Connect with us

News

Penjelasan Wali Kota Jakbar soal Tes Honorer DKI Masuk Got

Published

on


Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi buka suara soal video pegawai honorer kategori 2 (K2) DKI Jakarta diminta masuk ke dalam selokan di Jelambar saat tes perpanjangan kontrak Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).

Rustam mengatakan orang-orang yang ada di video tersebut adalah petugas Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) yang biasa berseragam oranye saat bertugas.

“Itu (petugas) PPSU. Ngapain mereka kerjaannya? Ngebersihin saluran, sampah, begitu,” tutur Rustam kepada CNNIndonesia.com, Minggu (15/12).

Merujuk pada Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No 212 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Penyedia Jasa Lainnya, Rustam menjelaskan bahwa perpanjangan kontrak untuk pegawai honorer K2 DKI Jakarta harus melalui tiga rangkaian tes. Yakni tes tertulis, tes kesehatan dan tes kebugaran.

Pegawai yang tertangkap kamera dalam video dan ramai diperbincangkan itu masuk dalam kategori tes kebugaran. Namun Rustam mengaku seharusnya tes kebugaran tidak dilakukan seperti itu. Melainkan dengan tes kemampuan berlari misalnya.

“Tesnya keterlaluan tidak boleh sampai nyemplung ke got. Walaupun tugasnya juga ke got, tapi ya tidak boleh lah masa dicemplungin ke got,” ujar Rustam.

Kendati tertera dalam Pergub No 212 Tahun 2016, pada 29 November lalu sebenarnya sudah disebarkan surat edaran Sekretaris Daerah DKI Jakarta No 85/SE/2019 tentang Pengadaan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa perpanjangan kontrak honorer SK2 DKI Jakarta tak perlu melalui rangkaian tes lagi. Sedangkan yang harus melalui tiga rangkaian tes itu hanya untuk pegawai baru.

Menurut Rustam, sebelum surat edaran tersebut dikeluarkan, sejumlah kelurahan sudah melakukan tes kepada pegawai honorer K2 di wilayahnya.

“Teman-teman [kelurahan] itu ada yang proses sebelum 29 [November], sebelum SE Sekda baru [keluar]. Berarti pakai pergub, berarti harus tes kan? Sudah keburu tes keluar SE Sekda. [Kemudian] Tes diberhentikan dan tidak berlaku. Cukup [mengajukan] surat lamaran, KTP dan hasil evaluasi [untuk perpanjangan kontrak],” ujarnya.

Soal kasus tes kebugaran hingga berendam di dalam selokan, Rustam mengatakan tepatnya kapan hal tersebut terjadi akan diselidiki melalui pemeriksaan yang dilakukan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta.

Sebelumnya Kepala BKD DKI Jakarta mengatakan pihaknya telah memeriksa seluruh pihak terkait atas dugaan kelalaian mekanisme perpanjangan kontrak PJLP dalam peristiwa itu.

Kata dia, hasil pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait itu akan dilaporkan ke atasannya masing-masing sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Seluruh panitia dan lurah selaku kepala unitnya (sudah) di-BAP (berita acara pemeriksaan) dari tim gabungan Inspektorat dan BKD baik dari tingkat provinsi maupun wilayah kota Jakarta Barat,” kata Khaidir.

Dia menegaskan, apabila hasil pemeriksaan menyimpulkan terjadi dugaan tindak indisipliner, maka akan dijatuhkan hukuman. Ia menyebut lurah yang terlibat dalam peristiwa itu juga berpotensi dicopot bila terbukti melanggar aturan.

Advertisement Valbury

Nasional

Rieke Diah Pitaloka : Penanganan Covid-19 Harus Berbasis Riset Dan Teknologi

Published

on

Finroll.com — Rieke Diah Pitaloka sebagai Anggota Komisi VI DPR mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Pemerintah dalam menghadapi wabah virus Corona atau Covid -19. Namun demikian, sudah saatnya kebijakan penanganan Covid-19 yang diambil pemerintah dilakukan berbasis riset ilmu pengetahuan dan teknologi.

Rieke mengatakan, apalagi kebijakan pemerintah dalam menangani wabah Covid -19 yang  berdasarkan riset ilmiah juga sesuai amanat UU Nomor 11/2019 tentang Sistem Nasional Iptek.

“Covid -19 bukan hanya bencana nasional, tetapi sudah berskala global. Tidak mungkin penanganan Covid -19 tanpa melakukan riset yang serius dan komprehensif,” ujar Rieke Diah Pitaloka dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (29/3/2020).

Menurut Rieke, Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan bantuan dari negara lain untuk mengatasi wabah Covid-19. Karena saat ini setiap negara juga sedang berjuang menghadapi virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut. Oleh karena itu dipastikan mereka juga memprioritaskan kepentingan bangsa dan negaranya, meski tetap melakukan kerja sama dengan negara lain.

Oleh karena itu, sambung Rieke, tidak mungkin kebijakan menghadapi Covid -19 tanpa memperkuat riset nasional sendiri. “Menteri Kesehatan pasti menyadari tidak mungkin penanganan COVID-19 tanpa rencana mitigasi yang matang. Rencana mitigasi tidak mungkin ada tanpa pemetaan penyebaran virus. Penyebaran virus sangatlah tidak mungkin tanpa riset uji sampel virus Covid -19,” jelasnya.

Sementara tidak mungkin dilakukan pengujian masif terhadap sampel virus Covid -19. Juga tidak mungkin dilakukan tanpa sumber daya manusia (SDM) yang melakukan pengujian. “Risikonya tinggi bagi penguji sampel virus Covid -19 sehingga perlu ada penguatan dan pelatihan khusus bagi SDM riset. SDM di Balitbangkes tidak cukup dan kerja mereka sudah luar biasa berat,” tuturnya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan persnya, Minggu (29/3/2020) mengatakan, jumlah pasien positif terinfeksi covid 19 akibat virus corona kembali mengalami peningkatan. Jumlah kasus positif corona di Indonesia hari ini mencapai 1.285 kasus. Sedangkan korban meninggal dunia bertambah menjadi 114 orang, pasien sembuh 64 orang.(red)

Continue Reading

Nasional

Update Corona : 1.285 Positif, 114 Meninggal, 64 Sembuh

Published

on

Jumlah pasien positif terinfeksi covid 19 akibat virus corona kembali mengalami peningkatan per Minggu (28/3). Jumlah kasus positif corona di Indonesia hari ini mencapai 1.285 kasus. Sementara itu korban meninggal dunia bertambah menjadi 114 orang, pasien sembuh 64 orang.

“Oleh karena itu mari sadari betul penambahan kasus positif ini sekali lagi masih menggambarkan di lingkungan masyarakat masih ada kasus positif yang belum isolasi,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan persnya, Minggu (29/3).

Jumlah korban positif corona naik signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pada Sabtu (28/3), pasien terkonfirmasi positif mencapai 1.155 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 102 orang, dengan jumlah yang sembuh 59 orang.

Pemerintah telah berulang kali mengampanyekan social distancing serta mengimbau masyarakat agar beraktivitas, belajar dan bekerja dari rumah. Namun demikian, pemerintah mengakui banyak hal mengenai kedisiplinan warga yang perlu ditingkatkan.

“Penularannya rentan pada orang-orang yang masih berkeliaran di luar rumah, padahal sudah disuruh diam di rumah,” ujar Yurianto sehari sebelumnya.

Yuri mengimbau masyarakat untuk tetap produktif selama tinggal di rumah, tak lupa untuk menerapkan physical distancing dan mengonsumsi makanan bergizi.

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan pemerintah saat ini tengah mengkaji aturan mengenai larangan mudik. Eskalasi kasus corona berpotensi naik berkali-kali lipat jika terjadi pergerakan warga besar-besaran melalui mudik.

“Pemerintah sekarang sedang menyiapkan juga satu rencana kebijakan agar orang tidak mudik dulu,” kata Mahfud saat melakukan video conference dengan awak media, Jumat (27/3).

Dia memahami dalam Undang-undang Dasar warga pulang ke kampung masing-masing atau mudik adalah hak setiap orang. Ini juga merupakan hak konstitusional yang tidak bisa dilanggar oleh negara secara sembarangan.

“Tetapi di dalam hukum itu ada dalil keselamatan rakyatlah yang menjadi hukum tertinggi,” kata dia.

Continue Reading

International

WHO Bakal Luncurkan Aplikasi Covid-19 Hari Ini

Published

on

By

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) berencana meluncurkan aplikasi khusus Covid-19 di Android, iOS, dan website. Aplikasi itu rencananya akan berisi berita, tips, peringatan, dan banyak lagi untuk membuat publik mendapatkan informasi selama pandemi akibat infeksi virus corona SARS-COV-2.

FINROLL.COM — Pengembangan tahap pertama aplikasi WHO MyHealth akan di luncurkan di Android dan iOS pada Senin (30/3). Adapun versi awal dari aplikasi yang sedang dalam proses sebelum diluncurkan berisi saran terkait Covid-19.

Aplikasi yang akan diluncurkan bernama WHO MyHealth. Aplikasi itu diusulkan oleh tim ahli sukarela yang telah membentuk ‘WHO Covid App Collective. Tim itu terdiri dari mantan karyawan Google, Microsoft, pakar industri teknologi, serta penasihat dan duta WHO.

Berdasarkan dokumen desain asli aplikasi, aplikasi WHO MyHealth bakal menawarkan notifikasi peringatan khusus ke penggunanya berdasarkan lokasi. Selain itu, aplikasi itu akan menawarkan ‘triase mandiri’ yang dapat membantu mendiagnosis apakah gejala yang diamali cocok dengan infeksi Covid-19.

Pada skala yang lebih besar, tim berencana menawarkan WHO untuk mengetahui riwayat perjalanan kasus Covid-19 melalui Android atau iPhone sebagai langkah untuk lebih memahami penyebaran virus. Namun, rencana itu masih dikaji lebih jauh mengingat hal itu terkait dengan provasi seseorang.

Memanfaatkan teknologi seperti Google Maps memungkinkan pengguna untuk menunjukkan apakah orang lain telah didiagnosis atau telah melakukan kontak dengan pasien Covid-19.

Aspek lain yang menarik dari kisah ini adalah bahwa WHO Covid App Collective pada awalnya membuat aplikasi dengan Ionic React sebelum beralih ke Flutter SDK platform-Google, tidak hanya untuk aplikasi seluler tetapi juga aplikasi web. Bahkan, beberapa anggota tim Flutter dan Dart Google telah secara sukarela membantu dan memberi nasihat dalam pengembangan aplikasi WHO.

WHO Covid App Collective pada awalnya membuat aplikasi dengan Ionic React sebelum beralih ke Flutter SDK platform-Google. Tak hanya untuk selulera, tim itu juga membuat untuk versi website. Bahkan, beberapa anggota tim Flutter dan Dart Google secara sukarela membantu dan memberi nasihat dalam pengembangan aplikasi WHO, seperti dilansir 9to5Google.

Melansir Hindustan Times, WHO MyHealth bakal disajikan dengan enam bahasa, yakni Arab, Cina, Inggris, Prancis, Rusia, dan Spanyol.

WHO diketahui sudah memberikan informasi terperinci tentang wabah Covid-19 melalui situs webnya dan chatbot WhatsApp. Aplikasi khusus tidak hanya akan membantu dalam mengatasi kesalahan informasi seputar wabah virus, tetapi diklaim akan membantu memerangi wabah dengan membantu orang tetap aman.

Akun WhatsApp WHO Health Alert bisa dijajal ke nomor +417 9893 1892. Pengguna akan disuguhkan berbagai opsi untuk mengetahui hal-hal seputar pandemi Covid-19.

Selain WHO, chatbot serupa dalam bahasa Indonesia juga diluncurkan oleh UNICEF yang bisa dikontak ke nomor 08119004567.

Sementara chatbot Whatsapp buatan pemerintah bisa diakses ke nomor +6281133399000 atau https://wa.me/6281133399000. Pengguna juga bisa mengajukan pertanyaan lewat situs https://www.covid19.go.id/tanya-jawab/. Situs tersebut akan memberikan jawaban otomatis dari pertanyaan pengguna. (CNN/GPH)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending