Connect with us

Science & Technology

Pemilu Ikatan Alumni ITB dimulai, Para Tokoh Nasional mulai Mengajukan Diri

Published

on


Jakarta – Institut Teknologi Bandung yang merupakan salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia telah melahirkan ribuan alumni yang memiliki peranan strategis pada kemajuan bangsa. Sebut saja Soekarno sebagai salah satu mahasiswa pertamanya, kemudian B.J Habibie yang pernah mencicipi pendidikan tekniknya.

Sejak kongres pertama Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung pada 26 Maret 1976, pemilihan Ketua IA-ITB kini akan memasuki pemilihannya yang kesepuluh. Ridwan Djamaluddin, Ph.D sebagai ketua IA-ITB ke-9 sekaligus Dirjen Minerba, Kementerian ESDM RI akan menyerahkan estafet kepemimpinannya dalam mensinergikan ribuan alumni ITB yang tersebar di berbagai negara serta latar belakang kepada pemimpin baru.

Adapun penutupan pendaftaran calon Ketua Ikatan Alumni ITB 2021-2025 dibuka hingga 28 Januari 2021, dengan tenggat pengambilan berkas selambat-lambatnya pada 25 Januari 2021. Hingga sekarang, telah ada beberapa kandidat yang telah mengambil berkas dengan latar belakang swasta maupun pemerintahan.

Saat ini, telah ada beberapa kandidat yang telah mengambil berkas pendaftaran Calon Ketua Umum IA ITB 2021-2025. Pertama, Gembong Primadjaja, alumni Teknik Mesin ITB angkatan 1986 yang pernah menjabat sebagai Direktur PT Pelindo Energi Logistik, Ketua Tim Percepatan Konversi Bahan Bakar Gas pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas, serta Ketua Ikatan Alumni Mesin ITB.

Kedua, Honesti Basyir yang merupakan alumni Teknik Industri ITB angkatan 1987 dan tengah menjabat sebagai Direktur Utama Bio Farma sejak tahun 2019. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur Utama Kimia Farma dan Direktur Keuangan PT Telkom Indonesia.

Ketiga, Gatot Sudariyono, lulusan Teknik Mesin ITB pada tahun 1980 yang cukup terkenal di bidang olahraga marathon dan pernah menjadi Ketua Panitia BNI ITB Ultra Marathon Gatot Sudariyono. Ia pernah menjalankan kegiatan marathon amal sepanjang 4 hari dan berhasil mengumpulkan donasi sebesar 341 juta.

Keempat, I Made Dana Tangkas yang merupakan lulusan Teknik Industri ITB angkatan 1984 dan menjabat sebagai Direktur dari Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Vice President Toyota wilayah Asia Pasific, serta Ketua Pengembangan Industri Otomotif Indonesia (GAIKINDO).

“Kami selaku Panitia Pemilu IA-ITB akan terus menanti para alumni ITB lintas generasi untuk mengajukan diri dan membawa IA-ITB agar bisa mewadahi ribuan alumni dalam menciptakan dampak terbaiknya bagi bangsa. Di waktu yang sama, kami juga akan terus menggalang konsolidasi dengan Pengurus Daerah IA-ITB, Komisariat, komunitas kealumnian maupun rumpun lainnya untuk mengajak seluruh alumni ITB di seluruh dunia berpartisipasi. Sekaligus, menegaskan ikatan erat IA-ITB dengan kemajuan Indonesia.” Ujar Mohamad Jeffry Giranza, alumni Geologi ITB 2010 selaku Ketua Panitia Pemilu IA-ITB.

Sebagai tambahan, kanal informasi Pemilu IA-ITB bisa diakses melalui instagram dan twitter di @pemiluiaitb2021 ataupun menghubungi narahubung dari panitia untuk keperluan pendaftaran maupun informasi melalui WA 08156219541 Idham Maulana, Teknik Geologi ITB 2010.

Reporter : Arini Puji Astuti

Iwan Hidayat Bergabung Dengan Finroll Media Group Tahun 2012

Advertisement

Science & Technology

Fakta Ilmiah Hajar Aswad yang Disucikan

Published

on

Jakarta – Pemerintah Arab Saudi merilis beberapa foto baru Hajar Aswad atau disebut Black Stone untuk pertama kalinya. Ada beberapa fakta ilmiah Hajar Aswad yang disucikan oleh umat muslim dunia.

Hajar Aswad menempel di Ka’bah memiliki diameter 30 sentimeter dan berada 1,5 meter dari permukaan tanah.

Hajar Aswad terpecah menjadi beberapa bagian dari kerusakan yang ada selama abad pertengahan. Potongan-potongan itu disatukan oleh bingkai perak yang diikat pada sebuah batu.

Meski sering digambarkan sebagai batu yang berasal dari meteorit, namun teori ini masih dalam pertimbangan.

Sejarawan sekuler menunjukkan bahwa batu itu merupakan sebuah meteorit. Namun banyak ahli geologi di seluruh dunia mencoba memastikan jenis dan sifat Hajar Aswad tetapi tidak menemukan hasil akhir karena batasan budaya dan agama.

Sifat ilmiah Hajar Aswad telah banyak diperdebatkan. Batu itu disebut sebagai batu basal, batu akik, sepotong batuan alam atau yang paling populer yakini meteorit berbatu.

Anthony Hampton dan tim ahli geologi dari Universitas Oxford mempelajari sampel lokal yang dikumpulkan dari emplasemen batu dan menemukan sejumlah iridium dan banyak pecahan kerucut.

Temuan geologi langka itu yang diketahui terbentuk di batuan dasar di bawah kawah tumbukan meteorit yang ditemukan oleh Paul Partsch, yang menerbitkan laporan komprehensif pertama tentang Black Stone pada 1857.

Pada tahun 1980, Elsebeth Thomsen dari Universitas Koopenhagen mengusulkan bahwa Hajar Aswad mungkin merupakan pecahan dari benturan meteorit yang terfragmentasi, yang jatuh sekitar 6.000 tahun yang lalu.

Di lokasi tersebut terdapat balok-balok kaca silika berwarna putih dan kuning serta cekungan berisi gas yang memungkinkannya mengapung di air yang sama seperti batu Hajar Aswad yang mengapung di air dan tidak menjadi panas dalam api.

Sebuah studi yang dilakukan oleh United States Geological Survey mengatakan bahwa Hajar Aswad mungkin adalah obsidian dari aliran lava yang umum di salah satu Harrat (ladang vulkanik) yang ditemukan pesisir Arab bagian barat.

Melansir Geology Page, meski begitu para ahli geologi hingga kini masih ragu untuk mengungkap kebenaran batu Hajar Aswad merupakan batu obsidian karena masih ada bukti ilmiah yang belum dapat dibuktikan.

Sementara itu, peneliti Robert S Dietz and John McHone dari Departemen Geology di Universitas Ilinois, Amerika Serikat mengatakan Hajar Aswad bukan berasal dari batuan meteorit tetapi merupakan batu akik yang merupakan salah satu mineral yang terbentuk di dalam bumi.

“Batu Hitam Ka’bah rupanya bukan meteorit, meskipun terdaftar sebagai contoh yang mungkin dalam Katalog Meteoritas Prior-Hey. Pita difusi dan kenampakan fisik lainnya menunjukkan bahwa itu adalah batu akik,” seperti dikutip dalam jurnal yang berjudul Kaba Stone; Not a Meteorite, Probably an Agate.

Sumber : cnnindonesia.com

 

Continue Reading

Science & Technology

KPPU Putuskan Telkom dan Telkomsel Tak Salah Blokir Netflix

Published

on

Jakarta – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutuskan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) tak melanggar ketentuan terkait persaingan usaha tidak sehat dalam perkara pemblokiran layanan video streaming Netflix.

Kesimpulan tersebut disampaikan dalam Sidang Majelis Pembacaan Putusan di Kantor Pusat KPPU serta secara daring pada 29 April 2021 lalu.

“Tidak terbukti melanggar Pasal 19 huruf d Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dalam perkara Dugaan Praktik Diskriminasi terhadap Netflix,” ucap kepala Biro Humas dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur dalam keterangan resmi, Senin (3/5).

Perkara ini berawal dari penelitian inisiatif seiring dengan temuan yang mengemuka di publik terkait pemblokiran akses pelanggan berbagai jaringan yang dimiliki Telkom dan Telkomsel dalam mengakses konten Netflix sejak 2016 hingga akhir 2018.

Temuan tersebut dilanjutkan ke tahapan penyelidikan dan persidangan dengan nomor Perkara 08/KPPU-I/2020.

Pada proses persidangan, Majelis Komisi menemukan bahwa telah terjadi perilaku pemblokiran atau penutupan akses internet untuk layanan Netflix dimana Telkom melakukan pemblokiran di jaringan tetap (Fixed Broadband) dan Telkomsel melakukan pemblokiran pada jaringan bergerak (Mobile Broadband).

Dalam hal tersebut, Majelis Komisi menyimpulkan telah terjadi perlakuan berbeda atau diskriminasi oleh Telkom dan Telkomsel antara Netflix dengan penyedia Subscription Based Video On Demand (SVOD) lain. Namun demikian, Majelis Komisi juga menemukan bahwa pemblokiran tersebut tidak mengakibatkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat.

Hal ini mengingat ditemukannya berbagai bukti, antara lain bahwa tindakan tersebut dilakukan untuk menghindarkan dari kemungkinan dikenakan pelanggaran terhadap UU Nomor 44 Tahun 2008 dan UU Nomor 19 Tahun 2016, tidak adanya kerugian yang dialami Netflix, dan konsumen masih bisa memiliki pilihan untuk melihat layanan Netflix melalui penyedia lainnya.

Memperhatikan berbagai fakta, penilaian, analisis, dan kesimpulan pada masa persidangan, maka Majelis Komisi memutuskan Telkom dan Telkomsel tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 19 huruf “d” UU Nomor 5 Tahun 1999.

Sumber : cnnindonesia.com

 

Continue Reading

Science & Technology

Kominfo soal Gangguan Internet Papua: Pergeseran Lapisan Bumi

Published

on

Jakarta – Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) menjelaskan penyebab gangguan layanan internet di Papua pada Jumat (30/3) malam akibat terputusnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) atau kabel optik bawah laut di ruas Biak-Jayapura.

Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan terputusnya kabel karena pergeseran lapisan bumi di dasar laut.

“Ini mengakibatkan seluruh layanan Telkom Group mengalami gangguan dengan total trafik sebesar 135 Gbps,” ujar Dedy melalui keterangan tertulis, Selasa (5/4).

Ia menjelaskan Telkom Group telah melakukan perbaikan layanan tahap awal, dimulai dari reaktivasi layanan Voice, layanan IP VPN Telkom, dan ASTINET Telkom.

Menurutnya perbaikan layanan internet dan data dilakukan secara bertahap dimulai pada 30 April 2021, dengan melakukan deployment link backup, antara lain melalui Palapa Ring Timur, satelit, dan penambahan radio.

Ia menegaskan Kominfo akan terus melakukan pengawasan dan update progress secara berkala, serta mendorong penyedia layanan internet untuk merespons hal ini dengan sigap.

Sebelumnya layanan internet di tiga daerah yakni Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura dan Kabupaten Sarmi dilaporkan telah lumpuh.

Kepala Telkom Papua Sugeng Widodo mengatakan kabel putus pada Jumat malam sekitar pukul 21.30 WIT

“Kabel optik bawah laut antara Sarmi-Biak putus hingga menyebabkan gangguan telekomunikasi. Mohon maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan tersebut,” kata Sugeng Seperti dilansir dari Antara, Sabtu (1/5).

Ia menjelaskan untuk sementara layanan telepon seluler di Jayapura dan Sarmi hanya bisa digunakan telepon dan layanan SMS saja.

Meski begitu, jaringan komunikasi dan internet di Papua saat ini kondisinya berangsur membaik pada Minggu (2/5) pagi.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melakukan tiga langkah cepat sebagai solusi (disaster recovery plan) untuk memulihkan jaringan menyusul terputusnya jaringan kabel laut Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) ruas Biak-Jayapura.

Ketiga langkah tersebut adalah menyediakan bandwidth melalui jaringan Palapa Ring Timur hingga 500 Mbps, tiga VSAT satelit dengan bandwidth hingga 469 Mbps, penambahan link satelit sebanyak 4×155 Mbps, serta penataan prioritas lalu lintas trafik komunikasi.

“Alhamdulillah, saat ini layanan voice, SMS, sudah pulih. Untuk data kami berharap berangsur dengan mengutamakan prioritas penggunaan,” kata Senior Vice President Corporate Communication Telkom Indonesia Ahmad Reza dikutip dari Antara, Minggu (2/5).

Sumber : cnnindonesia.com

Continue Reading

Trending