Connect with us

MotoGP

Penampakan Jorge Lorenzo Bersama Tim Barunya ‘Repsol Honda’

Published

on


Jorge Lorenzo

Pembalap anyar Tim Repsol Honda, Jorge Lorenzo, turut hadir dalam acara peluncuran motor baru timnya yang digelar di Madrid, Spanyol, Rabu (23/1/2019) sore WIB.

Finroll.com – Dengan tangan dibalut perban lantaran baru saja menjalani operasi, Lorenzo tetap tampak gagah mengenakan pakaian Honda.

Kehadiran pembalap berusia 31 tahun itu membawa kekhawatiran akan terjadinya gesekan dengan andalan Repsol Honda, Marc Marquez.

Jorge Lorenzo

Namun, Kuwata justru berpendapat sebaliknya. Pria berkebangsaan Jepang itu yakin duet Lorenzo dan Marquez sangat penting untuk mempertahankan gelar juara konstruktor yang diraih Honda dua musim berturut-turut.

“Sejujurnya kami tidak perlu mengubah pendekatan. Musim lalu kami punya dua pembalap dengan karakter berbeda dan mulai sekarang hingga seterusnya kami akan memberi mesin yang sama bagusnya. Tidak ada keraguan bahwa kami bisa mengatur kedua pembalap dan tim dengan baik. Mereka sama-sama profesional dan tahu beban yang dipikul,” ujar Tetsuhiro Kuwata, dilansir dari Crash, Kamis (24/1/2019).

“Repsol Honda memiliki dua pembalap yang sudah terbukti punya batasan dan standar sangat tinggi. Tim ini selalu mencari keunggulan dan adalah tugas kami untuk memberikan yang terbaik bagi kedua pembalap. Marc (Marquez) sudah tidak perlu membuktikan lagi, sedangkan Jorge adalah seorang juara sejati karena berani menerima tantangan kami,” imbuh Manajer Umum HRC sejak 2016 itu.

Baca Juga: Legenda MotoGP Mick Doohan Yakin Marquez Bakal Dominan Lagi Musim Depan, Kenapa?

Dalam acara peluncuran itu, Lorenzo pun mengungkapkan rasa bahagianya bisa menjadi bagian dari salah satu tim terkuat di MotoGP itu. Secara pribadi, Lorenzo mengaku sangat menyukai motor baru Honda. Menurutnya, warna-warni khas Honda sangatlah cocok untuk dirinya.

Jorge Lorenzo

Dengan warna tersebut dan mesin yang dipastikan sangat kompetitif, Lorenzo yakin bisa berbicara banyak di MotoGP 2019. Karena itu, pembalap berjuluk X-Fuera itu pun tak sabar mentas bersama Honda.

“Saya hebat dan saya merasa warna-warna ini sangat cocok untuk saya. Ini adalah warna-warna indah dengan banyak sejarah dengan banyak kejuaraan di belakangnya. Singkatnya, ini level yang berbeda. Saya percaya saya beruntung berada di tim lain dengan banyak sejarah. Mereka juga pemenang, tetapi untuk datang ke tim Repsol Honda. Ini adalah level baru dalam segala hal,” ujar Lorenzo, sebagaimana dikutip dari Motor Sport Week, Rabu (23/1/2019).

Jorge Lorenzo bicara tentang tim barunya, Repsol Honda. Menurut Lorenzo, tekanan dan kerja tim di Honda ada di level yang berbeda. Lorenzo akan membalap untuk Honda pada MotoGP 2019, mengisi posisi yang ditinggalkan Dani Pedrosa. Ia pindah setelah dua tahun memperkuat Ducati. Honda jadi tim ketiga Lorenzo selama berkarier di MotoGP. Sebelum ke Ducati, Lorenzo jadi rider Yamaha pada 2008-2016.

Baca Juga: Catat Tanggal Mainnya, Berikut Jadwal MotoGP 2019

Bicara tentang Honda, Lorenzo merasakan banyak perbedaan dari tim-tim sebelumnya. Salah satu yang paling mencolok adalah besarnya ekspektasi yang ia rasakan. Selain itu, Lorenzo juga menilai kerja tim di Honda berbeda.

Jorge Lorenzo

“Ketika kami bicara soal aspek teknik dari tes Valencia dan Jerez, saya melihat begitu banyak orang di garasi yang mendengarkan apa yang saya katakan soal motor dan detail yang sama. Presisi dari setiap bagian dari motor dan kualitasnya ada di level yang berbeda.”

“Ada di tim ini adalah impian bagi rider mana pun. Saya sedikit terlambat gabung karena sudah 31 tahun, tapi saya sudah cukup matang untuk mengambil keuntungan dari semua pengalaman ini,” katanya.

Dibanding dengan rekan setimnya, Marquez diyakini lebih difavoritnya. Tak sekadar statusnya sebagai juara bertahan, rider berusia 25 tahun itu juga lebih mengenal motor RC2013V, yang sukses membawanya meraih lima titel di kelas primer.

Acara peluncuran motor Honda telah selesai dilakukan. Dalam motor barunya, tak terlihat perbedaan mencolok dengan musim sebelumnya. Hal ini dilakukan karena RC213V –sebutan motor Honda– dipastikan akan terus membawa judul warna oranye, putih, dan merah yang telah menghiasi mesin kelas utama Honda sejak 1995. (Berbagai Sumber)

MotoGP

MotoGP Virtual Seri Keempat Rossi Akan Tampil Lagi

Published

on

Finroll – Jakarta, Valentino Rossi bakal tampil pada MotoGP Virtual Race seri keempat, Minggu (17/5), yang bakal menggunakan Sirkuit Misano Marco Simoncelli sebagai lokasi adu kebut.

Absen pada balapan virtual pertama, Rossi sempat mengikuti balapan MotoGP Virtual seri kedua yang berlokasi di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, pada 12 April.

Dalam balapan tersebut, Rossi tercatat beberapa kali terjatuh dan menempati peringkat ketujuh dari 10 pebalap yang ikut serta.

Pebalap gaek tim Monster Energy Yamaha itu kemudian menyatakan tidak mengikuti seri ketiga di Sirkuit Angel Nieto, Jerez, awal Mei.

Selain Rossi, para pebalap yang akan tampil diantaranya adalah Maverick Vinales, serta kakak beradik dari tim Honda Marc Marquez dan Alex Marquez.

Berbeda dari seri ketiga yang mengikutsertakan pebalap-pebalap dari kelas MotoGP, Moto2 dan Moto3, balapan kali ini menghadirkan 11 joki kuda besi MotoGP dan sembilan dari MotoE.

Para pebalap MotoGP akan menyelesaikan sembilan lap dan pebalap MotoE akan berpacu dalam lima lap.

Dari tiga balapan MotoGP Virtual yang sudah berlangsung, terdapat tiga juara berbeda. Alex Marquez menjadi kampiun seri pertama, Francesco Bagnaia finis terdepan pada seri kedua, dan Maverick Vinales yang menguasai seri ketiga.

 

Daftar Pebalap MotoGP Virtual Race Seri Keempat:

 

Repsol Honda Team: Marc Marquez dan Alex Marquez

Monster Energy Yamaha MotoGP: Maverick Viñales dan Valentino Rossi

Ducati Team: Michele Pirro

Team Suzuki Ecstar: Joan Mir

Aprilia Racing Team Gresini: Lorenzo Savadori

Petronas Yamaha SRT: Fabio Quartararo

Pramac Racing: Franceso Bagnaia

LCR Honda Idemitsu: Takaaki Nakagami

Reale Avintia Racing: Tito Rabat

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

MotoGP

Rossi Gabung Petronas Yamaha Bukan Aib

Published

on

By

Peluang Valentino Rossi gabung Petronas Yamaha di MotoGP 2021 cukup besar. Bergabung Petronas Yamaha yang berstatus sebagai tim satelit Yamaha bukan sebuah aib bagi The Doctor.

Rossi memulai karier di kelas primer Grand Prix (500cc/MotoGP) pada 2000 memperkuat tim satelit Honda bernama Nastro Azzuro Honda. Bahkan Rossi merebut gelar juara dunia 500cc/MotoGP pertamanya bersama tim satelit tersebut.

Pada musim 2000, Honda mempromosikan Rossi ke kelas 500cc. Namun, ketika itu Honda sudah memiliki tiga pebalap di tim pabrikan Repsol Honda: Alex Criville, Sete Gibernau, Tadayuki Okada.

Tidak mau kehilangan peluang mendapatkan Rossi, Honda kemudian membentuk tim satelit Nastro Azzuro Honda. Meski memperkuat tim dengan status sebagai tim satelit, Rossi mendapat sepeda motor dan fasilitas yang sama dengan pabrikan.

Ketika itu Rossi bekerja sama dengan Mick Doohan sebagai mentor dan Jeremy Burgess sebagai kepala mekanik. Meski gagal merebut gelar juara dunia 500cc, Rossi menjadi pebalap Honda terbaik pada musim 2000 dengan finis di posisi kedua di belakang Kenny Roberts Jr. yang menjadi juara dunia.

Pada 500cc musim 2001, Rossi sukses menjadi juara dunia bersama Nastro Azzuro Honda mengalahkan Max Biaggi yang memperkuat Yamaha. Rossi meraih 13 finis podium termasuk 11 kemenangan.

Kembali memperkuat tim satelit Petronas Yamaha bukan aib atau hal memalukan bagi Rossi, yang berstatus salah satu pebalap terbaik dalam sejarah MotoGP. Terlebih pihak Yamaha sudah memastikan akan memberi Rossi sepeda motor dan fasilitas pabrikan jika tampil di MotoGP 2021 bersama Petronas Yamaha.

Rossi diklaim akan bergabung dengan Petronas Yamaha setelah posisinya di tim pabrikan digeser Fabio Quartararo. The Doctor berpeluang menjadi rekan setim Franco Morbidelli yang merupakan mantan anak didiknya di VR46 Academy.

Rossi sendiri dikabarkan sudah memulai pembicaraan dengan Petronas Yamaha. Sementara itu CEO Petronas Yamaha Razlan Razali mengatakan keputusan pebalap baru, termasuk rumor Rossi, akan dipastikan dalam beberapa bulan ke depan.

“Valentino Rossi jelas sebuah opsi, tapi saat ini saya tidak bisa menjawab apapun. Hal itu harus kami putuskan pada Juli atau Agustus 2020,” ucap Razali. (CNN)

Continue Reading

MotoGP

Klopp Merana Terpisah dari Tim Liverpool Saat Pandemi Corona

Published

on

By

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, merasa tidak nyaman menjalani aktivitas terpisah dari Mohamed Salah dan kawan-kawan selama masa karantina di tengah pandemi virus corona.

Klopp dan anak asuhnya terhubung dengan perangkat teknologi komunikasi selama menjalani karantina di kediaman masing-masing. Sosok yang pernah menjadi bek dan striker ketika masih bermain itu menilai skuat Liverpool masih memiliki semangat kebersamaan.

Hanya saja Klopp merasa latihan dan pertemuan secara daring tidak dapat mengobati kerinduan untuk bercengkerama seperti sedia kala.

“Anak-anak dalam semangat yang bagus, secara tiba-tiba ada perasaan kehilangan akan mereka karena ini adalah kelompok yang luar biasa,” kata Klopp.

Pria yang sudah memberi satu gelar Liga Champions bagi Liverpool itu tak memungkiri begitu menikmati pertemuan menggunakan aplikasi komunikasi sebagai pengobat rindu kepada skuat The Reds.

Klopp Merana Berpisah dari Tim Liverpool Saat Pandemi CoronaJurgen Klopp terpisah dengan pemain-pemain Liverpool selama karantina pandemi virus corona. (AP Photo/Rui Vieira)

“Anda pasti ingin bersama dengan mereka, ada keinginan untuk berkumpul sedekat mungkin. Ini adalah momen terdekat kami, lebih dari sekadar bertanya, ‘Apa kabar?’ dan hal-hal seperti itu.”

“Saya bisa menerima situasi ini tetapi makin lama tidak bisa berdekatan dengan orang-orang yang kamu suka maka itu membuat sakit. Itulah situasi yang kami rasakan sekarang,” ujar Klopp dikutip dari situs resmi Liverpool.

Mantan juru latih Borussia Dortmund itu merasa bersyukur teknologi saat ini memungkinkan orang dari tempat yang jauh berbeda bisa bertatap muka.

Klopp juga mengatakan situasi begitu riuh ketika pertemuan dengan pemain terjadi karena semua saling berbicara, terlebih jika ada yang sedang berulang tahun.

Klopp Merana Berpisah dari Tim Liverpool Saat Pandemi Corona

“Ya! Situasinya benar-benar kacau karena kami bernyanyi bersama, berbeda halnya jika kami bertatap muka seperti biasa di luar ruangan. Semua terdengar mengerikan, tetapi yang penting adalah ide di balik itu semua.”

“Ketika kami mengadakan sesi pada hari itu semua yang berulang tahun sejauh ini menghargainya. Anak-anak menyukainya. Saya tidak tahu persis ada berapa bahasa yang digunakan. Di lapangan kami biasa melakukannya sebelum berlatih,” tutur Klopp.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending