Kamis, 28 Januari 2021

Pemerintah Buat Alat Tes Covid-19 Terbaru.


Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 yang diinisiasi Kementerian Riset dan Teknologi pada 2021 berupaya untuk menciptakan alat tes untuk mendeteksi Covid-19 berbasis dari air liur atau saliva.

Alat tes Covid-19 terbaru ini akan membantu dalam mendukung percepatan penanganan COVID-19 terutama di bidang pengujian (testing).

Jika alat tes berbasis liur itu bisa diciptakan sebagai inovasi baru, maka akan menjadi alternatif untuk pemeriksaan COVID-19 yang akan lebih nyaman bagi masyarakat.

Masyarakat terkadang mengeluh merasa ‘kurang nyaman’ saat melakukan pemeriksaan COVID-19 seperti melalui tes cepat antigen dengan cara mengambil sampel dari hidung dan tes cepat antibodi dengan mengambil darah dari ujung jari.

Bambang menuturkan dalam pengembangan alat tes COVID-19 terbaru tersebut, harus tetap memprioritaskan akurasinya.

Menurut Bambang, jika bisa menciptakan alat tes yang berbasis air liur, maka bisa mengurangi satu tahapan di dalam pengujian yakni ekstraksi RNA.

Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 telah mengembangkan sejumlah alat tes COVID-19 seperti GeNose yang berbasis embusan nafas dan menggunakan kecerdasan artifisial untuk mendeteksi COVID-19. Selain itu ada RT-LAMP Test Kit Covid-19 Detection, alat tes cepat (rapid test) COVID-19 untuk deteksi IgG/IgM, dan alat tes cepat berbasis antigen.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro mengungkap target riset tahun 2021. Bambang mengatakan penanganan COVID-19 menjadi program prioritas seperti pengembangan alat untuk mengukur antibodi, ventilator Intensive Care Unit (ICU) hingga alat tes Corona yang mendekati PCR.

“Pada tahun 2021 ini dengan tetap berfokus pada prioritas riset dan inovasi nasional berupaya maksimal berkontribusi pada penanganan COVID-19 beberapa rencana untuk tahun ini,” kata Bambang Brodjonegoro dalam Rapat Koordinasi Riset dan Inovasi Nasional Tahun 2021 yang disiarkan melalui YouTube Kemenristek/BRIN, Kamis (28/1/2021).

“Pertama pengujian molekuler atau genomic surveillance yang lebih luas untuk berbagai varian virus COVID-19 yang beredar di Indonesia salah satunya dengan pendekatan whole genom sequencing,” sambungnya.

“Kami sedang berupaya untuk mencoba mencari alternatif pemeriksaan usap (swab), yaitu pemeriksaan dengan menggunakan air liur atau saliva. Tentunya ini lebih nyaman bagi orang yang diambil sampelnya,” kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro.

BACAAN TERKAIT