Connect with us

Traveling

Mudik, Saatnya Menikmati Wisata Alam di Banyuwangi

Published

on


Setiap daerah memiliki destinasi wisata yang menarik. Pun demikian dengan Banyuwangi. Apalagi, daerah ini termasuk tujuan #PesonaMudik2019. Sudah pasti punya suguhan pariwisata yang spesial dan layak dikunjungi saat mudik nanti.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Banyuwangi selalu siap dengan atraksi dan destinasinya. Untuk atraksi, Banyuwangi tidak perlu diragukan. Hampir tiap pekan ada kegiatan di sini. Begitu juga dengan destinasinya. Banyuwangi memiliki sejumlah wisata alam, termasuk pantai-pantai yang bakal membuat suasana mudik jauh dari kata membosankan!

“Banyuwangi menjadi destinasi wisata andalan baru di Indonesia. Destinasi untuk traveling dan selfie-selfie. Ada wisata budaya dan wisata alam. Semua ada di Banyuwangi. Wisatawan yang datang bukan hanya skala nasional, tapi banyak juga turis mancanegara,” ujarnya.

Berikut destinasi unggulan di Banyuwangi yang menarik untuk dikunjungi. Ada 10 destinasi yang kami rangkum, khususnya untuk Anda yang ingin mudik atau berlibur ke Banyuwangi.

1. Kawah Ijen

Kawah Ijen menyajikan pemandangan alam yang luar biasa menakjubkan. Kawah ini berada sekitar 2.368 meter di atas permukaan laut. Luasnya lebih kurang 20 km dan dikelilingi dinding kaldera setinggi 300-500 meter. Hal paling menarik dari destinasi ini adalah keberadaan Api Biru atau Blue Fire. Disebut demikian karena api yang terletak di bawah kawah ini berwarna biru. Terlihat sangat menarik saat kondisi sekitarnya gelap.

2. Pantai Sukamade

Inilah surganya penyu bertelur di Banyuwangi. Pantai Sukamade merupakan habitat tempat penyu-penyu raksasa untuk bertelur. Di kawasan ini terdapat juga penetasan semi alami untuk perkembangbiakan penyu oleh petugas. Pengunjung dapat menyaksikan secara langsung penyu bertelur, melihat penangkaran penyu, dan mengikuti kegiatan pelepasan tukik ke laut. Menarik sekali.

3. Pantai Pulau Merah

Dinamakan demikian karena ada sebuah bukit tak jauh dari bibir pantai yang tanahnya berwarna merah. Pengunjung bisa berjalan mendekat ke bukit tersebut saat air sedang surut. Kegiatan lain yang bisa dilakukan adalah berselancar. Pantai sepanjang 3 km ini memiliki ombak yang ideal bagi peselancar pemula. Uniknya, di kawasan pantai juga terdapat sebuah pura Hindu yang biasa disebut Pura Tawang Alun. Pura ini kerap digunakan sebagai tempat ritual pada saat-saat tertentu.

4. DeDjawatan Benculuk

De’Djawatan Benculuk adalah bangunan tua yang dulunya digunakan untuk mengelola transportasi kereta api. Saat ini, daerah tersebut beralih fungsi sebagai destinasi wisata. Daya tarik utama destinasi ini adalah deretan pohon trembesi yang hits abis.
Saat berkunjung ke DeDjawatan Benculuk, anda akan berasa ada di negeri dongeng. Dijamin keren.

5. Taman Nasional Alas Purwo

Taman Nasional Alas Purwo disebut-sebut sebagai tanah tertua di Pulau Jawa. Secara administrasi, lokasinya berada di wilayah Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. Sebagai kawasan Geopark Nasional, pengunjung bisa menikmati ratusan jenis flora dan fauna.

Saat memasuki pintu gerbang, wisatawan akan melihat sebuah candi Hindu bernama Situs Kawitan. Selanjutnya, wisatawan akan memasuki kawasan Sadengan. Yaitu sebuah padang savana yang luas. Di sana terdapat rusa, banteng Jawa, dan hewan liar lainnya. Jika beruntung, Anda juga akan melihat burung merak.

6. Pantai Teluk Hijau

Pantai ini menawarkan udara segar pantai bercampur udara hutan tropis Taman Nasional Meru Betiri. Perjalanan ke Pantai Teluk Hijau memang memerlukan tenaga ekstra. Namun, semua kelelahan akan terbayar saat Anda menikmati panorama laut yang memikat. Teluk ini merupakan destinasi wisata di Banyuwangi yang masih sangat terjaga kemurniannya.

7. Air Terjun Kalibendo

Air terjun ini memiliki ketinggian mencapai 10 meter. Secara administratif berada di Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Atau tepatnya berada di kaki Gunung Ijen dan masuk dalam kawasan Agro Wisata Kalibendo. Di sana juga terdapat perkebunan kopi, karet dan cengkeh.

8. Pantai Watudodol

Pantai Watu Dodol berada di poros Banyuwangi Situbondo. Hanya berjarak sekitar 2 km dari Pelabuhan Ketapang. Dari pantai ini, wisatawan bisa melihat kapal ferry lalu lalang antara Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Banyuwangi. Anda juga bisa menyaksikan keindahan destinasi wisata ini dari bukit yang berada di dekat pantai. Penasaran?

9. Pantai Wedi Ireng

Pantai ini berada di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Letaknya agak tersembunyi, namun sudah cukup popular bagi warga setempat. Jika ke sini, Anda akan dimanjakan dengan keindahan teluk berpasir putih serta ombak yang landai. Suasananya sangat tenang karena berada di antara perbukitan hijau yang menyejukkan mata.

10. Pantai Boom

Pantai ini dulunya adalah pelabuhan yang kerap diramaikan oleh para pedagang dan nelayan. Seiring berjalannya waktu, kini pantai tersebut berubah menjadi salah satu destinasi wisata di Banyuwangi. Pengunjung bisa melakukan aktivitas memancing, bermain air, atau sekadar berjalan-jalan di pinggir pantai. Keindahan Pantai Boom juga kerap dimanfaatkan untuk lokasi berbagai event yang diadakan Pemkot Banyuwangi.

Advertisement

Traveling

Meriahkan Imlek Jungleland Adventure Theme Park Sentul dibanjiri Angpao

Published

on

Finroll.com — Dalam rangka menyambut hari besar Imlek 2020, mulai dari tanggal 18 sampai 26 Januari 2020. Jungleland Adventure Theme Park Sentul, menawarkan berbagai pertunjukan menarik, serta kebanjiran hadiah angpau yang akan diberikan kepada para pengunjung setia Jungleland.

General Manager Jungleland Adventure Theme Park Johanna Hehakaja yang diwakili oleh Kepala Divisi Operasional Suryo Rudi Sayudini mengatakan, masih dalam rangka merayakan hari besar Imlek yang jatuh pada 25 Januari 2020 mendatang, Jungleland Adventure Theme Park Sentul menawarkan berbagai macam pertunjukan menarik.

“Berbagai macam pertunjukan seperti Legenda Dewi Bulan, Live Musik, Kesenian China, akan tampil untuk menghibur anda,” kata Suryo kepada insan pers di lokasi Jungleland Adventure Theme Park Sentul Bogor, Sabtu (18/1/2020).

Suryo menjelaskan bahwa, wahana Jungleland Adventure Theme Park yang luasnya 35,7 hektar (ha), sampai saat ini telah dikembangkan sekitar 25,7 hektar atau sekitar 75% nya saja.

Dari 25, 7 hektar tersebut Jungleland Adventure Theme Park memiliki 4 ( Empat) zona yaitu, Zona Carnivalia, Zona Tropicalia, Zona Mysteria, dan Zona Explora. Dengan 33 wahana permainan yang bisa dinikmati oleh pengunjung dari berbagai usia,” jelasnya.

Suryo mengatakan, bagi Jungle land sesuatu yang sangat sosial, tidak hanya merayakan tahun baru saja, tapi juga memberikan kebahagiaan, salah satunya adalah dalam bentuk promo.

“Hanya dengan tambah goceng, pengunjung akan mendapatkan hadiah satu buah ‘Angpao’ yang dapat ditukarkan secara langsung tanpa diundi. Beragam hadiah menarik seperti Payung, Merchendise, Boneka, lunch Box dan masih banyak lagi,” tuturnya.

Selain itu lanjut Suryo, Jungleland Adventure Theme Park Sentul juga telah menyediakan berbagai macam kegiatan edukasi untuk anak-anak, serta berbagai bentuk kegiatan indoor, agar pengunjung tetap merasa nyaman berada di lokasi Jungleland Sentul dikala hujan,” lanjutnya.

Diskon spesialpun diberikan hingga 50 % dari tanggal 23 sampai dengan 26 januari 2020.

Suryo berharap dengan adanya kegiatan ini diharapkan para pengunjung dapat lebih menikmati liburan bersama keluarga,” pungkasnya.

Continue Reading

Traveling

Kisruh Klaim Laut Cina, Ada 10 Destinasi Eksotis di Natuna

Published

on

By

Klaim Cina memiliki wilayah di sekitar perairan Natuna kembali mencuat. Presiden Joko Widodo sampai langsung turun ke kawasan tersebut.

Kawasan Natuna memiliki kekayakan alam, seperti tambang, flora, fauna, dan lainnya. Natuna juga memiliki detinasi wisata yang mempesona.

Berikut 10 tempat wisata di salah satu kawasan terluar Indonesia itu.

1. Pulau Senua
Pulau Senua berdekatan dengan Desa Sepempang, Kabupaten Bunguran Timur. Pulau ini terletak di perairan Laut Cina Selatan yang saat ini menjadi polemik karena berbatasan dengan negara bagian timur Malaysia. Sebagian Pulau Senua ditetapkan sebagai kawasan konservatif, ada pula area wisata bawah laut yang indah, dan tempat burung gua bersarang.

2. Alif Stone Park Natuna
Destinasi wisata yang satu ini masih asing di mata wisatawan Nusantara. Namun bagi turis mancanegara, di antaranya Singapura dan Thailand, berbondong datang ke kawasan ini. Alif Stone Park Natuna memiliki pemandangan indah di tepi laut. Terdapat batu-batu besar sepanjang pantai dengan air yang jernih. Kawasan ini tidak jauh dari Ranai, Natuna.

3. Tanjung Datuk Natuna
Tanjung Datuk Natuna memiliki pemandangan bebantuan dengan pasir putih. Untuk sampai di tempat ini, butuh waktu 1 jam dari ranai Natuna.

4. Sindu Stone Park Natuna
Pantai di kawasan Natuna punya karakteristik sediri. Batu-batuannya menjulang, pasir putih, dan air yang jernih. Khusus di Sindu Stone Park Natuna, bebatuan tersebut berselimut lumut dan rimbun pepohonan di sekitarnya.

5. Pulau Sedanau
Pulau Sedanau punya nama lain, yakni Pulau Setanau. Begitu masyarakat di sana menyebutnya. Pemandangan di tempat itu begitu indah. Pasir pantainya begitu lembut, tetap dengan bebatuan yang cukup besar, dan air jernih.

6. Mangrove Natuna
Fungsi pelestarian lingkungan ada di Mangrove Natuna. Hutan ini terletak di muara Sungai Semitan dan dibangun secara swadaya oleh masyarkat.

7. Masjid Agung Natuna
Salah satu wisata religi yang populer di Natuna adalah adalah Masjid Agung Natuna. Masjid yang dibangun pada 2007 itu berada di Ranai Kota, Bunguran Tim, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

8. Museum Sri Serindit
Museum ini menjadi penyimpanan barang-barang berharga yang ditemukan di laut Natuna. Museum tersebut tampak seperti rumah biasa, namun memiliki barang-barang peningalan yang berharga. Museum Sri Serindit berada di Ranai Darat, sekitar setengah jam dari Kota Ranai, Ibu Kota Natuna.

9. Pantai Piwang
Mentan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti pernah menyebut Pantai Piawang sebagai salah satu terindah versinya. Pantai ini memiliki pesona di tengah Kota Ranai, Natuna.

10. Selat Lampa Natuna
Selat ini memiliki pemandangan menakjubkan dengan perairan yang diselimuti perubukitan hijau. Wisatawan bisa membeli dan menikmati ikan segar hasil tangkapan di perairan Natuna di Selat Lampa Natuna.

Continue Reading

Kuliner

The Sadara Restoran Berikan Nuansa Baru di Industri F&B

Published

on

Finroll.com — The Sadara Restoran yang beralamat di Jalan Taman Surya 5, Ruko Palm Crown Blok HH 4 No 1, Pegadungan, Jakarta Barat menggelar soft launching, dan Talk show, sebagai tanda mulai dibukanya tempat usaha yang mampu memberi nuansa dan warna baru di industri Food & Beverage.

Dengan mengusung konsep “Holistic Building” acara ini dihadiri oleh Dewi Puspasari, selaku founder dan kolaborator, Asa Dannatriaji, seIaku kepala dari tim arsitek Akusaradesign, Andy Dewantoro, Art Director of The Sadara, Pakar kuliner dari komunitas Jalan Sutera yang diwakilkan oleh Harnaz Tagore, serta para tamu undangan.

Dewi Puspasari, selaku founder dan kolaborator The Sadara Restoran mengatakan, ‘The Sadara Restoran bukan hanya sekedar restoran tapi juga sebagai Holistic Building. Diyakini bahwa konsep holistic building yang diusung dengan apik bersama para kolaborator dari berbagai elemen, mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat,” ujar Dewi kepada Insan Media dalam soft launching The Sadara Restoran Sabtu (11/1/2020) malam.

Setiap lantai bangunan di The Sadara lanjutnya seperti mampu “berbicara” dan memiliki filosofi di setiap ruangnya. Lantai 1 dan 2 disediakan untuk para tamu yang ingin menikmati hidangan menu Indonesian fusion yang bersifat progresif, sekaligus ambienoe Scandinavian, brutalist ideas, dan minimalist. Sedangkan dilantai 3 di salah satu sisi bangunan memiliki ambience tersendiri.

“The Sadara restoran memiliki konsep ‘function hall’ yang dapat disewa untuk kebutuhan yang berbeda seperti halnya MICE, wedding, merchandise display, yang dapat merespon para UKM, yang bisa juga menjadi “meiting pot” bagi seluruh elemen masyarakat,” jelas Dewi.

Nama The Sadara sendiri pengaruhnya berasal dari bahasa sangsekerta, yang pertama adalah sebagai Pioneer, yang belum di miliki oleh semua restoran yang ada di Jakarta Barat ini,” tukasnya.

Topik bahasan yang diangkat adalah “Bagaimana kita membuat dan menciptakan makanan Indonesia fusion? The Sadara memiliki tema yang harmonis, tema ini memiliki kesamaan pada makanannya, seperti Crispy Ayam Skin yang memiliki campuran dari asia dan digoreng kering dengan cara eropa, sehingga jadinya pushion juga,” ucap Pakar kuliner dari komunitas Jalan Sutera yang diwakilkan oleh Harnaz Tagore.

Harnaz menambahkan, The Sadara memiliki makanan favorit seperti ‘Lempah Ribs’ atau iga lempah, yang merupakan makanan tradisional Bangka. terdapat juga Rempah Ribs, yaitu iga bakar rempah. Kedua makanan tersebut yang bisa dijadikan andalan The Sadara Restoran,” tambahnya.

Selain itu lanjut Harnas The Sadara Restoran memiliki pilihan kuliner lain diantaranya terdapat juga Nasi Kecombrang, Ikan Sambal Nyonya serta Braise Bebek Rempah,” lanjutnya.

Visi dan misi dari founder dan kolaborator yang bergerak secara linier dan bersinergi dari keseluruhan element The Sadara menjadi penentu dasar. Asa Darmatriaji sebagai kepala tim arsitek Akusaradesign yang memiliki arti “Design for people” mampu mewujudkan gubahan arsitektur dan interior yang menjadi kesatuan komposisi dari salah satu seniman kenamaan Indonesia, Andy Dewantoro yang ditunjuk menjadi Art Director of The Sadara.

Andy menjelaskan, kekuatan dasar dari artwork 3D yang bertajuk “Solipsism” menjadi vocal point dan entiras dari The Sadara. Pintu mobil yang sengaja di ekspos merupakan simbol keterbukaan.

“Jadi kalau kita memulai sesuatu yang baru, tidak melupakan yang lama. Lebih cenderung simbolisnya ada karat dan ada warna, yang karat itulah identik dengan hal yang telah kita lewati,” jelasnya.

Rangkaian fotografi yang bersifat monokrom dan blur sebagai bentuk harmonisasi masalalu yang sering dianggap tidak relevan dengan keadaan saat ini. Dibutuhkan kepercayaan diri, mimpi buat kedepan, serta harapan dan semangat yang tinggi, agar mimpi itu dapat tercapai,” pungkas Andy.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending