Polisi mengamankan lokasi kebakaran 14 rumah di Samarinda

  • Bagikan

Diperlukan kesigapan dari personel agar kinerja dari rekan-rekan pemadam dan relawan dapat maksimal tanpa hambatan.

Samarinda (ANTARA) – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sungai Pinang AKP Noor Dhianto beserta personelnya langsung meninjau dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran 14 unit rumah di Jalan S Parman, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

“Diperlukan kesigapan dari personel agar kinerja dari rekan-rekan pemadam dan relawan dapat maksimal tanpa hambatan dalam upaya pemadaman api,” kata Noor, di Samarinda, Kamis.

Dia mengatakan, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kerugian dan dampak yang lebih besar, dikarenakan api dapat menyebar ke bangunan yang lain jika upaya pemadaman oleh petugas damkar dan relawan terhambat

Bersama dengan Unit Patroli Beat Polresta Samarinda, personel Polsek Sungai Pinang mengamankan lokasi kebakaran yang terjadi di areal permukiman padat penduduk tersebut, pada Kamis pagi, sekitar pukul 10:50 WITA .

Hal tersebut dilakukan untuk memaksimalkan pemadaman api oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda beserta relawan yang menggunakan 14 unit mobil damkar dan 20 unit pemadam portable.

Ia menyebut, total bangunan yang terbakar dalam peristiwa tersebut sedikitnya berjumlah 14 unit bangunan rumah berbahan kayu.

“Tiga rumah berada di RT 25, dan sisanya berada di RT 28 yang mana keseluruhan bangunan terdiri dari bahan kayu, beratapkan seng dan beton. Sedikitnya 19 KK kehilangan tempat tinggal untuk sementara waktu,” katanya lagi.

Dia pun mengimbau masyarakat agar sekiranya bisa mencegah terjadinya musibah kebakaran terutama yang diakibatkan hubungan arus pendek listrik (korsleting).

“Utamanya dengan melakukan pengecekan secara berkala rangkaian listrik di rumah masing-masing dan pastikan perangkat listrik dimatikan (dicabut dari stop kontak/saklar) sebelum bepergian atau bekerja,” katanya pula.

Menurut kesaksian salah seorang warga RT 28 berinisial RH (30), api diduga berasal dari salah satu rumah warga berinisial HA akibat korsleting listrik.

Ia mengaku mendengar suara ledakan dari rumah HA yang disusul dengan kepulan asap dan kobaran api sampai membakar rumah.

Warga kemudian berusaha untuk membantu memadamkan api, namun api telanjur membesar dan melahap rumah warga yang berada di sekitar titik awal terjadinya kebakaran.
Baca juga: Kebakaran di Penajam Paser Utara Kaltim menghanguskan enam rumah
Baca juga: Korban tewas kebakaran tumpahan minyak warga Balikpapan

Pewarta: Gunawan Wibisono/R’sya R
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2022

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->