Connect with us

Investasi

Pendiri Mata Uang Digital Dikabarkan Meninggal Dunia, Para Investor Kebingungan!, Kenapa?

Published

on


Mata Uang Digital

Seorang pria pendiri mata uang digital crypto exchange QuadrigaCX, Gerald Cotten, meninggal dunia.

Finroll.com – Pihak investor mata uang digital lantas dibuat kebingungan lantaran Cotten tak pernah memberikan password laptop yang berisi catatan bisnis. Cotten dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit komplikasi saat sedang di India awal Desember lalu.

Kematiannya menyisakan krisis lantaran Cotten menggunakan perangkat fisik yang tidak terhubung dengan internet atau ‘cold storage’ untuk menyimpan dana.

Cold storage’ digunakan untuk melindungi dana pengguna dari tangan usil peretas. Sementara Cotten menjadi satu-satunya orang yang memiliki kendali atas akun dan password menyimpan Bitcoin senilai US$145 juta atau sekitar Rp2 miliar dan sejumlah aset digital lainnya.

Cotten menandatangani surat wasiat dan perjanjian terakhir pada 27 November 2018. Dia menyerahkan semua asetnya kepada istrinya, Jennifer Robertson, dan menjadikannya pelaksana untuk tanah miliknya, ungkap dokumen tersebut.

Dia memegang tanggung jawab tunggal untuk penanganan dana dan koin serta sisi perbankan dan akuntansi bisnis. Untuk menghindari peretasan, Cotten memindahkan “mayoritas” koin digital ke dalam cold storage. Atau media penyimpanan yang tidak terhubung ke internet, ungkap pengadilan.

Masalahnya adalah, Robertson mengatakan dia tidak dapat menemukan kata sandi atau catatan bisnis apa pun untuk perusahaan. Para ahli yang dibawa untuk mencoba meretas ke komputer lain dan ponsel Cotten tidak berhasil membuka kunci USB yang terenkripsi tersebut.

Quadriga, platform perdagangan beragam mata uang digital seperti Bitcoin, Litecoin dan Ethereum, mengajukan perlindungan kreditor di Mahkamah Agung Nova Scotia, Kanada, pekan lalu.

Quadriga memiliki 363.000 pengguna terdaftar dan berutang C$250 juta ke 115.000 pengguna yang terdampak, menurut afidavit (keterangan tertulis yang dibuat di bawah sumpah) yang diajukan janda Cotten, Jennifer Robertson, atas nama perusahaan.

Canadian Press melaporkan, Hakim Mahkamah Agung Nova Scotia, Michael Wood memberikan Quadriga waktu 30 hari pada hari Selasa untuk menghentikan tuntutan hukum terhadap perusahaan pada saat ini. Perusahaan yang berbasis di Vancouver itu juga diberikan perlindungan dari kreditor.

Kasus yang tidak biasa ini menyoroti risiko yang dihadapi investor dalam menjaga aset mereka di industri yang diatur secara ketat.

Kematian Cotten telah menjerumuskan Quadriga ke dalam krisis dan harus berjuang keras untuk menemukan cara agar bisa mengembalikan dana kepada lebih dari 100.000 penggunanya.

Pelanggan QuadrigaCX belum merespon dengan baik berita kematian Cotten dan kesulitan selanjutnya untuk mengakses dana mereka di bursa. Pada akun subreddit yang didedikasikan untuk bursa itu ada penulis berspekulasi tentang kemungkinan Cotten memalsukan kematiannya sebagai bagian dari penipuan, dan ada banyak ajakan untuk melakukan gugatan. Namun pelanggan yang lain tampaknya pasrah dengan fakta bahwa cryptocurrency mereka di bursa QuadrigaCX telah hilang. (Berbagai Sumber)

Investasi

Belajar Dari Kasus Harun Masiku, Aziz Samsyuddin Usul Revolusi Imigrasi 4.0

Published

on

 

Finroll.com — Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam), Azis Syamsuddin, mengusulkan revolusi sistem keimigrasian di Indonesia yang berlaku saat ini, menjadi sistem Imigrasi 4.0 yang cepat, akurat, dan akuntabel didukung teknologi yang tepat.

“Misalnya, dengan menggunakan teknologi blockchain dalam sistem Imigrasi 4.0, akan lebih memudahkan kita dalam melakukan pengawasan dan pencatatan traffic setiap orang yang bepergian keluar negeri atau sedang dalam pengawasan pihak imigrasi,terutama dalam pengambilan keputusan yang memerlukan data yang dapat dipercaya” ujar Azis di Senayan, Jakarta (03/2/2020).

Usulan Azis Syamsuddin ini mengemuka, setelah terjadinya simpang siur data keimigrasian dari politisi PDIP Harun Masiku, terduga penyuap komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Seperti diketahui publik, Harun Masiku diduga telah pergi ke luar negeri untuk menghindari proses pemeriksaan terkait OTT terhadap komisioner KPU Wahyu Setiawan, tetapi data yang lain mengungkap dia berada di tanah air saat hendak ditangkap.

Kasus ini mengemuka ke publik, dan berujung pencopotan Dirjen Imigrasi Ronny Sompie oleh Menkumham Yassona Laoly.

“Kasus ini menunjukkan sistem ke-Imigrasian kita saat ini masih belum saling connected dan trusted. Sistem Imigrasi harus bertransformasi menjadi sistem Imigrasi 4.0 dengan menggunakan teknologi Blockchain, Artificial Intelligence dan Machine Learning yang dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menghasilkan laporan yang akurat kepada pemerintah. Saat ini teknologi ini sudah banyak digunakan oleh berbagai negara, salah satunya di bidang layanan imigrasi dan pemantauan para pengungsi (migrant dan displacement),” tambah Azis Syamsuddin, yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar.

Azis Syamsuddin mengatakan, perkembangan Teknologi 4.0 saat ini telah merambah ke berbagai bidang kehidupan. Agar Indonesia bisa maju dan akuntable, harus pandai-pandai memanfaatkan Teknologi 4.0 bagi peningkatan layanan kepada masyarakat dan publik luas.

Dia memberikan contoh bagaimana Tiongkok saat ini telah benar-benar menggunakan Teknologi 4.0 untuk menghadapi epidemi virus Corona di Wuhan, yang saat ini tengah terjadi. “Kemampuan Tiongkok menggunakan teknologi ini untuk menghadapi epidemi di Wuhan.

Kemajuan teknologi di Tiongkok sekali lagi membuka mata kita bagaimana memantau warga terduga terinveksi virus Corona. Dan satu lagi, teknologi yang sama juga digunakan dalam eknomi, militer, sipil, pendidikan dan pemerintahan,” kata Azis Syamsuddin.

Menurut Azis, sistem imigrasi di Indonesia saat ini sangat kompleks, sebagai contoh dengan adanya dua jenis paspor yaitu elektronik dan non-elektronik. Kebijakan ini sangat rentan penyalahgunaan dan kesalahan data yang juga berakibat pada buruknya pelayanan imigrasi di daerah-daerah.

Sudah saatnya kita berbenah diri, membuat kebijakan berdasarkan data yang akurat sehingga setiap kebijakan baru yang muncul bukan lagi membentuk masalah-masalah baru.
Sebagai contoh, dengan teknologi Blockchain yang diimplementasikan dalam sistem imigrasi 4.0, adminsitrasi passpor dan visa menjadi lebih aman, cepat dan mudah.

Sehingga, rekaman traffic setiap orang termonitor secara otomatis, kapan dia meninggalkan bandara, kapan memasuki bandara, kunjungan terakhir ke negara mana saja hingga tindakan mitigasi seperti kerusakan dan kehilangan paspor. Sehingga data keberadaannya tidak bisa dimanipulasi dan disimpang-siurkan.

“Sistem ini telah digunakan PBB dalam pemantauan pengungsi dan pencari suaka. Sehingga mereka bisa dilayani dengan baik,” ujar Azis, “sudah waktunya kita bertransfromasi ke dalam Teknologi 4.0 yang serba otomatis,” tambahnya.

