简体中文EnglishBahasa Indonesia한국어Русский

Wakil Ketua MPR: Masyarakat bersikap dewasa hadapi perbedaan politik

  • Bagikan
Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad mengajak masyarakat untuk bersikap dewasa dalam menghadapi perbedaan pilihan politik ketika berpartisipasi di kontestasi politik yang akan terjadi pada 2024.

“Mari turut berpartisipasi dalam kontestasi politik secara damai, tidak ada ribut-ribut agar kondisi ekonomi semakin membaik. Karena keributan, hanya akan menimbulkan kerugian kepada semua pihak,” kata Fadel pada Temu Tokoh Nasional dengan Unsur Kepemudaan Keagamaan dan Civitas Akademika Tahun 2022. Acara tersebut berlangsung di Gedung Pertemuan Yayasan Ilimu Ilomata, Desa Ulapato, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Kamis.

Dalam keterangannya, Fadel menegaskan bahwa munculnya perbedaan pada demokrasi adalah satu keniscayaan. Oleh karena itu harus dihadapi dengan sikap dewasa.

Baca juga: Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad buat buku ceritakan pengalaman hidup

Saat ini, katanya, MPR bersungguh-sungguh ikut berkontribusi dalam perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu yang diperjuangkan untuk membangkitkan ekonomi adalah mengembalikan haluan negara yang sempat dicabut pascagerakan reformasi.

“Ketiadaan haluan negara membuat pembangunan tidak berjalan secara berkesinambungan. Setiap presiden memiliki visi misi pembangunannya sendiri sesuai pidato yang disampaikan saat kampanye. Itu menyebabkan pembangunan yang dilakukan presiden sebelumnya terbengkalai. Karena itu MPR berusaha menghadirkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN), seperti yang dulu dikenal sebagai GBHN,” kata Fadel Muhammad.

Baca juga: Wakil Ketua MPR: Kerja sama Pemerintah dan kampus harus ditingkatkan
Baca juga: Waka MPR menegaskan pergantian pimpinan berpegang pada tertib hukum

Sementara itu, anggota MPR dari kelompok DPD Djafar Alkatiri menegaskan pelan tapi pasti Gorontalo menjadi provinsi yang terus melakukan pembenahan.

Gorontalo menjadi daerah pemekaran dan otonomi yang semakin maju dari sebelumnya. Karena itu, seluruh masyarakat harus ikut terlibat dalam pembangunan sesuai kemampuan dan tugasnya masing masing.

“Yang guru, mengajarlah dengan baik agar murid-muridmu pandai dan bisa berprestasi. Yang mahasiswa, belajarlah dengan tekun agar orang tuamu bangga. Yang pengusaha bekerjalah dengan baik, jangan hanya mencari keuntungan sendiri, tetapi ajak warga sekitar yang masih menganggur untuk bekerja. Bila semua bekerja dan saling bahu, maka kemajuan Gorontalo hanya soal waktu,” kata Djafar.

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

简体中文EnglishBahasa Indonesia한국어Русский
-->