Jokowi ajak G7 reintegrasi ekspor komoditas pangan Ukraina-Rusia

  • Bagikan
Jakarta (ANTARA) –
Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya dukungan negara G7 untuk melakukan reintegrasi ekspor gandum Ukraina serta komoditas pangan dan pupuk Rusia dalam rantai pasok global, guna mencegah krisis pangan global.

Hal tersebut ditegaskan Presiden Jokowi saat menyampaikan pandangannya pada KTT G7 sesi II dengan topik ketahanan pangan dan kesetaraan gender, yang berlangsung di Elmau, Jerman, Senin.

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin malam, Presiden Jokowi menyampaikan terdapat dua cara untuk merealisasikan hal tersebut.

Yang pertama adalah memfasilitasi ekspor gandum Ukraina agar dapat segera berjalan.

Baca juga: Jokowi: G7 dan G20 harus segera atasi krisis pangan

Yang kedua menurut Presiden Jokowi, adalah melakukan komunikasi secara proaktif kepada publik dunia bahwa komoditas pangan dan pupuk dari Rusia tidak terkena sanksi.

“Komunikasi intensif ini perlu sekali dilakukan sehingga tidak terjadi keraguan yang berkepanjangan di publik internasional. Komunikasi intensif ini juga perlu dipertebal dengan komunikasi ke pihak-pihak terkait seperti bank, asuransi, perkapalan dan lainnya,” jelas Presiden.

Presiden Jokowi menaruh perhatian besar pada dampak perang Ukraina-Rusia, terhadap rantai pasok pangan dan pupuk.

“Khusus untuk pupuk, jika kita gagal menanganinya, maka krisis beras yang menyangkut 2 miliar manusia terutama di negara berkembang dapat terjadi,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menyerukan negara G7 dan G20 untuk bersama-sama mengatasi krisis pangan yang saat ini mengancam rakyat di negara-negara berkembang jatuh ke jurang kelaparan dan kemiskinan ekstrem.

Baca juga: Presiden Jokowi hadiri KTT G7 di Pegunungan Alpen Jerman
 

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2022

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->