Connect with us

Science & Technology

Oh, Ternyata Begini Awal Mula Nama Kontool

Published

on


Finroll.com – Produsen perangkat lunak untuk bidang akuntansi dan konsultasi pajak asal Jerman, Kontool, tidak menyangka nama perusahaannya akan jadi begitu viral di antara netizen Indonesia, namun mereka mengaku senang.

Beberapa hari belakangan ini, netizen Indonesia dihebohkan dengan sebuah perusahaan yang namanya sekilas mirip dengan sebutan untuk alat vital laki-laki. DW Indonesia berusaha menghubungi perusahaan ini. Namun, mengingat ketatnya tenggat waktu, DW pun melakukan wawancara lewat surat elektronik.

Pihak Kontool lantas membalas email DW dengan taburan emoji positif di sana-sini.

“Ya, kami sangat senang berada di gelombang viral,” ujar salah satu pendiri Kontool, Mirko Behnken, kepada Deutsche Welle Indonesia, Selasa (03/09).

Kontool adalah perangkat lunak yang bisa dipakai oleh pekerja di bagian akutansi dan juga para konsultan pajak. Sistem ini diproduksi oleh Kantiko GmbH yang didirikan tahun 2012. Hingga kini, Kantiko GmbH mempekerjakan sepuluh orang karyawan yang berkedudukan di kota Hamburg dan Berlin, Jerman.

Ketiga pendiri perusahaan, yaitu Stefan Jurgens, Benjamin Panke dan Mirko Behnken sendiri adalah kolega yang bekerja bersama sebelum akhirnya memutuskan untuk mendirikan perusahaan Kantiko.

“Ini adalah aplikasi website untuk manajemen sistem informasi bagi perusahaan berskala kecil (5-50 karyawan). Ini membantu para pengusaha untuk bisa berfokus pada data finansial mereka tanpa harus memiliki pengetahuan di bidang teknologi informasi atau akuntansi,” kata mereka.

“Karena itu, kami mencari sebuah nama yang berkaitan dengan perangkat lunak dan akuntansi,” ujar Behnken ketika ditanya perihal asal-usul pemberian nama perusahaannya.

Setelah meriset dalam bahasa Inggris, Prancis dan Jerman, akhirnya para pendiri perusahaan sepakat memakai nama Kontool yang merupakan gabungan dari dua kata berbahasa Jerman dan Inggris. Kata pertama yaitu Konto dalam bahasa Jerman berarti rekening dan tool dalam bahasa Inggris, yang artinya alat.

“Kami tidak pernah menyangka bahwa suatu saat kami akan berkomunikasi dengan pasar dari Indonesia,” tulisnya.
Spontan tawarkan kaus humor

Sejumlah netizen yang berbahasa Indonesia pun sontak menghujani laman sosial media milik Kontool, utamanya di Twitter dan Facebook.

Seorang warga internet dengan nama Rachman misalnya berharap perusahaan ini menjadi besar.

Warga lain pun berharap perusahaan ini semakin sukses.

Pihak Kontool tampaknya menyambut perhatian ini secara positif. Perusahaan ini bahkan mempublikasi lembaran fakta dalam bahasa Inggris namun dengan kalimat pengantar di sosial media yang cukup membuat geleng-geleng kepala.

Hingga berita ini ditulis, posting ini pun mendapat sekitar 2.300 reaksi, 1.300-an komentar dan dibagikan lebih dari 1.600 kali.

Dalam posting sehari sebelumnya Kontool berterima kasih atas banyaknya pesan dan komentar di laman sosial media mereka. Kontool mengatakan mereka telah secara spontan memutuskan untuk menjual kaus dengan tulisan bernada humor “I love kontool” yang bisa dibeli oleh netizen.

“Kebanyakan komentar bernada positif dan orang Indonesia sangat ramah. Ini adalah perasaan emosional yang luar biasa. Bahkan, ketika kami sama sekali tidak punya waktu luang saat ini,” kata Behnken.
‘Berpikir besar’

Ketika ditanya apakah pihak Kontool memiliki rencana untuk mengembangkan bisnis mereka di Indonesia dan jika demikian apakah mereka akan mengganti nama, Behnken mengatakan untuk saat ini produk perusahaannya hanya bersinergi dengan sejumlah perangkat lunak akuntansi di Jerman.

Namun pihaknya mengatakan akan menganalisis apakah akan ada kemungkinan untuk memasuki pasar Indonesia.

“Jika produk kami bisa menemukan pasarnya, mengapa tidak. Apakah kami akan menggunakan nama yang sama: sulit untuk diputuskan. Merek Kontool sekarang sudah di sana.”

Behnken pun mengaku sekarang dia mengerti mengapa banyak rekomendasi bagi para perusahaan startup untuk berpikir besar.

“Berpikir besar. Dalam banyak panduan untuk startup mereka merekomendasikan Anda untuk berpikir bagi bisnis besar. Saya tidak pernah mengerti kalimat ini sebelumnya. Sekarang saya mengerti,” kata Behnken dengan menambahkan emoji tersenyum.

Advertisement

Science & Technology

Instagram ‘Haramkan’ Pengguna di Bawah 13 Tahun

Published

on

By

Instagram resmi membatasi usia pengguna setidaknya berusia minimum 13 tahun. Langkah ini untuk meng-counter kabar platform jejaring sosial Instagram tempat tidak aman untuk anak remaja.

Facebook menerapkan pengetatan pada usia pengguna Instagram sesuai kebijakan peraturan Amerika Serikat dalam bermedia sosial yang mengharuskan pengguna setidaknya berusia 13 tahun.

“Mendata informasi pembuat akun mencegah orang di bawah umur bergabung dengan Instagram, membantu kami [Instagram] menjaga anak-anak lebih aman dan nantinya hanya orang-orang yang usianya pantas menggunakan Instagram,” kata perusahaan dilansir AFP, Kamis (5/12).

Dalam laporan Instagram, pihaknya mengklaim langkah ini demi menciptakan “pengalaman yang sesuai usia dan lebih aman” dalam bermedia sosial.

Instagram tidak akan menampilkan usia pemilik akun yang mudah terlihat oleh orang lain, tetapi pengguna dapat melihatnya di bagian informasi pribadi akun mereka.

Pengguna yang menghubungkan akun Facebook ke akun Instagram, maka Instagram akan menambahkan tanggal lahir yang terdapat di profil Facebook.

“Informasi ini bukan informasi umum dan hanya pengguna yang dapat melihatnya ketika melihat informasi pribadi akun mereka di Instagram,” ucap perusahaan dalam keterangan resmi.

Selanjutnya jika pengguna mengedit tanggal lahir di Facebook, praktis tanggal lahir di Instagram akan ikut berubah. Jika pengguna tidak memiliki akun Facebook atau tidak menghubungkan akun Facebook dengan Instagram, pengguna dapat menambahkan atau mengedit tanggal ulang tahun mereka langsung di Instagram.

Cara tersebut untuk mendeteksi orang-orang yang memberikan informasi palsu, yang selama ini menjadi masalah serius di media sosial.

Continue Reading

Science & Technology

Peringkat Pendidikan Indonesia di bawah Malaysia dan Brunei, China yang terbaik di dunia

Published

on

Finroll.com — Indonesia berada di papan bawah peringkat pendidikan dunia 2018 yang disusun International Student Assessment (PISA). Posisi Indonesia “tertinggal” dari negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei.

Hari Selasa (03/12), PISA menerbitkan hasil penelitian pengetahuan murid dalam hal membaca, matematika dan ilmu pengetahuan, serta apa yang dapat mereka lakukan dengan pengetahuan tersebut.

Indonesia mendapatkan angka 371 dalam hal membaca, 379 untuk matematika dan 396 terkait dengan ilmu pengetahuan.

Sementara Malaysia mendapatkan nilai membaca sebesar 415, 440 untuk matematika dan 438 bagi sains.

Peringkat PISA yang dibuat The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Organisasi bagi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan ini mengisyaratkan kualitas pendidikan di dunia.

Pemeringkatan ini dipandang memungkinkan para pengajar dan pembuat kebijakan untuk belajar dari kebijakan dan praktik yang diterapkan di negara-negara lain.

China terbaik

PISA menempatkan China di urutan teratas dunia di semua subjek. Dengan angka membaca 555, matematika 591 dan ilmu pengetahuan 590 berdasarkan data dari empat provinsi Beijing, Shanghai, Jiangsu dan Zhejiang dengan jumlah penduduk 180 juta.

Ke empat provinsi ini dipandang sangat efektif dalam memastikan semua murid, termasuk yang memiliki keterbatasan, untuk mencapai prestasi tertinggi.

Bahkan murid yang paling termarjinalkanpun, sekitar 10%, memperlihatkan hasil yang lebih dari pada rata-rata murid di Inggris.

Estonia kekuatan baru

Finlandia dan Estonia adalah dua negara Eropa dengan kinerja terbaik.

Estonia dipandang sebagai kekuatan pendidikan terbaru di Eropa, dengan mengalahkan sejumlah ekonomi utama benua ini, termasuk Inggris.

Pada tahun 2016, Estonia berada di peringkat ketiga dalam ilmu pengetahuan, sementara Inggris di urutan ke 12. Dalam hal membaca, Estonia di urutan ke enam, jauh di atas Inggris yang di peringkat ke-22.

Pemerintah Estonia memang memprioritaskan kualitas terbaik khususnya terkait dengan pendidikan dasar.

OECD telah melakukan tes ini sejak tahun 2000, dan kebanyakan negara dengan pemasukan menengah dan tinggi ikut serta di dalamnya.

Tes PISA telah menjadi alat ukur berpengaruh terkait dengan standar pendidikan, karena memberikan perspektif yang berbeda dengan ujian nasional.

Sumber Berita : BBC

Continue Reading

Science & Technology

SEACON 2020 Segera Kembali di Gelar Februari Mendatang

Published

on

Finroll.com — Setelah sukses dalam Acara SEOCON 2019 lalu, sebagai predikat SEO Conference pertama dan terbesar di Indonesia, kini SEOCON 2020 akan kembali digelar pada 26. 27 Februari 2020 mendatang.

CEO Toffeedev Ryan Kristo Muljono mengatakan, SEOCON 2020 yang kembali digagas, lebih memperluas audience-nya hingga Asia Tenggara dengan target lebih dari 3500 Audiens/peserta. Even ini terselenggara atas kerjasama dengan Alcor Mice, Toffee Events, serta Adameve Brand Innovator,” ucap Ryan di Jakarta Rabu (27/11/2019).

Ryan mejelaskan, di hari pertama gelaran SEOCON ini akan mengadakan konferensi yang diisi oleh pakar – pakar Digital dari dalam maupun luar negeri seperti Neil Patel, salah satu pakar SEO terbaik, kemudian Jono Alderson dari Yoast, Jon Eamshaw dari Pi Datametrics, hingga Fabian Lim yang mempakan pakar SEO terkenal.

Tidak hanya itu, masih ada J C Carlos (Head SEO, Traveloka) dan Reza Putra (SE0 Lead Tokopedia, serta Ryan Kristo Muljono, pencetus SEOCON dan pendiri ToffeeDev,” jelasnya.

Pada hari kedua lanjutnya, terdapat lebih dari 12 workshop gratis untuk diikuti, menjadikan SEOCON 2020 ini berbeda dibandingkan dengan acara SEOCON sebelumnya.

Semenara CEO Lead Tokopedia Reza Putra mengatakan, SEOCON 2020 berguna untuk mengedukasi kepada para praktisi bahkan pemilik bisnis level manager, untuk mengetahui SEO itu seperti apa? dan bagaimana SEO bisa Impack Fool ke bisnis kita,” tambahnya.

Chris Adam selaku perwakilan AdamEve Brand Innovator yang turut mendukung SEOCON sebagai Official Digital Partner, mengatakan, Insight dari speakers luar negeri yang berpengalaman tentu sudah menjadi alasan yang kuat untuk tidak melewatkan acara ini, sebagai acara dengan kemasan lengkap dan holistik untuk praktisi digital.

SEOCON 2020 nantinya akan dihadiri oleh Speakers Berpengalaman dari dalam dan luar negeri. Pengalaman para Speakers yang sudah malang melintang di dunia digital tentu akan membuat perusahaan mampu mengoptimalkan keuntungan dengan mengikuti trend yang ada dan trend masa depan, sehingga keputusan perusahaan akan tepat dalam ekosistem digital, secara investasi maupun perencanaan keputusan di masa depan,” ujar Ryan.

Selain dihadiri oleh Speakers yang berpengalaman lanjut Ryan, acara ini akan dihadiri oleh banyak pelaku bisnis dari berbagai latar belakang usaha. Sudah tentu ini akan menjadi kesempatan yang bagus untuk menambah koneksi bisnis.

Menentukan kebijakan perusahaan terutama di dalam ekosistem digital, tentunya memerlukan perencanaan sesuai dengan trend dan forecasting pasar yang up to date, dan SEOCON adalah acara yang tepat.

SEOCON 2020 bukan hanya sekedar acara konferensi Digital Acara yang berlangsung selama 2 hari berturut-turut ini juga akan menghadirkan ekspo Digital Marketing dari berbagai perusahaan,” pungkasnya.(red)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending