Connect with us

Traveling

Ngaku Metalhead, Belum Afdol Kalau Tak Nongkrong di Sini

Published

on


Finroll.com – Musik metal dengan berbagai variannya telah mendunia. Hanya saja, sebagai aliran musik underground alias bawah tanah, tak banyak tempat nongkrong untuk mereka. Namun, meskipun metalhead tak bisa membaur dengan pecinta musik rock di Hard Rock Cafe, mereka juga memiliki tempat bersosialita yang eksklusif di berbagai negara. Mereka bebas berteriak atau headbang sambil menonton musisi mereka memainkan lagu-lagu cadas. Berikut tempat nongkrong anak metal di berbagai belahan dunia yang dinukil dari Loudwire.

Rainbow Bar & Grill – Hollywood, California

Bar ikonik di Sunset Strip ini adalah museum legendaris musik metal. Tempat ini masih “menyala-nyala” seperti tiga dekade lalu saat berdiri. Sejak tahun 1973, Rainbow telah jadi rujukan para metalhead nongkrong, sesudah atau sebelum menonton konser di seputaran Hollywood dan Los Angeles.

Ratusan band lahir dari Rainbow Bar & Grill. Mereka nongkrong, ngobrol, cocok satu sama lain, lalu membuat band. Bahkan, terdapat area-area khusus, misalnya penggemar Guns N ‘Roses dan Motley Crue membaur di satu sudut secara eksklusif. Dindingnya ditutupi memorabilia yang sudah ditandatangani. Di teras bar, terdapat bangku sudut yang memiliki koleksi plakat. Di sampingnya berdiri patung Lemmy Kilmister, basist sekaligus pendiri Motorhead.

Mendiang Lemmy semasa masih hidup kerap berkunjung ke Rainbow, bermain poker dan tentu saja menenggak Jack Daniel’s dan cola. Di lantai atas, terdapat ruang VIP, jika kosong, Anda boleh masuk. Inilah rumah “Hollywood Vampir,” band yang dibentuk oleh Alice Cooper, Keith Moon, John Lennon, Ringo Starr, Harry Nilsson dan Micky Dolenz.

Ossuary Sedlec – Kutnà Hora, Republik Ceko

Musik metal bukan sekadar skill, kecepatan, dank eras namun juga suasana hati. Nah, Sedlec Ossuary adalah tempat “gelap” yang mewakili syair-syair musik metal. Di kota itu terdapat kapel kecil di Kutnà Hora, tepat di timur Praha. Kapel itu dijuluki “gereja tulang.”

Pada abad ke-13, Kepala Biara Sedlec menaburkan tanah dari makam Yesus di Yerusalem di pekuburan Sedlec. Dan menjadikan pemakaman Sedlec sebagai kuburan bagi bohemian. Saat kuburan tak lagi mampu menampung mayat, maka tulang-tulang dipindahkan ke ruang bawah tanah gereja.

Pada tahun 1870, seorang pemahat kayu bertugas mengatur ribuan tulang yang memenuhi ruang bawah tanah gereja itu. Hasilnya adalah sebuah kapel dengan langit-langit berlapis tulang, sebuah lengkungan berpotongan tulang, lampu gantung tulang, dan banyak lagi, semuanya diselingi dengan tengkorak. Pemahat kayu ini bahkan tidak bisa menggunakan semua sisa-sisa, dan masih ada tumpukan tulang yang sangat besar. Gereja itu indah, mengerikan, dan benar-benar satu-satunya tujuan para metalhead mencari inspirasi.

Gerbang Neraka – Darvaza, Turkmenistan

Neraka kerap muncul dalam syair musik-musik metal, beriringan dengan kritik sosial. Namun di gurun dekat Turkmenistan, terdapat pintu gerbang neraka. Lokasi ini kerap dijadikan para metalhead pelesiran. Gerbang Neraka ini bukan fenomena alam, namun buah penelitian yang tak dilanjutkan. Pada tahun 1971, sebuah rig pengeboran Uni Soviet secara tidak sengaja menusuk gua gas alam di Gurun Karakum tepat di luar desa Darvaza. Tanah runtuh dan asap beracun mulai bocor.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah Soviet membakar lubang itu – diperkirakan lubang itu akan terbakar selama beberapa minggu, ternyata, hampir 50 tahun kemudian; masih menyala. Musibah berganti jadi berkah, lalu pemerintah Turkmenistan menjadikannya sebagai destinasi wisata. Suasananya persis dengan sampul-sampul CD musik metal: cahaya merah dari lubang raksasa yang menerangi langit.

Park of the Sleepless – Estella, Spanyol

Berbeda dengan Gereja Tengkorak di Sedlec Ossuary, tengkorak di taman Park of The Sleepless di sudut Spanyol adalah buatan manusia, namun getar emosinya sama dengan Gereja Tengkorak. Taman El Parque de los Desvelados (Park of the Sleepless) dihiasi dengan tengkorak besar yang dipahat oleh seniman Luis Garcala Vidal antara tahun 1971 dan kematiannya pada tahun 2009. Karya seni ini, diperuntukkan sebagai pengingat bahwa manusia pasti mati.

Patung-patung itu terdistorsi dari wujud realistisnya, namun mendekati selera humor dalam film-film horor karya sutradara Tim Burtonesque. Ukurannya yang luar biasa, membuat tengkorak buatan itu menyita perhatian. Berjalan-jalan di perbukitan taman yang sunyi ini, lalu menemukan tengkorak raksasa? Sudah pasti Anda bakal tertarik menggunakannya untuk membuat video klip musik pribadi.

Neseblod Records – Oslo, Norwegia

Musik black metal genre dari heavy metal lahir di Norwegia, tentu saja pionirnya band Mayhem. Norwegia menjadi Yerusalemnya pemuja black metal Titik asal black metal dapat dilacak langsung ke Neseblod Records, yang sebelumnya dikenal sebagai Helvete. Bahasa Norwegia untuk “neraka,” Helvete dijalankan oleh Øystein Aarseth – Euronymous, gitaris dan anggota pendiri untuk Mayhem.

Helvete menjual album musik-musik black metal dari seluruh dunia, dan menarik para metalhead untuk membentuk band-band black metal baru di Oslo. Film biografi Mayhem, “Lords of Chaos”, banyak mengambil adegan di Helvete. Toko milik Neseblod Record menjadi daya pikat tersendiri, metalhead bisa mendengarkan berbagai musik metal terutama black metal, mulai dari yang terkenal sampai yang belum pernah terdengar namanya sekalipun.

Sebagai oleh-oleh, di sini menyediakan satu ton merchandise musik metal yang langka. Dinding-dindingnya terpasang artefak-artefak black metal layaknya museum logam langka dan, yang paling penting, dinding adalah semacam museum untuk artefak black metal yang tidak dijual, seperti surat dari Euronymous dan Darkthrone.

Dan jangan lupa untuk turun ke ruang bawah tanah dan mengambil foto di depan dinding “Black Metal” yang ikonik. Turis-turis pecinta musik cadas bila ke Neseblod Record selalu menggelar ritual wajib: berfoto di dinding itu.

The Metal Bar Trinity: Duff’s, Lucky 13 Saloon, dan Saint Vitus – Brooklyn, New York

Brooklyn adalah rumah bagi pecinta musik metal. Bar-bar musik metal di kota itu selalu menggelar konser, salah satu ikon baru adalah Saint Vitus – bar yang mengambil nama band metal bergenre doom metal. Di Saint Vitus terdapat Bar Greenpoint, perancangnya tak main-main legenda thrash metal: Pete Steele dan Cronos dari Venom. Setiap malam, pengelola menggelar konser untuk band-band baru maupun yang ngetop.

Di Gowanus, Lucky 13 Saloon adalah bar yang populer dengan minuman yang enak, makanan yang digoreng, dan pertunjukan berenergi tinggi di ruang belakangnya. Sementara di Kota Williamsburg, Duff berperan sebagai singgasana metal-nya New York. Setiap inci dari bar yang memiliki lampu merah ini, terpajang dalam memorabilia dan dekorasi Halloween-esque yang ditandatangani, dan ada sederetan minuman special. Grup band macam Watain hingga Amon Amarth menjadikan Duff sebagai tempat pesta tidak resmi setiap kali mereka berkunjung ke Amerika.

Rainbow Metal Pub – Granada, Spanyol

Rainbow Metal Pub adalah tempat para pejalan kaki lokal Granada berkumpul untuk minum dan bersantai. Ia juga berfungsi sebagai rumah bagi para pelancong yang ingin menikmati sinar matahari Spanyol selatan, dan menikmati arsitektur abad pertengahan di sekitarnya.

Rainbow Metal Pub ini didedikasikan untuk grup band Rainbow. Pub ini menawarkan tanda tangan asli Ronnie James Dio vokalis Rainbow dan Black Sabbath. Anda juga akan menemukan memorabilia yang ditandatangani orang-orang seperti Steve Vai, Lemmy dan Vinny Appice, dan beberapa nama legenda lainnya. Band-band yang melewati Granada, kerap menuju pub ini setelah pertunjukan, jadi Anda harus berkenalan dengan musisi dan penggemar metal di Granada, agar merasa seperti di rumah sendiri.

Wacken Open Air – Schleswig-Holstein, Jerman

Wacken sama sucinya dengan Woodstock bagi penggemar musik rock. Wacken Open Air didedikasikan sebagai panggung sekaligus rendevu penggemar musik metal dari seluruh dunia. Wacken kota kecil di Jerman ini sepi-sepi saja di hari biasa, namun saat Wacken Open Air, suasana kota sangat sibuk oleh ratusan ribu wisatawan metalhead memenuhi Wacken di Schleswig-Holstein.

Atmosfer musik metal mengubah mengubah hidup warga Wacken selama tiga hari dari band baru dan band legendaris yang mungkin belum pernah Anda dengar, tetapi akan segera Anda cintai. Suasana Wacken memang hidup saat Wacken Open Air dimulai. Bahkan tiket konser untuk 2020 sudah habis terjual, dengan band-band yang tampil seperti Anthrax, Life of Agony dan Dark Funeral hingga Krokus, Testament dan Cradle of Filth.

The Abyss – Gothenburg, Swedia

Bar The Abyss adalah rumah bagi band metal seperti The Gates, Dark Tranquility dan In Flames, Gothenburg. Mereka adalah legenda grup death metal Swedia. Mereka sering disebut sebagai “suara Gothenburg”. Namun Gothenburg sendiri adalah kota yang indah, dengan aksesoris jalanan yang dilapisi batu dari abad pertengahan. Kota ini melahirkan banyak band-band death metal yang syairnya bercerita tentang perang dan kematian, namun kotanya indah jauh dari kesan gelap dan horor. Tapi Gothenburg suka atau tidak merupakan destinasi wisata metalhead dari seluruh penjuru dunia.

Dan The Abyss adalah pusat gravitasi metalhead di Swedia. Dindingnya bertempelkan jadwal konser band-band yang bakal menggelar konser di bar itu. Seperti hub metal di kota-kota lain, The Abyss adalah tempat after-show untuk menjalin ikatan dengan metalhead dari negara lain, sembari minum bird an makan pizza.

Ibu Kota Metal – Lemi, Finlandia

Finlandia negeri dingin di utara itu ternyata memiliki 50 band metal untuk setiap 100.000 orang, lebih banyak rata-rata per kapita dibanding tempat lain. Lemi menjadi kota yang paling banyak memiliki band metal. Dengan 3.000 penduduk, Lemi memiliki 13 band metal, sehingga mendapat gelar yang disahkan pemerintah, “Capital of Metal.”

Padahal, Lemi adalah kota pertanian kecil setengah jam dari Helsinki. Namun di berbagai tempat terdapat plakat Ozzy Ousborne vokalis Black Sabbath. Kota ini memiliki reputasi sebagai tempat lahir klub rock tertua di Finlandia, Tavastia.

GODZ – Tokyo, Jepang

Berkeliling dunia bagi metalhead tak lengkap bila belum headbanging (menghentak-hentakkan kepala) di Tokyo. GODZ menjadi destinasi hangout anak metal di Jepang. GODZ dihiasi dengan memorabilia band-band yang pernah nongkrong di sini, saat mereka menggelar konser di Jepang. Jika Anda beruntung, Anda akan menyaksikan pertunjukan langsung – satu-satunya waktu GODZ mengutip biaya untuk pengunjungnya. Namun biaya itu sepadan. Anda bisa memesan lagu kegemaran Anda, dengan mengambil kertas yang disediakan oleh pengelola bar. Lalu tulislah lagu metal kesukaan Anda. Bartender akan mengantarnya ke panggung dan bersiaplah ber-headbanging.

Traveling

Kembangkan Destinasi Pariwisata, Kemenhub Dapat Tambah Anggaran Rp441,5

Published

on

Finroll.com — Untuk Anggaran Tahun 2020, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp 441,5 miliar.

Anggaran tambahan tersebut diperuntukan untuk membangun infrastruktur transportasi di 10 destinasi wisata prioritas yang di dalamnya termasuk empat destinasi pariwisata super prioritas dan satu destinasi pariwisata unggulan,” jelas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi V DPR-RI Tentang Penyesuaian RKA K/L Kementerian Perhubungan, Senin (16/9/2019).

“Dengan adanya penambahan anggaran tersebut, Pagu Alokasi Anggaran TA 2020 Kemenhub menjadi sebesar Rp. 43,11 triliun dari Pagu Anggaran sebelumnya sebesar Rp42,67 triliun,” ujar Budi Karya, dalam keterangan tertulisnya.

Tambahan anggaran sebesar Rp 441,5 miliar tersebut dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur transportasi di lima destinasi wisata super prioritas yaitu Danau Toba dengan total anggaran Rp109,2 miliar, Labuan Bajo sebesar Rp 207,6 miliar, dan Destinasi Mandalika sebesar Rp26,5 miliar. Kemudian, untuk satu destinasi wisata unggulan yaitu di Likupang sebesar Rp40 miliar.

Lalu, untuk enam destinasi wisata prioritas yaitu Morotai sebesar Rp18,5 miliar, Wakatobi sebesar Rp19,7 miliar, Borobudur sebesar Rp4,05 miliar, Tanjung Kelayang sebesar Rp5 miliar, Tanjung Lesung sebesar Rp5,4 miliar, dan Bromo-Tengger-Semeru sebesar Rp5,5 miliar.

“Tambahan anggaran kami usulkan sebagai dukungan Kemenhub untuk meningkatkan aksesibilitas pada daerah pariwisata baik destinasi super prioritas maupun destinasi prioritas,” jelasnya.

Dengan begitu total dukungan Kementerian Perhubungan pada lima destinasi pariwisata super prioritas menjadi sebesar Rp2,95 triliun, sedangkan pada enam destinasi pariwisata prioritas menjadi sebesar Rp228,95 miliar.

Rincian penyesuaian komposisi anggaran menurut eselon I Kemenhub adalah sebegai berikut:

1. Sekretariat Jenderal sebesar Rp709,317 miliar.

2. Inspektorat Jenderal sebesar Rp124,612 miliar.

3. Ditjen Perhubungam Darat sebesar Rp5,895 triliun.

4. Ditjen Perhubungan Laut sebesar Rp10,956 triliun.

5. Ditjen Perhubungan Udara Rp8,301 triliun.

6. Ditjen Perkeretaapian sebesar Rp12,563 triliun.

7. Badan Litbang Perhubungan sebesar Rp206,644 miliar.

8. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Rp3,947 triliun.

9. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek sebesar Rp406,587 miliar.

Untuk komposisi keseluruhan anggaran Kemenhub TA 2020 menurut jenis belanjanya yaitu untuk belanja operasional sebesar Rp 7,03 triliun (16,3 persen) dan belanja non operasional sebesar Rp36,07 triliun (83,7 persen).

“Untuk belanja operasional meliputi belanja pegawai sebesar Rp4,05 triliun dan belanja barang mengikat sebesar Rp 2,98 triliun, sedangkan untuk belanja non-operasional meliputi belanja barang tidak mengikat sebesar Rp13,59 triliun dan Belanja Modal sebesar Rp22,48 triliun” ucap Budi Karya.(red)

Continue Reading

Traveling

Membaca Menjadi Sensasi Tersendiri dalam Berwisata, Melepas Penat dan Rileksasi Ala Gran Melia Xian

Published

on

Finroll.com — Membaca ternyata dapat memberikan rasa rileksasi tersendiri pada saat wisata dan saat mengisi waktu luang. Gran Melia Xian yang terletak di Cina mencoba menawarkan kesan tersendiri untuk book bar yang disediakan di hotel tersebut. Mengajak para tamu menikmati waktu luangnya dengan membaca buku-buku bertema-tema ringan.

Mewakili klien kami Gran Melia kami mencoba menyampaikannya melalui Press release yang kami harap dapat berkenan sekaligus menjadi bahan pemberitaan bagi rekan-rekan media. Atas perhatiannya kami sampiakan banyak terima kasih.

Salah satu tujuan traveling adalah untuk melepas penat, baik melalui eksplorasi tempat wisata, mencoba hal baru di kota tujuan, atau sekedar bersantai di hotel. Hotel pada umumnya juga menawarkan berbagai fasilitas menarik sehingga tamu ditawarkan berbagai kepraktisan tanpa perlu meninggalkan tempat dan dapat menghabiskan waktu dengan efektif.

Kegiatan yang tidak kalah penting sewaktu bersantai adalah me time atau waktu pribadi tenang untuk bersantai. Tidak hanya melalui kegiatan olahraga atau perawatan seperti spa, salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah membaca buku.

Menurut Journal of Consulting and Clinical Psychology, kegiatan membaca terbukti dapat menjadi terapi untuk menurunkan tingkat stress dan membantu mengatasi gangguan kecemasan, dikenal dengan istilah biblioterapi.

Salah satu Hotel yang terletak di Distrik Baru Qujiang, di sebelah Tang Paradise dan menghadap Danau Nanhu, berjarak 10 menit berjalan kaki dari Big Goose Pagoda, yang diakui sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO memberikan sensasi baru dalam menikmati wisata dengan menyediakan Book Bar dengan koleksi buku-buku tradisional dari negeri panda tersebut. Book Bar yang terletak di loby hotel dengan tidak meninggalkan kean mewah pada interiornya menjadikan suasana membaca lebih nyaman dan mempunyai sensasi berbeda.

Gran Meliá Xian yang merupakan salah satu Spanish luxury hotel yang ada di Cina. Jika anda ingin merasakan sensasi bermalam sekaligus menikmati wisata dengan membaca buku pada sela-sela waktu bersantai. Untuk membaca koleksi buku tersebut pengunjung tidak perlu merogoh kantung untuk meminjamnya.

Waktu yang diberikan oleh hotel ini adalah 3 hari, hanya saja tamu hotel harus memberikan uang deposit sebesar harga buku yang ingin dipinjamnya, uang tersebut akan dikembalikan apabila buku telah dikembalikan.

Adrian Prado, General Manager Gran Melia Xian mengatakan bahwa membaca buku mempunyai peran yang tidak kalah penting seperti melatih fisik untuk tubuh. “Buku-buku itu untuk pikiran kita sama seperti latihan untuk tubuh kita, dengan membaca kita memperoleh pengetahuan, kita meningkatkan fokus dan konsentrasi, memori dan imajinasi kita.

Kita dapat merasakan emosi dan pengalaman yang berbeda, bahkan dapat melakukan perjalanan tanpa bergerak dari kursi kita. Seorang penulis yang sangat terkenal pernah berkata: Seorang pembaca menjalani seribu kehidupan sebelum dia meninggal, sedangkan orang yang tidak pernah membaca hanya menjalani satu hidup,” ujarnya.

Tidak hanya dapat menikmati pengetahuan yang ada dalam buku, tamu juga akan dimanjakan dengan desain interior yang nyaman dan fasilitas mewah sehingga menjadikan tamu betah untuk membaca koleksi buku yang disediakan.

Selain Book Bar, Gran Meliá Xian juga menawarkan program Execeptional Experience, di mana tamu dapat merasakan pengalaman budaya khas Tiongkok yang dipersonalisasi seperti kelas membuat Xun atau instrumen musik kuno khas Tiongkok, tur privat ke Qin Terracotta Warriors Museum, juga perjalanan alam ke Qujiangchi Ruin Park, Big Wild Goose Pagoda, dan Gunung Qin.(red)

 

Continue Reading

Traveling

Desa Kutuh, Liburan Anti Mainstrem di Bali

Published

on

By

Finroll.com – Bali menjadi tempat liburan favorit bagi banyak orang. Bahkan, wisatawan mancanegara saja banyak yang terpesona dengan keindahan Bali. Tidak heran, jika pulau Dewata ini selalu menjadi tujuan wisata banyak orang.

Nah, biasanya, kalau berlibur ke Bali, di mana tempat wisata favoritmu? Kalau kamu bosan ke tempat yang itu-itu saja, kamu bisa coba mengunjungi Desa Kutuh.

Ya, mungkin nama desa ini masih terdengar asing di telinga kamu. Hal itu karena desa ini memang belum lama ada. Desa Kutuh didirikan pada tahun 2002. Meskipun masih tergolong baru, desa ini pernah mendapat predikat sebagai Desa Terbaik Nasional.

Atas prestasinya, Presiden Jokowi bahkan langsung mengunjungi Desa Kutuh dan mengunggahnya ke akun Instagram pribadinya @jokowi. Dalam postingannya, Jokowi menyebut Desa Kutuh berhasil memanfaatkan dan mengelola dana desa, di antaranya membenahi fasilitas wisata olahraga untuk paralayang.

“Di Desa Kutuh Anda bisa ikut kompetisi Paralayang, juga sekadar menikmati keindahan hamparan tebing dan Pantai Nusa Dua,” ujar Jokowi di akun Instagramnya.

Selain yang disebutkan oleh Jokowi, di sini kamu juga bisa mengunjungi Pantai Pandawa, Wisata Gunung Payung Cultural Park dan atraksi wisata timbis paragliding. Di Desa Kutuh juga akan dibuat sport center, yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Sedangkan di bidang kesenian dan budaya, kamu bisa menyaksikan Palegongan dan Sanghyang, tari Kecak atau tari Barong, tari Legong dan upacara atau upakara di 14 pura desa adat.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending