KPK apresiasi Ganjar terapkan sistem pencegahan korupsi di Jateng

  • Bagikan
kpk apresiasi ganjar terapkan sistem pencegahan korupsi di jateng 6075408c7d4ac.jpeg
kpk apresiasi ganjar terapkan sistem pencegahan korupsi di jateng 6075408c7d4ac.jpeg
Semarang (ANTARA) –

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi Gubernur Ganjar Pranowo yang dinilai sukses menerapkan sistem pencegahan korupsi di Provinsi Jawa Tengah dengan membentuk pendidikan dan penyuluh antikorupsi.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua KPK Firli Bahuri dalam acara Peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022 yang berlangsung secara daring, Semarang, Selasa.

Firli membenarkan bahwa kerja sama antara KPK dengan Pemprov Jateng berjalan sangat bagus, bahkan tim dari KPK sering datang ke Jateng untuk melakukan sosialisasi dan membantu melaksanakan program-program pencegahan lainnya.

“Praktik-praktik pencegahan ini memang perlu dikembangkan dan ditularkan pada seluruh daerah karena jangan sampai, hanya orang kena OTT saja yang ramai, padahal masih banyak orang baik di Indonesia ini,” katanya.

KPK, lanjut dia, juga telah membentuk dan memperbanyak agen pembangun integritas yang disebar di kementerian/lembaga hingga kabupaten/kota untuk melakukan pencegahan korupsi.

“Kalau mereka tersebar, tentu Indonesia berintegritas akan terwujud dan terbentuk. Saya juga meminta kepada semua kepala daerah untuk memperbanyak kelompok-kelompok antikorupsi agar program pencegahan berjalan lancar,” ujarnya.

Pada acara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diminta memberikan masukan terkait program pencegahan korupsi bersama beberapa pembicara lainnya.

“Saya mendorong, kalau kita ingin melakukan pencegahan, konteks pencegahan harus melibatkan semuanya. Kalau konteks OTT sudahlah, itu pasti akan diberitakan secara luas, namun cerita baik, proses panjang mengubah sistem dan perilaku antikorupsi ini tidak pernah muncul,” kata Ganjar.

Selain itu, muncul beberapa program pencegahan antikorupsi, seperti pendidikan antikorupsi dan penyuluh antikorupsi.

“Pendidikan antikorupsi menjadi penting. Program ini masuk ke sekolah, dunia usaha dan perizinan-perizinan sehingga kita bisa pantau semuanya, bahkan kami telah memiliki perda khusus tentang pendidikan antikorupsi itu,” ujarnya.

Selain itu, penyuluh antikorupsi di Jateng juga sudah berjalan dengan baik dan beberapa ASN, serta masyarakat umum diberi pelatihan dengan pendampingan dari KPK untuk menjadi agen-agen penyuluh antikorupsi itu.

“Mereka telah menjadi virus seperti vaksinasi, yang kita suntikkan ke dalam sistem yang harus berubah, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” katanya.

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Joko Susilo
Sumber : ANTARA

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->