Connect with us

Nasional

Nama Eks Ketua KPK Diusulkan Jadi Ketum PSSI

Published

on


Finroll.com – Satu lagi nama kandidat muncul dalam bursa calon Ketua Umum PSSI. Dia adalah mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar. Awal mula mencuatnya nama Antasari Azhar bermula dari keresahan sejumlah mantan pemain Persija Jakarta angkatan juara tahun 2001.

Seperti yang diungkapkan oleh Nur Alim. Mantan kapten Macan Kemayoran saat juara 2001 itu mengaku prihatin dengan carut-marutnya kondisisi PSSI. Jabrik, begitu ia kerap disapa berharap PSSI dipimpin oleh orang-orang yang memiliki integritas dan mau mengorbankan waktu dan hidupnya untuk sepak bola Indonesia.

Menurut Jabrik, hal itu ada dalam jiwa Antasari Azhar. Pengalamannya sebagai eks Ketua KPK tak perlu diragukan lagi. Antasari dinilai sangat berguna bagi PSSI nantinya dalam menyikapi dan adanya kasus pengaturan skor seperti yang saat ini sedang menggerayangi tubuh PSSI.

Jabrik juga mengklaim, meski belum diucapkan secara resmi kepada publik, puluhan eks pemain Persija maupun Timnas Indonesia sepakat mendukung Antasari Azhar untuk jadi orang nomor satu PSSI. “Saya suda bicara dengan pemain lain seperti Rocky Putiray, Ponaryo Astaman dan mantan pemain Persija lainnya. Mereka setuju dan mendukung Antasari Azhar,” ucap Jabrik dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.

“Kami tidak memiliki kepentingan apapun. Hanya saja kami resah melihat sepak bola negeri ini sekarang. Pengurus PSSI saat ini harus diganti semua karena tidak dapat berbuat banyak untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Ketua PSSI ke depan harus mempunyai kriteria tertentu, yaitu berani, dan tidak terlibat korupsi,” jelasnya.

Dukungan Asprov

Hadirnya Antasari Azhar dalam bursa calon Ketum PSSI mendapat dukungan bukan hanya dari mantan pemain saja. Dukungan juga hadir dari Ketua Asosiasi provinsi (Aspov) PSSI Kabupaten Buru, Amustofa Besan.

Dia menilai, kepengurusan PSSI saat ini tidak memberikan perubahan secara menyeluruh sampai ke pelosok.

Amustofa Besan mengungkapkan, Kabupaten Buru sejatinya merupakan daerah yang selalu menyumbang pemain untuk Timnas Indonesia. Salah satu eks timnas yang berasal dari Buru adalah dan Elly Idris.

Oleh karenanya, Amustofa Besan mengharapkan sosok ketua umum PSSI  bisa mengayomi seluruh anggotanya dan  berani bertindak, tidak terlibat mafia serta bebas dari hukuman. “Sosok ini terlihat di diri Antasari Azhar yang dimana mantan pimpinan KPK ini berani dalam bertindak dan menghancurkan para koruptor,” tegasnya.

Nasional

Tito Jadi Menteri, Ini Deretan Jenderal di Bursa Kapolri

Published

on

By

Kapolri Jenderal Tito Karnavian, diberi jabatan baru oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam masa kepemimpinan periode kedua, 2019-2024.

Lantas, siapa saja jenderal-jenderal polisi yang berpeluang menggantikan posisi Tito di pucuk pimpinan Polri?

Redaksi merangkum ada 11 perwira tinggi Polri berpangkat komisaris jenderal polisi (komjen pol atau jenderal bintang tiga) saat ini. Mereka tak dapat lagi naik pangkat, kecuali jika diangkat mengisi jabatan Kapolri atau Kepala Badan Intelijen Negara (Ka BIN).

Berikut ini daftar 11 orang yang berpeluang menggantikan Tito dari segi kepangkatan bintang tiga:

Berada di dalam struktur organisasi Polri:

1. Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, pensiun 23 Desember 2019.

2. Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Pol Moechgiyarto, pensiun 25 Mei 2020

3. Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Condro Kirono, pensiun 12 Desember 2019

4. Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto, pensiun 19 Februari 2023

5. Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto, pensiun 24 Maret 2023

6. Kapala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol Idham Azis, pensiun 22 Januari 2021

Berada di luar struktur organisasi Polri

7. Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Sestama Lemhanas) Komjen Pol M Iriawan, pensiun 31 Maret 2020

8. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (Ka BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius, pensiun 10 Mei 2020

9. Kepala Badan Narkotika Nasional (Ka BNN) Komjen Pol Heru Winarko, pensiun 1 Desember 2021

10. Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komjen Pol Dharma Pongrekun, pensiun 12 Januari 2024

11. Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian (Irjen Kemenperin) Komjen Pol Setyo Wasisto, pensiun 19 November 2019

Peluang Besar di Luar Bintang Tiga

Meski demikian, tak tertutup kemungkinan Presiden Jokowi, yang memiliki hak prerogatif, mengangkat perwira tinggi Polri yang saat ini berpangkat jenderal bintang dua atau inspektur jenderal polisi (irjen pol). Ada kabar yang menyebutkan bahwa Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono berpeluang kuat menjadi Kapolri.

Gatot Eddy, yang merupakan lulusan Akpol 1988, pernah menjabat Asisten bidang Sosial dan Ekonomi Kapolri, sekaligus Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Nusantara, yang bertugas menjaga keamanan masyarakat di seluruh penjuru negeri saat perhelatan pesta demokrasi Pilkada Serentak 2018. Eddy baru akan pensiun pada 28 Juni 2023.

Continue Reading

Nasional

Kasum TNI : Jadikan Anggota Korpri TNI Sebagai Abdi Negara Yang Profesional

Published

on

Finroll.com — Jadikan dirisaudara-saudara (anggota Korpri) TNI sebagai Abdi Negara yang memiliki  integritas,  profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Hal tersebut dikatakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto selaku Pembina Dewan Pengurus Korpri TNI, pada acara olahraga bersama anggota Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia) Unit Mabes TNI, bertempat di lapangan GOR A. Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (22/10/2019).

Kasum TNI menegaskan bahwa anggota Korpri TNI harus mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, hal tersebut sejalan dengan tema nasional peringatan HUT ke-48 KORPRI, yaitu “KORPRI : Berkarya, Melayani dan Menyatukan Bangsa”.

Pada kesempatan tersebut, Kasum TNI mengingatkan kembali kepada PNS TNI terhadap Undang-Undang Republik Indonesia Nomor  5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, sebagai pedoman tata kelola kepegawaian dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai Abdi Negara.

“Hal ini harus diimplementasikan dengan baik dan benar dalam setiap pelaksanaan tugas dan pengabdian di satuan kerja masing-masing,” tegasnya.

“Bapak dan Ibu sekalian adalah bagian dari penyelengggara negara. Apapun posisi, peran dan jabatannya, kita ini sebagai penyelenggara negara.

Tujuan kita menyampaikan dan mensosialisasikan tentang progam-progam pemerintah. Tugas kita adalah mempererat dan mempersatukan bangsa,” terangnya.

Di sisi lain Kasum TNI menekankan tentang peningkatan etos kerja. Menurutnya, etos kerja dibentuk melalui spirit, semangat dan mentalitas kinerja individu maupun kelompok, sehingga terwujud menjadi seperangkat perilaku kerja dan budaya kerja yang baik.

”Perilaku kerja positif tersebut diantaranya adalah bersemangat, rajin, teliti, tekun, ulet, sabar, akuntabel, bertanggung jawab, berintegritas, hemat dan menghargai waktu,” ujarnya.

“Apabila semua ini digunakan dan didayagunakan secara optimal dalam pekerjaan sehari-hari, maka akan muncul dalam bentuk kinerja yang optimal, prestasi tinggi dan produktivitas kerja yang lebih baik,” kata Kasum TNI.

Turut serta pada olahraga bersama diantaranya Irjen TNI Letjen TNI M. Herindra, M.A., M.Sc., Danjen Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Sudirman, S.H., M.H., M.M., para Asisten Panglima TNI dan Angkatan, Dankodiklat TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, S.I.P., Ketua Dewan Pengurus Dr. Drg. Widya Leksmanawati, M.M., Sp.Ort. dan anggota Korpri TNI.(red)

Continue Reading

Nasional

Pagi Ini Presiden Jokowi Umumkan Susunan Kabinet dan Lantik Menteri

Published

on

Finroll.com — Pagi hari ini, Rabu (23/10/2019) Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal mengumumkan menteri-menteri kabinet di Istana Negara, Jokowi juga akan melantik para menteri yang akan membantunya menjalankan roda pemerintahan lima tahun ke depan.

Heru Budi Hartono selaku Kepala Sekretariat Presiden mengatakan Jokowi bakal mengenalkan para menteri sekitar pukul 08.00 WIB. Pelantikan dilakukan selang beberapa jam kemudian.

“Pelantikan akan dilaksanakn jam 10.00 WIB,” kata Heru, dilansir dari CNN, Rabu (23/10/2019).

Presiden Jokowi sudah memanggil puluhan tokoh ke Istana Negara sejak Senin lalu (21/10). Ma’ruf Amin tidak ikut serta menemui para calon menteri tersebut lantaran tengah kunjungan kerja ke Jepang. Akan tetapi, dia dikabarkan bakal ikut mengumumkan dan melantik para menteri bersama Jokowi pada hari ini.

Sementara Tokoh-tokoh yang dipanggil ke Istana berasal dari berbagai kalangan. Ada politikus, pengusaha, hingga akademisi.

Tokoh-tokoh itu dipanggil untuk dijadikan menteri dalam kabinet pemerintahan 2019-2024. Beberapa dari mereka bahkan sudah mengumumkan kepada publik pos menteri yang akan diduduki.

Juru Bicara Presiden yang baru, Fadjroel Rahman mengatakan Jokowi dibantu tim beranggotakan 7 orang dalam menyusun kabinet. Ketujuh orang itu antara lain, Pratikno, Moeldoko, Pramono Anung, Retno Marsudi, Soekardi Rinakit, Ari Dwipayana, dan Alexander Lay.

Berikut tokoh-tokoh yang sudah dipanggil ke Istana Negara pada Senin (21/10) dan Selasa lalu (22/10).

1. Mahfud Md
2. Nadiem Makarim
3. Wishnutama
4. Erick Thohir
5. Jenderal Pol Tito Karnavian
6. Airlangga Hartarto
7. Pratikno
8. Prabowo Subianto
9. Edhy Prabowo
10. Sri Mulyani
11. Syahrul Yasin Limpo
12. Agus Gumiwang Kartasasmita
13. Juliari Batubara
14. Siti Nurbaya Bakar
15. Suharso Monoarfa
16. Basuki Hadimuljono
17. Fachrul Razi
18. Ida Fauziah
19. Bahlil Lahadalia
20. Zainuddin Amali
21. Abdul Halim Iskandar
22. Yasonna Laoly
23. Budi Karya Sumadi
24. Tjahjo Kumolo
25. Sofyan Djalil
26. Moeldoko
27. Bambang Brojonegoro
28. Jhonny G Plate
29. Agus Suparmanto
30. Teten Masduki
31. dr. Terawan
32. Luhut Binsar Panjaitan
33. Nico Harjanto

Kemungkinan besar, tokoh yang akan diumumkan bakal lebih banyak dari jumlah yang telah dipanggil ke Istana Negara.(red)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending