简体中文EnglishBahasa Indonesia한국어Русский

Gus Yaqut: Ansor-Banser harus miliki cita-cita besar untuk Indonesia

  • Bagikan
Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) menegaskan dan mengingatkan seluruh kader Ansor dan Banser harus memiliki cita-cita besar untuk kejayaan dan masa depan Indonesia.

“Kepada seluruh kader Ansor di mana pun kalian berada, kalian harus selalu memiliki cita-cita besar,” kata Ketua Ketua Umum PP GP Ansor Gus Yaqut melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Hal tersebut disampaikan Gus Yaqut saat pelantikan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ansor Sumatera Utara Adlin Tambunan dan Pengurus Masa Khidmat 2019-2023 di Institut Teknologi Del Laguboti, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara.

Baca juga: Gus Yaqut: GP Ansor miliki kantor virtual dengan teknologi metaverse

Ia mengatakan kader Ansor dan Banser harus berjiwa besar dan tidak boleh menjadi pengecut serta harus berani mengorbankan apa pun. Selain itu, para kader tidak boleh serakah.

“Kader yang berjiwa besar itu pasti tidak serakah dan suka berbagi kepada sesama,” kata Gus Yaqut yang juga Menteri Agama tersebut.

Ia mengimbau agar para kader tidak mudah terpancing dan sakit hati apabila dihujat atau mendapatkan perisakan (gangguan).

Baca juga: Kuota haji 1444 Hijriah/2023 Masehi diprediksi naik

“Kader Ansor dan Banser itu tidak mudah sakit hati. Ansor dan Banser tidak akan pernah tumbang meski dibuli dan tidak terbang bila dipuji,” ujarnya.

Para kader diimbau harus tetap menjaga rumah ibadah karena hal itu sama dengan menjaga Indonesia, paparnya.

“Peganglah hal ini dan saya yakin apa pun cita-cita besar dan sesulit apa pun rintangan pasti akan kita lalui,” ajak dia.

Selain itu, Gus Yaqut meminta pengurus yang baru dilantik termasuk seluruh PW Ansor di Indonesia untuk melayani dan terus membesarkan organisasi.

Baca juga: Menag ajak masyarakat beri aksi nyata atasi perubahan iklim

“Ingat kalian adalah pengurus dan pengurus adalah mengurusi kader-kader dan anggota,” kata dia.

Ia menambahkan gambaran Nahdlatul Ulama (NU) masa depan adalah gambaran Ansor hari ini. Jika Ansor saat ini tidak benar, maka ke depan NU juga tidak benar. Oleh karena itu, sebagai kader NU, Ansor dan Banser harus selalu berada pada jalurnya.

“Sebab, NU sejak lahir diniatkan untuk Indonesia. NU dilahirkan untuk kemerdekaan dan kejayaan Indonesia,” ujarnya.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

简体中文EnglishBahasa Indonesia한국어Русский
-->