Connect with us

Komoditi

Naik Seribu Rupiah, Hari Ini Emas Antam Dijual Rp 665.000 Per Gram

Published

on


Sama Dengan Rupiah, Harga Emas Antam Stagnan Rp 663.000 Per Gram

Finroll.com – Harga jual logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) Naik Rp 1.000 menjadi Rp 665.000. Dibandingakan pada harga jual kemarin (6/5), emas antam dibanderol Rp 664.000 per gram.

Dikutip dari laman logammulia.com, harga tersebut mulai terbesar untuk ukuran terkecil setengah gram dan harga terkecil untuk ukuran terbesar sebesar 1.000 gram.

Sementara, harga pembelian kembali atau buyback juga naik Rp 2.000 menjadi Rp 590.000 per gram dari posisi kemarin di Rp 588.000 per gram.

Harga dan ketersediaan emas Antam ini hanya berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Untuk harga dan ketersediaan emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Berikut rincian harga emas antam Selasa, (7/5/2019):

  • Harga emas 0,5 gram Rp 357.000 (tersedia)
  • Harga emas 1 gram Rp 665.000 (tersedia)
  • Harga emas 5 gram Rp 3.145.000 (tersedia)
  • Harga emas 50 gram Rp 30.835.000 (tersedia)
  • Harga emas 100 gram Rp 61.600.000 (tersedia)
  • Harga emas 250 gram Rp 153.750.000 (belum tersedia)
  • Harga emas 500 gram Rp 307.300.000 (belum tersedia)
  • Harga emas 1.000 gram Rp 614.600.000 (belum tersedia)

Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 yaitu 0,9 persen. Sertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yakni 0,45 persen.

Komoditi

Usai Koreksi, Emas Antam Naik ke Rp813 Ribu per Gram

Published

on

By

Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp813 ribu per gram pada Kamis (27/2) atau naik Rp5.000 dari sebelumnya yang berada di level Rp808 ribu. Sementara, harga pembelian kembali (buyback) pun naik Rp5.000 menjadi Rp735 ribu per gram pada hari ini.

FINROLL.COM — Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp431 ribu, 2 gram Rp1,57 juta, 3 gram Rp2,34 juta, 5 gram Rp3,88 juta, 10 gram Rp7,7 juta, 25 gram Rp19,15 juta, dan 50 gram Rp38,23 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp76,4 juta, 250 gram Rp190,75 juta, 500 gram Rp381,3 juta, dan 1 kilogram Rp762,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Pada perdagangan internasional, harga emas berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.648,8 per troy ons atau menguat 0,35 persen. Sementara, harga emas di perdagangan spot naik 0,49 persen ke US$1.649,07 per troy ons pada pagi ini.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan wabah virus corona masih jadi sentimen kuat untuk harga emas. Pasar masih khawatir virus itu membuat ekonomi global semakin melambat tahun ini.

“Kelihatannya sentimen masih belum berubah. Pasar masih khawatir tentang meluasnya infeksi virus corona ke negara di luar China,” ujar Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Tak heran, harga emas yang sebelumnya terkoreksi mulai bergerak ke zona hijau pagi ini. Tak hanya itu, tingkat imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun juga juga turun ke kisaran 1,29 persen.

“Ini artinya banyak pelaku pasar membeli obligasi tersebut,” imbuh Ariston.

Ia bilang emas dan obligasi kerap dijadikan pelarian investor ketika kondisi ekonomi sedang tidak pasti. Untuk hari ini, Ariston meramalkan harga emas berada dalam rentang support US$1.630 per troy ons dan resistance US$1.665 per troy ons. (CNN INDONESIA)

Continue Reading

Komoditi

Harga Emas Rekor, Sentuh Level Tertinggi 7 Tahun

Published

on

By

Mengawali hari pertama perdagangan pekan ini Senin (24/2/2020), harga emas dunia di pasar spot mencetak rekor tertinggi barunya. Harga emas saat ini berada di level US$ 1.660,59/troy ons, naik 1,05% dibanding harga penutupan minggu lalu dan menandai harga tertinggi sejak 11 Februari 2013.

FINROLL.COM — Harga emas tak bosan terus mencatatkan rekor tertinggi barunya. Ganasnya virus corona yang telah merebak di lebih dari 25 negara membuat aset minim risiko ini kembali digandrungi.

Mengawali hari pertama perdagangan pekan ini Senin (24/2/2020), harga emas dunia di pasar spot mencetak rekor tertinggi barunya. Harga emas saat ini berada di level US$ 1.660,59/troy ons, naik 1,05% dibanding harga penutupan minggu lalu dan menandai harga tertinggi sejak 11 Februari 2013.

Sepakan kemarin harga emas di pasar spot mencatatkan kinerja yang ciamik dengan mencatatkan penguatan sebesar 3,95%. Harga emas saat ini sedang bertengger di level tertingginya dalam 7 tahun.

Virus corona masih menjadi sentimen utama yang menggerakkan harga si logam mulia ini. Hingga hari ini, data dari John Hopkins University CSSE menunjukkan sudah ada 79.157 kasus orang yang positif terinfeksi virus corona secara global. Patogen mematikan ini telah merenggut nyawa 2.470 orang.

Secara mengejutkan jumlah kasus di luar China bertambah secara signfikan terutama di Korea Selatan. Jumlah orang yang positif terinfeksi virus ganas ini mencapai 763 orang dan sudah ada 7 kematian di laporkan di Korea Selatan.

Lonjakan kasus juga terjadi di Italia. Di Italia sudah ada 157 kasus orang yang terinfeksi virus corona. Tiga orang dinyatakan meninggal akibat serangan virus mematikan ini, berdasarkan data John Hopkins University CSSE.

Hal ini membuat pelaku pasar semakin cemas bahwa virus yang masih satu keluarga dengan penyebab SARS 17 tahun silam akan jadi pandemi dan menggerogoti perekonomian global yang belum sehat betul.

Akibatnya bursa saham global mengalami tekanan. Pada pagi ini mayoritas bursa saham utama kawasan Asia begerak di zona merah. Indeks Shang Hai Composite terkoreksi 0,42%, indeks Hang Seng ambles 1,72%, indeks Kospi anjlok 3,02%, indeks Nikkei225 turun 0,39% dan indeks Straits Times juga melemah 0,76%.

Tak hanya bursa saham Asia saja yang bergerak di zona merah. Indeks futures Dow Jones juga harus terpangkas 300 poin merespons perluasan penyebaran virus corona di luar China. Pagi tadi indeks futures Dow Jones Industrial Average terpangkas 352,421 poin.

Kekhawatiran ini membuat si logam mulia sebagai aset minim risiko kembali dilirik oleh investor walaupun harganya sudah mahal. Akibatnya harga emas pun ikut terangkat.

Ketidakpastian masih menyelimuti perekonomian global. Jika tahun lalu ketidakpastian sumbernya adalah perang dagang AS-China, tahun ini adalah virus corona.

Continue Reading

Komoditi

Harga Emas Naik, Ketakutan Virus Kembali Meningkat

Published

on

By

FINROLL.com – Harga emas mencapai level tertinggi dalam 10 hari pada Jumat (14/02) pagi lantaran buyer kembali berpindah hati ke logam kuning di tengah laporan lonjakan baru jumlah kematian dan infeksi epidemi virus Covid-19 di Cina.

Emas berjangka COMEX untuk penyerahan April di New York ditutup naik $7,70, atau sebesar 0,5%, di $1,575.10 per ons. Emas ini memuncak ke $1.581,35 sebelumnya, tingkat tertinggi sejak 3 Februari.

Emas spot, yang mencerminkan perdagangan langsung fisik emas, naik $10,58, atau sebesar 0,7%, ke $1.575,91 pada pukul 02:30 PM ET (19:30 GMT).

Cina pada Kamis melaporkan lonjakan besar jumlah kematian dan infeksi dari virus baru setelah Provinsi Hubei, yang menderita serangan virus paling parah, menerapkan sistem klasifikasi baru yang memperluas cakupan diagnosa untuk wabah tersebut dan telah menyebar ke lebih dari 20 negara.

Korban tewas di Cina mencapai 1.367 orang, bertambah 254 orang dari hari sebelumnya. Jumlah kasus yang dikonfirmasi melonjak 15.152 menjadi 59.804. Peningkatan yang luar biasa besar ini disebabkan oleh perubahan metode diagnosa tim medis di Hubei.

Jepang melaporkan kematian pertamanya yakni seorang wanita berusia 80-an yang telah dirawat di rumah sakit sejak awal Februari. Korban tersebut merupakan kematian ketiga yang dikonfirmasi di luar Cina, setelah kematian di Filipina dan Hong Kong.

TD Securities mengatakan dalam catatan bahwa perdagangan emas yang terbatas baru-baru ini hampir seluruhnya dikaitkan dengan perkembangan virus Covid-19.

“Memang, kami yakin pembalikan arus safe haven ini, didorong oleh kekhawatiran bahwa virus Wuhan dapat mencemari kebijakan reflasi global, tampaknya menjadi kandidat (pendorong) yang jelas untuk pembalikan yang didorong oleh narasi,” katanya.

“Emas adalah perdagangan yang ramai, meskipun aliran kecil sehari-hari tampaknya didorong oleh perubahan sentimen risiko seiring kaitannya dengan permintaan safe haven.” (Investing)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending