Connect with us
[adrotate group="1"]

Business

Pagi Ini Harga Emas Naik Rp793 Ribu per Gram

Published

on


Ilustrasi gambar - financial-bisnis.com

Finroll – Jakarta, Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp793 ribu per gram pada Jumat (21/2) atau naik Rp5 ribu per gram dari sebelumnya di level Rp788 ribu. Sementara, harga pembelian kembali (buyback) meningkat Rp6 ribu per gram ke level Rp714 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp418 ribu, 2 gram Rp1,52 juta, 3 gram Rp2,26 juta, 5 gram Rp3,76 juta, 10 gram Rp7,45 juta, 25 gram Rp18,53 juta, dan 50 gram Rp36,98 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp73,9 juta, 250 gram Rp184,5 juta, 500 gram Rp368,8 juta, dan 1 kilogram Rp737,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Pada perdagangan internasional, harga emas berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.6123,2 per troy ons atau menguat 0,17 persen. Sementara, harga emas di perdagangan spot hanya naik 0,05 persen ke US$1.620,38 per troy ons pada pagi ini.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan pasar semakin khawatir dengan perkembangan wabah virus vorona di berbagai negara. Hal itu membuat harga emas kembali melesat.

“Tadi malam harga emas melejit ke level tertinggi selama tujuh tahun di level US$1.623 per troy ons,” ucap Ariston.

Menurut Ariston, kekhawatiran pasar akan berlanjut sepanjang hari ini. Oleh karenanya, harga emas berpotensi tembus ke level US$1.638 per troy ons.

“Potensi harga emas bergerak dalam rentang US$1.600 per troy ons sampai US$1.638 per troy ons,” kata Ariston.

Kendati ada peluang kembali naik, Ariston menyarankan pelaku pasar tetap mewaspadai perkembangan Virus Corona. Sebab, harga emas sejatinya sudah memasuki area jenuh beli (overbought).

“Pelaku pasar harus waspada kalau ada perubahan sentimen karena harga sudah terlihat overbought,” pungkas dia.

Sumber : CNN Indonesia

Business

Di Masa Pandemi, Perkembangan Industri AMDK Tetap Tumbuh

Published

on

Finroll.com — Perkembangan industri minuman, khususnya air minum dalam kemasan (AMDK), saat ini terus meningkat. Bahkan di tengah pendemi permintaan produk AMDK terus naik.

Diperkirakan pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin), yang di dalamnya terdapat AMDK , akan tetap tumbuh di semester II-2020, meski masih ada tekanan ekonomi, yakni sekitar 0,22 persen.

Melalui diskusi virtual bertema “Menyelaraskan Keamanan Kemasan dengan Pelestarian”, yang diselenggarkan oleh Forum Jurnalis Online (FJO), Selasa (15/9/2020),
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Edy Sutopo, memperkirakan kontribusi industri mamin termasuk AMDK terhadap PDB industri pengolahan non-migas tergolong tinggi, yaitu 39,51 persen di semester II-2020.

Nilai ekspor produk AMDK ditaksir mencapai USD7,49 juga dengan serapan investasi khusus untuk industri AMDK sebesar USD62 juta (PMA) dan Rp1,82 triliun ( PMDN ).
“Market share dari industri AMDK selama ini cukup tinggi, mencapai 84 persen, minuman isotonik dan sari buah 12,4 persen dan minuman berkarbonasi sebesar 3,6 persen,” ujar Sutopo.

Meski diakuinya pangsa pasar produk AMDK begitu besar, namun ada ancaman cukup serius terhadap kelestarian alam, yaitu sampah plastik atau botol dari AMDK tersebut.
Kesadaran konsumen untuk tertib dan bijak dalam membuang dan mengangani sampak plastik atau botol bekas AMDK masih sangat rendah. Bahkan akhir-akhir ini saluran air seperti sungai, selokan dipenuhi sampah plastik sisa makanan atau minuman.

Ini tentu sangat mengancam kelestarian lingkungan dan juga industri AMDK sendiri. Apabila lingkungan tercemar, air baku yang digunakan untuk industri AMDK juga akan tercemar, sehingga dapat mengancam keamanan dan kesehatan masyarakat selaku konsumen.

“Masyarakat belum tinggi kesadarannya, masih banyak yang buang sampah di lingkungan, jadi industri selaku produsen perlu tingkatkan R&D (research and development) untuk olah plastik lebih aman dan juga perlu ada tanggung jawab terhadap lingkungan,” paparnya.

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN), Rachmat Hidayat, membenarkan bahwa sampah plastik kemasan untuk air minum yang digunakan berpotensi mengganggu keseimbangan lingkungan apabila tidak diolah dengan baik dan benar.

Namun dipastikan anggota ASPADIN sudah menyatakan komitmennya untuk membantu mengurangi sampah plastik dengan gerakan 3R yaitu reduce, reuse dan recycle. Dia juga memastikan penggunaan plastik untuk AMDK telah terstandarisasi dan aman untuk kesehatan.

Diakuinya di tengah upaya untuk terus menggenjot penjualan, menjaga kelestarian alam dan upaya penanganan sampah plastik, ASPADIN kerap menemui berbagai hambatan di lapangan. Salah satunya adalah ketidaksinkronan antara peraturan pemerintah pusat dan daerah dalam hal investasi pada sektor ini.

Akibatnya dalam upaya mengembangkan bisnis AMDK kerap tidak bisa berjalan mulus. Menurutnya banyak peraturan daerah yang kurang mendukung perkembangan industri ini. Padahal pabrik pengolahan AMDK rata-rata berada di daerah karena dekat dengan bahan baku (sumber air).

“Tantangan kita adalah tidak sinkronnya regulasi antara pusat dan daerah, itu jadi penghambat investasi kita. Nah yang bikin kita pusing juga kerap sekali galon kita dipakai oleh pihak-pihak yang tidak berhak,” pungkasnya.

Continue Reading

Makro Ekonomi

Hindari Penipuan, Inilah Exchanges Aset Kripto yang telah terdaftar di BAPPEBTI

Published

on

Finroll.com — Keberadaan Aset Kripto di Indonesia kerap dicap negatif oleh masyarakat, maraknya oknum yang menggunakan teknologi aset kripto dalam menjalankan modus operasinya meresahkan dan merugikan banyak pihak. Untuk mencegah hal ini Bank Indonesia sempat mengeluarkan Surat Pernyataan no: 16/6/Dkom yang berisi “Bank Indonesia menyatakan SID Bitcoin dan Virtual Currency lainnya bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia” pada februari 2014 Silam.

Namun lain halnya sekarang, memperjual belikan Aset Kripto seperti Bitcoin, Litecoin, dan Ethereum, telah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2018, Tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto (Crypto Asset). Hal ini menjadi kabar baik untuk seluruh penggiat aset kripto di Indonesia.

Mekanisme perdagangan aset kripto ini kemudian lebih lanjut dilegalkan dalam Peraturan BAPPEBTI Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka, yang didalamnya termasuk mengatur mekanisme perizinan untuk para exchange yang memperjualbelikan aset kripto seperti Bitcoin dan token lainnya. Hingga 29 Mei 2020, terdapat 13 Perusahaan atau Entitas yang telah mendapatkan tanda daftar dari BAPPEBTI sebaGai calon pedagang asset kripto, yaitu:
1. PT Crypto Indonesia Berkat
2. PT Upbit Exchange Indonesia
3. PT Tiga Inti Utama
4. PT Indodax Nasional Indonesia
PT Pintu Kemana Saja
5. PT Zipmex Exchange Indonesia
6. PT Bursa Cripto Prima
7. PT Luno Indonesia LTD
8. PT Rekeningku Dotcom Indonesia
9. PT Indonesia Digital Exchange
10. PT Cipta Koin Digital
11. PT Trinity Investama Berkat
12. PT Plutonext Digital Aset

Lebih lanjut lagi, Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) beserta 10 dari pedagang fisik aset kripto yang telah mendapatkan tanda daftar, dengan dukungan dari BAPPEBTI kemudian melakukan kampanye “tetap aman dan legal”.

Dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat di Indonesia, A-B-I juga akan mengadakan Konferensi Daring, “Indonesian Blockchain Conference” pada 15 September 2020 yang akan datang.

Chairman A-B-I, Oham Dunggio berpesan “Kami harap melalui konferensi ini masyarakat Indonesia bisa mengerti tentang potensi teknologi Blockchain, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama memberikan pemahaman dasar agar dapat membedakan project scam dan project real. Ini adalah persembahan kami dari Asosiasi untuk mendorong perkembangan teknologi Blockchain di Indonesia”

Sementara itu Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar BAPPEBTI, Sahudi, menyampaikan “peraturan tentang aset kripto yang dikeluarkan pemerintah dalam hal ini BAPPEBTI, Kementerian Perdagangan bertujuan memberikan kepastian hukum dan kepastian berusaha terhadap para pelaku usaha perdagangan aset kripto di Indonesia. Selain itu, juga untuk menumbuhkan kepercayaan dan keamanan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dan bertransaksi aset kripto.

Lebih lanjut Sahudi mengatakan “Kami menyambut baik rencana A-B-I yang akan mengadakan Konferensi Daring, “Indonesian Blockchain Conference” dan berharap konferensi dapat berjalan dengan baik. Semoga dengan acara ini, masyarakat luas dapat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai technology Blockchain dan Aset Kripto sebagai komoditi yang diperdagangkan di pasar fisik bursa berjangka di Indonesia”.

Info Kontak : www.asosiasiblockchain.co.id
Lampiran: Poster Kampanye “Tetap Aman & Legal”

Continue Reading

Business

Wujudkan Indonesia Lebih Fit, MUFIT Perkenalkan Wajah Baru Dalam Aplikasinya

Published

on

Finroll.com — MUFIT sebagai perusahaan di bidang wellness berbasis aplikasi dengan bangga memperkenalkan wajah baru di dalam aplikasinya. Peluncuran wajah baru ini dilaksanakan pada hari ulang tahun MUFIT yang jatuh bersamaan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus.

Aplikasi ini diprakarsai oleh Ellen Sim dan Rinaldi yang berlatar belakang pelaku bisnis sekaligus pelatih olahraga, dengan visi menjadi solusi gaya hidup sehat untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih fit melalui upaya-upaya sebagai berikut:
1. Menciptakan layanan dan produk yg siap guna dengan kultur masyarakat (kearifan lokal).
2. Mengedukasi gaya hidup sehat dalam setiap kesempatan.
3. Menciptakan kolaborasi dan lapangan kerja dengan praktisi – praktisi di bidang gaya hidup sehat.
4. Bekerja sama dengan pemerintah dan instansi dalam upaya meningkatkan kesadaran hidup sehat di masyarakat.

Seiring dengan perjalanan misinya, MUFIT banyak dipercaya oleh perusahaan￾perusahaan dalam pengelolaan kesehatan karyawan mereka. Sehingga manfaat aplikasi MUFIT dapat dirasakan dari segi individu maupun kelompok.

Dari pengalaman itulah yang menjadi salah satu inspirasi untuk megembangkan wajah baru ini.

Di dalam wajah barunya ini, MUFIT menonjolkan fitur-fitur yang mudah digunakan sebagai pendukung terciptanya gaya hidup sehat masyarakat sehari-hari. Wajah baru MUFIT terlihat di fitur MUTRAIN untuk membantu masyarakat berolahraga dengan menyediakan instruktur sesuai kebutuhan dan kelas olahraga online yang bisa diikuti.

Selain itu, ada juga MUHEALTH untuk membantu masyarakat memantau perubahan berat badan dan komposisi tubuhnya,menghitung kandungan kalori dari makanan yang dikonsumsi, mendapatkan tuntunan berolahraga, dan mengatur pola tidur untuk mendapat kualitasistirahat yang baik. Kesatuan dari variabel tersebut merupakan kunci gaya hidup sehat sehari-hari.

Aplikasi MUFIT melalui fitur MUHEALTH diharapkan dapat berdampak positif melampaui aspek kesehatan, tetapi juga aspek sosial psikologisseperti kepercayaan diri dan produktivitas. Seperti yang disampaikan oleh Founder MUFIT, Ellen Sim.

“Olahraga merupakan cara yang ampuh dalam membangun kepercayaan diri, bukan hanya dilihat dari penurunan berat badan, tetapi dari pembuktian dan perasaan berhasil mencapai target yang kita buat untuk diri kita sendiri.

“Maka dari itu, diharapkan dengan peran dan kontribusi MUFIT melalui fitur aplikasi terbarunya dapat membantu menyehatkan masyarakat Indonesia yang berujung ke pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik lagi.

Untuk saat ini Aplikasi MUFIT dengan fitur terbarunya sudah dapat diunduh di aplikasi telepon pintar berbasis Android maupun App Store secara gratis. Selain mendapat manfaat fitur gaya hidup sehat, pengguna aplikasi MUFIT juga bisa mendapatkan privilege berupa penawaran menarik seperti diskon dan promo produk dari brand mitra MUFIT.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending