Connect with us

International

Pengadilan HAM Eropa Putuskan Menghina Nabi Muhammad Bisa di Penjara

Published

on


Finroll.com – Pengadilan HAM Eropa (ECHR) memutuskan, pada hari Kamis (25/10/2018), bahwa menghina Nabi Muhammad tidak bisa berlindung di bawah dalih kebebasan berekspresi. Putusan ini muncul dalam kasus wanita Austria yang menghina Nabi dalam dua seminar.

“Mencemarkan nama baik Nabi melampaui batas-batas yang diizinkan dari perdebatan objektif, dapat menimbulkan prasangka dan membahayakan perdamaian agama,” bunyi putusan ECHR.

Putusan pengadilan dibuat oleh panel tujuh hakim untuk seorang wanita Austria yang diidentifikasi dengan insial S. Wanita itu mengadakan dua seminar pada tahun 2009 di mana dia menghina Nabi Muhammad.

Menurut pengadilan, komentar wanita itu tidak dapat berlindung di balik dalih kebebasan berekspresi. “Pernyataannya itu kemungkinan akan membangkitkan kemarahan yang dibenarkan dalam diri umat Islam,” lanjut putusan pengadilan.

Pengadilan Austria pernah menghukumnya karena meremehkan doktrin agama pada tahun 2011 dan mendendanya 480 euro.

Nyonya S mengajukan banding tetapi Pengadilan Tinggi Wina menguatkan putusan (pengadilan) pada bulan Desember 2011, yang pada intinya menegaskan temuan pengadilan yang lebih rendah. Permintaan untuk perpanjangan proses telah diberhentikan oleh Mahkamah Agung pada 11 Desember 2013,” imbuh putusan ECHR.

“Mengandalkan Pasal 10 (kebebasan berekspresi), nyonya S mengeluh bahwa pengadilan domestik gagal untuk mengatasi substansi pernyataan yang dituduhkan dalam klaim haknya untuk kebebasan berekspresi,” sambung putusan ECHR.

Putusan ECHR yang dilansir Al Arabiya mengatakan, “menemukan secara khusus bahwa pengadilan domestik secara komprehensif menilai konteks yang lebih luas dari pernyataan pemohon dan dengan hati-hati menyeimbangkan haknya atas kebebasan berekspresi dengan hak orang lain untuk memiliki perasaan bahwa keagamaan mereka dilindungi, serta melayani secara sah dengan tujuan melestarikan kedamaian agama di Austria.”

International

Cina Kaji Kirim Wahana ke Tepi Tata Surya, 100 Kali Jarak Bumi-Matahari

Published

on

By

Sejumlah ilmuwan Cina sedang mengevaluasi kelayakan sebuah proyek untuk mengirim wahana antariksa ke tepi tata surya, ujar Wu Weiren, Kepala Perancang Program Eksplorasi Bulan Cina.

Wahana antariksa Cina tersebut akan menempuh jarak sekitar 100 kali lipat dari jarak antara Matahari dan Bumi pada 2049, saat perayaan 100 tahun berdirinya Republik Rakyat Cina, kata Wu dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan surat kabar industri Cina Space News.

Jarak Matahari ke Bumi disebut Satuan Astronomi (SA), yaitu sekitar 150 juta kilometer.

Proyek itu bertujuan untuk melakukan eksplorasi dan eksperimen ilmiah di tepi tata surya, sebuah wilayah berjarak sekitar 15 miliar kilometer dari Bumi.

“Jika proyek tersebut dapat diimplementasikan, itu akan menjadi kontribusi Cina untuk dunia dan umat manusia,” tutur Wu.

“Industri antariksa Cina memiliki kekuatan untuk mencapai tujuan ini,” tambah sang ilmuwan.

Continue Reading

International

Cerita Jokowi Telepon Menteri Kesehatan India, Tanya soal Strategi “Micro Lockdown”

Published

on

Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa saat ini terjadi lonjakan kasus Covid-19 di India. Padahal, beberapa waktu lalu Negeri Anak Benua itu berhasil menurunkan laju kasus virus corona. Bahkan, kala itu Jokowi sempat menelepon Menteri Kesehatan India untuk bertanya tentang strategi pengendalian Covid-19 di negara mereka. “Saya ingat di bulan Januari kita telepon kepada Menteri Kesehatan India, kuncinya (pengendalian Covid-19) apa? Dan beliau menyampaikan, kuncinya adalah micro lockdown,” kata Jokowi saat memberikan arahan ke kepala daerah se-Indonesia, ditayangkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/4/2021).

Strategi micro lockdown India itu lantas diadopsi Pemerintah Indonesia menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. Kebijakan itu diterapkan di Tanah Air sejak Januari 2021. Jokowi menyebut, India pernah berhasil menurunkan laju penularan virus menjadi 10.000 kasus Covid-19 per hari. Penurunan itu terjadi selama Oktober 2020 hingga Januari 2021.

Namun, kini kasus aktif Covid-19 di negara tersebut mencapai 350.000 dalam sehari. Berkaca dari hal tersebut, Jokowi meminta seluruh gubernur, bupati, dan wali kota di Indonesia berhati-hati. “Hati-hati dengan perkembangan yang ada di India, dan juga tidak hanya di India, ada di Tukri, kemudian ada di Brazil, dan beberapa di Uni Eropa. Hati-hati,” ucap dia.

Jokowi mengatakan, kasus aktif Covid-19 harian di Indonesia saat ini berada di angka 4.000-6.000 kasus. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan Januari lalu yang mencapai 14.000-15.000 kasus aktif dalam sehari. Namun, Jokowi menyebut, saat ini beberapa daerah mulai mengalami kenaikan kasus Covid-19 seperti Sumatera Selatan, Aceh, Lampung, Jambi, Kalimatan Barat, Nusa Tenggara Timur, Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, hingga Kepri.

Ia meminta para kepala daerah di wilayah-wilayah itu terus waspada dan meningkatkan kehati-hatian. “Sekecil apa pun kasus aktif di provinsi, di kabupaten, di kota yang bapak ibu pimpin, jangan kehilangan kewaspadaan, ikuti angka-angkanya, ikuti kurvanya, ikuti harian. Begitu naik sedikit, segerakan untuk ditekan kembali agar terus menurun,” kata dia.

Continue Reading

International

Ekonomi Cina Melesat 18,3 Persen, Mantan Menteri BUMN Sebut Ini Gila-gilaan

Published

on

By

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyoroti ekonomi Cina yang tumbuh hingga 18,3 persen pada kuartal I pada tahun 2021, atau setahun lebih selepas pandemi Covid-19. Pertumbuhan ini melebihi beberapa negara lain seperti Singapura yang hanya tumbuh 0,2 persen, Amerika Serikat 5,4 persen, dan India 12 persen.

“Ini gila-gilaan,” kata mantan CEO Jawa Pos Group tersebut dalam blognya disway.id pada Kamis, 22 April 2021.

Menurut Dahlan, pertumbuhan ekonomi 18,3 persen ini baru pertama kali dalam sejarah Cina sejak 1979. Adapun untuk tahun ini, lembaga seperti International Monetary Fund (IMF) pun memperkirakan Cina bakal tumbuh 8,4 persen sepanjang 2021.

Tak hanya itu, pertumbuhan ini juga membuat Dahlan geleng-geleng kepala. Sebab, sumbangan terbesar justru berasal dari Provinsi Hubei, yang memiliki ibu kota Wuhan atau lokasi awal penyebaran Covid-19.

Menurut Dahlan, Hubei tumbuh hampir 60 persen. “Itu seperti sulapan. Padahal tiga bulan pertama tahun lalu minus 40 persen,” kata dia.

Ia pun menilai Wuhan memang begitu cepat berubah. Meski, Wuhan yang paling menderita karena harus mengalami lockdown selama 76 hari di awal tahun 2020. “Cepat bertindak lalu cepat bangkit,” kata Dahlan.

Dahlan pun menilai kunci dari kebangkitan Cina ini adalah karena negara tersebut melakukan lockdown yang sangat awal. Lalu, manajemen tracing Covid-19 melalui aplikasi sangat dini dan melakukan tes Covid-19 berdasarkan kawasan.

Kemudian, mengatur kedatangan pesawat dari luar negeri hanya di empat kota dan mengiring semua penumpang ke lokasi karantina sejak dari bandara. Terakhir, menemukan vaksin lebih awal dan memperioritaskan vaksinasi untuk pelayan kesehatan dan mereka yang akan keluar negeri untuk berbisnis.

Dengan cara ini, maka bisnis di Cina bisa jalan terus. Negara ini pun akhirnya bisa mulai bangkit sejak pertengahan tahun 2020. “Dengan menceritakan itu saya hanya akan menunjukkan bahwa semangat maju memang seperti itu. Di segala bidang,” ujar Dahlan Iskan.

Continue Reading

Trending