Connect with us

Sepakbola

Pecat Niko Kovac, Bayern Munchen Diisukan Dekati Massimiliano Allegri

Published

on


Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, menilai kemenangan atas AC Milan membuktikan timnya sudah kembali ke jalur perburuan gelar juara. (AP Photo/Antonio Calanni)

Finroll.com – Mantan pelatih kepala Juventus, Massimiliano Allegri digosipkan bakal merapat ke jawara Bundesliga Jerman, Bayern Munchen. Posisi pelatih tengah lowong usai manajemen klub memecat Niko Kovac.

Kovac dipecat setelah rentetan hasil kurang memuaskan yang diraih Munchen musim ini. Terakhir, FC Hollywood, julukan Munchen, kalah telak 1-5 dari Eintracht Frankfurt pada lanjutan Bundesliga.

BACA JUGA : 

Kekalahan tersebut membuat Munchen kini berjarak empat poin dari pemuncak klasemen sementara, Borussia Moenchengladbach. Langkah cepat dilakukan manajemen dengan mencari pelatih baru.

Berdasarkan klaim media kenamaan Jerman, BILD, Allegri menjadi figur paling difavoritkan mengisi posisi lowong tersebut. Apalagi, saat ini eks pelatih AC Milan itu juga berstatus pengangguran.

Allegri memutuskan untuk rehat sejenak dari sepak bola setelah meninggalkan Juventus pada Juni silam. Kabarnya, ia berniat untuk melatih tim Premier League.

Manchester United awalnya disebut-sebut bakal menjadi pelabuhan Allegri berikutnya. Namun, Allegri menyatakan ingin beristirahat selama satu tahun penuh.

Karier Cemerlang di Italia

Massimiliano Allegri – Catatan apik saat melatih Juventus menjadikan nya kandidat terdepan sebagai suksesor Solskjaer di Manchester united. Pria asal Italia ini juga tengah menganggur usai mundur dari Juventus. (AP/Marco Bertorello)

Andai Allegri benar-benar hijrah menunu Stadion Allianz Arena, ia akan mengikuti jejak pelatih asal Italia sebelumnya, yakni Carlo Ancelotti. Don Carlo pernah menjadi pelatih di Muenchen pada musim 2016/2017.

Karier Allegri di Italia memang cemerlang. Memimpin Juventus selama lima tahun, ia sukses memberikan lima gelar juara Serie A dan membawa Si Nyonya Tua meraih final Champions League sebanyak dua kali.(bola.com)

Sepakbola

Bagas Kaffa Ingin Hadapi Timnas Brasil di Piala Dunia U-20 2021

Published

on

By

Striker Timnas Indonesia U-16, Bagus Kahfi, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Vietnam bersama saudara kembar, Bagas Kaffa, dalam laga lanjutan Piala AFF U-16 2018 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis (2/8/2018). (Bola.com/Aditya Wany)

Finroll.com, Jakarta – Bek Timnas Indonesia U-19, Bagas Kaffa, mengaku tak sabar untuk bisa tampil di Piala Dunia U-20 2021. Bagas pun berharap bisa berhadapan dengan Timnas Brasil di turnamen tersebut.

“Siapa pun lawan yang dihadapi saya akan hadapi sebaik mungkin,” ucap Bagas, dalam acara unjuk wicara yang dihelat oleh Garuda Nusantara Channel.

“Namun, kalau boleh memilih, saya memilih Brasil,” sambungnya.

Bagas memiliki alasan di balik pilihannya tersebut. Pemain berusia 18 tahun itu sepakat dengan penilaian, jika Negeri Samba tersebut merupakan tempat persemaian talenta-talenta terbaik sepak bola dunia.

Timnas Indonesia dipastikan bakal tampil pada Piala Dunia U-20 2021 mendatang. Tim Garuda Muda tampil dengan status sebagai tuan rumah ajang tersebut.

Turnamen ini dijadwalkan bakal digelar pada Mei hingga Juni 2021 mendatang. Ada enam stadion yang disiapkan untuk menjadi tempat digelarnya laga-laga Piala Dunia U-20.

Bagi Indonesia, ini merupakan kali kedua tampil pada ajang Piala Dunia U-20. Sebelumnya, Timnas Indonesia tampil pada Piala Dunia U-20 1979 yang dihelat di Jepang.

Terpengaruh Pandemi Virus Corona

Lebih lanjut, Bagas pun membeber persiapan timnya jelang berlaga pada Piala Dunia U-20 2021. Saudara kembar Bagas Kahfi ini menyebut bahwa persiapan mereka terpengaruh dengan adanya pandemi Corona.

“Sekarang kan situasi pandemi, ini membuat aktivitas kita terbatas. Namun, coach Shin Tae-yong tetap berlatih secara virtual setiap pukul 09.00 pagi,” tutur Bagas.

Tak hanya berlatih, salah satu bentuk persiapan yang dilakukan adalah menjaga asupan makanan. Setiap pagi, menurut Bagas, mereka harus mengirim foto makanan yang akan diasup ke tim pelatih.

“Kita enggak bisa asal makan. Semua harus bergizi dan dalam pantauan tim dokter. Kami jalani karena dampaknya pasti positif bagi kami,” ungkap Bagas.(Bola.com)(GE) 

Continue Reading

Sepakbola

Real Madrid Dapat Penalti Lagi, Begini Respons Ketus Zinedine Zidane

Published

on

By

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, dan para pemainnya pada laga kontra Alaves di Stadion Alfredo Di Stefano, Sabtu (11/7/2020) dini hari WIB. (AFP/Gabriel Bouys)

Finroll.com, Jakarta –  Real Madrid mencatatkan delapan kemenangan beruntun sejak lockdown saat melibas Alaves 2-0 pada pekan ke-35 La Liga di Stadion Alfredo Di Stefano, Sabtu (11/7/2020) dini hari WIB. Pertandingan kali ini kembali dihiasi penalti untuk El Real.

Hadiah penalti itu menjadi sorotan karena dalam beberapa pekan terakhir Real Madrid dituding kerap diuntungkan wasit dengan keputusan itu. Bagaimana pendapat Zidane soal penalti tersebut?

Gol pertama Real Madrid pada laga tersebut yang dicetak Benzema berasal dari titik putih. Hadiah penalti diberikan wasit Jesus Gil pada menit ke-11, setelah Ferland Mendy dilanggar Ximo Navarro di kotak terlarang. Wasit tanpa ampun langsung menunjuk titik putih.

Benzema maju sebagai eksekutor. Dia dengan mulus menjalankan tugasnya dan membuat El Real unggul. Kemenangan Los Blancos akhirnya disegel melalui gol kedua yang dicetak Marco Asensio.

“Jika itu penalti ya penalti. Pergerakan Mendy sangat bagus dan itulah yang terjadi. Hal yang terpenting adalah mencetak gol-gol, dengan cara apa pun,” ujar Zidane dengan ketus saat ditanya tentang penalti yang didapatkan Real Madrid, seperti dilansir Marca.

Gelar Belum Dipastikan

Striker Real Madrid, Karim Benzema, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Alaves pada laga lanjutan La Liga pekan ke-35 di Stadion Alfredo di Stefano, Sabtu (11/7/2020) dini hari WIB. Real Madrid menang 2-0 atas Alaves. (AFP/Gabriel Bouys)

Berkat kemenangan atas Alaves, Real Madrid makin mendekati gelar La Liga 2019-2010. Klub Ibu Kota Spanyol itu hanya butuh dua kemenangan lagi untuk menyegel gelar.

Saat ini, Madrid sudah unggul empat poin atas Barcelona, yang menempati peringkat kedua. Meski demikian, Zidane mengatakan misi belum selesai karena gelar belum pasti masuk genggaman mereka.

“Masih ada tiga pertandingan lagi, jadi kami belum tahu,” kata Zidane, saat ditanya tentang kans El Real meraih titel La liga.

“Saya selalu mengatakan La Liga sangat berat dan rumit. Kami punya tiga laga pamungkas. Kami butuh istirahat. Anda bisa beristirahat dengan lebih baik saat menang,” imbuh Zidane. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

Sepakbola

Akhir Musim Paling Menarik Dalam 3 Dekade Terakhir La Liga : Periode 1993 / 1994 Jadi Milik Barcelona

Published

on

By

Logo dan ilustrasi Barcelona. (AFP/Pau Barrena)

Finroll.com, Jakarta – La Liga 2019 / 2020 masih berlangsung ketat. Dua tim raksasa tradisional, Real Madrid dan Barcelona menjadi kuda pacu terdepan yang bisa meraih titel Liga Spanyol musim ini.

Saat ini, Real Madrid hanya unggul satu poin dari Barcelona. Real Madrid masih bisa menjauh jika sanggup menekuk Alaves pada laga nanti malam. Pada sisi lain, perseteruan dua musuh bebuyutan tersebut bisa menjadi gambaran persaingan La Liga yang tak kalah panas dengan liga-liga lain di kawasan Eropa.

Sepanjang sejarah La Liga, ada beberapa musim yang berstatus ‘ketet’, bahkan sampai membutuhkan pekan terakhir untuk mengetahui siapa yang berjaya. Nah, jika menilik sejarah, bisa saja titel musim ini berasal dari pertarungan jornada terakhir.

Bagi para penggemar La Liga, ada beberapa momen bersejarah dan menarik, yang bisa menggambarkan pertarungan ketat hingga akhir musim. Satu di antara musim tersebut adalah 1993/1994.

Saat itu, Barcelona menjadi pihak yang paling berbahagia. Barcelona menggagalkan Real Madrid meraih gelar juara di musim 1991/1992 dan 1992/199. Tapi, pertandingan terakhir musim 1993/1994 lebih dramatis.

Drama Penalti

Deportivo La Coruna bersaing meraih gelar La Liga untuk kali pertama mereka setelah memimpin klasemen selama berbulan-bulan. Mereka butuh menang atas Valencia di kandang untuk memastikan gelar. Depor, yang gugup dalam pertandingan itu, menyia-nyiakan beberapa peluang, dan skor masih 0-0 di jeda pertandingan.

Pada area lain, tepatnya di Camp Nou, Barcelona berhasil menang 5-2 atas Sevilla. Johan Cruyff dan timnya berkumpul di pinggir lapangan untuk mendengarkan radio disaat pemain sayap Depor, Nando, dijatuhkan di kotak penalti.

Donato, yang biasa mengambil tendangan penalti, sudah diganti pemain lainnya, sehingga bek Miroslav Đukić, maju sebagai eksekutor. Sayang, tendangannya dapat dihalau kiper Valencia, José Luis González. Alhasil, Barcelona langsung melakukan selebrasi, dan itu adalah akhir musim yang pahit bagi Depor dan Đukić. (Bola.com)(GE)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending