Connect with us

Automotive

Pelaku Industri Motor Listrik Mulai Pamerkan Produknya ke Depan Publik

Published

on


Motor Listrik

Setelah meluncurkan motor skutik premium PCX versi bensin dan hybrid, PT Astra Honda Motor (AHM) secara resmi meluncurkan Honda PCX Electric. Ini merupakan sepeda motor listrik ketiga yang pernah dikembangkan oleh Honda.

Finroll.com – Sejarah motor listrik Honda telah dikembangkan dalam 25 tahun terakhir. Pertama lewat Honda CUV-ES pada tahun 1994 yang menggunakan penggerak baterai Ni CD. Dan pada tahun 2010 Honda EV Neo dengan baterai Li-ion.

Motor listrik yang baru dikembangkan pada PCX Electric ini menggunakan dua baterai lithium-ion masing-masing 50,4V dengan densitas tinggi yang dipasang secara serial. Konstruksi motor listrik menggunakan struktur Interior Permanent Magnet (IPM) demi mendapatkan efisiensi energi dan performance motor listrik yang optimal.

Motor Listrik

Honda PCX Electrix menghasilkan output maksimum 4.2kW. Unit daya yang kuat dan ringkas sanggup menjaga suhu sepeda motor serta mengontrol aliran listrik secara lancar dan presisi. Sistem elektrifikasi ini membuat pompa oli, radiator, dan kopling tidak diperlukan.

Untuk mengisi baterai kosong, dua Honda Mobile Power Pack dapat terisi penuh dalam pengisian selama 4 jam saat menggunakan pengisi daya opsional dengan metode off-board. Terdapat pula cara pengisian menggunakan sistem on-board (terkoneksi langsung dengan listrik) dengan masa pengisian 6 jam.

Thomas Wijaya, Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM) menjelaskan sistem penjualan secara massal secara konsumen tidak dilakukan. Namun sistem penyewaan kepada perusahaan atau business to business (b2b) yang dipilih.

“Kami buka kesempatan untuk perusahaan yang mau menyewa di area Jakarta. Tidak kami batasi unitnya tapi kami fokus untuk sewakan ke perusahaan swasta atau institusi pemerintahan,” kata Thomas, usai peluncuran, Kamis (31/1).

Biaya sewa per unit dibanderol Rp 2 juta per bulan. Untuk termin waktu, AHM memprioritaskan bagi penyewa yang mau menggunakan kendaraan dalam jangka waktu dua sampa tiga tahun. Hal ini dalam rangka analisa kebiasaan konsumen, jarak dan waktu tempu yang digunakan pengemudi. Sayangnya target jumlah perusahaan yang dibidik belum dibeberkan.

“Biaya ini tak hanya motor tapi seluruh infrastrukturnya. Mulai dari swap baterai, off boardnya juga disiapkan,” jelasnya.

Motor ini telah mememiliki dua unit baterai portabel. Yang disebut Honda Mobile Power Pack mampu menjalankan sepeda motor sekitar 69 km dalam sekali pengisian penuh (hasil pengujian dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam secara konstan).

Honda Mobile Power Pack bisa diisi ulang menggunakan dua mekanisme, yakni off-board charging (mengganti dua baterai kosong dengan baterai yang sudah terisi/ swap system), atau menggunakan konektor yang bisa disambungkan dengan listrik gedung atau perumahan (on-board charging).

“Untuk yang mengelola baterainya ada pihak ketiga yang membantu urusan limbah baterainya,” tambahnya.

Selain itu motor listrik yang akan segera keluar yakni Gesits. Pengembangan Gesits kemudian melibatkan lebih banyak institusi, universitas, dan perusahaan. Sebut saja Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Sebelas Maret (UNS), PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi, PT Pindad, PT Len Industri, PT Pertamina, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan PT Gesits Technologies Indo.

Motor Listrik

Harun Sjech, Chief Executive Officer PT Gesits Technologies Indo menjelaskan tahun ini penjualan Gesits akan resmi dilaksanakan.

“Lagi disiapkan dan kita usahan mulai kuartal I-2019,” kata Harun dikutip dari Kontan.

Harga jual belum dibeberkan. Tapi manajemen Gesits memilih untuk konsentrasi penjualan massal. Mulai dari konsumen biasa, institusi pemerintah maupun perusahaan.

Adapun produksi Gesits di bawah PT Wijaya Manufakturing. Ini adalah perusahan patungan antara Wijaya Karya Industri dan Konstruksi, dengan Gesits Technologies. Lokasi pabrik berada di kawasan industri Wijaya Karya yang berlokasi di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Nilai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sepeda motor listrik itu mencapai 80%.

Manager Public Relation PT YIMM Antonius Widiantoro menjelaskan pihaknya masih studi kendaraan listrik. Adapun tahun akhir 2017 lalu, Yamaha telah sempat menampilkan kendaraan listriknya E-Vino di Indonesia.

“Untuk kendaraan listrik kami masih terus pelajari dan belum berencana untuk menjual secara komersil,” kata Anton kepada KONTAN (31/1).

Yamaha saat itu studi dengan meminjamkan kendaraannya untuk diuji coba dengan empat institusi, di antaranya Kebun Raya Bogor, Universitas Pelita Harapan (UPH), PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), dan The Breeze BSD.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto menjelaskan komitmen Kemenperin dalam memacu kendaraan listrik, terwujud dari inisiasi pembuatan peta jalan pengembangan industri otomotif nasional, yang salah satunya fokus pada produksi kendaraan emisi karbon rendah atau Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).

“Pada program LCEV itu termasuk di dalamnya adalah kendaraan listrik. Selain itu, kami juga sudah menyelesaikan pengkajian terhadap rancangan Peraturan Presiden tentang kendaraan bermotor listrik,” tuturnya beberapa hari lalu.

Langkah lainnya yang perlu dilakukan dalam rangka memperkenalkan kendaraan ramah lingkungan, di antaranya terkait kenyamanan berkendara oleh para pengguna, infrastruktur pengisian energi listrik, rantai pasok dalam negeri, adopsi teknologi, dan regulasi.

“Regulasi itu termasuk juga dukungan kebijakan fiskal agar kendaraan electrified vehicle dapat dimanfaatkan oleh para masyarakat pengguna tanpa harus dibebani biaya tambahan yang tinggi,” imbuhnya.

Harjanto menyebutkan, misalnya dukungan insentif fiskal berupa tax holiday atau mini tax holiday untuk industri komponen utama seperti produsen baterai dan pembuat motor listrik (magnet dan kumparan motor).

“Kami juga telah mengusulkan super tax deductions sampai dengan 300% untuk industri yang melakukan aktivitas R&D (research and development, and design),” ujarnya. (Kontan)

Automotive

Gendong Sekat Saat Angkut Penumpang, Inovasi New Normal Ojek Online

Published

on

Finroll – Jakarta, Asosiasi ojek online (ojol) Garda Indonesia merancang inovasi berupa sekat plastik untuk pengemudi ojol guna mencegah kontak dan mengurangi potensi penularan virus corona (Covid-19) dengan penumpang bila diizinkan membawa penumpang semasa new normal.

Sekat plastik itu digendong pengemudi ojol seperti tas punggung. Alat ini berperan seperti partisi agar pengemudi dan penumpang tak bersentuhan langsung.

Menurut Garda Indonesia inovasi ini merupakan kelanjutan dari protokol kesehatan yang telah dicetuskan buat pengemudi ojol usai menganjurkan penumpang membawa helm sendiri dan pengemudi wajib menjaga kebersihan diri.

“Garda sudah siapkan tools agar penumpang dengan driver disekat atau dipartisi, tujuannya agar driver ataupun penumpang tidak terkena droplet secara langsung,” kata Ketua Presidium Garda Indonesia Igun Wicaksono melalui pesan singkat, Selasa (2/5).

Igun mengatakan sekat itu dapat memberi rasa aman kepada penumpang, maupun pengemudi.

Harapan dia semua ojol di Indonesia dapat menggunakan sekat plastik tersebut saat kembali beroperasi pada masa new normal. Seperti diketahui ojol tak bisa beroperasi di wilayah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebab fitur angkut penumpang dimatikan sementara oleh operator.

Namun ada harapan fitur itu diaktifkan kembali ketika PSBB tak lagi diperpanjang yang berarti memasuki masa new normal.

“Jadi kami sendiri sudah siapkan protokol menyambut new normal ini,” kata Igun.

Selain dari kalangan ojol, salah satu penyedia jasa transportasi online, Grab Indonesia, juga diketahui menyiapkan inovasi serupa yakni sekat plastik transparan. Inovasi itu telah terlihat melalui unggahan akun Instagram newdramaojol yang disertai keterangan new normal.

View this post on Instagram

Mantaaaaaaaaappppp 😄

A post shared by Drama Ojek Online Indonesia (@dramaojol.id) on

Grab Indonesia membenarkan mengenai sekat plastik tersebut, namun belum dapat mengungkapnya secara detail. Perusahaan berencana menyampaikan detail soal tameng tersebut mulai pekan ini.

Menurut Grab Indonesia sekat plastik itu bagian dari protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 bila perusahaan diizinkan kembali mengaktifkan fitur angkut penumpang.

Masa PSBB wilayah bakal segera berakhir dan kemudian diganti dengan aturan new normal. Daerah yang kemungkinan pertama akan mengakhiri PSBB yaitu Jakarta pada 4 Juni.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Automotive

Denda Hingga Bui Hantui Pengemudi yang Tak Patuh PSBB DKI

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Masyarakat yang tak patuh Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta terancam 1 tahun bui dan/atau denda hingga Rp100 juta. Ini termasuk bagi pengemudi kendaraan bermotor.

DKI diketahui menjadi daerah pertama yang menerapkan PSBB guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) makin meluas.

“Ada sanksi yang bisa diterapkan pada masyarakat yang tidak patuh. Di UU tentang Karantina Kesehatan Pasal 93 ancamannya satu tahun penjara dan denda 100 juta. Itu opsi yang [bisa] dikeluarkan,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dalam konferensi pers, Jumat (10/4).

Namun Yusri mengatakan pihaknya hingga kini masih mengedepankan himbauan dan pembubaran secara persuasif.

“Aturan sanksi bagi kami opsi yang terakhir kita lakukan itu. Bahwa [selama] PSBB kita harapkan yang utama kesadaran masyarakat,” tambahnya.

Mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB Dalam Penanganan Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta, bagian ketujuh mengatur pembatasan moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang.

Pasal 18 menyatakan mobil pribadi hanya boleh digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok atau aktivitas yang diperbolehkan selama PSBB. Pengemudi dan penumpang wajib memakai masker di dalam kendaraan.

Penumpang yang dibawa juga tidak boleh lebih dari setengah kapasitas kendaraan. Penumpang dan pengemudi tidak diperbolehkan pergi jika suhu badan di atas normal. Mobil juga harus didisinfeksi setelah digunakan.

Ketentuan serupa juga berlaku bagi sepeda motor pribadi. Dengan tambahan pengemudi dan penumpang harus memakai sarung tangan. Tidak ada ketentuan jumlah penumpang untuk sepeda motor pribadi.

Berbeda dengan angkutan roda dua berbasis aplikasi alias ojek online. Dalam Pergub diatur ojek hanya bisa mengangkut barang.

Selanjutnya Pasal 27 mengatakan pelanggaran terhadap pelaksanaan PSBB yang sudah diatur bisa dikenakan sanksi.

“Pelanggaran terhadap pelaksanaan PSBB dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk sanksi pidana,” bunyi pasal tersebut.

Selama PSBB berlaku masyarakat dilarang ke luar rumah, kecuali untuk aktivitas yang diperbolehkan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Automotive

PSBB DKI, Ojol Minta Aplikator Ubah Bagi Hasil Jadi 90:10

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Komunitas ojek online Garda Indonesia meminta aplikator menurunkan potongan pendapatan pengemudi Jakarta menjadi 10 persen selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar di DKI Jakarta.

Selama ini aplikator menerapkan skema bagi hasil 80 persen pengemudi, dan 20 persen aplikator.

Ketua Presidium Garda Indonesia Igun Wicaksono mengatakan potongan 20 persen sangat memberatkan, terutama saat Pemprov DKI menerapkan kebijakan PSBB hingga 23 April nanti. Selama kebijakan PSBB diterapkan, ojek online memang dilarang untuk mengangkut penumpang dan hanya bisa beroperasi untuk mengirimkan barang.

“Agar perusahaan aplikator turunkan potongan menjadi 10 persen untuk sementara di masa pandemi ini, atau hilangkan potongan pendapatan ojek online,” kata Igun melalui pesan singkat, Sabtu (11/4).

Igun mengatakan selama ini pendapatan harian pengemudi paling besar berasal dari mengangkut penumpang yaitu sekitar 70 persen, meski saat ini jumlahnya terus turun menyusul kebijakan bekerja dan belajar dari rumah yang telah berlangsung tiga pekan.

Lebih lanjut ia mengatakan bila ojek online tidak diizinkan menarik penumpang, maka ia meminta pemerintah memberi bantuan uang tunai sebesar Rp100 ribu per pengemudi.

“Apabila pembuat kebijakan tetap memaksakan ojek online dilarang membawa penumpang, maka berikan kompensasi berupa uang tunai, bukan hanya sembako. Karena kebutuhan kami ini berbeda-beda, dan agar ekonomi rakyat tetap berjalan,” kata Igun.

Igun juga menyerukan agar pengemudi tetap mengangkut penumpang, tapi dengan standar keamanan dan kesehatan pencegahan penularan corona.

“Kami menuntut kepada pembuat kebijakan agar mengijinkan ojek online dapat membawa penumpang kembali,” kata Igun.

Penghentian, izin mengangkut penumpang untuk ojek online ini sesuai dengan Permenkes No. 9 tahun 2020, yang merupakan peraturan lebih tinggi ketimbang peraturan gubernur.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending