Sekjen PDIP ingatkan perjuangan Bung Karno

  • Bagikan
Jakarta (ANTARA) –

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan tentang perjuangan Proklamator RI Bung Karno tanpa pernah mengenal rasa lelah meskipun dengan resiko di penjara atas perjuangan politiknya.

 

“Sekali-kali, tinggallah di barak mengingat perjuangan Bung Karno tinggal di tempat yang sempit, 3 x 2 meter. Beliau menulis Indonesia Menggugat itu di ruang begitu sempit,” jelas Hasto usai mengikuti Senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat, seperti dikutip dalam siaran persnya.

 

 

Hasto mengatakan momen itu setidaknya bisa dibaca kepala dan wakil kepala daerah dengan dua hal. Pertama memberikan penghargaan kepada ajudan sekaligus mengingat kembali perjuangan Bung Karno.

 

“Terima kasih, malam ini kepala daerah memberikan penghargaan terbaik kepada ajudannya. Karena ajudannya tinggal di hotel dan kepala daerah tinggal di tempat ini (bangsal). Inilah PDI Perjuangan, seperti itu berbagi,” kata Hasto kepada para kepala dan wakil kepala daerah.

 

Para kepala daerah dan ajudan/staf yang ada di area Sekolah Partai sontak tertawa.

 

 

“Ruang saat ini kalau kata Mas Gibran itu ini masih lebih baik, masih seru. Persoalan kalau ada dengkuran, itu bagian dinamika politik,” kata Hasto disambut gelak tawa para kepala dan wakil kepala daerah.

 

Ratusan kepala dan wakil kepala daerah diketahui menginap di Bangsal Sekolah Partai di Lenteng Agung.

 

 

Sementara itu, Wakil Bupati Ngawi, Jatim, Dwi Rianto Jatmiko mengaku bukan pengalaman pertama karena saat ada pelatihan DPC Pelopor sebagai Ketua DPC PDIP Ngawi, dia menginap di Sekolah Partai.

 

“Sudah punya pengalaman. Jadi, saya tidak bawa staf. Saya bawa koper saja. Tapi memang ini lebih seru. Saling berkenalan lebih dekat. Saya tidak jauh kasurnya dari Mas Bobby Nasution,” kata Anto, saapan akrab Dwi Rianto.

 

Anto menyebut tadi malam menyempatkan diri berkenalan dan mengobrol dengan beberapa kepala daerah dan bertukar pikiran tentang kebijakan prorakyat.

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->