Kamis, 1 April 2021

7 Strategi Marketing yang Efektif untuk Membangun Bisnis Travel


Traveling saat ini menjadi sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi terutama oleh kaum milenial. Sehingga saat ini banyak sekali bisnis travel yang bermunculan.

Hal ini dikarenakan peluang bisnis travel masih sangat besar untuk menghasilkan keuntungan, terutama di Indonesia yang memilki potensi wisata yang sangat baik. Namun jika Anda berencana dalam membuat bisnis travel yang sukses, Anda harus memikirkan strategi bisnis ini secara matang-matang.

Banyak sekali strategi pemasaran yang dapat dilakukan supaya bisnis travel bisa berkembang. Terlebih sekarang banyak sekali travel agent dadakan yang bermunculan. Namun, tidak perlu khawatir berikut 7 strategi bisnis travel yang efektif demi mencapai target yang diharapkan.

  1. Strategi Fear Of Missing Out (FOMO)

Memanfaatkan kondisi psikologis para calon pembeli adalah kunci dari strategi FOMO. Strategi ini merupakan strategi bisnis travel yang dinilai ampuh untuk menarik minat pembeli untuk segera melakukan transaksi pembelian paket tour.

Dengan memanfaatkan rasa takut ketinggalan zaman, tentu berakibat banyaknya orang yang membeli paket tour untuk ke destinasi wisata baru agar termasuk orang yang up-to-date di lingkungan sosial dan pertemannya.

Dalam prakteknya, strategi ini menunjukkan bahwa calon pembeli telah melewatkan kesempatan promo yang besar sehingga pihak tour agent akan memberikan alternatif lain.

Misalnya sebuah promo paket tour Umroh senilai 18 juta rupiah pada bulan Agustus telah habis. Sebagai pihak tour agent tidak kehilangan akal untuk menawarkan opsi tanggal keberangkatan lain dengan harga yang sama. Atau, bisa juga dengan memberikan harga yang lebih tinggi misalnya 20 juta rupiah untuk keberangkatan bulan Agustus.

  1. Competitive Buyer

Kedua, adalah strategi bisnis travel dengan nama Competitive Buyer. Strategi ini dilakukan membuat para calon pembeli saling berkompetisi untuk segera memesan slot paket tour yang tersedia.

Strategi ini juga hampir sama dengan strategi FOMO, namun lebih menggunakan psikologi marketing dengan memanfaatkan ketersediaan produk dan waktu promosi yang disediakan.

Biasanya strategi ini dilakukan di kanal pembelian online seperti website tour agent atau media sosial. Dengan cara menampilkan berapa orang pesaing yang berminat terhadap paket tour tersebut.

  1. Bergabung di Website Direktori Wisata

Para pelaku UKM mau tidak mau harus memanfaatkan internet yang semakin tidak terbatas, pemilik bisnis diharuskan untuk mulai mengembangkan usahanya di “teknologi ini”.

CIMB NIAGA

Sebuah fakta yang pasti adalah pasar di media online seperti internet jauh lebih dominan jika dibandingkan pasar yang masih melakukan konsep tradisional atau offline. Tidak ada salahnya mendaftarkan bisnis travel anda di Finroll Media.

finroll.com adalah website sebuah media promosi produk dan jasa yang didalamnya terdapat kanal khusus direktori bisnis wisata yang berisi daftar restoran, hotel dan paket trip jalan dengan destinasi-destinasi baru.

Setidak nya ada 3 manfaat yang bisa didapat jika bergabung sebagai member di finroll.com.

Pertama, sudah ada ribuan direktori bisnis di dunia internet ini, jika bisnis anda terdaftar kedalam database kami berarti anda sudah memperluas jaringan jasa, produk, ataupun layanan anda pada jangkauan yang lebih luas, dan ini berlaku pula pada masa digital ini.

Kedua, keuntungan memanfaatkan direktori wsisata Finroll Media secara online yaitu anda bisa mempromosikan iklan anda, tidak hanya untuk pelanggan lokal namun juga buat pelanggan global atau internasional untuk segala jenis perusahaan

ketiga, seseorang yang mencari sesuatu melalui website direktori finroll media tentu adalah orang yang sudah tahu apa yang sedang dicarinya. Maka dengan bergabung dengan Finroll Media, peluang Anda mendapatkan klien dengan target yang sesuai semakin besar.

screen shot 2021 04 01 at 11.46.17
  1. Viral

Strategi bisnis travel yang efektif berikutnya adalah dengan menjadikan suatu destinasi wisata yang baru menjadi viral. Atau, membuat paket tour berdasarkan destinasi wisata yang saat ini sedang viral. Sebagai contoh Ranu Manduro di Ngoro, Mojokerto.

Awalnya para tour agent tidak melirik kawasan Ngoro – Mojokerto sebagai destinasi wisata yang harus dikunjungi wisatawan seperti Pegunungan Bromo atau Ijen.

Namun, setelah netizen mengunggah keindahan alam Ranu Manduro melalui platform TikTok dengan backsound lagu Feeling Good dari band Sunday Best asal Amerika Serikat., kawasan tersebut menjadi terkenal dengan nama Bukit Feeling Good.

Karena banyak orang yang penasaran. Akhirnya banyak pelaku bisnis travel yang memasukkan Ranu Manduro sebagai salah satu destinasi wisata dalam paket tournya. Menariknya, banyak wisatawan luar Jawa Timur yang membeli paket tour dengan itinerary Ranu Manduro di dalamnya.

  1. Batasan Waktu

Berikan batasan waktu yang jelas agar paket tour yang dijual dapat segera laku. Strategi bisnis travel ini memberikan waktu tertentu untuk masa penawaran sebuah paket tour. Biasanya, masa penawaran ini sering dilakukan oleh maskapai penerbangan asing asal Singapura, Air Asia.

Dengan memberikan promosi harga tiket pada masa-masa low season untuk keberangkatan beberapa bulan bahkan 1 tahun berikutnya. Penawaran ini berlaku agar tetap terjadi transaksi pada masa low season yaitu pada bulan Maret hingga Mei dan Agustus hingga Oktober.

  1. Early Bird Decisions

Strategi bisnis travel berikutnya adalah menggunakan taktik early bird decisions. Cara ini biasanya memberikan bonus dan free merchandise atau produk tertentu untuk pembeli pada hari tersebut. Bisa juga memberikan promo pada 100 pengunjung pertama.

Dengan menerapkan strategi tersebut, maka calon pembeli akan berpikir cepat untuk memutuskan membeli produk tersebut. Memang, cara ini dianggap sesuatu yang cukup beresiko karena terkesan seperti menghabiskan modal di awal. Namun, dengan menggunakan cara ini akan meningkatkan brand awareness masyarakat terhadap tour agent.

  1. Reward

Strategi berikutnya berikan reward pada pengguna jasa langganan maupun yang pernah menggunakan jasa tour. Dalam prakteknya, database para pembeli harus dikelola dengan baik sehingga program pemberian reward ini dapat berjalan dengan lancar.

Reward program dapat berupa potongan harga untuk pembelian paket tour dengan nominal atau jumlah paket tertentu. Bisa juga berupa merchandise seperti travel bag, koper, dan semacamnya.

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT