traveling

Wajib Punya Membership Untuk Masuk ke Pulau Komodo & Pulau Padar

Published

on

Finroll – Jakarta, Pulau Komodo dan Pulau Padar di Taman Nasional Komodo ditetapkan sebagai lokasi wisata yang bersifat eksklusif dan pengunjungnya dibatasi hanya untuk yang telah memiliki tanda keanggotaan (membership).

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Wayan Darmawa, menjelaskan, nantinya ada pengaturan kunjungan ke Taman Nasional Komodo, sehingga tidak semua lokasi menjadi bisa dikunjungi secara massal.

“Untuk kunjungan massal bisa di Pulau Rinca, sementara Pulau Padar dan Pulau Komodo sifatnya eksklusif,” katanya seperti yang dikutip dari Antara pada Selasa (30/6).



Wayan Darmawa menjelaskan sistem membership berkaitan dengan Pemerintah Provinsi NTT yang telah mendapat kebijakan konkuren dari Pusat untuk ikut mengelola kawasan wisata yang terkenal sebagai habitat satwa purba Komodo (Varanus komodoensis) itu.

Kebijakan konkuren artinya urusan pengelolaan Taman Nasional Komodo dibagi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

Kebijakan ini disebutnya istimewa, karena tidak diperoleh provinsi lain di Tanah Air, di mana pemerintah daerah dilibatkan dalam mengelola sebuah taman nasional.

“Ini untuk pertama kalinya kebijakan nasional memberikan ruang kepada Provinsi NTT, dan saya pikir ini pertama kali di Indonesia dalam rangka membangun destinasi super prioritas,” ujarnya.

Sementara Balai Taman Nasional Komodo fokus pada fungsi konservasi dan pengawasan, Pemerintah Provinsi NTT, melalui PT Flobamor, mengelola dari sisi bisnis.

Untuk pengelolaan dari sisi bisnis, pemerintah provinsi akan menggandeng perusahaan dari Singapura yang bergerak di bidang informasi teknologi yang bekerjasama dengan perusahaan nasional.

Pendapatan dari hasil pengelolaan bisnis ini, lanjut Wayan Darmawa, akan dimanfaatkan untuk kepentingan berbagai aspek seperti konservasi, perawatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pemasukan untuk pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat.



“Jadi dari sisi bisnis baik itu baik itu wisata di pulau-pulau yang ada dalam kawasan termasuk wisata laut, pengelolaannya akan melibatkan pemerintah provinsi,” pungkasnya.

Hingga saat ini belum diketahui lebih lanjut mengenai cara pendaftaran membership, berikut langkah konservasi terbaru setelah adanya pembatasan jumlah pengunjung dengan sistem membership itu dari pengelola Taman Nasional Komodo.

Sempat ramai diberitakan pada tahun 2018, taman nasional yang juga terkenal dengan Pantai Pink-nya ini sempat menjadi perhatian dunia setelah UNESCO menyoroti masalah sampah yang menumpuk.

Jumlah timbunan sampah di Taman Nasional Komodo rata-rata mencapai 650 Kg per hari.

Timbunan sampah terbanyak terdapat di Pulau Komodo, yaitu Desa Komodo dan Wisata Loh Liang serta Pulau Rinca di Desa Pasir Panjang dan Wisata Loh Buaya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Traveling

Pantai Liman Menjadi Tujuan Baru Wisata Bahari di Kupang

Published

on

Finroll – Jakarta, Bertambah lagi satu objek wisata bahari di Nusa Tenggara Timur, yakni Pantai Liman yang berada di Pulau Semau, Kabupaten Kupang.

Pantai Liman saat ini sudah dilengkapi dengan 16 kamar homestay yang disediakan untuk pengunjung, kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Wayan Darmawa.

“Selain homestay, di Pantai Liman juga sudah disediakan cottage dan rumah makan yang dibangun dalam rangka pembenahan aspek akomodasi pada destinasi wisata unggulan baru,” katanya, seperti yang dikutip dari Antara pada Rabu (1/7).

Ia menjelaskan pembangunan fasilitas akomodasi di kawasan pantai berpasir putih ini sudah diselesaikan dan akan diresmikan pemerintah provinsi pada 3 Juli 2020 mendatang.

Wayan Darmawa mengatakan, pihaknya juga sedang menjajaki desa-desa di sekitar objek wisata tersebut untuk penambahan rumah inap.

“Karena kalau dengan yang ada sekarang maka wisatawan yang datang 200 orang, misalnya maka akomodasi masih perlu diperbanyak,” ujarnya.

Pantai Liman merupakan salah satu dari tujuh destinasi unggulan baru yang dibangun dengan pendekatan berbasis masyarakat (tourism estate) melalui dukungan APBD provinsi.

Enam destinasi lainnya yaitu Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao, Fatumnasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Wolwal di Kabupaten Alor, Koanara di Kabupaten Ende, Praimadita di Kabupaten Sumba Timur dan Lamalera di Kabupaten Lembata.

“Tujuh kawasan wisata unggulan baru ini yang untuk tahap awal betul-betul didorong terutama kelengkapan aspek akomodasinya,” katanya.

Wayan Darmawa menambahkan destinasi wisata Pantai Liman merupakan lokasi kedua yang akan diresmikan pemerintah provinsi pada masa pandemi COVID-19 ini, setelah sebelumnya dilakukan di Mulut Seribu Kabupaten Rote Ndao pada 15 Juni lalu.

“Fasilitas akomodasi ini sangat penting dilengkapi ke depan sehingga wisatawan yang mau berkunjung juga ada kepastian nginapnya di mana dan makan minumnya di mana,” pungkasnya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Traveling

Dibuka 7 Juli 2020 Jalur Pendakian Gunung Rinjani

Published

on

Finroll – Jakarta, Jalur pendakian Gunung Rinjani dibuka lagi mulai 7 Juli 2020. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19 selama pendakian Gunung Rinjani.

“Rinjani ini risikonya rendah, tetapi tetap hati-hati, protokol COVID-19 ini harus selalu diterapkan,” kata Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Sitti Rohmi Djalilah di Lombok Timur, dikutip Antara Minggu.

Ia mengatakan tantangan semua pihak kali ini adalah memastikan para pendaki dan warga sekitar disiplin menjalankan protokol pencegahan COVID-19.

“Kita akan hidup dengan selalu mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak bila beraktivitas di luar rumah sampai vaksin virus (penyebab) COVID-19 ini ditemukan,” katanya.

“Ini kesempatan kita untuk melakukan perbaikan-perbaikan ke depan dan tidak hanya menjadi tempat wisata, akan tapi ini akan menjadi pusat edukasi, pusat pemberdayaan masyarakat, sehingga keberadaan Rinjani ini bisa terasa manfaatnya bagi NTB dan Indonesia,” Rohmi menambahkan.

Wakil Gubernur juga mengemukakan perlunya membahas saran untuk mengizinkan pendakian Gunung Rinjani melalui satu pintu serta membangun jalur khusus pengendara kuda dan sepeda untuk memudahkan pembawa barang.

Di samping itu, dia menekankan pentingnya pengelolaan sampah di pintu-pintu masuk Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

“Kuncinya di pintu masuk. Ini harus betul-betul kita perhatikan. Rinjani ini tumpuan hidup kita dan sumber air kita. Jadi antara pariwisata dan kelestarian ini harus betul betul kita jaga,” katanya.

“Semoga tanggal 7 Juli, pada saat dibuka, sudah bisa siap dari hulu ke hilir, dari orang naik hingga pulang itu betul-betul diperhatikan dengan sebaik baiknya. Mudah mudahan dengan dibukanya Sembalun ini memberikan semangat bagi kita,” katanya.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno mengatakan bahwa pembukaan Taman Nasional Gunung Rinjani untuk umum akan dilakukan secara bertahap.

“Ini kita buka secara bertahap, 10 persen dulu dan kita evaluasi setiap minggu, tentu yang kita dahulukan ini domestik,” katanya.

“Ibu Menteri membentuk tim kendali dari pusat dengan kepala kepala balai. Sehingga tiap minggu kita akan evaluasi, sehingga apabila ada terjadi atau positif (COVID-19) maka kita akan langsung tindak atau tutup. Ini uji coba kita bersama. Bapak Presiden juga memastikan kita membuka pariwisata secara bertahap dan memperhatikan protokol COVID-19,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menyatakan akan menyampaikan sosialisasi mengenai pembukaan kembali Taman Nasional Gunung Rinjani serta penerapan protokol pencegahan COVID-19 dalam kegiatan di taman nasional kepada para pelaku usaha.

“Kami akan meminta dan memantau semua pihak tetap menerapkan protokol dengan maksimal dan berkomitmen mensosialisasikan protokol COVID-19,” katanya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending