Connect with us

Fashion

Mukena Yang Mendunia, Dari Tanah Abang Hingga ke London

Published

on


Mukena yang mendunia

Dibandingkan bisnis jilbab dan pakaian muslim, bisnis mukena jarang terdengar. Meskipun begitu, usaha ini ternyata juga menggiurkan secara keuntungan dan bahkan dapat beromzet miliaran rupiah.

Seperti sebagian besar produk tekstil lainnya, harga mukena bergantung pada bahannya. Berdasarkan survei ke sejumlah grosir di Tanah Abang, mukena paling murah adalah yang berbahan abutai. Harganya Rp35.000,-.

“Murah karena lebih tipis, tempatnya juga lebih kecil, ringan, sesuai harganya lah,” kata Yeni Naura, pemilik grosir mukena Naura Adilla yang dikutip dari BBC Indonesia .

Sementara mukena paling mahal yang dijual di tokonya adalah yang berbahan sutera Padang. “Ciri khasnya itu penuh bordir, sulam tangan langsung dan tidak bisa dibuat menggunakan cetakan komputer.”

Yeni menceritakan satu set mukena dengan bahan sutera Padang dijual seharga Rp2,2 juta. “Pembuatannya lama. Karena dibuat tangan, satu bulan cuma bisa buat satu mukena.”

Sementara itu, mukena paling mahal yang diproduksi oleh Tatuis, perusahaan mukena yang penjualannya berbasis distributor dan sosial media, adalah yang berbahan “katun sutera atau satin sutera”.

Salah satu pemilik Tatuis, Rina Kartina, mengungkapkan mukena paling premium yang diproduksi perusahaannya dijual seharga Rp1-1,5 juta. “Bordirnya bordir tangan, pakai benang metalik dan emas juga,” tutur Rina.

Meskipun bisa dibilang mahal, tetapi tidak sedikit yang membeli mukena jutaan rupiah itu. “Orang mikirnya untuk tiket ke surga, mengapa tidak boleh mahal. Tiket konser saja mahal, terbeli. Jadi mukena sekarang sudah tidak kalah sama (produk) fashion (lain),” cerita Yeni.

Ada jilbab, mengapa mukena?

Dibandingkan dengan jilbab dan pakaian muslimah, geliat bisnis mukena tidak begitu terdengar gaungnya. Lalu mengapa para pebisnis memutuskan untuk berkecimpung menjual mukena?

Dilansir BBC Indonesia, Yeni yang memulai usaha mukena di kaki lima Tanah Abang pada tahun 2000 sebelum memutuskan menyewa toko pada 2006, menyatakan memilih menjual pakaian sholat perempuan itu “karena risikonya tidak terlalu tinggi”.

“Kalau pakaian muslim atau jilbab kan setiap bulan harus ganti model, ganti tren. Kalau mukena dari zaman dulu kayak gitu saja.”

Selain risiko tidak terlalu tinggi, permintaan terhadap mukena disebutnya “selalu rutin”. “Bukan mendoakan orang meninggal ya, tapi kalau ada acara 40 harian orang meninggal, orang memborong (mukena) juga untuk dibagi. Kalau selamatan, juga suka bagi-bagi (mukena). Soalnya kalau pakaian kan sulit menentukan ukurannya. Kalau mukena gampang, ukurannya sama semua.”

Di pihak lain, Rina Kartina menyatakan dirinya membuka Tatuis pada 2007, “karena memilih bisnis yang kuenya masih besar.” Menurutnya, jilbab dan pakaian muslim permintaannya juga besar, “tetapi pemainnya juga besar. Jadi saya pilih bisnis yang belum banyak pemainnya, supaya bisa jadi pembuat tren.”

Dimulai dengan hanya satu karyawan, Tatuis kini sudah memiliki 70 karyawan. Instagram produsen dan penjual mukena ini sudah memiliki hampir 15 ribu pengikut.

Omzet miliaran

Dengan permintaan yang ternyata besar, tentu omzet bisnis mukena juga tidak sedikit. Angkanya bahkan bisa disebut fantastis.

Dilihat dari laman BBC Indonesia yang berada di toko Naura Adilla milik Yeni, tidak sampai satu jam sudah Rp8 juta rupiah yang masuk ke kas toko.

Di grosirnya, secara garis besar Yeni menjual tiga tipe harga mukena; yang murah (abutai), mahal (sutera Padang) dan menengah, yaitu yang berbahan katun Paris. Mukena dengan harga menengah ini dijual seharga Rp200 ribu perbuahnya. “Sebanyak 50% yang terjual ya yang harganya menengah ini”.

Yeni menceritakan bulan Ramadan adalah musim paling laris mukena. Sebanyak setidaknya 60 kodi terjual setiap harinya. Dengan mayoritas yang terjual adalah yang harga menengah, bisa disimpulkan omzet tokonya bisa mencapai Rp200 juta per hari.

Senada dengan Yeni, Rina menyebut ketika bulan puasa penjualan mukena Tatuis bisa meningkat dua kali lipat menjadi 20.000 buah mukena. Alhasil, omzetnya pun luar biasa; ‘lebih dari Rp1 miliar per bulan’.

Hingga ke London

Bisnis mukena Tatuis yang dirintis Rina Kartina bersama dua orang saudaranya pada 2007, terus berkembang. Pada tahun 2010 mereka mulai merambah penjualan secara online.

Namun, dua tahun kemudian Rina harus meninggalkan Indonesia untuk ikut dengan suaminya yang pindah kerja ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, lalu kemudian pindah lagi ke Manchester, Inggris.

Dua tahun tinggal di Inggris, Rina pun mendapatkan ide untuk meneruskan bisnis Tatuis di sana. Penjualan pun dilakukan lewat website terpisah untuk pasar Eropa.

“Produk mukenanya kita ambil yang dari indonesia, karena pasar utama Tatuis tetap di Indonesia. Nah, produk yang sudah lama di sana, lalu saya tarik ke sini (Inggris),” ujar Rina yang dilansir dari laman BBC Indonesia.

Dia mengaku, dari Inggris mukenanya sudah dipasarkan ke Prancis, Jerman, Maroko, bahkan Amerika Serikat. “Saya cukup senang, baru tiga-empat bulan, ratusan mukena sudah terjual.”

Agar lebih membumi dengan pasar Eropa, dia pun melakukan sejumlah pemotretan mukena di London.

Advertisement

Fashion

Sandal Jepit Bertabur Swarovski Ini Dijual Rp 2,2 Juta

Published

on

Finroll.com — Sandal Jepit Bertabur Swarovski, Ini Dijual Rp 2,2 Juta, mungkin terdengar sangat aneh. Namun siapa sangka, baru-baru ini brand alas kaki dari Brasil Havaianas telah meluncurkan sandal jepit kekinian.

Brand tersebut baru saja meluncurkan flip-flop, atau di Indonesia lebih dikenal sandal jepit, dengan hiasan mewah kristal Swarovski. Dikutip Wolipop, sandal jepit berwarna putih ini dihiasi deretan kristal pada bagian pangkal, hingga ujungnya.

Terkesan sangat mudah, pembuatan sandal jepit Swarovski ini ternyata cukup rumit. Setiap butiran kristal dijahit dengan tangan oleh para pengrajin dari Brasil Utara.

Menurut laman HELLO! Magazine, sepasang sandal jepit berhias Swarovski ini dijual £130 atau sekira Rp 2,2 juta.

Sandal jepit Swarovski ini sangat cocok digunakan dalam acara pernikahan berkonsep kasual atau beach party. Ini juga bisa dipasangkan dengan maxi dress atau gaun pengantin berdesain simple dan minimalis, memberi sentuhan glamor, tapi tetap terkesan santai.

Alas kaki bergaya kasual memang sedang digemari kalangan wanita muda sebagai pilihan gaya pernikahan yang lebih modern dan non-formal. Beberapa tahun belakangan ini, semakin banyak mempelai wanita yang memilih alas kaki nyaman ketimbang high heels atau stiletto.

Fenomena ini akhirnya memberikan ide bagi para produsen serta brand fashion untuk meluncurkan versi bridal dari produk-produknya. Sebut saja Kate Spade, yang pernah merilis sneakers khusus pengantin bersama Keds.

Brand fashion asal New York tersebut menyediakan koleksi bridal, berupa sneakers putih dengan hiasan mutiara, bebatuan, glitter, lace hingga manik-manik. Koleksi sneakers hasil kolaborasi dengan Keds itu dijual sekitar Rp 700 ribu sampai Rp 1 jutaan.

Tidak hanya itu, belum lama ini brand sepatu Crocs juga meluncurkan sepatu khusus pengantin. Pada Mei 2019, Crocs membuat inovasi dengan menambahkan bantalan empuk pada bagian pinggir sepatu, lalu bagian badan sepatu ditutupi sequin dengan nuansa warna bergradasi yang didominasi putih. Harga sepasang sepatu pengantin ini dijual Rp 1,6 jutaan.(red)

Continue Reading

Fashion

Kenakan Baju Kurung Warna Putih Pada Sidang Tahunan MPR RI 2019, Ibu Iriana Jokowi Tampil Anggun

Published

on

Finroll.com — Acara Sidang Tahunan MPR RI 2019 kali ini mengambil tema “SDM Unggul, Indonesia Maju” dan digelar pada Jumat (16/8/2019).

Dalam sidang tahunan kali ini, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pidato dalam tiga sesi. Jokowi hadir didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi.

Sementara Jokowi memakai setelan jas biru dengan kemeja putih. Tampilannya dilengkapi dengan tambahan dasi merah.

Dengan mendampingi Jokowi, Ibu Iriana tampil dengan pakaian adat berupa baju kurung berwarna putih. Pakaian adat Ibu Iriana Jokowi berupa baju kurung ini dihias dengan tambahan renda dan detail mutiara di beberapa bagian termasuk leher dan bagian bawah baju kurungnya.

Baju kurungnya dibuat dengan detail leher yang melebar. Sebagai padanannya dia menggunakan bawahan kain dan selendang kain batik berwarna cokelat dengan sentuhan warna vintage. Baju bergaya ini membuat Iriana Jokowi terlihat anggun dan elegan.

Kain batik dan selendang yang dipilih Iriana memilih motif batik parang. Motif batik dari Jawa ini merupakan salah satu motif dasar yang paling tua. Secara umum, motif parang memiliki makna untuk tak pernah menyerah. Batik ini juga menggambarkan jalinan yang tak pernah putus dalam berbagai hal seperti memperbaiki diri, memperjuangkan kesejahteraan, dan pertalian keluarga.

Selain itu tampilannya Ibu Iriana Jokowi juga terlihat mewah dengan aksesori mutiara. Anting, kalung, gelang, cincin, dan selopnya juga memiliki detail mutiara di heelsnya.

Meski bukan pertama kalinya Iriana Jokowi memakai pakaian adat, namun baju yang dipakai Iriana ini membuat dia terlihat anggun dan bersahaja.

Berbeda dengan Iriana yang memakai baju kurung dengan warna netral, istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah Jusuf Kalla menggunakan pakaian adat berupa kebaya aneka warna.

Ibu Mufidah Jusuf Kalla terlihat cukup berani dengan menggunakan kebaya hijau dengan kain bawahan dan selendang berwarna merah. Ibu Mufidah Jusuf Kalla
juga memadukan kebaya hijau dengan kalung manik berwarna kuning.

Continue Reading

Fashion

Gandeng JWP – Discovery Hotel Gelar “Garden of Love” Rekomendasi Para Calon Pengantin

Published

on

Finroll.com — Untuk pertama kalinya Discovery Hotel Ancol menggelar perhelatan Wedding Open House yakni inhouse wedding exhibition bertajuk “Garden of Love” dimana kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi para calon pengantin untuk mempersiapkan sebuah pesta pernikahan istimewa dan berkesan di Discovery Hotel Grand Ballroom.

Bekerjasama dengan pihak WO Jakarta Wedding Planner (JWP), kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ( 10-11 Agustus 2019), kegiatan ini menghadirkan sebanyak lebih dari 32 vendor pernikahan lengkap, mulai dari busana pengantin, catering, fotografi, MC dan Entertainment, dekorasi, hingga jasa sewa mobil pengantin.

“Sebagai tuan rumah “Wedding Open House” kali ini, Tema Garden of Love sendiri dibuat dengan insight, nuansa Green di Discovery Ancol. Dengan memiliki Ballroom berkapasitas 1500 orang, Discovery Ancol merupakan pilihan tepat sebagai hotel di utara jakarta, untuk menjadi tempat Wedding Celebration kalian,” ungkap Elfa Yuliani (Director Marketing & Sales Discovery Hotel Ancol) dalam jumpa pers pagi tadi, Sabtu (10/8).

“Oleh sebab itu, kami ingin memberikan sebuah konsep pernikahan yang berbeda dari yang lain di Discovery Ancol. Dengan harapan, acara ini akan berjalan dengan lancar dan sukses,” sambung Elfa.

Elfa menjelaskan, selain menghadirkan vendor pernikahan lengkap dan terpercaya, selama penyelenggaraan wedding open house ini juga akan menampilkan sejumlah agenda menarik, salah satunya fashion show dari para staff Discovery Hotel.

Dalam kesempatan yang sama, Director Jakarta Wedding Planner, Evan Septian menjelaskan, nantinya ballroom Discovery ini akan kami masukan dalam list all in package yang kami tawarkan dan rekomendasikan kepada calon pengantin klien JWP,” sebut Evan.(red)

Continue Reading
Advertisement

Trending