Terkait dengan keberadaan Tim Gabungan yang dibentuk oleh Menkumham Yassona Laoly untuk memverifikasi data keimigrasian Harun Masiku, Azis mengajak masyarakat sabar menunggu saja hasil dan laporannya.

Menkumham Yassona Laoly telah membentuk Tim Gabungan yang terdiri atas unsur Kementerian Komunikasi dan Infromasi, Badan Siber dan Sandi Negara, Direktorat Tindak Pidana Cyber Baresmkrim Polri, dan Ombudsman RI.

Continue Reading

Investasi

BKPM ‘Jualan’ 28 Proyek Senilai Rp1.278 T ke China

Published

on

FINROLL.com, Jakarta — Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan 28 proyek bernilai US$91,1 miliar atau Rp1.278,6 triliun kepada investor China. Penawaran mereka lakukan di Kota Chingqing, Senin (2/12) kemarin.

Deputi Perencanaan Investasi BKPM Ikmal Lukman mengatakan ke-28 proyek tersebut masuk dalam Inisiatif Pengembangan Jalur Sutera Modern (BRI) yang saat ini sedang dilakukan China.

“Ini peluang yang baik bagi investor di sini (Chongqing), sebab Indonesia tengah mengembangkan BRI,” ujarnya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Selasa (3/12).

Lukman mengatakan proyek yang ditawarkan tersebut terdapat di beberapa wilayah di Indonesia.
Pertama, di Sumatera Utara dengan nilai investasi proyek sebesar US$ 17,3 miliar.
Kedua, di Sulawesi Utara dengan nilai investasi US$ 2,6 miliar. Ketiga, di Kalimantan Utara dengan nilai investasi US$ 41,6 miliar.

Keempat, di Bali dengan nilai investasi sebesar US$ 8 miliar di Bali.

“Nilai ini belum termasuk sebanyak 8 proyek yang tidak masuk dalam koridor BRI,” ujar Lukman.

Lukman meyakini  tawaran investasi yang disampaikannya akan disambut baik.

“Apalagi kedua negara bekerja sama membangun dalam konteks BRI,”  katanya

Continue Reading

BrandzView

Komisi VI DPR RI dan Kementerian Perindustrian Kunjungi Kawasan Industri Millennium Cikupa Tangerang

Published

on

FINROLL.com — Komisi VI DPR RI dan Kementerian Perindustrian RI Kunjungi Kawasan Industri Millennium Cikupa Tangerang, pada Kamis (28/11/2019). Kunjungan tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah dan DPR RI terhadap pengembangan kawasan industri di Indonesia.

Direktur Ketahanan dan Iklim Usaha Industri Kementerian Perindustrian Reni Yanita mengatakan pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan kawasan Industri di Indonesia. Namun, selain akan berdampak pada perekonomian juga akan berdampak sosial pada masyarakat sekitar, oleh karena itu para pengembang harus memperhatikan ketentuan – ketentuan yang telah di tetapkan oleh pemerintah.

Baca Juga : Millennium Industrial Estate Kawasan Industri Terpadu Pertama dan Terbesar di Tanggerang

Sementara itu kunjungan Komisi VI DPR RI, sebagai bentuk pengawasan dan penyerapan informasi dari para pengembang maupun masyarakat tentang kendala yang di hadapi para pengembang dan dampak perekonomian maupun dampak sosial atas kehadiran kawasan industri terhadap masyarakat sekitar.

Ketua rombongan Komisi VI DPR RI yang di pimpin Idris Laena dari Partai Golkar ini menyatakan bahwa, kehadiran Kawasan industry di pastikan akan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Karena kehadiran kawasan industry mampu menyerap ribuan tenaga kerja, Namun tetap harus memperhatikan dampak lingkungan.

Selain itu, ditengah melemahnya ekonomi Indonesia dan naiknya UMR Regional Jabotabek yang cukup memberatkan pengusaha, Komisi VI DPR RI juga berharap para pengembang kawasan industri mampu menjaga agar para investor tidak merelokasi pabriknya ke daerah lain, atau bahkan ke luar negeri.

“Kami berharap para pengembang kawasan industri mampu menjaga dan memiliki strategi yang jitu, agar para investor tidak merelokasi pabriknya ke wilayah yang UMR lebih rendah atau bahkan ke luar negeri. Karena ini akan berdampak perekonomian masyarakat sekitar, bahkan perekonomian Indonesia” kata La Tinro La Tunrung anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra.

Sementara itu, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional Eko Hendro Purnomo, atau yang lebih dikenal Eko Patrio juga mendukung pengembangan kawasan industri, bahkan dia berharap para pengembang lebih inovatif bisa memanfaatkan media digital maupun media sosial untuk mempromosikan kawasan industri.

“Kawasan Industri Millennium ini, bagus dan sangat besar dan di isi ratusan tenant dari dalam dan luar negeri. Namun saya cari di google maupun di sosial media masih sedikit sekali informasi tentang Kawasan Millennium ini”, Kata Eko Patrio.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT. Bumi Citra Permai Tbk, Handry Soesanto mengatakan dirinya merasa terhormat dan meng-apresiasi atas kunjungan Kementerian Perindustrian dan Komisi VI DPR RI ke Kawasan Industri Millennium.

“Terima kasih kepada Kementerian Perindustrian dan Komisi VI DPR RI atas kunjungan ke Kawasan Industri Millennium. Sungguh kami merasa terhormat atas kunjungan ini, semoga ini bisa menjadi ajang tukar informasi antara pengembang, pemerintah dan DPR RI dalam mengembangkan kawasan industri di Indonesia”, Kata Direktur Direktur Keuangan PT. Bumi Citra Permai Tbk, Handry Soesanto, di Cikupa, Kabupaten Tangerang Banten, Kamis (28/11/2019).

 

Baca Juga : Bumi Sumber Swarna Pasarkan Perumahan Subsidi Bumi Ketos Regency Serang

Lebih lanjut Handry Soesanto menjelaskan, PT. Bumi Citra Permai Tbk telah mengembangkan Kawasan Industri Millennium sejak tahun 2000 dan kini yang telah di isi oleh sekitar 400 tenant dari dalam dan luar negeri.

Kawasan Industri Millennium belum terlalu banyak berkontribusi pada perekonomian nasional, namun kami bangga dapat berkontribusi pada perekonomian di kawasan Tangerang. Dan kami berharap kunjungan ini dapat mendorong kami untuk lebih maju dan berkontribusi yang lebih besar pada perekonomian  Indonesia” Handry Soesanto.

Sekelas PT. Bumi Citra Permai Tbk

PT Bumi Citra Permai Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan kawasan industri dan pergudangan, dengan area seluas ±1800 hektar dan terus berkembang hingga saat ini, bernama Millennium Industrial Estate.

Perjalanan PT Bumi Citra Permai Tbk di kancah bisnis pengembangan kawasan industri dan perdagangan dimulai sejak tahun 2000 melalui Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Bumi Citra Permai Tbk No. 2 Tanggal 3 Mei 2000.

Sejak berdirinya pada tahun 2003, Millennium Industrial Estate memulai aktivitasnya, dengan kegiatan pembangunan Perseroan dimulai dari proses permohonan, pembebasan tanah, pematangan lahan dan pembangunan infrastruktur di kawasan industri.

Sementara kegiatan pemasaran dan penjualan gudang dan lahan secara resmi dimulai pada tahun 2004. Selain menjual kavling-kavling industri siap bangun, Perseroan juga menjual tanah kavling beserta bangunan berupa pabrik/gudang di atasnya, dengan desain dan spesifikasi yang telah ditentukan.

PT. BUMI CITRA PERMAI TBK
HEAD OFFICE

Kramat Raya No.32-34, Senen, Jakarta Pusat

BRANCH OFFICE
Kawasan Industri Millennium Komplek Ruko Blok A11 No. 10-11, Jl Baru Pemda Tigaraksa – Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.

TELP : (+62) 811 9880 016
website: www.bumicitrapermai.com

Download Lengkap E-Brosur

 

 

 

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending