Sepekan, kasus tambang emas ilegal hingga vonis Heru Hidayat

  • Bagikan
sepekan, kasus tambang emas ilegal hingga vonis heru hidayat 61ecc3d168db5.jpeg
sepekan, kasus tambang emas ilegal hingga vonis heru hidayat 61ecc3d168db5.jpeg
Jakarta (ANTARA) – Berita hukum yang terjadi selama sepekan (17—22 Januari) namun masih menarik disimak, mulai dari kasus tambang emas ilegal di Kabupaten Manokwari, Papua Barat hingga vonis nihil kepada Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

Berikut rangkuman selengkapnya.

1. Di Manokwari ekskavator jadi angkutan BBM ke tambang emas ilegal

Kegiatan penambangan emas tanpa kontrol pemerintah di kampung Wasirawi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, berpotensi merusak hutan akibat pembukaan lahan dan pengerukan material menggunakan ratusan unit ekskavator.

Selengkapnya di sini:

2. Polisi sebut korban meninggal kecelakaan maut Balikpapan empat orang

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menyampaikan data terkini sementara korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut di lampu merah Simpang Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, berjumlah empat orang.

Selengkapnya di sini:

3. Polres Jember ungkap motif pembunuhan yang dilakukan tukang servis TV

Satreskrim Polres Jember, Jawa Timur, mengungkap motif pembunuhan sadis yang dilakukan tukang servis televisi berinisial HPH (32) kepada korban Prita Hapsari (48) warga Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Jember Lor, Kabupaten Jember pada Selasa (18/1).

Selengkapnya di sini:

4. Kejagung periksa tiga saksi kasus korupsi proyek satelit Kemhan

Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa tiga saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Proyek Satelit Slot Orbit 123 derajat Bujur Timur oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) tahun 2015-2021.

Selengkapnya di sini:

5. Heru Hidayat divonis nihil dan wajib bayar Rp12,643 triliun

Majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis nihil kepada Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat ditambah kewajiban membayar uang pengganti senilai Rp12,643 triliun dalam perkara korupsi PT Asabri dan tindak pidana pencucian uang.

Selengkapnya di sini:

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2022

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->