Ini Alasan Prabowo Memilih Kwik Kian Gie sebagai Penasihat Ekonomi?

  • Bagikan

Bakal calon presiden Prabowo Subianto meminta politikus PDIP, Kwik Kian Gie sebagai penasehat ekonomi dan menjadi bagian dari tim suksesnya di Pilpres 2019. Hal ini lantaran kedekatan Prabowo dan Kwik sudah terjalin sejak lama.

Kedekatan Prabowo dan Kwik, dimulai sejak 2009. Saat itu, ekonom kondang itu terus-menerus menasihati Prabowo soal perekonomian Indonesia.

“Karena memang dari awal saya satu pemikran, bisa dikatakan alirannya sama. Saya menilai beliau seorang ekonom yang punya dasar teori yang kuat, diikuti oleh dasar pengalaman, praktisi, pelaku ekonomi yang juga kuat,” kata Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin 17 September 2018.

Prabowo lantas memuji rekam jejak Kwik sebagai enterpeneur juga mampu menjalankan perannya sebagai pejabat publik di bidang kebijakan ekonomi nasional. Karena itu, mantan Danjen Kopassus ini percaya bahwa pengalaman Kwik menghadapi situasi ekonomi yang sulit di awal 2000-an, adalah sesuatu yang sangat membantu menghadapi ekonomi saat ini.

“Sekarang tidak dapat dimungkiri menghadapi situasi yang tidak bisa dianggap remeh. Situasi ini menurut pendapat kami harus kita hadapi dengan cermat,” kata Prabowo.

Parbowo mengaku kerap bertemu Kwik Kian Gie sejak tiga minggu terakhir dan sudah empat kali rapat secara intensif. Rapat dilakukan dengan tim pakar ekonomi yang jumlahnya mencapai 40 orang.

“Jadi Alhamdulilah hari ini baru saja Pak Kwik, dan sebagian tim penasihat ekonomi dan Sandiaga Uno membahas ekonomi secara cukup luas. Kami telah menghasilkan konsep ekonomi, kesejahteraan rakyat, budaya dan lingkungan hidup serta politik dan hankam,” Prabowo memungkasi.

Kata Kwik Kian Gie

Kwik Kian Gie mengakui lebih memberikan masukan kepada Prabowo ketimbang Jokowi. Kwik mengklaim Prabowo lebih merespons seluruh pemikirannya. Kwik ingat pernah memberikan nasihat kepada Jokowi ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Bapak sekarang gubenur sangat populer. Tolong gunakan popularitas untuk kepentingan partai dan negara. Bicaranya jangan DKI Jakarta saja. Tetapi urusan negara,” pinta Kwik.

“Apakah itu,” tanya Jokowi kala itu.

Kwik menjelaskan, kebetulan mempunyai banyak bahan kajian yang bisa memberikan masukan kepada Jokowi. Namun, tak sesuai harapannya.

“Saya lama sekali litbang PDIP, Ketua DPP, mewakili ketua MPR. Langsung kirim segepok hard copy dan soft copy. Satu kata pun tidak ada reaksi dan sambutan apa-apa,” ungkap dia.

Sementara Prabowo, langsung merespons segala pemikiran Kwik. “Jadi logis kalau sendirinya berbicara dengan Pak Prabowo,” tandas dia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->