简体中文EnglishBahasa Indonesia한국어Русский

P20 tanam pohon bersama wujud langkah kendalikan perubahan iklim

  • Bagikan
Jakarta (ANTARA) – Para delegasi parlemen-parlemen negara anggota G20 (P20) melaksanakan penanaman pohon secara bersama-sama sebagai wujud nyata dari langkah nyata dari komitmen mengendalikan perubahan iklim yang menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam forum pertemuan P20.

“Diperlukan penekanan pada realisasi komitmen yang telah dibuat dalam bentuk aksi nyata untuk pengendalian perubahan iklim,” ujar Ketua DPR RI Puan Maharani dalam acara penanaman pohon tersebut di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.

Di samping itu, Puan menyampaikan bahwa penanaman pohon itu juga dilakukan guna menunjukkan komitmen P20 dalam bekerja sama membangun dunia yang lebih baik untuk seluruh manusia.

“Penanaman pohon bersama yang kami lakukan menunjukkan komitmen kami untuk bekerja sama membangun dunia yang lebih baik, one world for all,” ucap dia.

Baca juga: Puan ingatkan pentingnya akses pendidikan bagi perempuan di Forum P20

Baca juga: Puan: Parlemen P20 komitmen tak ada negara kesulitan pangan 2023

Dalam kesempatan itu, Puan menanam bibit pohon Matoa khas Papua. Selain melibatkan pihak-pihak P20, kegiatan penanaman pohon ini juga diikuti oleh Presiden International Parliamentary Union (IPU) Duarte Pacheco dan tamu undangan di luar pimpinan parlemen negara-negara G20.

Di samping isu perubahan iklim, Puan menyampaikan bahwa P20 juga membahas isu mengenai kerangka pemulihan global, pencapaian pembangunan berkelanjutan, dan upaya mengatasi berbagai tantangan global.

“Di dalamnya, termasuk penggunaan teknologi dan inovasi serta peningkatan peran UMKM yang lebih signifikan dalam rantai-rantai upaya global untuk pemulihan ekonomi,” ucapnya.

Berikutnya, tambah Puan, ada pula isu mengenai transisi energi serta pendanaan dan kerja sama antar-parlemen di dunia guna pencapaian pembangunan berkelanjutan.

Isu-isu prioritas tersebut dibahas oleh para delegasi P20 dalam Forum Pertemuan P20 di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada 6-7 Oktober 2022 melalui empat topik pembahasan. Topik-topik itu adalah ekonomi hijau, ketahanan pangan dan energi, mengefektifkan peran parlemen dan demokrasi, serta inklusi sosial dan kesetaraan gender sekaligus pemberdayaan perempuan.

“Kami berdiskusi selama dua hari (6-7 Oktober 2022) dengan hangat dan konstruktif, mewakili suara rakyat global serta menegaskan komitmen kami untuk dunia yang lebih baik,” ujarnya.

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2022

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

简体中文EnglishBahasa Indonesia한국어Русский
-->