Connect with us

Ekonomi Global

Perang dagang Amerika – China Berdampak Buruk bagi Dunia

Published

on


China Peringatkan Pejabat BUMN Hindari Perjalanan Bisnis ke Amerika Serikat

Finroll.com  – Setelah Perang Dunia ke – II Amerika tampil sebagai mono superpower menggantikan Kerajaan Inggris.Seluruh fasilitas militer Inggris di dunia diambil alih Amerika.Dengan perangkat lunak dan keras Amerika dapat berbuat semena – mena atas semua negara.Amerika menjadi polisi dunia,satu tangan memegang wortel, satu tangan memegang pentung.Negara yang berani melawan kehendak Amerika, CIA akan menghalalkan segala cara menjatuhkannya.Contohnya, Presiden Allende dari Chili yang terpilih secara demokrasi,karena menantang kehendak hegemoni Amerika, CIA menyuap Jenderal Pinochet melakukan kudeta berdarah membunuh Allende.

Di Indonesia, Bung Karno yang menolak memberi izin Freepot menggarap pertambangan emas di Irian Barat dan menjalankan politik anti imperialisme dan kolonialisme, mengutuk kekejaman Amerika dalam perang Vietnam yang luar biasa biadab.Bung Karno dengan gagah berani berkata : “Go to hell with your aid ” akhirnya dijatuhkan dengan menggunakan tangan para jenderal Angkatan Darat ( Soeharto cs) klik kanan, dengan kudeta merangkak menyingkirkan Bung Karno.Indonesia pun jatuh dalam genggaman Amerika dan blok Barat,secara ekonomi Indonesia dijajah kembali.

Dengan kekuatan bersenjata dan hegemoni nuklir,dolar sebagai mata uang internasional, nilai dunia Barat : Demokrasi dan kemerdekaan dijadikan senjata untuk menjatuhkan negara yang tidak sepaham dengan Amerika.

Setelah bubarnya Uni Soviet, blok sosialis Eropa Timur dan Pakta Warsawa,jika Amerika dan Blok Barat memang mau menciptakan dunia yang damai sejahtera, seharusnya membubarkan Pakta NATO,perindustian senjata diubah fungsinya memproduksi peralatan pertanian atau transportasi dan lain lain yang menyejahterakan umat manusia.Namun, Amerika dan blok Barat tetap mempertahankan Pakta NATO dengan menyasar Rusia dan Tiongkok sebagai musuh bayangannya.Dimana – mana membangun pangkalan militer, armadanya menjelajahi Laut Baltik bahkan Laut Hitam untuk menantang ketabahan Rusia. Armada ke – tujuh Amerika dengan alasan menjaga “kebebasan berlayar” bercokol di Laut Tiongkok Selatan menantang Tiongkok yang sedang bangkit, mengancam dengan mesin perangnya.

Namun, dunia mencatat Tiongkok bukanlah negara yang bisa ditundukkan dengan kekuatan bersenjata.Tanggal 1 Oktober 1949 Ketua Mao Zedong berdiri di atas podium Tian An Men memproklamasikan lahirnya Tiongkok baru.Tanggal 25 Desember 1950 Tentara Sukarelawan Tiongkok yang masuk ke Korea Utara sudah berperang dengan Tentara gabungan PBB yang dimotori Amerika.Persenjataan Tentara Tiongkok tertinggal jauh,namun dengan gagah berani melawan dengan heroik.Perang Korea berlangsung selama 3 tahun, akhirnya Amerika telan pil pahit,menanda tangani perjanjian gencatan senjata. Panglima Amerika di medan Korea Jenderal Clark pun berkata dengan gundah : ” Pada waktu yang keliru,di tempat yang keliru berperang dengan musuh yang keliru. Saya satu – satunya Panglima Amerika yang tidak berhasil memenangkan perang.”

Dunia menyaksikan suatu keajaiban telah terjadi di dunia : Republik Rakyat Tiongkok menggunakan waktu hanya 40 tahun bangkit dari kemiskinan parah menjadi negera nomer dua perekonomiannya melampaui Jepang dan Jerman. Tiongkok menjadi pabrik dunia, barang – barang produksi Tiongkok menguasai hampir seluruh pasaran dunia. Dari mainan anak – anak yang murahan sampai pesawat angkasa ulang alik yang paling canggih dapat diproduksi Tiongkok.Rakyat Amerika menikmati produk Tiongkok yang murah meriah membanjiri masyarakatnya.Terjadilah ketidak seimbangan neraca perdagangan antara Amerika dan Tiongkok. Menurut Presiden Donald Trump Tiongkok meraih surplus dagang sampai US $ 400 milyar.Ditambah lagi Tiongkok adalah kreditor terbesar Amerika, mencapai US $ 1,1 Triyun.Amerika merasa Tiongkok akan melampaui Amerika sebagai new superpower dunia.

Melihat perkembangan yang tidak menyenangkan ini, Trump pun mengeluarkan trik – trik untuk menekan Tiongkok dengan manaikkan bea cukai barang impor dari Tiongkok. Tidak tanggung – tanggung sampai 25 % mencakupi sekian ratus milyar dolar.Sifat manusia Tiongkok kalau di tekan, akan bangkit melawan dengan segala kekuatan. Jikalau pada awal tahun 50-an yang masih miskin terbelakang berani melawan, sekarang Tiongkok sudah menjadi negara maju tidak hanya ekonominya, juga kekuatan militernya sudah seimbang dengan Amerika dan Rusia, tentu saja tidak mudur selangkah pun melawan perang dagang yang dikobarkan Amerika.Sikap Tiongkok sangat jelas : Mau nego,okey.Tetapi harus pegang janji.

Mau lanjutkan perang dagang ? Kami melayani.Jika berniat memaksa kami menyerah kalah, jangan mimpi di siang hari bolong.Dewasa ini gigi dilawan gigi,Tiongkok membalas dengan menaikkan bea cukai atas produk Amerika. Memboikot kacang kedelai dan jagung yang menjadi komoditi ekspor pertanian unggulan Amerika, membuat petani Amerika mengalami kerugian besar.Barang impor Tiongkok yang harganya sudah naik,yang harus menanggung biayanya ialah masyarakat Amerika.Tentu saja membangkitkan kemarahan rakyat Amerika.Ketidak puasan atas kebijakan Trump pun meningkat tajam.

Trump menggunakan seluruh kekuatan negaranya menjegal Perusahaan swasta telekomunikasi swasta Huawei,memakai hukum dalam negeri dengan tuduhan tidak berdasar menahan Petinggi Huawei, Ny. Men Wan Chou yang transit di Canada. Kemudian melarang produk Huawei masuk ke Amerika.Tiongkok pun mengambil langkah – langkah mengimbangi Amerika. Perusahaan raksana Huawei membalas dengan menutup ke – 5 pabriknya di Amerika,puluhan ribu karyawan penduduk Amerika di PHK menjadi penganggur.

Perusahaan besar Alibaba yang berjanji melakukan investasi besar-besaran di Amerika dengan komitmen menciptakan jutaan lapanganan kerja untuk masyarakat Amerika menyatakan solidaritasnya pada Huawei,langsung membatalkan investasinya di Amerika.Inilah dampak buruk perang dagang Amerika yang langsung memukul perekonomian Amerika dan dunia.
Suplplier bahan-bahan ke Huawei dan Alibaba kena imbasnya, tidak ada order dari Huawei dan Albaba, mereka tidak ada pemasukan, sehingga tidak mampu membayar gaji karyawannya, terpaksa mem-PHK karyawannya dan menutup pabriknya.

Kentuckey Fried Chicken dan Mac Donald minta Trump bertanggung jawab ganti kerugiannya karena 800 outlet mereka di China terpaksa tutup, karena tidak ada seorang Chinese pun yang masuk ke outletnya.Bahkan karyawan orang Chinese pun berhenti semua.Saham saham milik supplier yang biasanya menjual produk ke Huawei dan Alibaba sekarang sahamnya terjun bebas.

HP iphone dan Apple tidak ada seorang Chinese pun yang membelinta, dalam dua bulan terakhir terjadi zero sales, karena diboikot konsumen China.
Perang dagang membawa kerugian kedua belah pihak,dampaknya komprehensif,terstruktur dan massif.Ekspor Tiongkok mengalami pukulan berat,mempengaruhi pertumbuhan ekonominya.Total impornya ikut terpuruk,negara – negara yang mengandalkan ekspor bahan mentahnya ke Tiongkok turut menderita kerugian, karena Tiongkok memangkas impornya.Australia dan Canada yang mengekor kebijakan Amerika sudah merasakan dampak negatifnya.

Amerika harus menghentikan perang dagangnya, kembali ke jalan yang benar.Jangan melakukan kebijakan unilateral menproteksi perdagangannya yang melawan arus mainstrem dunia dan kebijakan WTO yang menjamin multi lateral perdagangan dan kebebasan perdagangan internasional.

Amerika harus menyadari bahwa mono super power sudah kadaluarsa.Selama 40 tahun Tiongkok tidak membuang satu sen pun untuk berperang mengagresi negara lain, dananya digunakan untuk membangun infrastruktur dan pembangunan nasional semesta;namun Amerika menghambur-hamburkan US $ 3 triyun berperang dimana-mana : Afghanista, Syria,Irak dan Libya.Dengan biaya tinggi memelihara mesin perangnya di seluruh dunia.Menyebarkan maut,kehancuran dan permusuhan, dibenci di seluruh dunia,puluhan ribu tentara anak muda Amerika menjadi korban agresi Amerika.Mati dengan sia-sia.Sedangkan Tiongkok dengan payung hukum dari PBB mengirim pasukan pemeliharaan perdamaian di negara -negara yang bergolak untuk memulihkan perdamaian dan ketertiban.Mendapat apresiasi dari PBB dan dunia.

Perang dagang AS dan China masih berlanjut,sama – sama mengalami kerugian cukup besar.Kapan perang dagang ini berakhir ? Ada prediksi jika Donald Trump yang ugal-ugalan habis masa jabatannya dan tidak terpilih lagi. Sebab Trump adalah presiden Amerika yang paling tidak disukai baik dalam negeri dan luar negeri. Ketua DPR Amerika dengan gamblang berkata, dia lebih suka melihat Trump langsung dijeblos ke penjara dari pada dimakzulkan.**

Ekonomi Global

Maaf Pak Jokowi, tapi Pasar Saham Vietnam juga Lebih Seksi!

Published

on

By

Finroll.com – Vietnam menjadi perbincangan hangat di kalangan pemerintah dalam beberapa waktu terakhir. Pasalnya, Indonesia sama sekali tak menjadi tujuan relokasi dari pabrik-pabrik yang sebelumnya beroperasi di China.

Untuk diketahui, belakangan pabrik-pabrik yang sebelumnya beroperasi di China banyak melakukan relokasi guna menghindari bea masuk nan-mencekik yang dikenakan oleh AS. Perang dagang antardua negara dengan nilai perekonomian terbesar di planet bumi ini sudah berlangsung selama lebih dari satu setengah tahun.

Kekesalan terkait hal tersebut diungkapkan sendiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Dari investor-investor yang kita temui, dan catatan yang disampaikan Bank Dunia (World Bank) kepada kita, dua bulan yang lalu ada 33 perusahaan di Tiongkok keluar, 23 memilih Vietnam, 10 lainnya pergi ke Malaysia, Thailand, Kamboja. Nggak ada yang ke kita,” tegas Jokowi belum lama ini di hadapan para menteri Kabinet Kerja kala membuka rapat terbatas mengenai perkembangan ekonomi dunia.

Berbagai faktor menjadi penghambat yang membuat Indonesia harus kalah telak dari Vietnam dalam urusan menarik minat investor asing untuk menanamkan modalnya secara riil (membangun pabrik), seperti tingkat pajak korporasi yang relatif tinggi dan proses perizinan yang memakan waktu sangat lama.

Tak hanya tahun ini, sudah sedari tahun 2017 Indonesia kalah telak dari Vietnam untuk urusan tarik-menarik dana investor asing ke sektor riil.

Pada tahun 2017, Jokowi menyebut bahwa ada sekitar 73 perusahaan Jepang yang akan merelokasi bisnisnya ke sejumlah negara-negara berkembang. Namun, porsi yang bisa diraup oleh Indonesia sangatlah kecil.

“Jadi 73 perusahaan, 43 ke Vietnam, 11 ke Thailand, ke Filipina, berikutnya 10 ke Indonesia. Sekali lagi masalah itu ada di internal kita sendiri. Agar kunci kita keluar dari perlambatan ekonomi global itu ada di situ,” tegasnya.

Ternyata, bukan hanya dalam urusan tarik-menarik investor asing ke sektor riil Indonesia kalah seksi dari Vietnam. Berbicara mengenai pasar saham pun, Indonesia juga kalah seksi dari Vietnam.

Melansir data yang dipublikasikan oleh Ho Chi Minh City Securities Trading Center, sepanjang tahun 2019 (hingga penutupan perdagangan tanggal 5 September), investor asing mencatatkan beli bersih senilai VND 365,4 juta (dong vietnam) di pasar saham Vietnam atau setara dengan Rp 222 juta (asumsi kurs VND = 0,61 rupiah).

Kecil sih, tapi coba tengok dulu dengan yang terjadi di Indonesia. Memang, dalam periode yang sama pasar saham Indonesia berhasil menarik dana investor asing senilai Rp 57,3 triliun, melansir data yang dipublikasikan RTI.

Namun, aksi beli investor asing tersebut banyak didominasi oleh transaksi di pasar negosiasi, seiring dengan aksi akuisisi dengan nilai jumbo yang dilakukan oleh perusahaan asing terhadap perusahaan-perusahaan terbuka di Tanah Air.

Pada awal tahun ini, Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) selaku bank kedua terbesar di Jepang merampungkan akuisisi atas saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN), yakni dengan mengambil alih 3,33 miliar unit saham BTPN atau setara dengan 56,92% dari total saham BTPN yang tercatat. Nilai dari transaksi yang dieksekusi di pasar negosiasi ini mencapai Rp 14,28 triliun dan kemudian tercatat sebagai beli bersih investor asing di pasar saham Indonesia.

Lebih jumbo lagi, pada April 2019 ada akuisisi PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan PT Bank Nasional Parahyangan Tbk (BBNP) oleh Mitsubishi UFJ Financial Group selaku bank terbesar di Jepang yang nilainya mencapai lebih dari Rp 52 triliun. Transaksi tersebut kembali dieksekusi di pasar negosiasi dan dicatat sebagai beli bersih investor asing di pasar saham Indonesia.

Nah, guna mengeliminasi transaksi investor asing di pasar negosiasi tersebut, kita bisa menggunakan data transaksi investor asing di pasar reguler. Hasilnya, sepanjang tahun ini investor asing membukukan jual bersih senilai Rp 10,5 triliun.

Lantas, walau hanya mencatatkan beli bersih dari investor asing sekitar Rp 200 juta, pasar saham Vietnam jelas dianggap lebih seksi ketimbang Indonesia.

Ingat, transaksi di pasar negosiasi tak mempengaruhi harga saham yang terlibat dalam transaksi tersebut, sehingga kinerja indeks saham juga tidak akan terpengaruh. Oleh karena itu, walau investor asing mencatatkan beli bersih yang begitu besar di pasar negosiasi, kinerja IHSG cenderung loyo di sepanjang tahun 2019.

Sepanjang tahun 2019, seiring dengan kehadiran aliran modal investor asing yang masuk ke Vietnam, VN-Index selaku indeks saham utama di sana membukukan imbal hasil sebesar 9,44%, kedua tertinggi jika dibandingkan dengan imbal hasil dari indeks saham utama negara-negara kawasan Asia lainnya. VN-Index hanya kalah dari indeks Shanghai yang merupakan indeks saham utama di China.

Sementara itu, seiring dengan aksi jual investor asing di pasar reguler (yang mempengaruhi harga saham), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selaku indeks saham utama di Indonesia hanya membukukan penguatan tipis sebesar 1,81% pada tahun ini.

Bahkan, IHSG sempat memberikan imbal hasil negatif (secara kumulatif) pada tahun 2019, salah satunya dalam periode 13 Mei hingga 30 Mei. Sementara untuk VN-Index, walau sempat tergelincir pada awal tahun, kinerjanya selepas itu terbilang sangat-sangat oke.

Continue Reading

Ekonomi Global

Jokowi : Indonesia Perlu “Payung” Untuk Antisipasi Kemungkinan Dunia Alami Resesi

Published

on

Finroll.com — Indonesia harus menyiapkan “payung” mengantisipasi perkembangan ekonomi global yang telah mengalami perlambatan dan makin besarnya kemungkinan dunia mengalami resesi,” ungkap Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan.

“Kalau hujannya besar, kita nggak kehujanan. Kalau gerimis kita ya nggak kehujanan, syukur nggak ada hujan dan nggak ada gerimis, tapi angka-angka menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi global sudah mengalami perlambatan dan kemungkinan resesi akan semakin besar,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas (ratas) membahas antisipasi perkembangan perekonomian dunia di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (4/9/2019).

Jokowi mencontohkan depresiasi mata uang Yuan China dan Peso Philipina sudah terjadi akibat perlambatan ekonomi global.

Seperti dilansir dari Antara, “Tantangan itu harus kita antisipasi, kita hadapi, dan kita harapkan langkah-langkah antisipatif sudah benar-benar secara konkret,” kata Presiden Jokowi.

Presiden berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia terhindar dari resesi yang potensinya semakin besar ini.

Lebih lanjut Presiden Jokowi mengatakan jalan yang paling cepat menghadapi perlambatan ekonomi global adalah investasi. “Kuncinya hanya ada di situ nggak ada yang lain,” katanya.

Untuk itu Presiden Jokowi minta seluruh kementerian yang berkaitan dengan ekonomi menginventarisir regulasi-regulasi yang menghambat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

“Regulasi-regulasi yang membuat kita lamban itu betul-betul mulai diinventarisir dan nanti seminggu lagi kita akan bicara mengenai masalah bagaimana segera menyederhanakan peraturan-peraturan yang menghambat dan memperlambat itu,” katanya.

Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa informasi dari investor-investor yang ditemui dan catatan yang disampaikan oleh Bank dunia ada masalah internal dalam negeri yang menghambat investasi Indonesia.

Presiden mencontohkan pada dua bulan yang lalu ada 33 perusahaan di China keluar dan 23 memilih di Vietnam dan10 lainnya perginya ke Malaysia, Thailand, dan Kamboja.

“Nggak ada yang ke kita, tolong ini digarisbawahi. Ini berarti kita memiliki persoalan yang harus kita selesaikan,” katanya.

Jokowi mengungkapkan kekalahan dari Vietnam karena negara tersebut hanya butuh dua bulan untuk mengurus investasi yang masuk dan ini berbeda dengan di Indonesia yang butuh waktu bertahun-tahun.

“Kalau mau pindah ke Vietnam itu hanya butuh waktu dua bulan rampung semuanya, kita bisa bertahun-tahun. Penyebabnya itu nggak ada yang lain,” jelasnya.

Untuk itu, Presiden meminta mengumpulkan regulasi-regulasi itu arahnya untuk mempersingkat waktu izin investasi masuk.

“Sekali lagi, masalah itu ada di internal kita sendiri, ada kunci kita keluar dari perlambatan pertumbuhan ekonomi global ada di situ.

Dan itu bisa memayungi kita dari kemungkinan resesi yang global yang semakin besar, itu juga ada di situ,” kata Presiden Jokowi.(red)

Continue Reading

Ekonomi Global

Layanan Untuk Pelanggan, Blibli Bakal Buka Kanal Baru Melalui WhatsApp

Published

on

Finroll.com — Mall online, Blibli.com berbagi mengenal empat tren besar layanan konsumen di industri e-commerce. Keempat hal tersebut adalah, fleksibilitas waktu, layanan concierge, layanan selama 24 jam setiap hari melalui berbagai kanal, dan pengembangan sumber daya manusia untuk layanan pelanggan.

Lisa Widodo SVP of Operations and Product Management Blibli.com menjabarkan empat tren layanan tersebut di paparan acara bertajuk Trends in Customer Care: High Tech and High Touch Personalized Customer Care in E-Commerce 4.0.” Jelasnya melalui keterangan resmi, Rabu (4/9/2019).

Lebih lanjut Lisa menjelaskan bahwa tren pertama, yaitu fleksibilitas waktu, menghilangkan batasan waktu dalam melayani seorang pelanggan, khususnya yang menggunakan telpon.

“Pelanggan e-commerce yang baru berbelanja online membutuhkan bimbingan lebih saat mereka mengontak layanan pelanggan. Karena itu, Blibli.com tidak memberi batasan waktu untuk agen dalam menjawab telpon.

Saat rata-rata industri untuk waktu penanganan konsumen via customer service sepanjang 5 menit, Blibli.com meluangkan lebih dari 10 menit. Sementara untuk chat adalah 52% dan setidaknya 5 menit untuk 33% panggilan telpon yang masuk,” ujar Lisa.

Tren berikutnya adalah layanan concierge di mana para pelanggan mendapatkan layanan individual sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selaras dengan hal tersebut, Blibli.com memberi panduan kepada agen layanan pelanggan untuk mencari tantangan yang dihadapi pelanggan. Kemudian, mengambil keputusan yang tepat sebagai solusi.

Sementara itu, tren menghadirkan layanan selama 24jam/7hari melalui berbagai kanal, dinilai Lisa, menjadi keharusan bagi bisnis e-commerce yang beroperasi tanpa henti.

Saat ini layanan pelanggan Blibli.com, berupa kanal chat merupakan layanan terpopuler, yakni menampung hingga 42% dari seluruh traffic di Customer Care dari Januari hingga Juni 2019.

Tren industri terakhir adalah pengembangan sumber daya manusia yang menjalankan layanan pelanggan.

Ke depannya, Blibli.com akan terus mengembangkan CLARA (Chat Live and Recommendation Assistant), chatbot berbasis artificial intelligence (AI) yang akan membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar dari para pelanggan.

Selain itu, Blibli.com juga akan membuka kanal baru untuk layanan pelanggan, yaitu melalui WhatsApp serta penambahan Pusat Resolusi pada aplikasi Blibli.com.

“CLARA akan digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bersifat panduan penggunaan. Namun, agen layanan pelanggan, yang kami namakan Blibli Loyalty Team Service (BLITS), tetap akan diturunkan untuk menjawab pertanyaan yang lebih kompleks dan karena itu, memerlukan sentuhan manusia untuk memberi resolusi sepenuhnya,” tutup Lisa.(red)

 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending